ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS
INSTITUT MEDIKA DRG SUHERMAN
SKRIPSI
APRIL 2021
MUHAMMAD KADAR
020319723
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI ARV DI KLINIK VCT RSUD BAYU ASIH TAHUN 2021
xvii +VII Bab + 84 Halaman + 1 Grafik + 6 Bagan + 15 Tabel + 10 Lampiran
ABSTRAK
Penyakit HIV masih dianggap sebagai penyakit yang tidak ada obatnya dan juga dampaknya yang sangat mematikan. Mengingat jumlah kasus yang semakin bertambah setiap tahun. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS. Di Indonesia, Jawa Barat masuk kedalam 5 provinsi dengan kasus HIV terbanyak. Penemuan kasus baru HIV di Kabupaten Purwakarta selama 5 tahun terakhir mengalami trend peningkatan pada tahun tahun 2020 menjadi kasus baru 198 orang (41,91%). Melihat dari data Rekam Medis RSUD Bayu Asih (2019) jumlah penderita on ARV di Klinik VCT tahun 2019 berjumlah 227 orang sedangkan pada tahun 2020 meningkat menjadi 287 (20,90%) orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Metode penelitian secara kuantitaf dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah rata-rata jumlah pasien HIV yang telah mendapatkan pelayanan pemeriksaan viral load yang mendapatkan pelayanan kesehatan di klinik VCT RSUD Bayu Asih dari bulan Januari sampai Desember 2020 sebanyak 60 orang penderita HIV/AIDS dengan sampel berjumlah 52 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Lokasi penelitian di klinik VCT RSUD Bayu Asih yang dilakukan pada bulan Maret sampai April 2021.
Pengolahan hasil penelitian menggunakan analisis data dengan chi square. Sebagian besar dari 52 responden yang mendapatkan kepatuhan 71,2%, dukungan keluarga 63,7%, ODHA yang telah berhasil melakukan terapi ARV 76,9%, responden yang tidak berhasil dalam terapi ARV 23,1%. Hasil penelitian diketahui ada hubungan kepatuhan dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,000). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,012). Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV.
Disarankan bagi rumah sakit agar membuat startegi perencanaan untuk menangani masalah pasien yang gagal terapi ARV, dan bagi masyarakat khususnya keluarga dengan penderita HIV/AIDS dapat memberikan dukungan secara penuh baik fisiologis maupun psikologis selama menjalani terapi ARV.
Kata kunci : keberhasilan terapi arv, dukungan keluarga, kepatuhan
Daftar pustaka : 43 (2010-2020)
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Manajemen jalan napas merupakan aspek krusial dalam praktik anestesi, terutama pada tindakan intubasi endotrakeal saat general anesthesia. Kegagalan intubasi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti hipoksia, aspirasi, hingga henti jantung. Oleh karena itu, diperlukan metode prediksi yang akurat untuk mengidentifikasi kemungkinan kesulitan intubasi sebelum tindakan dilakukan. Salah satu metode yang digunakan adalah Lemon Score, yang terdiri dari lima komponen penilaian yaitu Look, Evaluate (3-3-2), Mallampati, Obstruction, dan Neck mobility.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi Lemon Score dan penilaian keberhasilan intubasi berdasarkan waktu tindakan dan jumlah percobaan intubasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki prediksi intubasi mudah berdasarkan Lemon Score, dan mayoritas tindakan intubasi berhasil dalam satu kali percobaan dengan durasi kurang dari 60 detik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi.
Kesimpulan: Lemon Score dapat digunakan sebagai alat prediksi yang efektif dalam menilai kemungkinan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi. Penggunaan Lemon Score dalam penilaian pra-anestesi diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien serta meminimalkan risiko komplikasi selama tindakan anestesi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes melitus adalah keadaan metabolik kronis ketika terjadi
peningkatan kadar gula darah secara signifikan, yang berpotensi menyebabkan
komplikasi serius seperti gangguan jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.
Penyakit ini dapat berakibat fatal jika pola makan dan gaya hidup tidak diatur dengan
baik. Diabetes melitus mencakup berbagai gangguan yang ditandai dengan
hiperglikemia, di mana tubuh mengalami penurunan respons pada insulin atau
pankreas sehingga insulin yang dihasilkan tidak cukup. Studi ini bertujuan guna
mencari tahu serta menganalisis pengaruh dukungan keluarga pada keberhasilan
perawatan luka penderita diabetes melitus di RSUD Kab. Bekasi. Subyek dan
Metode: Termasuk pada studi kuantitatif dengan penggunaan desain quasy
ekperimental one group. Lokasi penelitian ini di RSUD Kab. Bekasi. Populasi dalam
penelitian ini yaitu penderita diabetes melitus yang mengalami luka dengan total 30
populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk
mengambil sampel. Variabel yang digunakan yaitu dukungan keluarga sebagai
variabel independen serta variabel dependen yaitu keberhasilan perawatan luka.
Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga dan keberhasilan
perawatan luka. Analisis univariat serta bivariat dengan uji wilcoxon digunakan
untuk menganalisis data pada studi ini. Hasil: Terdapat pengaruh dukungan keluarga
terhadap keberhasilan perawatan luka pada penderita diabetes melitus. Pengujian
wilcoxon menghasilkan p= 0,000 <0,05. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian
dengan sampel sebanyak 30 responden ditemukan bahwasanya dukungan keluarga
berpengaruh terhadap keberhasilan perawatan luka pada penderita diabetes melitus
di RSUD Kab. Bekasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Salah satu prosedur anestesi umum adalah intubasi trakea melalui pemasangan tabung endotrakeal (ETT). Kesulitan dalam intubasi sering dikaitkan dengan komplikasi serius, terutama jika petugas gagal melakukan intubasi selama anestesi. Untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam tindakan intubasi perlu dilakukan penilaian jalan nafas salah satunya dengan menggunakan penilaian EGRI Score. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan jenis penelitian korelasional menggunakan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 35 responden dengan teknik sampling non-probability sampling (consecutive sampling). Dengan menggunakan instrumen EGRI Score yang dikutip dari penelitian Norlailiyah (2022). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini adalah responden yang memiliki prediksi mudah intubasi sebanyak 30 responden (85,7%) dan berhasil dilakukan intubasi sebanyak 30 responden (85,7). Dari hasil analisis chi square didapatkan nilai p-value 0,001 (p-value <0,05) dengan nilai OR 5,33. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dalam tahapan masa tumbuh kembang anak prasekolah, banyak problem yang akan dihadapi orang tua salah satunya adalah dalam masalah berkemih yaitu mengompol. Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia 3-5 Tahun di BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun dan siswa/i di BIMBA Karangsatria Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional, lokasi penelitian sekolah BIMBA AIUEO Karangsatria Kabupaten Bekasi, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun sebanyak 55 orang, Teknik penelitian ini menggunakan Total sampling dan ukuran pengambilan sampel data primer. Variabel dependen Keberhasilan toilet training dan independent Pengetahuan, Umur, Pendidikan, dan Pekerjaan ibu. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah valid, serta metode analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Chi-square, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan keberhasilan toilet training, terlihat bahwa nilai p = 0, 006 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara umur ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 320 ≤ 0,05 yang artinya Tidak Ada hubungan antara pendidikan ibu, terlihat bahwa nilai p = 0, 000 ≤ 0,05 yang artinya Ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan keberhasilan toilet training. Kesimpulan: Variabel Pengetahuan, Umur dan Pekerjaan ibu berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak , dan yang tidak berhubungan adalah variabel Pendidikan ibu. Saran diharapkan ibu lebih aktif melakukan toilet training sehingga anak berhasil dalam melakukan toilet training.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data tahun 2021, total Persentase inisaisi menyusu dini di Jawa Barat adalah 2.293,73, turun -1.04% , sedangkan nilai rata-rata Persentase inisiasi menyusu dini tiap tahun adalah 2.290,32 dalam 3 tahun terakhir untuk cakupan Kabupaten Bekasi sendiri pada tahun 2021 total persentase Inisiasi menyusu dini adalah sebesar 88,85% mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (Jannah, 2023) Dampak inisiasi menyusu dini bagi ibu, sentuhan dan isapan pada payudara ibu mendorong terbentuknya oksitosin yang berdampak pada kontraksi pada uterus sehingga
membantu keluarnya plasenta kontraksi rahim akan mengurangi area plasenta, karena rahim bertambah kecil dan dindingnya bertambah tebal beberapa cm. (Setyawati et al., 2013).Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di PMB Ny Megawati Kurniawan, AmKeb Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
survei cross sectional. Analisa yang digunakan adalah Uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner oleh 35 responden dari ibu yang melahirkan di PMB Ny Megawati Kurniawan,AmKeb Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2023 dengan totaling sampel.Teknik yang dilakukan yaitu uji validitas,uji realibilitas dan uji normalitas dengan analisa data yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukan variabel yang berhubungan dengan keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini di PMB Ny Megawati Kurniawan,AmKeb Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2023 adalah sikap (p value 0,008), pengetahuan (P value 0,561), dukungan suami (p value 0,128) dan dukungan tenaga kesehatan (0,496).Kesimpulan dari penelitian ini bahwa keberhasilan pelaksanaan IMD pada ibu yang melahirkan tidak terfokus pada satu faktor, semua faktor dapat tercapai dan juga dapat tidak tercapai. Saran kepada tenaga kesehatan agar dapat menetapkan SPO IMD di tempat prakteknya dan mengadakan kelas ibu hamil agar informasi mengenai IMD dapat tersampaikan dengan menyeluruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Salah satu prosedur anestesi umum adalah intubasi trakea melalui pemasangan tabung endotrakeal (ETT).Kesulitan dalam intubasi sering dikaitkan dengan komplikasi serius, terutama jika petugas gagal melakukan intubasi selama anestesi. Untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam tindakan intubasi perlu dilakukan penilaian jalan nafas salah satunya dengan menggunakan penilaian EGRI Score. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan jenis penelitian korelasional menggunakan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 35 responden dengan teknik sampling non-probability sampling (consecutive sampling). Dengan menggunakan instrumen EGRI Score yang dikutip dari penelitian Norlailiyah (2022). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini adalah responden yang memiliki prediksi mudah intubasi sebanyak 30 responden (85,7%) dan berhasil dilakukan intubasi sebanyak 30 responden (85,7). Dari hasil analisis chi square didapatkan nilai p-value 0,001 (p-value 0,05) dengan nilai OR 5,33. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara EGRI Score dengan tingkat keberhasilan intubasi pada pasien general anestesi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami namun menyusui perlu dipelajari terutama oleh ibu yg pertama kali mempunyai bayi agar tahu cara menyusui yang benar dan dapat mengatasi masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI dapat terjadi pada tiga hari pertama post-partum, seperti bayi gelisah saat disusukan, belum munculnya ASI, perlengketan ibu serta bayi yang belum benar dan bayi tak mau menyusu, sebagai akibatnya banyak ibu post-partum yg tidak berhasil menyampaikan ASI pada tiga hari pertama dan ini menentukan keberhasilan pemberian ASI ekslusif. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accicental sampling, berjumlah 31 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga (P value =0.002, 0.007, 0.049,0.043, 0.006, 0.032, 0.022) dengan pemberian ASI di tiga pertama postpartum. Kesimpulan menunjukan bahwa hampir seluruh ibu mendapatkan dukungan suami, dukungan keluarga dan peran bidan. Terdapat pula hubungan pula antara pemberian ASI di tiga hari pertama Postpartum antara Usia, Pendidikan, Pekerjaan dan penghasilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Latar Belakang: Menyusui adalah suatu proses yang terjadi secara alami namun menyusui perlu dipelajari terutama oleh ibu yg pertama kali mempunyai bayi agar tahu cara menyusui yang benar dan dapat mengatasi masalah pemberian ASI. Masalah pemberian ASI dapat terjadi pada tiga hari pertama post-partum, seperti bayi gelisah saat disusukan, belum munculnya ASI, perlengketan ibu serta bayi yang belum benar dan bayi tak mau menyusu, sebagai akibatnya banyak ibu post-partum yg tidak berhasil menyampaikan ASI pada tiga hari pertama dan ini menentukan keberhasilan pemberian asi ekslusif. Tujuan: untuk mengetahui keberhasilan menyusui 3 hari pertama postpartum berdasarkan variable yang diteliti. Metode: metode cross sectional. Populasi semua ibu post-partum pervaginam menggunakan keadaan ibu baik dan bayi sehat, Teknik pengambilan sampel menggunakan Accicental sampling, berjumlah 31 responden. Hasil : Hasil analisis data univariat menunjukan dari 100% responden terdapat 12 (38,71%) responden tidak memberikan ASI di tiga hari pertama postpartum,responden memiliki tingkat pendidikan rendah 57,89%,yang bekerja 14,29%,untuk tingkat pengetahuan kurang 56,25%,responden yang tidak didukung oleh suami 13,33%, responden yang tidak didukung oleh keluarga 22,22%. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square, menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara Usia, Pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga (P value =0.002, 0.007, 0.049,0.043, 0.006, 0.032, 0.022) dengan pemberian ASI di tiga pertama postpartum
