BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: UNESCO (2025) mencatat 264 juta mahasiswa global pada 2023 dengan tingkat partisipasi 43%. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (2025) melaporkan 8.467.714 mahasiswa, termasuk 856.961 di Jawa Barat. International Coffee Organization (2024) menyebut konsumsi kopi global mencapai 177 juta kantong. Di Jawa Barat, 93,4% mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk dan sekitar 90% mengalami penurunan konsentrasi belajar. Tujuan: Menganalisis hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur dan konsentrasi belajar pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konsumsi kopi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta kuesioner konsentrasi belajar yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian ini telah lulus uji etik dengan nomor 000948. Hasil: Responden memiliki konsumsi kopi tidak berisiko (84.9%) dan kualitas tidur buruk (95,9%), namun sebagian besar menunjukkan konsentrasi belajar tinggi (79,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan konsumsi kopi tidak berhubungan signifikan terhadap kualitas tidur (p = 0,456), begitupun hasil terhadap konsentrasi belajar (p = 0,833). Kesimpulan: Konsumsi kopi tidak berpengaruh terhadap kualitas tidur dan konsentrasi belajar mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan mengatur konsumsi kopi dan menerapkan gaya hidup sehat, sedangkan penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor stres, manajemen waktu, dan kondisi psikologis.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masalah konsentrasi belajar masih banyak dialami siswa
sekolah dasar. Studi pendahuluan di SD Negeri Cikarang Kota 01 menunjukkan
banyak siswa kelas V mengalami kesulitan berkonsentrasi seperti mudah
terdistraksi dan sering melamun. Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan
sarapan pagi, pola tidur, motivasi belajar, dan lingkungan belajar dengan
konsentrasi belajar anak kelas V SD Negeri Cikarang Kota 01. Metode:
Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 42
siswa menggunakan total sampling. Instrumen meliputi Barkley Child Attention
Scale (BCAS), kuesioner kebiasaan sarapan pagi, Children's Sleep Habits
Questionnaire (CSHQ), kuesioner motivasi belajar, dan What Is Happening in
This Class (WIHIC). Data dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil:
Sebanyak 50% siswa memiliki konsentrasi rendah (n=21), 33,3% tinggi (n=14),
dan 16,7% sedang (n=7). Terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar
dengan konsentrasi belajar (χ²=14,344; p=0,006; C=0,505) dengan 69,2% siswa
motivasi tinggi memiliki konsentrasi tinggi. Kebiasaan sarapan pagi (p=0,092),
pola tidur (p=0,147), dan lingkungan belajar (p=0,670) tidak menunjukkan
hubungan signifikan. Kesimpulan: Motivasi belajar merupakan satu-satunya
faktor yang berhubungan signifikan dengan konsentrasi belajar. Saran: Sekolah
mengembangkan program peningkatan motivasi belajar melalui metode
pembelajaran interaktif, sistem reward, dan menciptakan suasana belajar
menyenangkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anak usia sekolah berada pada tahap perkembangan operasional konkret yang membutuhkan kemampuan konsentrasi yang baik dalam proses belajar. Namun, hasil studi pendahuluan di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami tingkat konsentrasi rendah. Brain Gym merupakan intervensi nonfarmakologis berupa serangkaian gerakan sederhana yang bertujuan mengoptimalkan fungsi otak serta membantu meningkatkan konsentrasi belajar anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Brain Gym terhadap tingkat konsentrasi belajar pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one group pretest - posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas I dan V sebanyak 150 siswa, dengan sampel 110 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat konsentrasi diukur menggunakan Grid Concentration Test (GCT). Intervensi Brain Gym diberikan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p-value < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh metode Brain Gym terhadap peningkatan tingkat konsentrasi belajar. Kesimpulan: Metode Brain Gym berpengaruh dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak usia sekolah dan direkomendasikan sebagai terapi keperawatan non-farmakologis.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kecanduan game online merupakan salah satu masalah perilaku pada remaja yang dapat berdampak pada kesehatan dan prestasi akademik. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas tidur dan prestasi belajar pada remaja kelas 9 di SMPN 5 Cikarang Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 70 siswa kelas 9 yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Game Addiction Scale (GAS) untuk kecanduan game online, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, dan nilai rapor untuk prestasi belajar. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 67 siswa (95,7%) aktif bermain game online, dan 36 siswa (51,4%) melaporkan sering begadang akibat bermain game. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecanduan game online dengan kualitas tidur (p < 0,05) serta dengan prestasi belajar (p < 0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dalam mengikuti perkuliahan mahasiswa tidak hanya mencatat dan mendengarkan saja, dalam proses
