BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan memerlukan penanganan yang tepat. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah kompres bawang merah yang secara empiris digunakan untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bawang merah terhadap penurunan suhu pada balita demam di Klinik Handayani Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian kompres bawang merah. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh balita setelah diberikan kompres bawang merah. Nilai p-value hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian kompres bawang merah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompres bawang merah berpengaruh terhadap penurunan suhu pada balita demam di Klinik Handayani Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Masalah pada payudara merupakan salah satu pemicu hambatan dalam proses menyusui, dimana nyeri akibat bendungan ASI menjadi keluhan yang paling sering ditemukan. Meskipun kondisi ini bersifat fisiologis, penanganan yang tidak tepat berisiko memicu komplikasi yang lebih parah seperti mastitis hingga abses payudara. Munculnya nyeri bendungan ASI ini sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi tingkat usia, status pekerjaan, dan jumlah paritas ibu. Sebagai solusi non-farmakologis.Daun kubis memberikan kenyamanan bagi ibu nifas karena mampu memperlebar pembuluh darah kapiler dan melepaskan efek dingin yang menyerap panas tubuh. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres daun kubis terhadap nyeri bendungan asi pada ibu nifas di wilayah TPMB Yuliyanah karawang Tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen melalui rancangan one group pretest-posttest design. Populasi ibu nifas sebanyak 30 responden yang dilakukan pada bulan mei – juli. Pengumpulan data tingkat pembendungan ASI diukur menggunakan Six Point Engorgement Scale dan kuesioner, dengan menggunakan Uji Wilcoxon Range List.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebelum intervensi dilakukan, mayoritas ibu menyusui 24 orang (80,0%) mengeluhkan nyeri bendungan ASI tingkat berat, dan 6 orang (20,0%). Namun setelah intervensi, intensitas nyeri menurun drastis sebanyak 23 orang (76,7%) mengalami nyeri ringan, 6 orang (20,0%) tingkat sedang dan hanya 1 orang (3,3%) kategori berat. Hasil analisis bivariat lewat uji Wilcoxon memperkuat temuan ini dengan perolehan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya penurunan nyeri secara signifikan. Selain itu, penurunan rata-rata skor nyeri dari 2,80 menjadi 1,27 membuktikan bahwa aplikasi kompres daun kubis sangat efektif dalam meredakan nyeri akibat bendungan ASI pada ibu nifas.
Kesimpulan penelitian adanya pengaruh kompres daun kubis terhadap nyeri bendungan asi pada ibu nifas di wilayah TPMB Yuliyanah Karawang. penelitian ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pengalaman peneliti dalam menerapkan terapi alami kompres daun kubis guna meredakan nyeri akibat bendungan ASI pada ibu nifas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Gastritis merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi
prevalensinya secara global dan nasional, dengan angka mencapai 25% di dunia
dan sekitar 40,8% di Indonesia. Di Jawa Barat, kejadian gastritis mencapai 31,2%
dan di Kota Bekasi tercatat 8.620 kasus pada tahun 2019. Mahasiswa keperawatan
termasuk kelompok berisiko akibat pola makan tidak teratur dan stres akademik.
Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 70% mahasiswa mengalami mual sebagai
gejala utama gastritis, namun sebagian besar belum memanfaatkan intervensi
nonfarmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas minum air hangat dan
kompres air hangat terhadap penurunan rasa mual pada mahasiswa keperawatan
semester akhir penderita gastritis di Universitas Medika Suherman. Metode:
Menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest–
posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua
kelompok. Pengukuran rasa mual menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting,
and Retching (RINVR). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank
Test dan Mann–Whitney pada α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa
minum air hangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan rasa mual (p =
0,038), dan kompres air hangat juga berpengaruh signifikan (p = 0,002). Uji
perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara
kedua intervensi (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000), di mana minum air hangat lebih
efektif dibandingkan kompres air hangat. Kesimpulan: Disarankan penggunaan
minum air hangat dan kompres air hangat sebagai intervensi nonfarmakologis untuk
membantu menurunkan rasa mual pada penderita gastritis, dengan minum air
hangat sebagai pilihan utama karena terbukti lebih efektif. Mahasiswa diharapkan
dapat menerapkan intervensi ini secara mandiri sebagai upaya awal penanganan
mual. Tenaga kesehatan dapat menjadikannya sebagai alternatif dalam asuhan
keperawatan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian
dengan desain yang lebih kuat dan jumlah sampel yang lebih besar.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu gangguan yang umum dialami oleh remaja putri saat menstruasi dan dapat berdampak pada aktivitas, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore umumnya dilakukan dengan obat pereda nyeri, namun penggunaan metode non-farmakologis seperti kompres air hangat menjadi alternatif yang aman, murah, dan minim efek samping. Kompres hangat memberikan kehangatan untuk kenyamanan dan mengurangi rasa sakit atau kram otot. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri haid (dismenore) pada remaja putri kelas 10 & 11 di SMAIT Nurul Fajri. Metode: Menerapkan metode kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian kompres air hangat pada perut bawah dilakukan selama 15–20 menit. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata usia responden adalah 15,90 tahun dengan rentang usia 15–17 tahun. Skor nyeri sebelum perlakuan memiliki nilai rata-rata 4,87 (kategori nyeri sedang), dan setelah perlakuan turun menjadi 2,20 (kategori nyeri ringan). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompres air hangat terhadap penurunan nyeri haid. Kesimpulan: Kompres air hangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Metode ini dapat dijadikan alternatif penanganan non-farmakologis yang aman dan praktis untuk mengurangi dismenore.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang prevalensinya terus meningkat. Kepatuhan terhadap terapi antihipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 85 pasien hipertensi di Puskesmas Telaga Murni. Instrumen yang digunakan yaitu MARS-5 dan MPR untuk menilai kepatuhan, serta ASCVD Risk Estimator untuk menilai risiko kardiovaskular. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square.
