BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami anak usia sekolah dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi kombinasi Tuina pada titik LI 11 (Quchi), LI 4 (Hegu), dan GV 14 (Dazhui) dalam menurunkan suhu tubuh anak usia 10–16 tahun dengan hipertermia. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pre–post test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama ±10 menit (2 menit per titik dengan kecepatan 100–120 rotasi per menit), kemudian suhu tubuh diukur pada menit ke 15, ke 30, dan ke 60 pasca-intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, rata-rata suhu tubuh partisipan adalah 38,5°C dengan mayoritas berada pada rentang 38,0–38,4°C. Setelah intervensi, terjadi penurunan suhu tubuh yang signifikan dan progresif: 0,25°C pada menit ke 15, 0,60°C pada menit ke 30, dan 0,85°C pada menit ke 60. Mayoritas subjek mencapai suhu akhir 37,0–37,4°C yang mendekati normal. Uji Paired T-Test menghasilkan nilai p = 0,000 (< 0,05) pada seluruh perbandingan, menandakan adanya perbedaan signifikan antara suhu tubuh sebelum dan sesudah intervensi. Secara fisiologis, stimulasi titik Tuina ini bekerja melalui mekanisme neuroimunologis dengan menurunkan sitokin pro inflamasi, meningkatkan vasodilatasi, dan menginduksi diaforesis. Kesimpulannya, kombinasi Tuina pada titik LI 11, LI 4, dan GV 14 terbukti efektif, aman, dan dapat dijadikan terapi komplementer non farmakologis dalam pengelolaan hipertermia pada anak usia sekolah dan remaja. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan protokol terapi komplementer berbasis bukti di bidang Traditional Chinese Medicine (TCM) dan pelayanan kesehatan pediatri.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Demam tifoid adalah penyakit infeksi dari bakteri salmonella thypi bakteri ini menempel pada makanan, kemudian memakan pada saat kondisi imunitas/ kekebalan/daya tahan tubuh menurun atau sedang lemah maka akan mudah tertular, penyakit ini menyerang anak-anak maupun orang dewasa melalui makanan, fases, urine, maupun air yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan hipertermi. Metode penelitian studi kasus dengan menggunakan metode pendeketan penelitian deskriptif. Data yang diperoleh yaitu pemeriksaan fisik pada pasien, keluarga, perawat ruangan, observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien demam tifoid dengan masalah keperawatan hipertermi ditemukan adanya klien tampak lemas, kulit tampak kemerahan, akral teraba hangat, suhu 38,3C, trombosit 16 10ul, tes widal (+). Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan suhu tubuh klien kembali normal yaitu 36-37,5C. Tindakan keperawatan yang efektif pada penelitian ini adalah water tepid sponge dan tindakan kolaborasi pemberian obat paracetamol. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan hipertermi teratasi ditandai dengan akral teraba dingin, kulit tampak tidak kemerahan, 99/67 mmHg, N = 78x/menit, RR = 20x/menit, S = 36,5C.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus lalu mengigit ketubuh seseorang dan menyebabkan tubuh seseorang menjadi
lemah, setelah virus masuk ketubuh seseorang virus akan berkembang biak dikelenjar limfe. Karna jumlah virus sudah
cukup banyak maka akan menunjukkan gejala klinis yang terjadi sekitar 4 sampai dengan 6 hari sesudah masuknya virus.
Tujuan studi ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan pada klien dewasa dengan hipertermi meliputi pengkajian,
diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi
kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang klien atau individu. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama
yaitu hipertermi dengan intervensi kompres hangat selama 3 hari. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam
hasil evaluasi diagnosa hipertermi teratasi sesuai dengan tujuan kriteria hasil yang ditetapkan. Kesimpulan dari pemberian
kompres air hangat sebanyak 1 kali sehari selama 3 hari dengan menggunakan buli-buli yang berisi air dengan suhu 40C45C
rentang
waktu
tidak
boleh
lebih
dari
20
menit,
hasil pada perlakuan kompres hangat seseorang terlihat nyaman dan
terjadi perpindahan panas pada tubuh klien. Hal tersebut dubuktikan dengan terjadinya perpindahan panas tubuh pada klien
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hipertermia adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu tubuh
diatas kisaran normal. Kompres merupakan metode pemeliharaan suhu tubuh
dengan menggunakan cairan hangat atau biasa yang bermanfaat untuk menurunkan
suhu tubuh pada anak yang mengalami demam.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian water tepid sponge dan kompres
air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak usia sekolah dengan
hipertermia.
Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain pretest - posttest two group.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan 16 respoden
untuk setiap perlakuan.
Hasil : Hasil analisis dari 16 responden yang diberikan perlakuan water tepid
sponge, rata–rata penurunan suhu tubuh sebesar 1,2℃. Sedangkan 16 responden
yang diberikan perlakuan kompres air biasa mengalami rata–rata penurunan suhu
tubuh sebesar 0,5℃. Hasil uji Paired Sample T-Test pada pengaruh pemberian
water tepid sponge dan kompres air biasa menunjukan nilai p=0,000 (p=<0,05).
Kesimpulan : Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh
pemberian water tepid sponge dan kompres air biasa terhadap penurunan suhu
tubuh pada anak usia sekolah dengan hipertermia di RSUD Kota Bekasi.
Saran : Diharapkan keluarga mampu mengaplikasinya dirumah dan bermanfaat
bagi keluarga sebagaimana tindakan alternative dalam menurunkan suhu tubuh
yang efektif yang dapat di lakukan secara mandiri dirumah.