belajar pun minat sangat diperlukan. Minat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal (faktor
jasmani, psikologis dan faktor kelelahan) dan eksternal (tujuan pengajaran, tenaga pendidik yang
mengajar dan metode pengajaran). Bahasa inggris merupakan Mata Kuliah Wajib Umum ( MKWU)
wajib yang harus diambil oleh setiap mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor
Yang Berhubungan Dengan Minat Belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris Pada Mahasiswa program studi
sarjana keperawatan Di Universitas Medika Suherman. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode
analisis deskriptif. Teknik Pengambilan sample menggunakan teknik nonprobability sampling dengan
cara simple random sampling. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 90 orang dan
sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 responden. Analisis dengan uji univariat dan uji bivariate yaitu
uji chi square untuk melihat hubungan antar variable. Hasil penelitian uji chi square didapatkan hasil
minat belajar dengan faktor jasmani p-value 0,001 < 0,05 minat belajar dengan faktor psikologis p-value
0,000 < 0,05 minat belajar dengan faktor kelelahan p-value 0,002<0,05, minat belajar dengan faktor
tujuan pengajaran p-value 0,033 < 0,05 minat belajar dengan faktor tenaga pendidik p-value 0,005<0,05,
minat belajar dengan metode pengajaran p-value 0,014<0,05 yang diartikan H0 ditolak Ha
diterima.Diharapkan penelitian ini dapat memotivasi dan meningkatkan minat belajar agar proses
pembelajaran tidak sia-sia.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Stress adalah suatu keadaan yang dialami manusia ketika ada sebuah ketidaksesuaian antara tuntutan-tuntutan
yang diterima dan kemampuan untuk mengatasinya, sedangkan Motivasi belajar merupakan proses yang
memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku dalam aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan.
Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi sebesar 44
mahasiswa, Teknik pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dan mendapatkan sampel sebanyak
42 responden di Universitas Medika Suherman. Anlisa data yang digunakan adalah univariat dengan
menghutung distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan a
< 0,05.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan motivasi belajar
mahasiswa program studi sarjana keperawatan dengan hasil (p = 0,010 a < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian
ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiwa program
studi sarjana keperawatan. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi
institute Pendidikan, serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa agar dapat mengelola tingkat stress serta
mengetahui jika mengalami stress yang berlebihan akan menyebabkan motivasi dalam belajar yang buruk bagi
prestasi dalam akademik perkuliahan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Motivasi Belajar merupakan kecenderungan psikologis dan dorongan internal yang mengendalikan siswa untuk belajar. Motivasi dapat digerakkan dari faktor eksternal seperti upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik, kondisi lingkungan belajar, sedangkan motivasi faktor internal seperti cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, dan unsur-unsur dinamis dalam belajar. Tujuan penelitian ini untuk meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar dalam pembelajaran daring pada mahasiswa program studi sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Instumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling, dengan populasi 149 dan didapatkan besar sampel 108 responden. Analisis data dilakukan secara secara univariat serta bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan program SPSS. Hasil Uji chi square menunjukkan bahwa nilai p value pada variabel cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar, kondisi lingkungan, upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik adalah (0,019<0,05), (0,018<0,05), (0,001<0,05), (0,013<0,05), (0,000<0,05), (0,045<0,05). Kesimpulan Ada hubungan cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar, kondisi lingkungan, upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik dengan motivasi belajar dalam pembelajaran daring.