ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN
PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
MEDIKA SUHERMAN (UMS)
Bekasi, Maret 2023
Faozah
Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan BundaTahun 2023
VII BAB + 40 Halaman, 6 Tabel, 2 Skema, 8 lampiran
ABSTRAK
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023. Metode penelitian deskriptif statistik jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi 204 responden dan sampel 67 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Hasil penelitian usia 56th – 65th, jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA, dukungan keluarga tidak mendukung, motivasi tinggi, dan penerapan 5 pilar baik. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan penerapan 5 pilar pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,026, dan Ada Hubungan Motivasi dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,000. Kesimpulan Dukungan Keluarga dan Motivasi sangat mempengaruhi penerapan 5 pilar pasien DM. Disarankan pasien sering kontrol dan menjaga pola hidupnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN
PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
MEDIKA SUHERMAN (UMS)
Bekasi, Mei 2023
Lilik Ambarwati
Hubungan Ulkus Diabetik Dengan Interaksi Sosial Penderita Diabetes Melitus
Di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023
ABSTRAK
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang serius dan komplek
berdampak pada hampir seluruh organ vital didalam tubuh. Interaksi sosial adalah
suatu hubungan antaraindividu atau lebih, dimana kelakuannya individu yang
satumempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuanindividu yang lain atau
sebaliknya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Ulkus Diabetik
Dengan Interaksi Sosial Penderita Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda.
Metode Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan
cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari
dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan,
kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time
approanch). Populasi dalam penelitian sebanyak 52 responden dengan
menggunakan tehnik total sampling sebanyak 52 responden. Hasil penelitian data
distribusi frekuensi tentang karakteristik responden didapatkan mayoritas usia 46
Th - 55 Th 21 responden (40,4%), jenis kelamin perempuan 28 responden (53,8%),
pendidikan SMA 42 responden (80%) dan pekerjaan pasien bekerja 38 responden
(73,1%). Didapatkan hasil dari hubungan ulkus diabetik dengan interaksi sosial
penderita diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta dengan nilai P- Value 0,04
< 0,05. Kesimpulan didapatkan ada hubungan bermakna antara ulkus diabetik
dengan interaksi sosial penderita diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta dan
disarankan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam
penelitian sejenis dengan tehnik yang berbeda disertai penambahan variabel
penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pandu Irawan Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif (WHO, 2019). Menurut Organisasi International Diabetes Federation (IDF), memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Menurut PERKENI (2019) meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus tipe-2 dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik (perilaku sedentari). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional study (potong lintang). Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik RS. Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Alat pengumpul data berupa instrument/angket dengan uji chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II, dengan hasil uji chi-square nilai p = 0,004, atau Ha diterima (p0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran: pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit diabetes mellitus yang diderita serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses perawatan bagi penderita diabetes mellitus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suherman Medical University (UMS)
GRADUATE NURSING STUDY PROGRAM
Thesis, March 2023
Name : Lucky Kurniawan
NIM : 2210700074
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND STRESS LEVEL WITH QUALITY OF LIFE IN TYPE II DM PATIENTS DI POLY DISEASE IN SENTRA MEDIKA HOSPITAL CIKARANG, 2022
xi+61 Pages+7 Tables+9 appendices
According to WHO Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease or disorder characterized by high blood sugar levels and disturbances of carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insulin function insufficiency. Insufficiency of insulin function is caused by a deficiency disorder of insulin production in the Langerhans beta cells of the pancreas gland, or a lack of responsiveness of the body's cells to insulin . Based on data from a preliminary study at the Sentra Medika Hospital in Cikarang, the results of interviews with 15 type II DM patients, 11 of them said that the lack of family support and stress levels caused a decrease in quality of life . This study aims to identify the frequency distribution of emotional support, reward support, instrumental distribution, information support, stress levels and quality of life in patients . This research method uses a quantitative method with an observational approach with a sample of 38 patients. The sample collection technique uses purposive sampling. The analysis used is the Chi-square test . The results of this study indicate a p value of 0.000 or <0.05 , so the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means that there is a relationship between family support and quality life of type II DM patients internal medicine polyclinic at Sentra Medika Cikarang Hospital, Bekasi Regency, 2020 2. And the results were obtained with a p value of 0.002 or <0.05, which means that there is a relationship between the level of stress and the quality of life of type II DM sufferers in the polyclinic in Sentra Medika Hospital Cikarang Bekasi Regency in 2022 . Suggestions for the development of new programs such as a DM center, where one of its activities is implementing family empowerment in managing stress levels for the care of type II DM patients
Reading material: 2016-2022.
