Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Terputusnya Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Tahun 2026
Latar Belakang: ASI eksklusif diberikan selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain. Namun, masih terdapat ibu yang mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 84 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan p<0,05. Hasil: Sebanyak 51 responden mengalami terputusnya pemberian ASI eksklusif dan 33 responden memberikan ASI eksklusif. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif, masing-masing dengan p-value<0,001. Kesimpulan: Pengetahuan ibu, dukungan suami, dan pekerjaan ibu berhubungan dengan terputusnya pemberian ASI eksklusif. Diperlukan peningkatan edukasi ASI eksklusif serta dukungan suami, keluarga, dan lingkungan, khususnya bagi ibu bekerja.
Hubungan Karakteristik Ibu dan Budaya Pola Pemberian Makan Balita Dengan Kejadian Stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi
Stunting merupakan masalah yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kesehatan anak (WHO, 2020). Stunting bisa disebabkan oleh, pendidikan ibu, sosial ekonomi, serta pola pemberian makan (UNICEF, 2020). Berdasarkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4%, dengan angka di Kabupaten Bekasi sebesar 21,5% pada tahun 2021 dan menurun menjadi 13,8% pada tahun 2023 (Kemenkes RI, 2023).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan balita dengan kejadian stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi.Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan sampel sebanyak 40 ibu yang memiliki balita stunting di RS Sentra Medika Cikarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan diolah menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu, seperti tingkat pendidikan dan sosial ekonomi, dengan kejadian stunting (p = 0,013. Selain itu, budaya pola pemberian makan juga berhubungan dengan kejadian stunting (p = 0,024). Temuan ini sejalan dengan penelitian Auliani et al. (2021) yang menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih berisiko memiliki anak stunting (p = 0,001). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara karakteristik ibu dengan kejadian stunting dengan nilai P value 0,002 (p<0,05) dan ada hubungan antara budaya pola pemberian makan dengan kejadian stunting dengan nilai p value 0,028 (p<0,05). Karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan berperan dalam kejadian stunting. Oleh karena itu, edukasi mengenai pola pemberian makan perlu ditingkatkan untuk mencegah stunting.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian BBLR di RSIA dr. Djoko Pramono Kabupaten Karawang Tahun 2024
Upaya pencegahan serta pengendalian BBLR bilsal dilakukan dengan beberapa upaya yaitu memberikan pendidikan kesehatan yang cukup mengenai BBLR kepada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui falktor-falktor yalng Berhubungaln dengaln kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu bersalin di RSIA dr. djoko pramono pada bulan Januari - Juni tahun 2024 dengan total sampel, sebanyak 100 orang. Instrument pengumpulan data dengan lembar ceklist yang berisi informasi yang mendukung falktor-falktor yalng berhubungan dengan kejadian BBLR di rsia dr. Djoko promono, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur (P = 0,000), usia kehamilan (P = 0,000), paritas (P =,000), anemia (P = 0,000), dan pendidikan (P = 0,000) memiliki hubungan bermakna, dengan kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Terdapat hubungan bermakna antara umur, usia kehamilan, paritas, anemia dan pendidikan dengan kejaldilaln Beralt Baldaln Lalhilr Rendalh (BBLR). Adapun variabel yang paling besar hubungannya yaitu usia kehamilan dengan nilai Odds Ratio (OR) 27.563. Disarankan ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya dan memperhatikan gizi selama kehamilan untuk mengurangi resiko terjadinya BBLR.
Evaluasi Pelayanan Informasi Obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang
Latar belakang : Pelayanan informasi obat merupakan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Kejelasan mengenai informasi obat yang harus digunakan pasien akan sangat mempengaruhi ketaatan pasien dalam keberhasilan suatu pengobatan. Tujuan : Mengevaluasi pelayanan informasi yang diberikan Apoteker pada pasien di instalasi farmasi UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang dengan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016. Metode : Observasi secara langsung dengan menggunakan lembar checklist Hasil : Persentase pelayanan informasi obat berdasarkan : nama obat 100%, sediaan obat 93,61%, dosis obat 100%, cara pakai obat 100%, dan efek samping obat 91,48%. Sedangkan pelayanan informasi obat dengan kategori cukup baik adalah penyimpanan obat 46,80%. Pelayanan informasi obat yang masih terjadi kesenjangan negatif yaitu pada parameter sediaan obat sebesar 6%, penyimpanan obat sebesar 53%, dan efek samping obat sebesar 8%. Kesimpulan : Pelayanan informasi obat yang diberikan oleh Apoteker kepada pasien sudah terlaksana sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yaitu dengan skor total keseluruh parameter pelayanan informasi obat yang diberikan yaitu 49,6% dengan kategori cukup baik
Pengaruh Pelvic Rocking Exercise Terhadap Nyeri Pinggang Pada Ibu Hamil Trimester III di Praktik Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2022
Perubahan selama kehamilan dapat memicu gangguan kenyamanan ibu hamil. Sebanyak 83,3% ibu hamil mengalami nyeri pinggang dam menggangu aktifitas. Dampak dari aktivitas ibu hamil jika terganggu maka akan mempengaruhi status kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin di dalam rahim. Salah satu ketidaknyamanan yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil adalah nyeri pinggang bisa karena usia kehamilan yang semakin tua, sehingga ibu mengalami kesulitan beraktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan Pelvic Rocking Exercise (PRE) terhadap nyeri pinggang ibu hamil trimester III di Praktik Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental pre-post with control design, dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang untuk kelompok eksperimen dan 15 orang untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29 orang (96,7%) berusia 20-35 tahun dan 100% ada di usia kehamilan 28 – 30 minggu. Ibu memiliki pendidikan SMA-perguruan tinggi sebanyak 22 orang (73,3%) dan 25 orang (83,3%) adalah seorang multipara. Hasil analisis menggunakan Uji Mann Withney nilai p-value 0,040 < 0,05 artinya Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan Pelvic Rocking Exercise (PRE) terhadap nyeri pinggang ibu hamil trimester III di Praktik Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung. Diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuannya terlebih lagi tentang bagaimana aktivitas dan latihan goyang panggul atau PRE yang harus dilakukan agar meningkatkan pemberdayaan diri dalam mengatasi nyeri pinggang dan memudahkannya dalam proses persalinannya nanti.