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penyakit HIV masih dianggap sebagai penyakit yang tidak ada obatnya dan juga dampaknya yang sangat mematikan. ODHA memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS. Di Indonesia, Jawa Barat masuk kedalam 5 provinsi dengan kasus HIV terbanyak. Penemuan kasus baru HIV di Kabupaten Purwakarta selama 5 tahun terakhir mengalami peningkatan pada tahun 2020 menjadi kasus baru 198 orang (41,91%). Dari data Rekam Medis RSUD Bayu Asih (2019) terdapat peningkatan jumlah penderita on ARV di Klinik VCT pada tahun 2020 sebesar 20,90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Metode penelitian secara kuantitaf dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah rerata ODHA yang telah melakukan pemeriksaan viral load di klinik VCT dari bulan Januari sampai Desember 2020 sebanyak 60 orang, dengan sampel berjumlah 52 responden. Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Lokasi penelitian di klinik VCT yang dilakukan pada bulan Maret sampai April 2021. Pengolahan hasil penelitian menggunakan analisis data dengan chi square. Sebagian besar dari 52 responden yang mendapatkan kepatuhan 71,2%, dukungan keluarga 63,7%, ODHA yang telah berhasil melakukan terapi ARV 76,9%, responden yang tidak berhasil dalam terapi ARV 23,1%. Hasil penelitian diketahui ada hubungan kepatuhan dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,000). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,012). Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Disarankan bagi rumah sakit agar membuat strategi perencanaan untuk menangani masalah pasien yang gagal terapi ARV, dan bagi masyarakat khususnya keluarga dengan penderita HIV/AIDS dapat memberikan dukungan secara penuh baik fisiologis maupun psikologis selama menjalani terapi ARV.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Terapi bermain dapat menghilangkan batasan, hambatan dalam diri, stress, frustasi serta masalah emosional, mengubah tingkah laku menjadi tingkah laku yang diharapkan dan dapat mudah diajak kerja sama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan terapi bermain dengan keberhasilan pemberian obat injeksi pada pasien anak usia toddler yang dirawat di RSU Asri Purwakarta Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak usia toddler yang dirawat di RSU Asri sebanyak 93 pasien (rata-rata dalam sebulan) atau 23 pasien perminggu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan accindental sampling dengan jumlah 32 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kepada pasien meliputi variabel terapi bermain dan variabel keberhasilan pemberian obat injeksi. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian gambaran terapi pasien anak usia toddler yang dirawat di RSU Asri Purwakarta, sebagian besar kooperatif dalam menjalankan terapi bermain. Gambaran keberhasilan pemberian obat injeksi sebagian besar responden berhasil dalam pemberian obat injeksi. Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square bahwa nilai p value = 0,002 (p < 0,05), maka disimpulkan terdapat hubungan terapi bermain dengan keberhasilan dalam pemberian obat injeksi pada pasien anak usia toddler yang dirawat di RSU Asri Purwakarta, dengan kekutan nilai OR = 12,5. Disarankan manajemen bidang keperawatan RSU Asri Purwakarta membuat kebijakan pembuatan standar operasional prosedur (SOP) dan menyediakan fasilitas serta alat-alat permainan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan khususnya tentang terapi bermain yang dapat meningkatkan keberhasilan pemberian obat injeksi terhadap anak usia toddler.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pembelajaran pada umumnya merupakan suatu kegiatan yang menuntut untuk terus melakukakan peningkatan dalam segi kualitasnya, baik yang bersifat menyeluruh maupun pada beberapa komponen tertentu saja. Hasil belajar yang memuaskan merupakan akibat suatu proses pembelajaran yang baik, dimana dalam suatu proses pembelajaran terdapat komponen-komponen pembelajaran yang dapat menentukan keberhasilan belajar mahasiswa. Salah satu dari komponen pembelajaran yang menentukan keberhasilan belajar mahasiswa tersebut adalah metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh metode pembelajaran tatap muka dan daring terhadap tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui analisi metode pembelajaran tatap muka dan daring terhadap tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. Suherman tahun 2020.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi pada penelitian ini seluruh mahasiswa S1 keperawaatan IMDS Tahun 2020 sebanyak 126 mahasiswa. Teknik sampel yang digunakan yaitu total Sampling dengan jumlah sampel 126 responden. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikan < α (0,05).
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan metode pembelajaran tatap muka dan daring dengan tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020 dengan nilai ρ-value pada metode pembelajaran tatap muka (0,030) dan p-value metode pembelajaran daring (0,038)
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa :
1. Ada hubungan antara metode pembelajaran tatap muka dengan tingkat keberhasilan belajar pada mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. suherman tahun 2020. (p=0,030 < α 0,05).