Keywords: type II DM, family support, quality of life, stress
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun 2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Luka ulkus diabetik adalah komplikasi dari penyakit diabetes mellitus yang disebabkan oleh kerusakan jaringan nekrosis yaitu emboli pembuluh darah arteri pada bagian tubuh sehingga suplai darah berhenti. Salah satu perawatan luka yang berasal dalam perubahan luka dengan menggunakkan tehnik modern. Tujuan Penelitian : Mengetahui Pengaruh Perawatan Luka Modern terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Mellitus tipe 2 di pelayanan kesehatan wilayah depok tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pre eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test-post test design. Dengan jumlah populasi 20 responden dan jumlah sample 20 responden. Hasil Penelitian : usia 46th-55th (60%), jenis kelamin laki-laki (70%) , pendidikan SMA (75%), pekerjaan swasta (85%), pre test rawat luka modern hampir seluruhnya degenerasi (100%), post test rawat luka modern luka sembuh (80%). Disimpulkan : Ada Pengaruh Perawatan Luka Modern Terhadap Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Mellitus tipe 2 di klinik RUMAT Depok tahun 2023 (p value 0,05)=0,000. Kesimpulan dan Saran : perawatan luka modern bisa dijadikan terapi rawat luka dengan kesembuhan yang sangat efektif dan cepat. Bisa dijadikan pilihan kedua terapi setelah terapi konvensional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sebanyak 90% dari seluruh diabetes di dunia yang paling umum terjadi terdapat dikategori kedua yaitu diabetes mellitus tipe 2. Keberhasilan terapi diabetes mellitus sangat dipengaruhi dari kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan. Tingkat kepatuhan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam penggunaan obat antidiabetes oral masih rendah berkisar antara 30-70%, yang dapat memberikan efek negatif pada pasien penderita diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 2.238. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman.
Pada karakteristik tingkat pendidikan sig 0,209 (sig >0,1) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang sangat lemah dan bersifat searah (+0,129) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang. Sementara pada karakteristik yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu pada usia sig 0,000 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sedang dan bersifat berlawanan (-0,408), jenis kelamin sig 0,011 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,260), pekerjaan sig sebesar 0,016 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,246), lama menderita sig 0,040 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sangat lemah dan bersifat berlawanan (-0,210) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus
tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN
PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
MEDIKA SUHERMAN (UMS)
Cikarang, Maret 2023
Desi Wijayanti
Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023
VII BAB + 54 Halaman, 10 Tabel, 2 Skema, 6 Lampiran
ABSTRAK
Latar Belakang : Penyakit diabetes yang tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan hiperglikemia yang dari waktu ke waktu dapat mengakibatkan komplikasi. Keberhasilan pengelolaan DM untuk mencegah komplikasi dapat dicapai salah satunya melalui kepatuhan dalam terapi farmakologi.
Tujuan Penelitian : Mengetahui adakah hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023.
Hasil Penelitian : Pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam lebih banyak pasien yang patuh dalam mimum obat sebanyak 45 orang (75%). Responden memiliki kadar gula darah yang normal yaitu sebanyak 41 orang (68.3%).
Kesimpulan dan Saran : Penelitian ini dapat menjadi refrensi tambahan atau dasar untuk melanjutkan penelitian tambahan mengenai beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah pasien seperti pola makan, tingkat aktivtas, dan tingkat stress serta dapat melakukan penelitian menggunakan uji multivariat.
