ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting adalah masalah kesehatan anak yang banyak dijumpai di masyarakat, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dikarenakan adanya kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia. Stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan personal sosial.
Metode yang di pakai oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengkuran atau obeservasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 128 anak usia toddler dengan 34 sampel. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling, instrumen yang digunakan adalah lembar DDST dan Aplikasi kalkulator stunting.
Hasil analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat berupa uji chi square. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa antara perkembangan motorik kasar dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,004, hasil perkembangan motorik halus dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,028, hasil perkembangan bahasa dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,013, dan perkembangan personal sosial dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,013.
Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap gangguan perkembangan pada anak usia toddler dengan kejadian stunting. Disarankan keluarga sebaiknya meningkatkan dan melatih kemampuan motorik anak, bahasa, dan personal sosial dengan cara dilatih untuk bisa melakukan hal-hal secara mandiri.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stimulasi dini aspek krusial mengoptimalkan tumbuh kembang anak masa golden age. Kurangnya stimulasi psikososial dan sensori sejak dini berisiko memicu keterlambatan perkembangan anak (developmental delay). Pengetahuan ibu pengasuh utama memengaruhi ketepatan pemberian stimulasi motorik harian di rumah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi sensori terhadap pengetahuan ibu tentang perkembangan bayi usia 6–12 bulan di TPMB Tiara Sari tahun 2026. Metodologi: Jenis penelitian analitik kuantitatif pendekatan pre-experimental melalui one-group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh ibu memiliki bayi berusia 6–12 bulan di TPMB Tiara Sari tahun 2026 berjumlah 40 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling sehingga sampel sebanyak 40 responden. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan perkembangan bayi dipantau menggunakan lembar Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat alternatif yaitu Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi (pre-test), mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 23 orang (57,5%). Setelah diberikan edukasi stimulasi sensori metode demonstrasi (post-test), terjadi lonjakan peningkatan pengetahuan signifikan ke kategori baik sebanyak 33 orang (82,5%). Analisis statistik diperoleh rata-rata (mean) pengetahuan meningkat dari 1,43 menjadi 1,83 dengan selisih nilai 0,40. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan dari pemberian edukasi stimulasi sensori terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai perkembangan bayi usia 6–12 bulan di TPMB Tiara Sari tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Status gizi dan perkembangan anak usia dini merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Balita dengan status gizi kurang memiliki risiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan, baik secara fisik maupun kognitif. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berperan penting dalam memantau kedua aspek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita usia 1–3 tahun di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square karena data berdistribusi tidak normal. Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (86%) dan perkembangan yang normal (90%). Balita dengan gizi kurang cenderung mengalami perkembangan meragukan atau menyimpang (71,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan balita. Terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah tahun 2025. Pemantauan gizi dan perkembangan secara berkala di posyandu sangat penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan asupan gizi anak, dan kader posyandu dapat meningkatkan edukasi tentang gizi dan stimulasi perkembangan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kejadian stunting merupakan permaslash perkembangan yang di sebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau malnutrisi, di tandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya, kondisi ini menjadi permaslah serius karena berkaitan dengan peningkatan resiko penyakit dan tingginya angka kemantian. Dampak jangka Panjang dapat berpengaruh negatif terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan bicara, sosialisasi dan kemandirian pada anak usia batita di wilayah kerja Puskesmas Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional serta pendekatan cross-sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini mencakup anak batita dengan total sebanyak 1.945 anak batita. Berdasakan penerapan rumus slovin jumlah sampel yang di tentukan dalam penelitian ini adalah 96 anak batita, yang diambil melalui metode non-probabilitasdengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner KPSP. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, Bahasa dan bicara, sosialisasi dan kemandirian.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang kesulitan anak saat berbicara, kerap dikaitkan terhadap pola pengasuhan yang diterapkan orang tuanya sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan yakni total sampling, sejumlah 39 responden. Adapun populasi penelitian ini meliputi seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p<0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p<0.05). Hasil penelitian ini memperlihatkan keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner KPSP. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian: Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222 Kesimpulan: Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. MEDIKA SUHERMAN UNIVERSITY (UMS) BACHELOR OF NURSING EDUCATION STUDY PROGRAM NERS PROFESSION Thesis, January 2025 Name: Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim: 121070001 & 122070160 HSTUNTING CLUSTER WITH THE DEVELOPMENT OF GROSS MOTOR SKILLS, FINE MOTOR, LANGUAGE AND SPEECH, SOCIALIZATION AND INDEPENDENCE OF TODDLERS AT THE NORTH CIKARANG HEALTH CENTER ABSTRACT Background: Stunting is a child's growth disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections that are characterized by substandard height at their age and stunting is one of the main health problems in Indonesian society. Stunting is a serious problem because it is related to development with a greater risk of illness and death which will affect the quality of human resources in the future. Objective: This study aims to determine the relationship between stunting and gross motor development, fine motor, language and speech, socialization and independence in the North Cikarang Health Center, Bekasi Regency. Research Methods: A type of quantitative research with a Correlational design and a cross-sectional approach. The population in this research is 1,945 toddlers, after being entered into the slovin formula, the number of samples in this study is 96 toddlers using the Non-probality method with a type of purposive sampling. Data collection uses KPSP questionnaire sheets. Data analysis uses the Chi-square statistical test. Research Results: From the results of the analysis of the chi-square statistical test of gross motor development and stunting variables read from Continuity Correction, a value (p-value) of 0.028, PR 1483, CI 1.042-2.109, CC 0.240 was obtained. The variables of subtle morothic development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.020, PR 1,580. CI 1,070-2,335, CC 0.251. The variables of language and speech development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.022, PR 1,435. CI 1,048-1,996, CC 0.248. The variables of socialization and independence and stunting development read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.044, PR 1,448. CI 1.015-2.066, CC 0.222. Conclusion: Based on the above results, it can be concluded that there is a significant relationship between stunting variables and fine motor development, gross motor, speech and language, socialization and independence.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia, stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dengan pendekatan cross-sectional atau yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel yang di teliti. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah smapel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil uji Chi-square pada variable stunting yang berhubungan dengan perkembangan motorik kasar dengan nilai p-value sebesar 0,034 dengan nilai odds rationya sebesar 0,405. Berdasarkan uji statistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,011 dengan nilai odds rationya sebesar 0,336. Hasil uji stutistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,012 dengan nilai odds rationya sebesar 0,322. Hasil uji stutistik statistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,026 dengan nilai odds rationya sebesar 0,381. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang di atas didapati hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner KPSP. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian: Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222 Kesimpulan: Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Motorik Kasar, Perkembangan Motorik Halus, Perkembangan Bahasa dan Bicara, Perkembangan Sosialisasi dan Kemandirian. MEDIKA SUHERMAN UNIVERSITY (UMS) BACHELOR OF NURSING EDUCATION STUDY PROGRAM NERS PROFESSION Thesis, January 2025 Name: Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim: 121070001 & 122070160 HSTUNTING CLUSTER WITH THE DEVELOPMENT OF GROSS MOTOR SKILLS, FINE MOTOR, LANGUAGE AND SPEECH, SOCIALIZATION AND INDEPENDENCE OF TODDLERS AT THE NORTH CIKARANG HEALTH CENTER ABSTRACT Background: Stunting is a child's growth disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections that are characterized by substandard height at their age and stunting is one of the main health problems in Indonesian society. Stunting is a serious problem because it is related to development with a greater risk of illness and death which will affect the quality of human resources in the future. Objective: This study aims to determine the relationship between stunting and gross motor development, fine motor, language and speech, socialization and independence in the North Cikarang Health Center, Bekasi Regency. Research Methods: A type of quantitative research with a Correlational design and a cross-sectional approach. The population in this research is 1,945 toddlers, after being entered into the slovin formula, the number of samples in this study is 96 toddlers using the Non-probality method with a type of purposive sampling. Data collection uses KPSP questionnaire sheets. Data analysis uses the Chi-square statistical test. Research Results: From the results of the analysis of the chi-square statistical test of gross motor development and stunting variables read from Continuity Correction, a value (p-value) of 0.028, PR 1483, CI 1.042-2.109, CC 0.240 was obtained. The variables of subtle morothic development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.020, PR 1,580. CI 1,070-2,335, CC 0.251. The variables of language and speech development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.022, PR 1,435. CI 1,048-1,996, CC 0.248. The variables of socialization and independence and stunting development read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.044, PR 1,448. CI 1.015- 2.066, CC 0.222. Conclusion: Based on the above results, it can be concluded that there is a significant relationship between stunting variables and fine motor development, gross motor, speech and language, socialization and independence. Keywords: Stunting, Gross Motor Development, Fine Motor Development, Language and Speech Development, Socialization and Independence Development.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang keterlambatan bicara pada anak sering terkait dengan pola asuh orang tua, sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 39 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang keterlambatan bicara pada anak sering terkait dengan pola asuh orang tua, sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 39 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius, Angka keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10% mengalami keterlambatan perkembangan umum. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Baitul Huda Cikarang Selatan. Jenis penelitian observasional analitik, metode penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 60 anak pra sekolah 4-5 tahun di TK Baitu Huda, teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis univariat untuk distribusi freskuensi variabel. Analisis bivariat melihat hubungan antara dua variabel. Uji statistik dengan Chi Square. Hasil jenis kelamin 33,3% laki-laki 31,7% perempuan, tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,725). Berat lahir anak 55% normal 10% rendah, tidak terdapat hubungan berat lahir dengan perkembangan anak pra sekolah (p=1,000). Pemberian ASI 38% eksklusif 27% tidak eksklusif, terdapat hubungan pemberian ASI dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,025). Pendapatan keluarga 20% tinggi 45% rendah, terdapat hubungan pendapatan keluarga dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,006). Pendidikan orang tua 23,3% tinggi 41,7% rendah, terdapat hubungan pendidikan orang tua dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,002). Jumlah saudara 11,7% sedikit 53,3% banyak, terdapat hubungan jumlah saudara dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,005). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan berat lahir anak terhadap perkembangan anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Baitul Huda Cikarang Selatan 2023. Terdapat hubungan antara pemberian ASI, pendapatan keluarga, pendidikan orang tua dan jumlah saudara terhadap perkembangan anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Baitul Huda Cikarang Selatan 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius, Angka keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10% mengalami keterlambatan perkembangan umum. Tujuan penelitian: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Baitul Huda Cikarang Selatan. Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional analitik, metode penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 60 anak pra sekolah 4-5 tahun di TK Baitu Huda, teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis univariat untuk distribusi freskuensi variabel. Analisis bivariat melihat hubungan antara dua variabel. Uji statistik dengan Chi Square. Hasil: Pada jenis kelamin 33,3% laki-laki dan 31,7% perempuan, tidak terdapat hubungan jenis kelamin dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,725). Pada berat lahir anak 55% normal dan 10% rendah, tidak terdapat hubungan berat lahir dengan perkembangan anak pra sekolah (p=1,000). Pada pemberian ASI 38% eksklusif dan 27% tidak eksklusif, terdapat hubungan pemberian ASI dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,025). Pada pendapatan keluarga 20% tinggi dan 45% rendah, terdapat hubungan pendapatan keluarga dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,006). Pada pendidikan orang tua 23,3% tinggi dan 41,7% rendah, terdapat hubungan pendidikan orang tua dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,002). Pada jumlah saudara 11,7% sedikit dan 53,3% banyak, terdapat hubungan jumlah saudara dengan perkembangan anak pra sekolah (p=0,005). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan berat lahir anak terhadap perkembangan anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Baitul Huda Cikarang Selatan 2023. Terdapat hubungan antara pemberian ASI, pendapatan keluarga, pendidikan orang tua dan jumlah saudara terhadap perkembangan anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Baitul Huda Cikarang Selatan 2023. Saran dalam penelitian ini untuk orang tua, untuk lahan penelitian dan peneliti selanjutnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Stunting adalah masalah kesehatan anak yang banyak dijumpai di masyarakat, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dikarenakan adanya kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia. Stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan personal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan perkembangan dengan kejadian Stunting pada anak usia Toddler di RS Sentra Medika Cikarang. Metode yang di pakai oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengkuran atau obeservasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 128 anak usia toddler dengan 34 sampel.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini, menggunakan total sampling, instrumen yang digunakan adalah lembar DDST dan Aplikasi Balitagrown Hasil analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat berupa uji chi square. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa hubungan antara gangguan perkembangan dengan kejadian stunting pada anak usia Toddler didapat nilai p- valeu = 0,017 yang berarti terdapat hubungan antara gangguan perkembangan dengan kejadian stunting. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap gangguan perkembangan pada anak usia toddler dengan kejadian stunting. Disarankan keluarga sebaiknya meningkatkan dan melatih kemampuan motorik anak, bahasa, dan personal sosial dengan cara dilatih untuk bisa melakukan hal-hal secara mandiri.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Masa emas perkembangan anak hanya datang sekali seumur hidup ini tidak boleh di sia-
siakan. Masalah perkembangan yang dapat terjadi pada anak usia pra sekolah adalah masalah mental. Prevalensi
gangguan emosional dan perilaku pada anak usia prasekolah cukup tinggi yaitu 34,10%.Perkembangan emosi
anak dipengaruhi beberapa faktor meliputi umur, jenis kelamin, genetik, keluarga, hormon, psikologi ibu ketika
hamil, gizi ibu, pola asuh, sosio-ekonomi, pendidikan ibu, stimulasi dan lain-lain
Hasil dan Metode : Penelitian ini menggunakan desain case control. Subyek penelitian yaitu semua ibu hamil
yang hamil tahun 2017-2021 di Klinik Khanza Medika, Sampel penelitian ini berjumlah 85 repsonden. Variabel
Independen yaitu perkembangan emosi anak diukur menggunkan kuesioner SDQ. sedangkan usia ibu, jumlah
anak, jenis kelamin, pendidikan ibu ayah, pola asuh, dan pendapatan diukur menggunakan kuesioner. Analisis
yang digunakan yaitu chi square.
Kesimpulan : Hasil analisis menggunakan uji chi – square terdapat hubungan kehamilan di usia muda dengan
perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun dengan nilai (p=0,000), pola asuh (P=0,024), jumlah anak (P=0,000),
jenis kelamin (P=0,000), pendidikan orangtua (P=0,031), pendapatan orangtua (P=0,000), Saran agar remaja,
keluarga, dan tenaga kesehatan memperhatikan usia ketika hamil supaya dapat menghindari gangguan emosi anak
usia 3-5 tahun