ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan sering terjadi saat ini, khususnya kekerasan seksual, dimana disepanjang 3 tahun ini tidak adanya penurunan. Pada bulan januari-oktober 2021 komnas perempuan menerima aduan sebanyak 4.500 kekerasan seksual, angka ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Peran P2TP2A terhadap kasus kekerasan seksual di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan data primer yaitu terdiri atas informan kunci, informan inti dan informan tambahan dan data sekunder dengan subjek penelitian berjummlah 6 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif analitif. terdiri dari pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian peran P2TP2A Kabupaten Karawang dalam menangani kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak yaitu melakukan pelaporan, penanganan, pendampingan, memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dari klien serta membantu pemerintah dalam perlindungan perempuan dan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025 Tri Yuni Komala Hati Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosialmaupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamill diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Kata kunci: Leaflet,Pendidikan Kesehatan,Remaja,Seks Bebas
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pelecehan seksual merupakan masalah global dan nasional yang serius, dengan remaja sebagai kelompok berisiko tinggi. Data menunjukkan tingginya angka kekerasan seksual di DKI Jakarta, khususnya Jakarta Timur. Minimnya pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual menjadi faktor utama yang perlu diatasi melalui edukasi yang efektif. Media infografis sebagai media digital visual dinilai mampu meningkatkan pemahaman secara ringkas dan menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media digital infografis terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Gita Kirtti 3 Jakarta tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan one group pretest-posttest dengan desain pre-eksperimen. Sampel pada penelitian ini berjumlah 53 siswa kelas XI yang menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, pengetahuan responden berada pada kategori baik (62,3%), cukup (20,8%), dan kurang (17%). Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dengan 98,1% responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media digital infografis efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Gita Kirtti 3 Jakarta tahun 2026. Diharapkan pihak sekolah dapat menyelenggarakan edukasi berkala dan peneliti selanjutnya melakukan evaluasi jangka panjang
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan remaja putri tentang seks bebas masih tergolong rendah sehingga diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko dan dampak seks bebas serta kesehatan reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet yang praktis, ringkas, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan remaja putri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 445 siswi dengan sampel sebanyak 112 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang seks bebas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 62 responden (55,4%), pengetahuan cukup sebanyak 34 responden (30,36%), dan pengetahuan baik sebanyak 16 responden (14,3%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 95 responden (84,82%), pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (12,50%), dan pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (2,68%). Persentase pengetahuan baik meningkat sebesar 70,53%. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) <0,001 (p<0,05), dengan Positive Rank sebanyak 112 responden dan Negative Rank serta Ties sebanyak 0, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang seks bebas. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Media leaflet dapat dijadikan salah satu alternatif media pendidikan kesehatan reproduksi yang diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kekerasan seksual merupakan permasalahan kesehatan dan sosial yang
masih sering terjadi pada remaja serta dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan
sosial. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual, terutama
dengan meningkatnya penggunaan media digital yang selain memberi kemudahan akses
informasi juga meningkatkan risiko kekerasan seksual berbasis digital. Kurangnya
pengetahuan remaja mengenai kekerasan seksual dan cara pencegahannya dapat memengaruhi
perilaku pencegahan yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk
mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual
berbasis media digital pada remaja.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan
dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.