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stress adalah suatu keadaan yang dialami manusia ketika ada sebuah ketidak sesuaian antara tuntutan-tuntutan yang diterima dan kemampuan untuk mengatasinya, sedangkan Motivasi belajar merupakan proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku dalam aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi sebesar 44 mahasiswa, Teknik pengambilan sampel ini menggunakan total sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 42 responden di Universitas Medika Suherman. Anlisa data yang digunakan adalah univariat dengan menghutung distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiswa program studi sarjana keperawatan dengan hasil ( = 0,010 α 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan motivasi belajar mahasiwa program studi sarjana keperawatan. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institute Pendidikan, serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa agar dapat mengelola tingkat stress serta mengetahui jika mengalami stress yang berlebihan akan menyebabkan motivasi dalam belajar yang buruk bagi prestasi dalam akademik perkuliahan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Motivasi Belajar merupakan kecenderungan psikologis dan dorongan internal yang mengendalikan siswa untuk belajar. Motivasi dapat digerakkan dari faktor eksternal seperti upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik, kondisi lingkungan belajar, sedangkan motivasi faktor internal seperti cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, dan unsur-unsur dinamis dalam belajar. Tujuan : untuk meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar dalam pembelajaran daring pada mahasiswa program studi sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman. Metode : Penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Instumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling, dengan populasi 149 dan didapatkan besar sampel 108 responden. Analisis data dilakukan secara secara univariat serta bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan program SPSS. Hasil: Uji chi square menunjukkan bahwa nilai p value pada variabel cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar, kondisi lingkungan, upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik adalah (0,0190,05), (0,0180,05), (0,0010,05), (0,0130,05), (0,0000,05), (0,0450,05). Kesimpulan : Ada hubungan cita-cita dan aspirasi, kemampuan belajar, kondisi mahasiswa, unsur-unsur dinamis dalam belajar, kondisi lingkungan, upaya pengajar dalam mengajarkan peserta didik dengan motivasi belajar dalam pembelajaran daring.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis progresif yang membutuhkan perawatan jangka panjang
dan membutuhkan edukasi kesehatan tentang pengelolaan DM khususnya tentang latihan fisik DM Tipe 2 sehingga
dapat mencegah komplikasi DM. Tujuan penelitian mengetahui Pengaruh edukasi kesehatan menggunakan video
terhadap pengetahuan tentang latihan fisik pada pasien DM Tipe 2 di RS X Cikarang. Metode penelitian desain
penelitian quasi experimental, pendekatan one group pretest-posttest without control. Jumlah sampel 30 pasien DM
Tipe 2 di RS X Cikarang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisa
univariat mayoritas responden berusia dewasa akhir (36-45 tahun) 12 responden (40%), jenis kelamin laki-laki 23
responden (76,7%), tingkat pendidikan menengah 15 responden (50%), lama menderita <1-5 tahun 25 responden
(83,3%), tidak bekerja 16 responden (53,3%), pengetahuan pretest kurang 24 responden (80%), menjadi pengetahuan
posttest cukup 24 responden (80 %). Hasil analisa bivariat: Uji Paired t-test terdapat perbedaan sebelum dan sesudah
pemberian video pembelajaran tentang latihan fisik pada pasien DM Tipe 2 dengan pvalue 0,000 (pvalue<0,005).
Simpulan: terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pemberian video pembelajaran tentang latihan fisik pada pasien DM
Tipe 2 di RS X Cikarang. Saran bagi pasien DM Tipe 2 dapat meningkatkan pengetahuan mengenai DM dan Latihan
fisik pada pasien DM Tipe 2 sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi pada pasien DM Tipe 2
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pembelajaran pada umumnya merupakan suatu kegiatan yang menuntut untuk terus melakukakan peningkatan dalam segi kualitasnya, baik yang bersifat menyeluruh maupun pada beberapa komponen tertentu saja. Hasil belajar yang memuaskan merupakan akibat suatu proses pembelajaran yang baik, dimana dalam suatu proses pembelajaran terdapat komponen-komponen pembelajaran yang dapat menentukan keberhasilan belajar mahasiswa. Salah satu dari komponen pembelajaran yang menentukan keberhasilan belajar mahasiswa tersebut adalah metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh metode pembelajaran tatap muka dan daring terhadap tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui analisi metode pembelajaran tatap muka dan daring terhadap tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. Suherman tahun 2020.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi pada penelitian ini seluruh mahasiswa S1 keperawaatan IMDS Tahun 2020 sebanyak 126 mahasiswa. Teknik sampel yang digunakan yaitu total Sampling dengan jumlah sampel 126 responden. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikan < α (0,05).