Hasil: Mayoritas responden memiliki kepatuhan baik (MARS-5: 91,8%; MPR: 75,3%) dan risiko ASCVD rendah (52,9%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan MPR dan risiko ASCVD (p=0,049), sedangkan kepatuhan MARS-5 juga menunjukkan nilai p=0,041. Namun, pada kedua pengukuran tidak ditemukan pola hubungan linier antara tingkat kepatuhan dan kategori risiko ASCVD.
Kesimpulan: Kepatuhan pasien terhadap terapi antihipertensi belum terbukti berhubungan secara signifikan dengan risiko kardiovaskular. Diperlukan edukasi dan pemantauan berkala untuk menurunkan risiko secara menyeluruh.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Produksi keringat yang berlebih dapat memicu masalah seperti bau badan yang disebabkan
oleh bakteri diantaranya Straphylococcus aureus dan Straphylococcus epidermidis.
Kandugan pada daun jambu air dan daun bandotan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan
saponin berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui zona hambat yang dihasilkan pada sediaan deodoran semprot terhadap bakteri
penyebab bau badan dengan mengkombinasikan ekstrak daun jambu air (Syzygi
um aqueum (Burm.F) Alston) dan ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L) pada 3
formula yaitu F1(1%), F2(2%) dan F3(4%) menggunakan metode difusi cakram. Zona
hambat deodoran semprot kombinasi ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.F)
Alston) daun bandotan (Ageratum conyzoides L) memiliki daya hambat terhadap bakteri
Straphylococcus aureus dan straphylococcus epidermidis sebesar F1 7,00-7,67 mm, F2 88,33 mm dan F3 9,33-11,67 mm Kesimpulan diketahui nilai daya hambat sediaan deodorant semprot diberikan pada formula F3 sebesar 9,33-11,67 mm dengan kategori kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Nyeri punggung bawah selama kehamilan adalah masalah umum yang dialami banyak ibu hamil. Nyeri ini sering terjadi di daerah lumbosakral, yaitu area di bagian bawah punggung dan panggul. Penyebab utama nyeri ini biasanya melibatkan beberapa faktor yaitu perubahan postur tubuh, penambahan berat badan dan perubahan pada struktur tulang belakang. Untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di TPMB Bdn. Hj. Wiwin Wulandari, S.ST.,M.Si sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Penelitian menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diambil dengan teknik Shapiro Wilk sebanyak 30 responden. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon.Ada pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri punggung ibu hamil trimester III di peroleh p-value =0,00 (P<0,05. Hal ini menunjukan bahwa kompres hangat dapat menurunkan frekuensi nyeri punggung ibu hamil trimester III. Ada pengaruh Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III. Diharapkan bidan dapat menerapkan kompres hangat sebagai metode nonfarmakologis yang mudah dan praktis sebagai salah satu alternative dalam mengurangi nyeri punggung ibu hamil Trimester III.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Corona Virus Disease-19 (COVID-19) disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dengan bantuan enzim Main Protease (MPro) dalam proses replikasinya. Sehingga SARS-CoV-2 dapat meningkatkan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam jintan hitam (Nigella sativa L) dan mengetahui nilai penurunan energi bebas (ΔG) yang dapat menghambat enzim Main Protease (MPro) dan menurunkan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18. Penelitian ini diawali dengan melakukan penyiapan model senyawa kimia, optimasi senyawa, preparasi makromolekul target penambatan, penambatan molekul dan visualisasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 37 senyawa yang terdapat pada jintan hitam (Nigella sativa L) ada senyawa yang mampu menghambat enzim Main Protease (MPro) yaitu senyawa taraxerol (-9.1 kcal/mol). Kemudian, untuk IL-6 yaitu senyawa cholesterol (-8.9 kcal/mol) dan IL-18 yaitu senyawa cholesterol (-7.1 kcal/mol). Maka, dapat disimpulkan bahwa senyawa dalam jintan hitam berpotensi sebagai pengembangan obat terbaru untuk SARS-CoV-2.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Nyeri pada pasien post operasi merupakan nyeri pada luka insisi post SC. Penatalaksanaan nyeri Post SC ini dilakukandengan tindakan non farmakologi. Manajemen non farmakologi yaitu kompres air hangat dan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik kompres air hangat dan aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri pada pasien Post Sectio Caesarea (SC). Metode penelitian ini dengan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan eksperimetal dengan desain penelitian one group pre post-test. Tenik sampel purposive sampling 32 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan hasil analisis menggunakan Uji Paired T Test. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan kompres air hangat dan aromaterapi lavender dilihat dari nilai rata-rata (mean) yakni 0.719 dan 0,907 dengan nilai p-value sebesar 0,000 yg artinya Ha gagal ditolak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis umumnya dikenal sebagai "maag" atau nyeri ulu hati ini terjadi akibat dari peradangan pada mukosa lambung dan dapat menyebabkan pembengkakan mukosa lambung sampai pelepasan epitel mukosa superfisial ini bisa menjadi penyebab utama gangguan pencernaan. Pelepasan epitel dapat merangsang munculnya proses inflamasi di perut, ditandai dengan mual dan muntah, nyeri, pendarahan, kelemahan, kehilangan nafsu makan atau sakit kepala, kebanyakan orang dengan gastritis mengeluh nyeri kuadran kiri atas, yang biasanya terjadi dikalangan remaja disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur atau tidak sehat serta kehidupan tidak teratur yang tidak terkendali dan stres yang berlebihan.
Dengan memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi teknik relaksasi nafas dalam pada nyeri akut yang disebabkan karena penyakit gastritis, agar pasien secara mandiri dapat melakukan dirumah. Dilakukan selama 3 hari pada Nn. A dan keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik metodologi keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, intervensi, implementasi dan evaluasi. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah mengajarkan dan menerapkan teknik relaksasi nafas dalam
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus lalu mengigit ketubuh seseorang dan menyebabkan tubuh seseorang menjadi
lemah, setelah virus masuk ketubuh seseorang virus akan berkembang biak dikelenjar limfe. Karna jumlah virus sudah
cukup banyak maka akan menunjukkan gejala klinis yang terjadi sekitar 4 sampai dengan 6 hari sesudah masuknya virus.
Tujuan studi ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan pada klien dewasa dengan hipertermi meliputi pengkajian,
diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi
kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang klien atau individu. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama
yaitu hipertermi dengan intervensi kompres hangat selama 3 hari. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam
hasil evaluasi diagnosa hipertermi teratasi sesuai dengan tujuan kriteria hasil yang ditetapkan. Kesimpulan dari pemberian
kompres air hangat sebanyak 1 kali sehari selama 3 hari dengan menggunakan buli-buli yang berisi air dengan suhu 40C45C
rentang
waktu
tidak
boleh
lebih
dari
20
menit,
hasil pada perlakuan kompres hangat seseorang terlihat nyaman dan
terjadi perpindahan panas pada tubuh klien. Hal tersebut dubuktikan dengan terjadinya perpindahan panas tubuh pada klien
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hipertermia adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu tubuh
diatas kisaran normal. Kompres merupakan metode pemeliharaan suhu tubuh
dengan menggunakan cairan hangat atau biasa yang bermanfaat untuk menurunkan
suhu tubuh pada anak yang mengalami demam.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres
air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak usia sekolah dengan
hipertermia.
Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain pretest - posttest two group.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan 16 respoden
untuk setiap perlakuan.
Hasil : Hasil analisis dari 16 responden yang diberikan perlakuan water tepid
sponge, rata–rata penurunan suhu tubuh sebesar 1,2℃. Sedangkan 16 responden
yang diberikan perlakuan kompres air biasa mengalami rata–rata penurunan suhu
tubuh sebesar 0,5℃. Hasil uji Paired Sample T-Test pada pengaruh pemberian
water tepid sponge dan kompres air biasa menunjukan nilai p=0,000 (p=<0,05).
Kesimpulan : Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh
pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa terhadap penurunan suhu
tubuh pada anak usia sekolah dengan hipertermia di RSUD Kota Bekasi.
Saran : Diharapkan keluarga mampu mengaplikasinya dirumah dan bermanfaat
bagi keluarga sebagaimana tindakan alternative dalam menurunkan suhu tubuh
yang efektif yang dapat di lakukan secara mandiri dirumah.