Sampel berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan pencegahan kekerasan seksual
berbasis media digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja sebagian besar
berada dalam kategori baik, yaitu sebesar 50,0%. Selain itu, pencegahan kekerasan seksual
berbasis media digital pada remaja juga menunjukkan bahwa mayoritas berada dalam kategori
baik, dengan persentase 77,4%. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan yang
bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media
digital pada remaja, dengan nilai p value = 0,011 (p < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan
seksual berbasis media digital pada remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional serta penyesuaian sosial di masa dewasa. Pengetahuan remaja tentang seks bebas sangat penting, karena menyangkut kesehatan reproduksi, kesehatan mental dan juga masa depan mereka. Salah satu upaya mengatasi masalah kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks bebas adalah dengan meningkatkan Pendidikan Kesehatan Reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X dan XI di SMAN 1 Cikarang Pusat, populasi sebanyak 864 responden, sample sebanyak 100 responden, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden yang usia beresiko yaitu remaja tengah (usia 15 – 17 tahun) sebanyak 41,5% (P - value 0,000) OR 73,750 (CI 95%: 18,227 – 298,412) pada responden dengan jenis kelamin yang beresiko yaitu pada perempuan sebanyak 36,8 % (P - value 0,000) OR 9,383 (CI 95%: 3,489 – 25,236) pada responden yang memiliki kurangnya sumber informasi sebanyak 39,5 % (P - value 0,000) OR 6,261 (CI 95%: 2,500 – 15,682) pada responden yang memiliki lingkungan yang buruk sebanyak 41,5 % (P - value 0,000) OR 5,147 (CI 95%: 2,097 – 12,630) dan pada responden yang memiliki teman sebaya negatif sebanyak 44,9 % (P - value 0,000) OR 6,391 (CI 95%: 2,536 – 16, 104). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia remaja, jenis kelamin, sumber informasi/media massa, lingkungan dan teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat, remaja di harapkan untuk memilih lingkungan serta media informasi yang baik bagi perkembangan perilaku seksual untuk menghindari penyimpangan atau perilaku seks di luar nikah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosial maupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamil diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Subyek dan mtode: Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Di Indonesia tahun 2022 tercatat 20.783 kasus IMS, menunjukkan masih tingginya prevalensi. Minimnya pengetahuan remaja menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya angka tersebut. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendidikan kesehatan dengan media cetak, seperti leaflet, yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov test, sedangkan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil univariat dan bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang infeksi menular seksual sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan rendah. Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan remaja. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan kesehatan dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Oleh karena itu, disarankan bagi petugas kesehatan agar dapat menggunakan media leaflet dalam melakukan pendidikan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada remaja, dalam bentuk diskriminasi secara fisik maupun fisiologis bisa mengakibatkan rasa trauma pada anak hingga dapat mengancam jiwanya. Metode permainan ular tangga ini merupakan pemberian informasi yang menarik sehingga informasinya mudah untuk di terima oleh respoden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek metode permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang bahaya kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test pada kelompok kontrol, melibatkan 120 responden yang terdiri dari 60 peserta dalam kelompok eksperimen dan 60 dalam kelompok kontrol.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan Uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan responden tentang kekerasan seksual, sebanyak 81,7% remaja putri memiliki pengetahuan yang kurang sementara sebelum intervensi pada kelompok kontrol, persentase remaja putri dengan pengetahuan kurang mencapai 96,7%. Setelah intervensi, 41,6% remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup, dan 45% memiliki pengetahuan yang baik. Hasil analisis statistik menggunakan Chi-Square menunjukkan nilai P = 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05, sehingga Ha diterima. Ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test, jadi permainan ular tangga memiliki efek positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri di kelompok intervensi mengenai bahaya kekerasan seksual. Permainan ini membantu meningkatkan pemahaman remaja tentang cara menghadapi kekerasan seksual, serta metode edukasi ini bisa dijadikan media yang efektif dan menarik untuk menyampaikan informasi kepada remaja putri.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Badan Pusat Statistik Nasional (2023) mencatat jumlah remaja antara usia 10 hingga 19 tahun di Indonesia selbanyak 44,25 juta jiwa. Pergaulan belbas pada remaja dapat berdampak negatif pada remaja yang sangat merugilkan. Tujuan : penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja Kelas XI di MAN 1 Bekasi tahun 2024. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan rumus Slovin yaitu sebanyak 190 orang responden siswi kelas XI. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil : analisis bivariat ada hubungan pengetahuan nilai P-Value 0,000, sikap P-Value 0,001, sumber informasi P-Value 0,008, peran orang tua P-Value 0,000, dan peran teman sebaya P-Value 0,008 (P-Value = P<a 0,05) terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja kelas XI di MAN 1 Bekasi Tahun 2024. Kesimpulan : dari penelitian ini, ada hubungan antara pengetahuan, sikap, sumber informasi, peran orang tua dan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja kelas XI di MAN 1 Bekasi Tahun 2024. Diharapkan bagi instansi pendidikan, mampu secara edukatif memberikan wawasan, dan bimbingan terhadap perilaku seksualitas yang menyimpang. Sehingga, dapat menjadikan siswa/i dapat berperilaku positif sebagaimana mestinya.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat, sebanyak 25.050
perempuan menjadi korban kekerasan seksual di Indonesia sepanjang 2022. Jawa Barat menjadi
daerah tertinggi dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Indonesia. Pemerintah
Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus
berupaya menekan terjadinya kasus kekerasan terhadap anak dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang kekerasan seksual di MTS Plus Roudhotul Muhibbin Kabupaten Bekasi Tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi eksperimental Pretest-Post Test With Control Group Design Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 59 orang. Analisa data
menggunakan distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Penelitian ini melakukan intervensi berupa
pendidikan kesehatan dan mengevaluai dalam kuesioner. Pengambilan data dilakukan pada bulan
Nopember 2023 di MTS Plus Roudhotul Muhibbin Kabupaten Bekasi.
