Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: hipertermi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Kombinasi Tuina Titik Li 11, Li 4, dan Gv 14 Terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Demam Anak Usia 10-16 Tahun

2026•Koleksi Perpustakaan

Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami anak usia sekolah dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi kombinasi Tuina pada titik LI 11 (Quchi), LI 4 (Hegu), dan GV 14 (Dazhui) dalam menurunkan suhu tubuh anak usia 10–16 tahun dengan hipertermia. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre–post test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama ±10 menit (2 menit per titik dengan kecepatan 100–120 rotasi per menit), kemudian suhu tubuh diukur pada menit ke 15, ke 30, dan ke 60 pasca-intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, rata-rata suhu tubuh partisipan adalah 38,5°C dengan mayoritas berada pada rentang 38,0–38,4°C. Setelah intervensi, terjadi penurunan suhu tubuh yang signifikan dan progresif: 0,25°C pada menit ke 15, 0,60°C pada menit ke 30, dan 0,85°C pada menit ke 60. Mayoritas subjek mencapai suhu akhir 37,0–37,4°C yang mendekati normal. Uji Paired T-Test menghasilkan nilai p = 0,000 (< 0,05) pada seluruh perbandingan, menandakan adanya perbedaan signifikan antara suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi. Secara fisiologis, stimulasi titik Tuina ini bekerja melalui mekanisme neuroimunologis dengan menurunkan sitokin pro inflamasi, meningkatkan vasodilatasi, dan menginduksi diaforesis. Kesimpulannya, kombinasi Tuina pada titik LI 11, LI 4, dan GV 14 terbukti efektif, aman, dan dapat dijadikan terapi komplementer non farmakologis dalam pengelolaan hipertermia pada anak usia sekolah dan remaja. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan protokol terapi komplementer berbasis bukti di bidang Traditional Chinese Medicine (TCM) dan pelayanan kesehatan pediatri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Hipertermi Pada Ny. S Dengan Demam Tifoid di Ruang Jasmine RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Demam tifoid adalah penyakit infeksi dari bakteri salmonella thypi bakteri ini menempel pada makanan, kemudian memakan pada saat kondisi imunitas/ kekebalan/daya tahan tubuh menurun atau sedang lemah maka akan mudah tertular, penyakit ini menyerang anak-anak maupun orang dewasa melalui makanan, fases, urine, maupun air yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan hipertermi. Metode penelitian studi kasus dengan menggunakan metode pendeketan penelitian deskriptif. Data yang diperoleh yaitu pemeriksaan fisik pada pasien, keluarga, perawat ruangan, observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien demam tifoid dengan masalah keperawatan hipertermi ditemukan adanya klien tampak lemas, kulit tampak kemerahan, akral teraba hangat, suhu 38,3C, trombosit 16 10ul, tes widal (+). Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan suhu tubuh klien kembali normal yaitu 36-37,5C. Tindakan keperawatan yang efektif pada penelitian ini adalah water tepid sponge dan tindakan kolaborasi pemberian obat paracetamol. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan hipertermi teratasi ditandai dengan akral teraba dingin, kulit tampak tidak kemerahan, 99/67 mmHg, N = 78x/menit, RR = 20x/menit, S = 36,5C.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Tn. T Dengan Hipertermi Akibat Dengue Hemorrhagic Fever di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus lalu mengigit ketubuh seseorang dan menyebabkan tubuh seseorang menjadi lemah, setelah virus masuk ketubuh seseorang virus akan berkembang biak dikelenjar limfe. Karna jumlah virus sudah cukup banyak maka akan menunjukkan gejala klinis yang terjadi sekitar 4 sampai dengan 6 hari sesudah masuknya virus. Tujuan studi ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan pada klien dewasa dengan hipertermi meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang klien atau individu. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu hipertermi dengan intervensi kompres hangat selama 3 hari. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam hasil evaluasi diagnosa hipertermi teratasi sesuai dengan tujuan kriteria hasil yang ditetapkan. Kesimpulan dari pemberian kompres air hangat sebanyak 1 kali sehari selama 3 hari dengan menggunakan buli-buli yang berisi air dengan suhu 40C45C rentang waktu tidak boleh lebih dari 20 menit, hasil pada perlakuan kompres hangat seseorang terlihat nyaman dan terjadi perpindahan panas pada tubuh klien. Hal tersebut dubuktikan dengan terjadinya perpindahan panas tubuh pada klien Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Water Tepid Sponge dengan Kompres Air Biasa Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Usia Sekolah dengan Hipertemia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Hipertermia adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu tubuh diatas kisaran normal. Kompres merupakan metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan hangat atau biasa yang bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak usia sekolah dengan hipertermia. Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain pretest - posttest two group. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan 16 respoden untuk setiap perlakuan. Hasil : Hasil analisis dari 16 responden yang diberikan perlakuan water tepid sponge, rata–rata penurunan suhu tubuh sebesar 1,2℃. Sedangkan 16 responden yang diberikan perlakuan kompres air biasa mengalami rata–rata penurunan suhu tubuh sebesar 0,5℃. Hasil uji Paired Sample T-Test pada pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa menunjukan nilai p=0,000 (p=<0,05). Kesimpulan : Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak usia sekolah dengan hipertermia di RSUD Kota Bekasi. Saran : Diharapkan keluarga mampu mengaplikasinya dirumah dan bermanfaat bagi keluarga sebagaimana tindakan alternative dalam menurunkan suhu tubuh yang efektif yang dapat di lakukan secara mandiri dirumah.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail