ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara merupakan salah satu kanker penyebab kematian pada wanita, karena banyak wanita yang terlambat menyadari bahwa sebenarnya sudah terserang kanker. Keadaan tersebut, biasanya baru disadari setelah kanker masuk pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Remaja Putri Kelas XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara Tahun 2023. Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. menggunakan rumus total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesionerdan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi-square.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan Pengetahuan Remaja Putri Kelas X dan XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara dengan sikap (p=0,000), sumber informasi (p=0,000), dukungan orang tua (p=0,000), dukungan unit kesehatan (p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap, sumber informasi,dukungan keluarga, dukungan unit kesehatan sekolah terhadap Pengetahuan Remaja Putri Kelas X dan XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara. Diharapkan hasil penelitian ini siswa memahami dan melakukan SADARI sehingga tanda-tanda kanker payudara bisa terdeteksi sedini mungkin.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Physical Servicescape dan Spiritual Branding terhadap Perceived Value wali murid di Raudhatul Athfal Al-Khairiyah Tajur, Citeureup, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Penentuan subjek dilakukan dengan sampling jenuh, yang terdiri dari 62 orang wali murid RA Al-Khairiyah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan menggunakan alat bantu SmartPLS. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran bahwa Physical Servicescape berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Perceived Value wali murid RA Al-Khairiyah sedangkan Spiritual Branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Value wali murid RA Al-Khairiyah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anak usia sekolah merupakan kelompok yang berada pada tahap
perkembangan penting, baik secara kognitif, sosial maupun emosional.
Perkembangan teknologi yang pesat telah mendorong meningkatnya penggunaan
smartphone pada anak usia sekolah. Smartphone tidak hanya digunakan sebagai
sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan hiburan. Namun,
penggunaan smartphone yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat menimbulkan
risiko kecanduan yang berpotensi berdampak pada kesehatan mental anak,
khususnya pada aspek psikososial seperti emosi, perilaku, dan interaksi sosial.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
responden, tingkat kecanduan penggunaan smartphone, kondisi kesehatan mental,
serta menganalisis hubungan antara kecanduan penggunaan smartphone dengan
kesehatan mental pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah. Metode
Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan
cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/i kelas VI di SDIT AlKamiliyyah
dengan jumlah sampel 71 responden yang diambil menggunakan
teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Smartphone Addiction
Scale-Short Version (SAS-SV) untuk mengukur kecanduan penggunaan
smartphone dan Strenghts and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai
kesehatan mental anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis
hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 10 tahun (83,1%) dan berjenis
kelamin perempuan (50,7%). Tingkat kecanduan penggunaan smartphone sebagian
besar berada pada kategori rendah (59,2%). Kondisi kesehatan mental responden
yang paling banyak berada pada kategori borderline (56,3%) yang menunjukkan
adanya gejala emosional yang ringan hingga sedang. Uji Chi-Square menunjukkan
nilai p-value = 0,031 (p > 0,05) , sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara
kecanduan penggunaan smartphone dengan kesehatan mental anak. Kesimpulan:
kecanduan pengunaan smartphone memiliki hubungan yang signifikan dengan
kesehatan mental pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Keterlambatan bicara (speech delay) adalah masalah
perkembangan yang umum pada anak prasekolah dan dapat berdampak pada
kemampuan komunikasi, sosial, dan akademik anak di masa depan. Pengetahuan
orang tua yang terbatas mengenai deteksi dini dan stimulasi bicara menjadi salah
satu faktor penghambat perkembangan bahasa anak. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio
visual terhadap pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay)
pada anak prasekolah di Posyandu Melati, Desa Sukadanau, Kabupaten
Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan
pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua
yang memiliki anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Posyandu Melati 1 dan 2,
sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan menggunakan video
animasi selama 10 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan
yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan
uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan orang
tua setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar responden
memiliki pengetahuan dalam kategori baik (46,7%) dan cukup (40,0%). Setelah
intervensi, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan pengetahuan
menjadi kategori baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2tailed)
sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara
pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan
pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak
prasekolah. Media audiovisual efektif digunakan sebagai alat edukasi kesehatan di Posyandu.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Usia sekolah dasar (7–12 tahun) merupakan kelompok penting
dalam pendidikan kesehatan karena perkembangan kemampuan kognitif dan
pembentukan kebiasaan. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat pada anak sebagai kelompok rentan, yang salah
satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang pencegahan. Oleh karena
itu, edukasi kesehatan sejak dini diperlukan, dengan media audiovisual sebagai
pilihan yang lebih efektif karena mampu meningkatkan minat dan pemahaman
siswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi
kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan DBD
antara siswa kelas 3 dan 4 di SDIT Insan Taqwa Tahun 2025. Metode Penelitian
ini bersifat kuantitatif menggunakan desain Quasi eksperimental (Pretest-Posttest
Two Group). Sampel penelitian berjumlah 66 siswa kelas 3 dan 4 di SDIT Insan
Taqwa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data
dilakukan melalui kuesioner sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) intervensi,
kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Penelitian ini telah
memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika
Suherman (No:005517/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil
Penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan
antara siswa kelas 3 dan 4 setelah diberikan edukasi kesehatan dengan
audiovisual, hasil analisis uji Mann Whitney p = 0,000 < 0,05. Kesimpulan:
Edukasi kesehatan dengan audiovisual lebih efektif meningkatkan pengetahuan
pencegahan DBD pada siswa kelas 4 dibandingkan siswa kelas 3 di SDIT Insan
Taqwa tahun 2025.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penggunaan gadget pada anak sekolah dasar terus meningkat dan berpotensi memengaruhi perkembangan interaksi sosial serta kualitas tidur. Paparan gadget yang tidak terkontrol dapat menurunkan intensitas aktivitas sosial langsung dan mengganggu pola tidur, sehingga berdampak pada proses belajar, konsentrasi, dan perkembangan psikososial anak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan interaksi sosial dan kualitas tidur pada anak sekolah di SD IT Insan Taqwa.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner durasi penggunaan gadget, kuesioner interaksi sosial anak sekolah, serta instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Responden adalah siswa sekolah dasar di SD IT Insan Taqwa yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.
Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara durasi penggunaan gadget dengan interaksi sosial serta kualitas tidur anak sekolah, sehingga dapat dijadikan landasan dalam perencanaan upaya peningkatan kesadaran dan pencegahan, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masalah konsentrasi belajar masih banyak dialami siswa
sekolah dasar. Studi pendahuluan di SD Negeri Cikarang Kota 01 menunjukkan
banyak siswa kelas V mengalami kesulitan berkonsentrasi seperti mudah
terdistraksi dan sering melamun. Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan
sarapan pagi, pola tidur, motivasi belajar, dan lingkungan belajar dengan
konsentrasi belajar anak kelas V SD Negeri Cikarang Kota 01. Metode:
Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 42
siswa menggunakan total sampling. Instrumen meliputi Barkley Child Attention
Scale (BCAS), kuesioner kebiasaan sarapan pagi, Children's Sleep Habits
Questionnaire (CSHQ), kuesioner motivasi belajar, dan What Is Happening in
This Class (WIHIC). Data dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil:
Sebanyak 50% siswa memiliki konsentrasi rendah (n=21), 33,3% tinggi (n=14),
dan 16,7% sedang (n=7). Terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar
dengan konsentrasi belajar (χ²=14,344; p=0,006; C=0,505) dengan 69,2% siswa
motivasi tinggi memiliki konsentrasi tinggi. Kebiasaan sarapan pagi (p=0,092),
pola tidur (p=0,147), dan lingkungan belajar (p=0,670) tidak menunjukkan
hubungan signifikan. Kesimpulan: Motivasi belajar merupakan satu-satunya
faktor yang berhubungan signifikan dengan konsentrasi belajar. Saran: Sekolah
mengembangkan program peningkatan motivasi belajar melalui metode
pembelajaran interaktif, sistem reward, dan menciptakan suasana belajar
menyenangkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam
perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah
satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak
mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap
perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang
tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan
desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah
beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan
menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang
diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan
kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis
sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian
penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada
pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis
sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji
Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat
hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak
prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis
cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola
asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh
yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang
sering dialami anak usia sekolah dan dapat memengaruhi aktivitas belajar, konsentrasi, serta
kesejahteraan fisik dan emosional anak. Pemahaman mengenai pengalaman anak terhadap
sakit gigi penting untuk mengetahui bagaimana anak memaknai penyebab, dampak, serta cara
mereka mengatasi kondisi tersebut. Tujuan Penelitian: Menggali pengalaman siswa/i kelas V
dan VI terhadap penyebab sakit gigi di SD Negeri Sukarapih 01. Metode Penelitian: Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian
adalah siswa/i kelas V dan VI yang pernah mengalami sakit gigi dan dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan
analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman partisipan.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pengalaman sakit gigi
pada anak, pemahaman anak tentang penyebab sakit gigi, dampak sakit gigi terhadap aktivitas
sehari-hari, respon anak terhadap sakit gigi, upaya penanganan terhadap sakit gigi, dukungan
sosial terhadap harapan anak terkait kesehatan gigi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
sakit gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri secara fisik, tetapi juga berdampak pada
aktivitas belajar, kondisi emosional, serta kehidupan sehari-hari anak. Kesimpulan:
Pengalaman sakit gigi pada anak tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga memengaruhi
kondisi emosional, sosial, dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan
preventif melalui pendidikan kesehatan gigi di sekolah serta dukungan keluarga dalam
membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anak usia sekolah berada pada tahap perkembangan operasional konkret yang membutuhkan kemampuan konsentrasi yang baik dalam proses belajar. Namun, hasil studi pendahuluan di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami tingkat konsentrasi rendah. Brain Gym merupakan intervensi nonfarmakologis berupa serangkaian gerakan sederhana yang bertujuan mengoptimalkan fungsi otak serta membantu meningkatkan konsentrasi belajar anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Brain Gym terhadap tingkat konsentrasi belajar pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one group pretest - posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas I dan V sebanyak 150 siswa, dengan sampel 110 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat konsentrasi diukur menggunakan Grid Concentration Test (GCT). Intervensi Brain Gym diberikan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p-value < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh metode Brain Gym terhadap peningkatan tingkat konsentrasi belajar. Kesimpulan: Metode Brain Gym berpengaruh dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak usia sekolah dan direkomendasikan sebagai terapi keperawatan non-farmakologis.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Ketidakseimbangan pola makan dan rendahnya aktivitas fisik berkontribusi terhadap penumpukan lemak tubuh. Kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak sehingga perlu dicegah melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik sejak usia sekolah. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data didapatkan dengan pengukuran antropometri, pengisian kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) dan kuesioner aktivitas fisik yang dipandu oleh peneliti. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS, penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian dari total 43 anak menjadi sampel penelitian terdapat 30 anak (69,8%) mengalami obesitas. Selain itu, ditemukan 24 anak (55,8) dengan pola makan yang kurang, dan 26 anak (60,5%) memiliki aktivitas fisik yang baik. Hasil analisis statistik hubungan pola makan dengan obesitas (p-value 0,001) dan hubungan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,002). Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk melalui makanan dan energi yang dikeluarkan, yang akhirnya menyebabkan penumpukan energi dalam bentuk lemak. Kondisi ini dapat berujung pada obesitas atau peningkatan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara IMT dan aktivitas fisik pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Suka Asih 02, Ceger, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner aktivitas fisik (PAQ-C), dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden masuk dalam kategori underweight, sementara 82,5% memiliki tingkat aktivitas fisik yang baik. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan IMT dan memiliki hubungan korelasi rho yang cukup dengan nilai -0,496. Kesimpulan penelitian ini bahwa sebagian besar anak di SDN Suka Asih 02 tergolong underweight, meskipun aktivitas fisik mereka baik. Oleh karena itu, disarankan orang tua untuk memperhatikan pola makan dan mendorong aktivitas fisik anak, pendidik untuk mengedukasi siswa tentang kesehatan dan peneliti melakukan studi lebih lanjut dengan variabel dan responden yang lebih bervariasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan Cross-Sectional, pengambilan sampel menggunakan metode NonProbability sampling.