Hasil uji wilcoxon pada kelompok intervensi mendapatkan Nilai p 0,000 < 0,05 kesimpulannya adalah
Ha diterima atau Ho ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan pada pemberian pendidikan
kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang kekerasan seksual pada kelompok intervensi.
Sedangkan pada kelompok kontrol mendapatkan Nilai p sebesar 0,102 > 0,05 kesimpulannya adalah
Ha ditolak atau Ho diterima artinya tidak ada pengaruh yang signifikan pada pemberian pendidikan
kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang kekerasan seksual pada kelompok Kontrol di MTs.
Plus Roudhotul Muhibbin Bekasi tahun 2023. Hasil analisa bivariate didapatkan hasil pada kelompok
intervensi adalah seluruh responden atau 30 orang (100%) mengalami peningkatan pengetahuan,
sedangkan pada kelompok kontrol hanya 5 orang (17,24%) yang mengalami peningkatan
pengetahuan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan dijadikan acuan untuk
meningkatkan pengetahuan dan pendekatan secara intensif bagi para guru dan tenaga kesehatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perilaku seksual pranikah adalah kegiatan seksual yang melibatkan dua orang yang saling menyukai atau saling mencintai, yang dilakukan sebelum perkawinan. Seks bebas atau dalam bahasa populernya disebut extra-martial intercourse atau kinky-seks merupakan bentuk pembebasan seks yang dipandang tidak wajar. Penelitian ini Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, peran orang tua, sumber informasi dengan sikap remaja mengenai seks pranikah pada kelas 10. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional dengan populasi seluruh kelas 10 berjumlah 159 orang dan sampel
159 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan link kuesioner online. Uji statistik menggunakan uji univariat, biraviat dan uji chi-square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi-square dengan SPSS diidapatkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap (p=0,422), tidak ada hubungan peran orangtua dengan sikap (p=0,411) dengan OR 1,335, ada hubungan sumber informasi dengan sikap (p=0,027) dengan OR
2,184. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan, peran orangtua, sumber informasi dengan sikap remaja mengenai seks pranikah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perilaku seksual pada siswa di SMK bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kurangnya pendidikan seks di rumah dan di sekolah, pengaruh media sosial dan budaya populer, kurangnya pengawasan orangtua atau guru, dan tekanan dari teman sebaya. Selain itu, adanya keinginan untuk mengeksplorasi dan memenuhi kebutuhan seksual yang timbul selama masa pubertas juga dapat menjadi faktor yang mendorong perilaku seksual pada siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual siswa di SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 154. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak
154 siswa. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, lingkungan, sikap, media informasi, peran orang tua, dan peran teman dalam perilaku seksual pada remaja di SMK.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku seksual pranikah adalah kegiatan seksual yang melibatkan dua orang yang saling menyukai atau saling mencintai, yang dilakukan sebelum perkawinan. Seks bebas atau dalam bahasa populernya disebut extra-martial intercourse atau kinky-seks merupakan bentuk pembebasan seks yang dipandang tidak wajar. Di Indonesia, ada sekitar 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaja perempuan usia 15-19 tahun yang mengaku pernah melakukan seksual pranikah. Bukti dari hasil riset Departemen Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa dari 1189 remaja belum menikah (berusia 13- 19 tahun) di Jawa Barat, ditemukan 7% remaja perempuan di Jawa Barat mengakui pernah mengalami kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, peran orang tua, sumber informasi dengan sikap bahaya seks pranikah pada remaja kelas.10 di SMK Islam Al-Amin tahun 2023
Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional dengan populasi seluruh siswa kelas 10 yang berjumlah 159 orang dan sampel 159 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner link google form. Uji statistik menggunakan uji univariat, biraviat dan uji chi-square.
Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi-square dengan SPSS diidapatkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap (ρ=0,422), tidak ada hubungan peran orangtua dengan sikap (ρ=0,411) dengan OR 1,335, ada hubungan sumber informasi dengan sikap (ρ=0,027) dengan OR 2,184.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan peran orangtua dengan sikap remaja menganai seks pranikah dan ada hubungan antara sumber informasi dengan sikap remaja mengenai seks pranikah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk dari kekerasan seksual, yang tindakannya merugikan korban (Wulandari, 2022), Pelecehan seksual mencakup perilaku seksual secara fisik maupun non fisik. Jumlah kasus kejahatan di dunia menurut WHO 2018 sebanyak 736 juta dari mereka mengalami kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak kelas VI tentang pelecehan seksual Metode Penelitian Pre eksperimen design dengan rancangan yang di gunakan adalah one group pretest posttest desain. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh anak SD kelas VI di SDN Jatireja 01 Cikarang Timur berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik sampling jenuh berjumlah 77 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual dengan p - value sebesar 0,000. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Agustus 2023 Nama : Qonita Tasya Sukirman Nim : 020619042 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA DI SMK ISLAM AL-AMIN TAHUN 2023 VIII + 78 Halaman + 11 Tabel + 2 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Masa remaja adalah masa yang dimana anak anak menuju masa dewasa. Pada masa ini remaja cenderung memiliki keberanian untuk melakukan keinginannya secara bebas dan banyak ingin tahu hal hal baru, Menurut SDKI 2017 mengungkapkan, sekitar 2% remaja wanita usia 15- 24 tahun dan 8% remaja pria di usa yang sama mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dan 11% diantaranya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional, Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan populasi siswa dan siswi di SMK Islam AL-Amin Cikarang Utara. Metode pengambilan sampel dengan Total sampling berjumlah 154 siswa dan siswi. Data adalah data primer dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner, Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil uji statistik bivariat menggunakan uji chi square bahwa sebagian besar responden berpengetahuann kurang 42 (27,3%) dan baik 121 (72,7%) (p-value=0,000) OR 7,222. Responden yang memiliki lingkungan kurang 38 (24,7%) dan baik 116 (75,3%) (p-value=0,000) OR 6,935. Responden yang mempunyai sikap yang kurang 40 (26%) dan baik 114 (74%) (p-value=0,000) OR 7,950. Responden yang memiliki media infromasi yang kurang 34 (22,1%) dan baik (120%) (p-value=0,000) OR 11,053. Responden yang memiliki peran orang tua kurang 65 (42,2%) dan baik 89 (57,8%) (p-value=0,132) OR 1,975. Dan responden yang memiliki peran teman kurang 45 (29,9%) dan baik 109 (70,8%) (p-value=0,000) OR 6,313. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, lingkungan, sikap, media informasi, peran orang tua, dan peran teman dalam perilaku seksual pada remaja di Smk islam Al-amin Cikarang Utara, Remaja diharapkan untuk memilih lingkungan serta media informasi yang baik bagi perkembangn prilaku seksual guna menghindari penyimpangan atau prilaku seks diluar nikah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk dari kekerasan seksual, yang tindakannya merugikan korban, dampak pelecehan seksual terhadap anak akan menimbulkan trauma bagi korban tindakan tersebut, sehingga dapat mengganggu korban dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari (Wulandari, 2022), Pelecehan seksual mencakup perilaku seksual secara fisik maupun non fisik mengacu pada perilaku yang mencakup bersiul, menggoda, komentar seksual, menampilkan materi pornografi dan seksualitas, menyodok atau menyentuh bagian tubuh, dan menyebabkan ketidaknyamanan, pelanggaran, penghinaan dan mungkin masalah kesehatan dan keselamatan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak kelas VI di SD Negeri jatireja 01 Cikarang Timur. Metode Penelitian Pre eksperimen design dengan rancangan yang di gunakan adalah one group pretest posttest desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak SD kelas VI berjumlah 77 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 77 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa yang digunakan untuk analisa bivariate adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan seksual dengan media audio visual, dengan meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan anak tentang pendidikan seksual sebelum dan sesudah diberikan pendidikan dengan media audio visual dengan p- Value sebesar 0.000 (p0,05). Terdapat pengaruh pemberian pendidikan seksual dengan media audio visual terhadap pengetahuan anak kelas VI tentang pelecehan seksual. Disarankan penelitian ini menjadi sebuah inovasi bagi para orang tua dan bagi tenaga pengajar untuk memberikan pendidikan seksual yang kreatif seperti media audio visual untuk meningkatkan pengetahuan anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Rendahnya pengetahuan masyarakat dan budaya yang menganggap tabu pendidikann seksualitas pada anak-anak usia dini adalah salah satu pencetus timbulnya pelecehan seksual pada anak-anak. Pendidikan seksualitas yang sesuai dengan kapasitas dan pola pikir anak-anak akan membantu seorang anak melindungi dirinya dari pelecehan. Metode “Puppet Show” yang menggunakan boneka sebagai alat, menawarkan metode yang lebih menarik untuk anak- anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan seksual dengan metode puppet show terhadap pengetahuan anak usia dini tentang pelecehan seksual pada anak tahun 2021.
