ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Syncope merupakan kondisi hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan sementara akibat penurunan aliran darah ke otak, yang sering terjadi pada remaja di lingkungan sekolah. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan awal syncope berpotensi meningkatkan risiko cedera sekunder. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMK Kesehatan Tambun Islamic School. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 86 siswa yang dipilih menggunakan tenik total sampling. Instrumen Penelitian berupa kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir yang telah diuji validitas (r hitung 0,517-0,786; p <0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,812). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkal signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan baik (57,0%), cukup (34,9%), dan kurang (8,1%). Setelah diberikan edukasi audiovisual, seluruh siswa (100%) berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,109 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p <0,05), sehingga pengaruh yang signifikan dari edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap peningkatan tingkat pengetahuan siswa.
Kesimpulan: Pada Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual efektif meningkatkan tingkat pengetahuan siswa secara bermakna. Rekomendasi: Pihak sekolah diharapkan agar metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah serta dikembangkan pada Penelitian selanjutnya dengan desain kontrol dan evaluasi retensi jangka panjang.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Meskipun pertolongan pertama bukanlah pengobatan yang begitu sempurna yang langsung berefek namun kehadiran P3K di tempat kerja akan memiliki banyak manfaat dalam mencegah keparahan cidera, mengurangi penderitaan, bahkan menyelamatkan nyawa para korban. Jika tindakan pertolongan pertama tidak dilakukan selama kecelakaan di tempat kerja, konsekuensinya dapat memperburuk situasi korban bahkan menyebabkan kematian. Desa Sukakarya berada di wilayah Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi dimana di dalamnya terdapat beberap industry kecil dan rumah tangga yang rentan terjadi kecelakaan Kerja oleh karena hal tersebut maka di butuhkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama kecelakaan kerja oleh pihak yang paling terdekat di kalangan masyarakat salah satunya ada lah para kader yang ada di Desa Sukakarya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada kader kesehatan di Desa Sukakarya yang berjumlah 30 kader dengan cara memberikan pendidikan tentang pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan dan juga mempraktekan cara dalam pertolongan pertama pada kecelakaan dengan medika in fokus dan video serta demonstrasi dan re demonstasi selama 5 hari. Hasil yang di dapatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan juga keterampilan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan kerja sebelum dan sesudah pelatihan yang di gunakan sebagai bekal dalam penanganan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan kerja di lingkungan Desa Sukakarya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Pertolongan pertama adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis. Tujuan utama pertolongan pertama adalah untuk mempertahankan penderita tetap hidup atau terhindar dari maut, membuat keadaan penderita tetap stabil, mengurangi rasa nyeri, ketidak-nyamanan dan rasa cemas, serta menghindarkan kecacatan yang lebih parah. Untuk mencapai tujuan tersebit di PT Multistarada Arah Sarana Tbk di lakukan kegiatan Peningkatan Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Kecelekaan kepada sebagian karyawan PT Multistarada dengan jumlah 50 karyawan yang mewakili setiap divisi di PT Multistrada Arah Sarana Tbk. Kegiatan di lakukan dengan cara pemberian pendidikan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan melalui media leaflet, pemutaran video, dan demonstrasi secara langsung di ruang pertemuan yang ada di PT Multistarada Arah Sarana Tbk. Hasil dari kegiatan tersebut terdapat peningkatan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan antara sebelum di lakukan pemberian pendidikan dan sesudah di lakukan pemberian pendidikan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil kegiatan ini di harapkan dapat membantu penanganan pertama jika terjadi kecelakaan di lingkungan sekitar PT Multistrada baik di dalam ruang produksi maupun di luar ruang produksi sehingga dampak buruk dari kecelakaan kerja yang terjadi dapat di tekan angka tingkat kecacatan maupun kematiannya.