2. Ada hubungan antara metode pembelajaran daring dengan tingkat keberhasilan belajar pada mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. suherman tahun 2020. (p=0,038 < α 0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Salah satu perkembangan paling signifikan dalam penggunaan teknologi informasi di Universitas dalam dekade terakhir adalah integrasi dan penggunaan sistem elearning untuk dapat dilihat sebagai alat mendukung proses pengajaran dan pembelajaran. Elearning adalah konsep yang berasal dari penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk merevisi dan mengubah model dan praktik pembelajaran dan pembelajaran tradisional yang telah berkembang dalam dekade terakhir. Sedangkan untuk metode pembelajaran elearning memiliki pengaruh dalam tingkat keberhasilan belajar mahasiswa karna materi atau teori yang akan di sampaikan oleh dosen tetap di peroleh karna tidak ada keterbatasan waktu, serta lebih giat untuk mengerjakan setiap tugas yang di berikan karna menggunakan sistem yang memiliki pembatasan waktu seperti e-campus, sehingga dalam durasi waktu lebih efesien yang melatih mahasiswa untuk lebih disiplin. Hasil studi pendahuluan di dapatkan dari hasil nilai dapat berhasil jika nilai UTS 67,99 dikatakan berhasil, hasil yang saya dapat pada mahasiswa S1 keperawatan semester VI angkatan 2017 pada saat melakukan pembelajaran elearning terdapat 23 mahasiswa berhasil dan terdapat 2 mahasiswa tidak berhasil. Sehingga peneliti tertarik dalam mengambil penelitian “Analisis Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020”.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020
Metode : Metode yang digunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020 dengan jumlah 121 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 121 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah data sekunder yaitu nilai UTS Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester II (p = 0,015 < α 0,05), S1 Keperawatan semester IV terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,000 < α 0,05) dan tidak ada hubungan pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester VI terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,480 > α 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan pembelajaran e-learning terhadap tingkat keberhasilan belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Medika Drg Suherman
Saran : Diharapkan menciptakan inovasi terkait pembelajaran e-learning dan menciptakan kenyaman pada saat proses pembelajaran e-learning Mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Menyusui merupakan proses fisiologis memberikan nutrisi kepada bayi secara optimal. Tetapi pada situasi tertentu proses menyusui dapat terhambat atau mengalami kesulitan , dampaknya pemberian asi menjadi tidak ekslusif . Wanita yang proses persalinannya sectio caesarea sering mengeluh kesulitan dalam menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum dengan seksio sesarea.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan metode pengambilan sample acidental sampling dengan jumlah sampel 44 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat , dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen.
Dari hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara umur dengan p value = 0,008 (p <a0,05) dan nilai OR di dapatkan sebesar = 6,861, paritas dengan p value = 0,010 (p <a0,05) dan nilai OR =7,219, nyeri luka operasi dengan p value = 0,023 (p <a0,05) dan nilai OR =6,600, motivasi dengan p value =0,024(p<a0,05) dan nilai OR = 5,833, dukungan suami p value = 0,018 ( p <a0,05) dan nilai OR=5,571 dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum section caesarea di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2018.
Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti diantaranya umur, paritas, nyeri luka operasi , motivasi dan dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum sectio caesarea. Saran dalam penelitian ini adalah untuk petugas kesehatan khususnya bidan perlu memberikan informasi dan mengajarkan teknik menyusui yang benar , sejak trimester akhir kehamilan.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Toilet Training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar di toilet pada waktu yang tepat. Toilet Training dapat berlangsung pada fase kehidupan anak yaitu umur 18 bulan sampai 24 bulan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam Toilet Training pada anak usia Toddler yaitu faktor pendidikan, pekerjaan, pola asuh orang tua, pengetahuan, dan lingkungan. Faktor tersebut mempengaruhi dalam penerapan Toilet Training karena pada dasarnya peran serta ibu sangat penting di dalam membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan dan menyediakan fasilitas agar anak merasa nyaman dalam menjalani proses perkembangannya. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Toilet Training pada anak usia Toddler di Poliklinik Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2018.
Penelitian ini termasuk analitik kuantitatif, dengan menggunakan metode Cross Sectional. Adapun sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia Toddler di Poliklinik Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, jumlah responden yang akan di teliti sebanyak 63 responden.
Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P- Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 12.500. Hubungan antara pengetahuan dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 19.883. Hubungan antara lingkungan dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 12.089.Sedangkan hasil penelitian yang menunjukan tidak terdapat hubungan adalah pendidikan dan pekerjaan terhadap tingkat keberhasilan Toilet Training pada anak usia Toddler di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai P -Value 1.000 dan 0.158.
Peneliti menyarankan kepada institusi kesehatan khusunya rumah sakit adanya peningkatan penyuluhan dengan metode yang mudah di pahami oleh masyarakat khususnya ibu sehingga penyuluhan tersebut efektif dan dapat meningkatkan peran dalam penerapan Toilet Training.