ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bengkel las merupakan industri manufaktur informal yang jarang mendapatkan perhatian dari pemerintah sehingga kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las tidak sedikit jumlahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara pengetahuan dan sikap dalam penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las Wilayah Cikarang Utara.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 10 bengkel las wilayah Cikarang Utara yang memiliki rata-rata 2 hingga 4 pekerja. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling dan didapatkan 33 pekerja dari 6 bengkel las Wilayah Cikarang Utara. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan analisis menggunakan uji Likelihood ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan APD (p=0.004) dan sikap APD (p=0.000) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las wilayah Cikarang Utara.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna mengurangi angka kecelakaan kerja pada industry-industri kecil. Kecelakaan kerja sebesar 25 % dari berbagai sector industri berada di sector manufaktur. Angka ini relatif sangat besar mengingat banyaknya sector industri yang ada. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior adalah suatu perusahaan Funiture Interior yang berada di kota Jakarta. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior termasuk perusahaan dengan kelas menengah yang dilihat dari banyaknya karyawan, dll. Seperti yang telah dikatakan di awal, kecelakaan kerja di industri funiture relatif lebih tinggi. Di lain sisi, industry mebel adalah industri yang berhubungan erat dengan risiko bahaya yang dapat terjadi karena berhubungan dengan alat perkakas yang memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itulah, Pengenalan K3 pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dilakukan. Materi yang disampaikan berupa pengenalan K3 terhadap karyawan – karyawan PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan materi K3 ini diharapkan nantinya ditindaklanjuti oleh pihak manajemen PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dengan memberikan pelatihan – pelatihan yang sesuai dengan bahan baku, mesin – mesin, tata ruang pabrik, dan tindakan darurat pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior karena K3 pada suatu hal dengan suatu hal lainnya berbeda penanganannya, sehingga hal ini diserahkan kelanjutannya pada pihak manajemen (pimpinan) PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan K3 hanya ditujukan sebagai pengingat akan pentingnya K3 di industri funiture di PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah berjalan cukup baik karena di Industri ini penyelenggara pekerjaan telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja dan sosialisasi K3 juga sudah dilakukan oleh pihak manajemen.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui observasi untuk menentukan permasalahan dalam aktivitas perawat di Rumah Sakit. Observasi hanya difokuskan kepada perawat rumah sakit. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan didapatkan bahwa kondisi lingkungan kerja di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong memiliki potensial hazard fisik, kimia dan biologi serta fisiologi dan para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada saat bekerja yang memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan dalam kegiatan pengabdian karyawan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong memiliki pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); memperoleh pengetahuan mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan tindakan pencegahan kecelakaan kerja; dan memperoleh pengetahuan mengenai jenis-jenis APD (Alat Pelindung Diri). Metode pelaksanaan pengabdian adalah pendekatan advokasi, sosialisasi dan konsultan/fasilitator program K3. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian ini dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan yang telah dilaksanakan kepada karyawan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong untuk memperoleh pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), memperoleh pengetahuan mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan tindakan pencegahan kecelakaan kerja; dan memperoleh pengetahuan mengenai jenis-jenis APD (Alat Pelindung Diri). Hasil pendampingan pengabdian adalah tersusunnya kebijakan manajemen puncak dalam bentuk komitmen K3, terbentuknya struktur penanggung jawab K3 (P2K3), dan pelatihan identifikasi bahaya sebagai syarat pembuatan SOP. Harapannya keberlanjutan SMK3 akan menjadi budaya bagi setiap karyawan di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna mengurangi angka kecelakaan kerja pada industry-industri kecil. Kecelakaan kerja sebesar 25 % dari berbagai sector industri berada di sector manufaktur. Angka ini relatif sangat besar mengingat banyaknya sector industri yang ada. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior adalah suatu perusahaan Funiture Interior yang berada di kota Jakarta. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior termasuk perusahaan dengan kelas menengah yang dilihat dari banyaknya karyawan, dll. Seperti yang telah dikatakan di awal, kecelakaan kerja di industri funiture relatif lebih tinggi. Di lain sisi, industry mebel adalah industri yang berhubungan erat dengan risiko bahaya yang dapat terjadi karena berhubungan dengan alat perkakas yang memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itulah, Pengenalan K3 pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dilakukan. Materi yang disampaikan berupa pengenalan K3 terhadap karyawan – karyawan PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan materi K3 ini diharapkan nantinya ditindaklanjuti oleh pihak manajemen PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dengan memberikan pelatihan – pelatihan yang sesuai dengan bahan baku, mesin – mesin, tata ruang pabrik, dan tindakan darurat pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior karena K3 pada suatu hal dengan suatu hal lainnya berbeda penanganannya, sehingga hal ini diserahkan kelanjutannya pada pihak manajemen (pimpinan) PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan K3 hanya ditujukan sebagai pengingat akan pentingnya K3 di industri funiture di PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah berjalan cukup baik karena di Industri ini penyelenggara pekerjaan telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja dan sosialisasi K3 juga sudah dilakukan oleh pihak manajemen.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja dalam perusahaan tidak terlepas dari adanya masalah yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penigkatan kejadian kecelakaan akibat kerja menunjukkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Indonesia belum berjalan dengan baik. Masalah K3 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab dari semua pihak terutama pengusaha, tenaga kerja dan masyarakat. Pemberian edukasi pelaksanaan SMK3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja, pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada pekerja. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pekerja tentang potensi penyakit dan kecelakaan akibat kerja Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 65 orang pekerja. Kegiatan ini dilaksanakan di PT Multistrada Arah Sarana, Tbk pada tanggal 19 – 22 September 2018. Hasil evaluasi pengetahuan pekerja diukur menggunakan evaluasi proses yaitu saat proses pemberian materi berlangsung dan evaluasi output yaitu dengan memberikan pertanyaan setelah kegiatan selesai.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Meskipun pertolongan pertama bukanlah pengobatan yang begitu sempurna yang langsung berefek namun kehadiran P3K di tempat kerja akan memiliki banyak manfaat dalam mencegah keparahan cidera, mengurangi penderitaan, bahkan menyelamatkan nyawa para korban. Jika tindakan pertolongan pertama tidak dilakukan selama kecelakaan di tempat kerja, konsekuensinya dapat memperburuk situasi korban bahkan menyebabkan kematian. Desa Sukakarya berada di wilayah Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi dimana di dalamnya terdapat beberap industry kecil dan rumah tangga yang rentan terjadi kecelakaan Kerja oleh karena hal tersebut maka di butuhkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama kecelakaan kerja oleh pihak yang paling terdekat di kalangan masyarakat salah satunya ada lah para kader yang ada di Desa Sukakarya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada kader kesehatan di Desa Sukakarya yang berjumlah 30 kader dengan cara memberikan pendidikan tentang pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan dan juga mempraktekan cara dalam pertolongan pertama pada kecelakaan dengan medika in fokus dan video serta demonstrasi dan re demonstasi selama 5 hari. Hasil yang di dapatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan juga keterampilan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan kerja sebelum dan sesudah pelatihan yang di gunakan sebagai bekal dalam penanganan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan kerja di lingkungan Desa Sukakarya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Pertolongan pertama adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis. Tujuan utama pertolongan pertama adalah untuk mempertahankan penderita tetap hidup atau terhindar dari maut, membuat keadaan penderita tetap stabil, mengurangi rasa nyeri, ketidak-nyamanan dan rasa cemas, serta menghindarkan kecacatan yang lebih parah. Untuk mencapai tujuan tersebit di PT Multistarada Arah Sarana Tbk di lakukan kegiatan Peningkatan Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Kecelekaan kepada sebagian karyawan PT Multistarada dengan jumlah 50 karyawan yang mewakili setiap divisi di PT Multistrada Arah Sarana Tbk. Kegiatan di lakukan dengan cara pemberian pendidikan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan melalui media leaflet, pemutaran video, dan demonstrasi secara langsung di ruang pertemuan yang ada di PT Multistarada Arah Sarana Tbk. Hasil dari kegiatan tersebut terdapat peningkatan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan antara sebelum di lakukan pemberian pendidikan dan sesudah di lakukan pemberian pendidikan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil kegiatan ini di harapkan dapat membantu penanganan pertama jika terjadi kecelakaan di lingkungan sekitar PT Multistrada baik di dalam ruang produksi maupun di luar ruang produksi sehingga dampak buruk dari kecelakaan kerja yang terjadi dapat di tekan angka tingkat kecacatan maupun kematiannya.