BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan beban biaya pengobatan yang terus meningkat sehingga diperlukan analisis efektivitas biaya untuk menentukan terapi antidiabetik oral (ADO) yang paling efisien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya terapi ADO pada pasien DM tipe 2 rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi periode Januari–Mei 2026. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan deskriptif non-eksperimental menggunakan desain retrospektif. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 77 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis farmakoekonomi dilakukan menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA) melalui perhitungan Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER), serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan efektivitas klinis dan biaya antar kelompok terapi. Hasil: Mayoritas pasien berusia <60 tahun (69%), berjenis kelamin perempuan (66%), dengan komorbid hipertensi (56%) dan rata-rata lama rawat inap 4,27±2,85 hari. Sulfonilurea merupakan golongan ADO yang paling banyak digunakan (49,4%), diikuti Biguanida (41,6%) dan Acarbose (9,1%). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas klinis (p=0,313) maupun biaya medis langsung (p=0,144) antara kelompok Biguanida dan Sulfonilurea. Namun, berdasarkan analisis ACER dan ICER, Biguanida memiliki nilai ACER terendah sebesar Rp2.952,28/mg/dL dan berada pada posisi dominan (Kuadran II), sehingga menjadi terapi yang paling cost-effective.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Badan Pusat Statistik Nasional (2023) mencatat jumlah remaja antara usia 10 hingga 19 tahun di Indonesia selbanyak 44,25 juta jiwa. Pergaulan belbas pada remaja dapat berdampak negatif pada remaja yang sangat merugilkan. Tujuan : penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja Kelas XI di MAN 1 Bekasi tahun 2024. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan rumus Slovin yaitu sebanyak 190 orang responden siswi kelas XI. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil : analisis bivariat ada hubungan pengetahuan nilai P-Value 0,000, sikap P-Value 0,001, sumber informasi P-Value 0,008, peran orang tua P-Value 0,000, dan peran teman sebaya P-Value 0,008 (P-Value = P<a 0,05) terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja kelas XI di MAN 1 Bekasi Tahun 2024. Kesimpulan : dari penelitian ini, ada hubungan antara pengetahuan, sikap, sumber informasi, peran orang tua dan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja kelas XI di MAN 1 Bekasi Tahun 2024. Diharapkan bagi instansi pendidikan, mampu secara edukatif memberikan wawasan, dan bimbingan terhadap perilaku seksualitas yang menyimpang. Sehingga, dapat menjadikan siswa/i dapat berperilaku positif sebagaimana mestinya.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menurunnya cakupan imunisasi dasar pada bayi/ Balita dari target pemerintah merupakan fenomena yang menjadi satu aspek yang penting dan perlu diperhatikan. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui hubungan tingkat pengetahuan orangtua tentang kelengkapa iunisasi dasar dengan kepatuhan imunisasi pada bayi/ Balita di wilayah kerja Puskesmas Pondoksalam Tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah analistik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 54 ibu yang memiliki bayi/balita sebagai responden. Hasil hipotesis temuan penelitian Sebanyak 16 (29,6%) responden memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar pada bayi/ Balita, 14 (25,9%) responden memiliki pengetahuan cukup dan 24 (44,4%.) memiliki pengetahuan yang kurang. Sedangkan kepatuhan imunisasi dapat dilihat dari kelengkapan imunisasi yaitu dari 54 responden terdapat 30 (55,6%) menyatakanan imunisasi dasar pada bayi/balita mereka tidak lengkap, sedangkan 24 (44,4%) menyatakan imunisasi dasar pada bayi/balita mereka sudah lengkap. Analisa yang dilakukan untuk mencari hubungan antara dua variable dan dalam penelitian ini uji analisis yang digunakan adalah Chi Square menggunakan SPSS. Pengetahuan seorang ibu memegang peranan penting dalam pemberian imunisasi dasar pada bayi/ Balita karena pengetahuan seseorang akan mendorong kemauan dan kemampuan sehingga akan diperoleh suatu manfaat terhadap keberhasilan imunisasi secara lengkap. Saran penelitian ini bagi bidan di wilayah kerja Puskesmas Pondoksalam, agar meningkatkan komunikasi, informasi, edukasi secara lebih intensif terlebih terkait pelayanan KIA tidak hanya pada ibu yang memiliki Balita saja namun seluruh kader dan anggota masyarakat lain serta dapat memanfaatkan media sosial guna menambah wawasan ibu tentang pentingnya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi/balita.