Pengaruh Pelvic Rocking Excercise terhadap Nyeri Pinggang pada Ibu Hamil Trimester III di Prkatik Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2022
ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Devi Ratnasari NIM : 221050071 PENGARUH PELVIC ROCKING EXERCISE (PRE) TERHADAP NYERI PINGGANG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ROSITA DEWI KECAMATAN CIBITUNG KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 xvi + 45 Halaman + 5 Tabel + 8 Lampiran Perubahan selama kehamilan dapat memicu gangguan kenyamanan ibu hamil. Sebanyak 83,3% ibu hamil mengalami nyeri pinggang dam menggangu aktifitas. Dampak dari aktivitas ibu hamil jika terganggu maka akan mempengaruhi status kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin di dalam rahim. Salah satu ketidaknyamanan yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil adalah nyeri pinggang bisa karena usia kehamilan yang semakin tua, sehingga ibu mengalami kesulitan beraktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan Pelvic Rocking Exercise (PRE) terhadap nyeri pinggang ibu hamil trimester III di Praktik Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental pre-post with control design, dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang untuk kelompok eksperimen dan 15 orang untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29 orang (96,7%) berusia 20-35 tahun dan 100% ada di usia kehamilan 28 – 30 minggu. Ibu memiliki pendidikan SMA- perguruan tinggi sebanyak 22 orang (73,3%) dan 25 orang (83,3%) adalah seorang multipara. Hasil analisis menggunakan Uji Mann Withney nilai p-value 0,040 0,05 artinya Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan Pelvic Rocking Exercise (PRE) terhadap nyeri pinggang ibu hamil trimester III di Praktik Mandiri Bidan Rosita Dewi Kecamatan Cibitung. Diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuannya terlebih lagi tentang bagaimana aktivitas dan latihan goyang panggul atau PRE yang harus dilakukan agar meningkatkan pemberdayaan diri dalam mengatasi nyeri pinggang dan memudahkannya dalam proses persalinannya nanti.
Gambaran Pengetahuan Orang Tua Siswa Kelas I Tentang Imunisasi Measles dan Rubella di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari 03 dan Sekolah Dasar Negeri Sukahurip 05 Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019
Imunisasi Measles dan Rubelladiberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat. Di Indonesiarata-rata cakupan vaksinasi baru mencapai sekitar 66%, secara nasional realisasi vaksinasi juga belum mencapai 70% padahal target aman untuk mencapai kekebalan di masyarakat adalah 95% anak terimunisasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengetahuan orang tua siswa kelas I tentang imunisasi Measles dan Rubella di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari 03 dan Sekolah Dasar Negeri Sukahurip 05 Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019.Jenis Penelitian ini menggunakan Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pada 41 responden dengan cara accidental sampling. Hasil penelitian gambaran pengetahuan orang tua siswa kelas I tentang imunisasi measles dan rubella didapatkan bahwa pengetahuan baik sebanyak 51,2%, berdasarkan pendidikan orang tua sebanyak 53,7% memiliki pendidikan tinggi, berdasarkan usiaorang tua sebanyak 56,1% yaitu usia 31-40 tahun.Orang tua yang memiliki banyak pengalaman baik yaitu85,4%, keyakinannya orang tua paling banyak yakin, yaitu 100%. Sumber informasi paling banyak melalui tenaga kesehatan sebanyak 82,9%. Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan Gambaran pengetahuan orang tua siswa kelas I tentang imunisasi Measles dan Rubella di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari 03 dan Sekolah Dasar Negeri Sukahurip 05 memiliki pengetahuan yang baik. Sehingga disarankan orang tua untuk mempertahankan pengetahuan atau lebih meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi Measles dan Rubella.