Hasil: Uji Chi-Square menunjukan nilai P = 0,010 (<0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk melalui makanan dan energi yang dikeluarkan, yang akhirnya menyebabkan penumpukan energi dalam bentuk lemak. Kondisi ini dapat berujung pada obesitas atau peningkatan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara IMT dan aktivitas fisik pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Suka Asih 02, Ceger, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner aktivitas fisik (PAQ-C), dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden masuk dalam kategori underweight, sementara 82,5% memiliki tingkat aktivitas fisik yang baik. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan IMT dan memiliki hubungan korelasi rho yang cukup dengan nilai -0,496. Kesimpulan penelitian ini bahwa sebagian besar anak di SDN Suka Asih 02 tergolong underweight, meskipun aktivitas fisik mereka baik. Oleh karena itu, disarankan orang tua untuk memperhatikan pola makan dan mendorong aktivitas fisik anak, pendidik untuk mengedukasi siswa tentang kesehatan dan peneliti melakukan studi lebih lanjut dengan variabel dan responden yang lebih bervariasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
pada tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 9.262 sampel yang diuji dari 3.749 pedagang makanan
dan minuman di 1.057 titik pengawasan menunjukkan bahwa 102 sampel, atau 1,1% dari total
sampel, mengandung bahan tambahan pangan berbahaya seperti borkas (0,28%), formalin (0,53%),
rhodamin B (0,30%), dan methanyl yellow (0,01%). Formalin merupakan zat berbahaya bagi tubuh
manusia. Dampak dari pemaparan ini formalin terakumulasi pada lapisan lendir saluran pernapasan
dan saluran pencernaan. Rhodamin B adalah pewarna sintetis dari kelompok pewarna xanthenes
yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Zat warna rhodamin B dilarang digunakan sebagai
bahan tambahan pada makanan karena efek berbahaya yang ditimbulkannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin dan rhodamin B yang beredar
di kantin sekolah Kabupaten Bekasi. Desain penelitian ini yaitu ekperimental. Untuk mengetahui
persentase kandungan formalin dan rhodamin B, pengolahan data yang dilakukan yaitu analisis
deskriptif dan univariat. Sampel dalam penelitian dengan teknik pengambilan sampel adalah total
sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan test kit formalin dan rhodamin B terhadap
kandungan formalin dan rhodamin B menujukkan bahwa diperoleh sebanyak 7 sampel makanan
yang mengandung zat formalin dan diperoleh sebanyak 5 sampel makanan yang mengandung zat
rhodamin B.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam
menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle.
Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM).
Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p < 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II.
Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II. Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan salah satu kanker penyebab kematian pada wanita, karena banyak wanita yang
terlambat menyadari bahwa sebenarnya sudah terserang kanker. Keadaan tersebut, biasanya baru disadari setelah
kanker masuk pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan Pengetahuan Remaja Putri Kelas XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam
Al-Amin Cikarang Utara Tahun 2023. Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross
Sectional. menggunakan rumus total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesionerdan analisis
univariat dan bivariate dengan uji chi-square.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan Pengetahuan Remaja Putri
Kelas X dan XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara
dengan sikap (p=0,000), sumber informasi (p=0,000), dukungan orang tua (p=0,000), dukungan unit kesehatan
(p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap, sumber informasi,dukungan
keluarga, dukungan unit kesehatan sekolah terhadap Pengetahuan Remaja Putri Kelas X dan XI Terhadap
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara. Diharapkan hasil penelitian
ini siswa memahami dan melakukan SADARI sehingga tanda-tanda kanker payudara bisa terdeteksi sedini
mungkin.