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan metode pembelajaran tatap muka dan daring dengan tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020 dengan nilai ρ-value pada metode pembelajaran tatap muka (0,030) dan p-value metode pembelajaran daring (0,038)
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa :
1. Ada hubungan antara metode pembelajaran tatap muka dengan tingkat keberhasilan belajar pada mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. suherman tahun 2020. (p=0,030 < α 0,05).
2. Ada hubungan antara metode pembelajaran daring dengan tingkat keberhasilan belajar pada mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. suherman tahun 2020. (p=0,038 < α 0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Konsentrasi belajar merupakan kemampuan manusia memusatkan perhatian yang erat kaitannya dengan memori (ingatan). Konsentrasi tentu berperan penting bagi seorang anak untuk mengingat, merekan melanjutkan dan mengembangkan materi pelajaran yang diperoleh di sekolah. Kemampuan untuk mengingat, merekam, dan mengembangkan materi pelajaran yang baik memungkinan anak memperoleh prestasi yang optimal. Dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti melalui wawancara pada mahasiswa keperawatan semester II kepada 10 orang didapatkan hasil bahwa 8 orang kesulitan memulai tidur, 7 orang tiba-tiba terbangun malam hari, 9 orang sering mengantuk pada siang hari, 6 orang kurang puas dengan tidurnya, dan 5 orang merasa letih setelah tidur. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan Kualitas tidur Dengan konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan semester II Institut Medika Drg. Suherman Cikarang 2019.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untukMengidentifikasi hubungan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa S1 keperawatan semester II Institut Medika Drg. SUHERMAN 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah obsevasional kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan secara cross sectional.
Populasi
penelitian ini adalah mahasiswa S1 keperawatan semester dua Institut Medika Drg. Suherman 2019. Dengan jumlah sampel (50 responden). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu dengan cara total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai signifikan (5% = 0,05).
Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa dengan nilai p-value = 0,004 dan OR = 9,164 mahaiswa Strata 1 keperawatan semester II Institut Medika DRG. Suherman Tahun 2019.
Kesimpulan : Ada pengaruh antara gaya belajar dan motivasi belajar dengan indeks prestasi pada mahasiswa/i pendidikan keperawatan angkatan 2018.
Saran : Diharapkan Bagi mahasiswa/i pendidikan keperawatan khususnya angkatan 2018 agar lebih memahami dan mendalami gaya belajarnya sebagai modal atau pintu gerbang dalam menuntut ilmu keperawatan serta mempermudah dalam penyerapan informasi yang di berikan oleh dosen dalam proses pembelajaran baik dalam lingkup akademik maupun praktik klinik agar dapat meningkatkan prestasi belajar dan motivasi belajarnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Salah satu perkembangan paling signifikan dalam penggunaan teknologi informasi di Universitas dalam dekade terakhir adalah integrasi dan penggunaan sistem elearning untuk dapat dilihat sebagai alat mendukung proses pengajaran dan pembelajaran. Elearning adalah konsep yang berasal dari penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk merevisi dan mengubah model dan praktik pembelajaran dan pembelajaran tradisional yang telah berkembang dalam dekade terakhir. Sedangkan untuk metode pembelajaran elearning memiliki pengaruh dalam tingkat keberhasilan belajar mahasiswa karna materi atau teori yang akan di sampaikan oleh dosen tetap di peroleh karna tidak ada keterbatasan waktu, serta lebih giat untuk mengerjakan setiap tugas yang di berikan karna menggunakan sistem yang memiliki pembatasan waktu seperti e-campus, sehingga dalam durasi waktu lebih efesien yang melatih mahasiswa untuk lebih disiplin. Hasil studi pendahuluan di dapatkan dari hasil nilai dapat berhasil jika nilai UTS 67,99 dikatakan berhasil, hasil yang saya dapat pada mahasiswa S1 keperawatan semester VI angkatan 2017 pada saat melakukan pembelajaran elearning terdapat 23 mahasiswa berhasil dan terdapat 2 mahasiswa tidak berhasil. Sehingga peneliti tertarik dalam mengambil penelitian “Analisis Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020”.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020