Desain penelitian menggunakan pra eksperimen (pra eksperimen desain). Populasi penelitian: anak usia 4-6 tahun di Kelurahan Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Tahun 2021 sebanyak 52 orang. Sampel penelitian berjumlah 52 anak,, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variable dependen yaitu pengetahuan anak Variable independen yaitu puppet show. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Tabulating, analis bivariate meliputi karakteristik responden, analis bivariate pengaruh pendidikan seksual dengan metode puppet show terhadap pengetahuan anak usia dini tentang pelecehan seksual pada anak di Kelurahan Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Tahun 2021 sebanyak 52 orang.
Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon signed rank test.Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 52 responden mayoritas pengetahuan kurang sebelum diberikan pendidiak seksual yaitu sebanyak 31 responden (60%), sedangkan setelah diberikan pendidikan seksual kategori baik 52 responden (100%) Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh terhadap pendidikan seksual anak usia dini dengan metode puppet show tentang pelecehan seksual pada anak.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan seksual dengan metode puppet show tentang pelecehan seksual pada anak hahun 2021. Saran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik terhadap lawan jenis maupun
sesama jenis. Jumlah perilaku seksual pada remaja di SMKN X Cikarang Selatan berjumlah 58%. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMKN X
Cikarang Selatan Desa Ciantra Sukadami Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2022. Jenis penelitian ini
menggunakan Analitik Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas 10 dan 11 di SMKN 1 Cikarang Selatan Desa Ciantra Kabupaten Bekasi yang berjumlah 150
orang Siswa. Dalam sampel ini menggunakan rumus Total Sampling didapat 150 Siswa. Instrumen yang digunakan
adalah kuesioner. Data analisis dilakukan dengan menggunakan Chi-Square. Dari 6 Variabel yang diteliti
(Pengetahuan, Sikap, Lingkungan, Sumber Informasi, Peran Orang Tua, dan Teman Sebaya) Hasil uji ststistik
bivariate dengan menggunakan Chi Square menunjukkan bahwa Pengetahuan (p-value=0,055)OR 1,486, Sikap (pvalue=0,047)
OR 0,031, Lingkungan (p-value=0,003) OR 0,003, Sumber Informasi (p-value=0,044) 0,044, Peran
Orang Tua (p-value=0,079) OR 0,423, dan Teman Sebaya (p-value=0,001) OR0,959Ada hubungan antara Sikap,
Lingkungan, Sumber Informasi, Peran Orang Tua, dan Peran Teman Sebaya. Sedangkan pada Faktor Pengetahuan
tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Perilaku Seksual pada Remaja. Saran dengan adanya penelitian ini
diharapkan para remaja mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kekerasan sering terjadi saat ini, khususnya kekerasan seksual, dimana disepanjang 3 tahun ini tidak adanya penurunan.
Pada bulan januari-oktober 2021 komnas perempuan menerima aduan sebanyak 4.500 kekerasan seksual, angka ini naik
dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Peran P2TP2A terhadap kasus
kekerasan seksual di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data yaitu
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan data primer yaitu terdiri atas informan kunci,
informan inti dan informan tambahan dan data sekunder dengan subjek penelitian berjummlah 6 orang. Teknik analisis
data yang digunakan yaitu teknik deskriptif analitif. terdiri dari pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi data. Hasil penelitian peran P2TP2A
Kabupaten Karawang dalam menangani kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak yaitu melakukan pelaporan,
penanganan, pendampingan, memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dari klien serta membantu pemerintah dalam
perlindungan perempuan dan anak.