Disimpulkan : Ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu pasien di RS Harapan Bunda Jakarta dengan diabetes mellitus di poli penyakit dalam Hasil pengolahan data menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0.000 < α = 0.005.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan di setiap tahun selalu mengalami peningkatan jumlah penderita didunia. Berdasarkan data IDF pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 15,98% di banding pada tahun 2020. Jumlah penderita DM di Indonesia pada 2021 meningkat dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 67%. Dan prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74%. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lemeshow yaitu dari jumlah populasi 191 pasien, didapatkan hasil sebanyak 68 responden yang dijadikan sampel yaitu sebagian dari pasien Diabetes Mellitus yang datang ke RS. Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pola makan dengan nilai P-Value 0,001, aktivitas fisik = 0,006, obesitas = 0,010, stress = 0,011 dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Kesimpulan ada hubungan pola makan, aktivitas fisik, obesitas dan stress dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 di RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam faktor yang berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 agar dapat menghindari komplikasi yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah. ABSTRACT Diabetes mellitus is currently a public health problem in the world always increases. Based on data from the International Diabetes Federation in 2021 there will be an increase of 15,9%, compared to 2020. The number of DM sufferers in Indonesia in 2021 has increase rapidly in the last ten years by 67%. And the prevalence of DM in West Java reached 1,74%.. This reasearch method is quantitative analytic with cross sectional approach. The sample in this tudy used the Lemeshow formula, namely from a total population of 191 ptients, the results obtained were 68 respondents who were used as samples, namely some people with diabetes mellitus who came to RS. Sentra Medika Cikarang for teh period October-December 2022. Analysis used univariate and bovariate statistical tests using chi-square. The result of the bivariate analysis showed that there was a realtionship between diet and a P-Value 0,001, physical activity = 0,006, obesity = 0,010, stress = 0,011 and an increase in blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus suferers. In conclusion, there is a realtionship between diet, physical avtivity, obesity, and stress with increased blood sugar levels in type 2 DM patients at RS. Sentra Medika Cikarang in 2022. Health workers should be able to provide education and information, especially regarding factors realted to increased blood sugar levels in type 2 DM patients so that they can avoid complications that can arise due to increased blood sugar levels.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan adalah tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Penkumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawtan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ,masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diaabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 24 (60%) responden berusia 20-30 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM P value=0.46, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM P value=1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM P value=0.03,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM P value=0.02,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM P value=0.00.Kesimpulan masa kerja 0-5 tahun, tingkat pendidikan D3 dan pengetahuan yang kurang kualitas kelengkapan pendokumentasian askep DM kurang.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Gandaria (Bouea macrophylla) merupakan buah yang kaya senyawa bioaktif dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber nutrasetikal melalui fermentasi kombucha. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil farmakodinamik dan farmakokinetik senyawa gandaria fermentasi kombucha menggunakan SwissTargetPrediction dan SwissADME. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental deskriptif-eksploratif melalui analisis laboratorium dan pendekatan in silico. Sampel gandaria difermentasi menggunakan SCOBY, kemudian senyawanya diidentifikasi secara tentatif dengan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS). Struktur senyawa dalam format SMILES diperoleh dari PubChem, lalu dianalisis menggunakan SwissTargetPrediction untuk memprediksi target protein, kelas target, probabilitas interaksi, dan jalur biologis. Profil fisikokimia, absorpsi, distribusi, metabolisme, bioavailabilitas, PAINS, dan drug-likeness dianalisis menggunakan SwissADME serta aturan Lipinski. Hasil penelitian mengidentifikasi 15 kandidat senyawa dengan mekanisme multisenyawa dan multitarget pada probabilitas 0,002–1,00. Kandidat nutrasetikal utama meliputi isoliquiritigenin, fargesin, procyanidin B1, dan 8-HETE. Procyanidin B1 diprediksi berinteraksi dengan matrix metalloproteinase-9, sedangkan 8-HETE berinteraksi dengan arachidonate 5-lipoxygenase dengan probabilitas 0,90. Isoliquiritigenin, fargesin, dan (+)-carvone menunjukkan absorpsi gastrointestinal tinggi, mampu menembus sawar darah otak, tidak memiliki peringatan PAINS, memiliki bioavailability score 0,55, serta memenuhi aturan Lipinski. Senyawa 8-HETE memiliki bioavailability score tertinggi, yaitu 0,85, tetapi nilai WLogP 5,19 sedikit melebihi batas Lipinski. Safflor yellow A dan procyanidin B1 menunjukkan absorpsi rendah dan tidak memenuhi aturan Lipinski. Data metabolisme CYP3A4 dan CYP2D6 belum tersedia lengkap. Isoliquiritigenin memiliki profil paling seimbang. Penelitian menyimpulkan bahwa gandaria fermentasi kombucha berpotensi sebagai sumber nutrasetikal, namun memerlukan konfirmasi melalui molecular docking serta pengujian in vitro dan in vivo.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Prevalensi Diabetes Melitus (DM) didiagnosis dokter penduduk umur > 15 tahun di Provinsi Jawa Barat sebanyak 1,7 %, sedangkan di Kabupaten Purwakarta sebanyak 1,81 % (Riskesdas Prov. Jawa Barat, 2018). Berapa masalah yang dapat timbul pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 ini dapat dikendalikan apabila pasien dapat menerapkan perilaku manajemen diri (self management) pada penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku self management dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan DM tipe 2 di Wilayah Puskesmas Sukatani pada Bulan Desember tahun 2020 sebanyak 92 orang. Jumlah sampel yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah 48 pasien. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data variabel adalah kuesioner SDSCA (The Summary of Diabates Self-Care Activities. Analisis yang digunakan adalah uji statistik uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% ( α =0,05).
Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan antara pola makan (p value = 0,003), aktifitas fisik (p value = 0,01), perawatan kaki (p value = 0,015), dan minum obat(p value = 0,02). Aktivitas self manajement secara rutin maka hal ini mampu memelihara kadar glukosa darah dalam rentang normal dan juga dapat mencegah untuk terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kebutaan dan lain-lain, sehingga memang benar bahwa aktivitas self manajement ini memang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengelolaan penyakit diabetes.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN) merupakan salah satu komplikasi utama pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II yang mengalami peningkatan prevalensi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kejadian DPN meningkat sebesar 65% dari total 80 pasien yang menjalani pengobatan, dengan obesitas sebagai faktor risiko yang umum. Mengingat tingginya angka kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita DM dan obesitas dengan kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN) pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II di Klinik X, Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terhadap 80 pasien DM tipe II. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk menentukan kekuatan dan arah hubungan antara durasi menderita DM, obesitas (BMI), dan kejadian Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Analisis menunjukkan bahwa durasi DM memiliki hubungan positif dengan kejadian DPN (r = 0,324; p = 0,003), yang berarti semakin lama seseorang menderita DM, semakin tinggi risiko mengalami Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Sebaliknya, hubungan antara durasi DM dan obesitas tidak signifikan (r = -0,180; p = 0,110). Selain itu, obesitas juga tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DPN (r = 0.060; p = 0,598). Penelitian ini menegaskan bahwa lama menderita DM merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian DPN, sedangkan obesitas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi DM maupun Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Hasil ini menyoroti pentingnya pengelolaan DM jangka panjang untuk mencegah komplikasi Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN DURASI LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS (DM) DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN) PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI KLINIK X CIKARANG TIMUR TAHUN 2025. ABSTRAK Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN) merupakan salah satu komplikasi utama pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II yang mengalami peningkatan prevalensi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kejadian DPN meningkat sebesar 65% dari total 80 pasien yang menjalani pengobatan, dengan obesitas sebagai faktor risiko yang umum. Mengingat tingginya angka kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita DM dan obesitas dengan kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN) pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II di Klinik X, Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terhadap 80 pasien DM tipe II. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk menentukan kekuatan dan arah hubungan antara durasi menderita DM, obesitas (BMI), dan kejadian Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Analisis menunjukkan bahwa durasi DM memiliki hubungan positif dengan kejadian DPN (r = 0,324; p = 0,003), yang berarti semakin lama seseorang menderita DM, semakin tinggi risiko mengalami Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Sebaliknya, hubungan antara durasi DM dan obesitas tidak signifikan (r = -0,180; p = 0,110). Selain itu, obesitas juga tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DPN (r = 0.060; p = 0,598). Penelitian ini menegaskan bahwa lama menderita DM merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian DPN, sedangkan obesitas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi DM maupun Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Hasil ini menyoroti pentingnya pengelolaan DM jangka panjang untuk mencegah komplikasi Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat pada tahun (2021), dalam badan pusat statistik menjelaskan bahwa jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 9.333.302 peserta. Dengan rincian pengguna kontrasepsi suntik sebanyak 562.771 (54,7%). Di Indonesia DMPA memiliki persentase terbesar yaitu 49,9% untuk akseptor baru dan 47,78% untuk akseptor lama (Kemenkes, 2022). Di Jawa Barat pengguna KB suntik jenis DMPA tertinggi berada di kabupaten bekasi dengan akseptor sebanyak 104.297 jiwa (BPS Jabar. 2020). Salah satu efek samping yang sering muncul pada penggunaan kontrasepsi suntik DMPA adalah kenaikan berat badan. Efek ini disebabkan oleh hormon progesteron yang memfasilitasi transformasi karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga cadangan lemak di bawah kulit bertambah, peningkatan nafsu makan menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan yang berlebih yang bisa menyebabkan obesitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan usia ibu, lama penggunaan, aktivitas fisik, Riwayat diabetes, dan pola makan dengan peningkatan berat badan pengguna alat kontrasepsi DMPA di TPMB Salifiyah tahun 2024.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah populasi sebanyak 60 responden yang dilakukan analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat.
Hasil penelitian Didapatkan dari semua variabel yang diteliti memiliki hubungan signifikan, Usia Ibu >35 Tahun p(=0.000) ada hubungan dan lebih beresiko 44 kali terjadi peningkatan berat badan , lama penggunaan >2 Tahun (p=0.000) ada hubungan dan lebih beresiko 4.8 kali terjadi peningkatan berat badan, aktivitas fisik berat (p=0.018) ada hubungan dan aktivitas fisik ringan lebih beresiko 6.5 kali terjadi peningkatan berat badan dibandingkan aktivitas sedang dan berat, riwayat diabetes (p=0.000) ada hubungan dan dengan adanya riwatar diabetes lebih beresiko 14.5 kali terjadi peningkatan berat badan, pola makan baik (p=0.004) ada hubungan dan lebih beresiko 7.5 kali terjadi peningkatan berat badan dibandingkan pola makan cukup dan 7.5 kali dibandingkan pola makan kurang.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kontrasepsi DMPA adalah kontrasepsi yang hanya mengandung progestin yaitu Depo Medroxyprogesteron
Asetat sebanyak 150 mg, yang diberikan setiap tiga bulan dengan cara disuntikan intramuskuler dalam , didaerah gluteus
maksimus atau deltoideus. Desain penelitian ini adalah penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 115 responden dengan jumlah sampel 89 responden. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan
Analisa univariat dan Analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan peningkatan berat
badan yaitu Umur p value = 0,000 Nilai OR=91,125, Paritas p value = 0,003 Nilai OR=5,147, Jangka Waktu Penggunaan
Kontrasepsi p value = 0,000 Nilai OR=9,750 dan yang tidak berhubungan yaitu Pola Aktifitas dengan p value = 0,662.
Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan antara umur, paritas dan lamanya jangka waktu penggunaan kontrasepsi dengan
peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi DMPA, sedangkan untuk pola aktifitas tidak ada hubungann dengan
peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi DMPA. Disarankan bagi masyarakat khususnya akseptor kontrasepsi
DMPA untuk mengetahui efek samping penggunaan kontrasepsi DMPA terhadap peningkatan berat badan, dan kepada
bidan agar memberikan konseling secara jelas kepada akseptor mengenai kontrasepsi dan efek samping nya terhadap
peningkatan berat badan
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan masyarakat dan selalu mengalami peningkatan jumlah penderita didunia. Data International Diabetes Federation tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 15,98% di banding pada tahun 2020. Jumlah penderita DM di Indonesia pada 2021 tersebut meningkat pesat dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 67%. Dan prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74%. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 58 orang pasien DM yang datang ke Puskesmas Karang Bahagia periode Maret-Juli tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien
diabetes melitus dengan nilai P-Value menggunakan Pearson Chi-Square P= 0,004 (P<a 0,05) atau nilai alpha. Kesimpulan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam faktor yang berhubungan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 agar dapat menghindari komplikasi yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Sebanyak 90% dari seluruh diabetes di dunia yang paling umum terjadi terdapat dikategori kedua yaitu diabetes mellitus tipe 2. Keberhasilan terapi diabetes mellitus sangat dipengaruhi dari kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan. Tingkat kepatuhan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam penggunaan obat antidiabetes oral masih rendah berkisar antara 30-70%, yang dapat memberikan efek negatif pada pasien penderita diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian yang bersifat observasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 2.238. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 96 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman.
Pada karakteristik tingkat pendidikan sig 0,209 (sig >0,1) menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan serta memiliki hubungan yang sangat lemah dan bersifat searah (+0,129) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang. Sementara pada karakteristik yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan yaitu pada usia sig 0,000 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sedang dan bersifat berlawanan (-0,408), jenis kelamin sig 0,011 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,260), pekerjaan sig sebesar 0,016 (sig <0,1) yang memiliki hubungan lemah dan bersifat searah (+0,246), lama menderita sig 0,040 (sig <0,1) yang memiliki hubungan sangat lemah dan bersifat berlawanan (-0,210) dengan kepatuhan penggunaan obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Cikarang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Diperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik (perilaku sedentari). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional study (potong lintang). Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik RS. Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Alat pengumpul data berupa instrument/angket dengan uji chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus, dengan hasil uji chi-square nilai p =
0,004, atau Ha diterima (p<0,05). Kesimpulan: Pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit diabetes melitus yang diderita serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses perawatan bagi penderita diabetes melitus.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut WHO Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah serta adanya gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin disebabkan oleh gangguan defisiensi produksi insulin sel beta langerhans kelenjar pankreas, atau kurang responsifnya sel tubuh terhadap insulin. Berdasarkan data hasil studi pendahuluan di RS Sentra Medika Cikarang hasil wawancara dari
15 pasien DM tipe II, 11 diantaranya mengatakan bahwa kurangnya dukungan keluarga dan tingkat stres menyebabkan menurunnya kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi distribusi frekuensi dukungan emosional, dukungan penghargaan, distribusi instrumental, dukungan informasi, tingkat stres dan kualitas hidup pada pasien. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional sampel penelitian sebanyak 38 pasien. Teknik pengumpulan sampel menggunakan Purposive Sampling. Anlisis yang digunakan berupa uji Chisquare. Hasil penelitian ini menunjukan nilai p value sebesar 0,000 atau < 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima yang artinya ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup penderita DM tipe II dipoli penyakit dalam RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Dan didapatkan hasil dengan p value sebesar 0,002 atau < 0,05 yang bermakna bahwa ada hubungan antara tingkat stress terhadap kualitas hidup penderita DM tipe II dipoli penyakit dalam RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Saran adanya pengembangan program baru seperti center DM, dimana salah satu kegiatannya adalah menerapkan pemberdayaan keluarga dalam mengelola tingkat stres untuk perawatan pasein DM tipe II