Metode : Metode yang digunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020 dengan jumlah 121 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 121 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah data sekunder yaitu nilai UTS Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester II (p = 0,015 < α 0,05), S1 Keperawatan semester IV terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,000 < α 0,05) dan tidak ada hubungan pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester VI terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,480 > α 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan pembelajaran e-learning terhadap tingkat keberhasilan belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Medika Drg Suherman
Saran : Diharapkan menciptakan inovasi terkait pembelajaran e-learning dan menciptakan kenyaman pada saat proses pembelajaran e-learning Mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan
kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang
penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di SDN Sukaresmi 06, Cikarang
Selatan, yang dilakukan kepada 12 siswa di dapatkan hasil dari wawancara bahwa
siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat sebanyak 7 orang siswa
sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat sebanyak 5 orang
siswa.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berhubungan dengan motivasi belajar pada siswa kelas VI di SDN Sukaresmi 06
tahun 2019.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan simple random sample sebanyak 70 siswa dilaksanakan di SDN
Sukaresmi 06. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa
dengan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian sebagian besar menunjukan siswa motivasi rendah
sebanyak (52.9%), siswa dengan motivasi tinggi ada sebanyak (47,1%). pengaruh
dukungan keluarga rata-rata sebanyak (50%), pengaruh teman sebaya tidak ada
pengaruh sebanyak (54.3%), pengaruh teknologi rata-rata sebanyak (50%), dan
pengaruh dari karakteristik responden (jenis kelamin) rata-rata sebanyak (50%).
Hasil analisa ada hubungan motivasi belajar dengan dukungan keluarga, ada
hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teknologi dan ada hubungan motivasi
belajar dengan pengaruh teman sebaya.
Saran : Diharapkan agar siswa mampu dapat meningkatkan motivasi belajarnya
untuk prestasi belajar masa depan dan diharapkan agar dari berbagai faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar siswa baik dari dukungan keluarga, pengaruh
teman sebaya dan pengaruh teknologi mampu menjadi acuan siswa dalam
menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Praktik klinik merupakan salah satu bagian dari program
akademik di fakultas keperawatan yang berguna untuk mengembangkan
keterampilan, sikap, nilai-nilai dan kemampuan sesuai dengan standar kompetensi
nasional untuk perawat . Dalam menjalani praktik klinik, tentu perlu adanya motivasi
dalam diri mahasiswa. Motivasi sangat erat hubungannya dengan proses
pembelajaran karena motivasi merupakan kondisi-kondisi yang mengaktifkan atau
memberi dorongan dengan mencapai tujuan belajar. Berdasarkan hasil survei awal
yang dilakukan peneliti melalui hasil wawancara kepada 10 mahasiswa/i semester IV
dan VI diperoleh informasi bahwa kurangnya motivasi belajar mahasiswa/i
dikarenakan belajar di lingkungan praktik klinik kurang kondusif, kurangnya
dorongan dalam diri sendiri karena awalnya tidak ada minat menjadi mahasiswa
keperawatan, CI klinik yang kurang ramah, terlalu banyak tugas laporan yang harus
dikerjakan, sehingga menimbulkan kejenuhan pada mahasiswa. Faktor ini tidak
terlepas dari peran seorang CI akademik (dosen) dan CI lapangan.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan motivasi belajar mahasiswa/i program studi S1 keperawatan dalam menjalani
praktik klinik keperawatan Di Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif
dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh mahasiswa program studi S1 Keperawatan reguler semester IV dan VI,
1
Tahun Ajaran 2018/2019 di Institut Medika Drg. Suherman yang pernah menjalani
praktik klinik keperawatan sebanyak 50 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak
74 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan
dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah
analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki
pengaruh secara bermakna dengan motivasi belajar. Variabel yang mempengaruhi
adalah cita-cita dan aspirasi (p = 0,003 < α = 0,05), kondisi lingkungan belajar (p =
0,007 < α = 0,05), upaya pengajar (p = 0,004 < α = 0,05). Terdapat hubungan
signifikan antara cita-cita dan aspirasi, kondisi lingkungan, dan upaya pengajar
dengan motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Keperawatan dalam menjalani
praktik klinik keperawatan.
Kesimpulan : Ada hubungan antara cita-cita dan aspirasi, kondisi lingkungan, dan
upaya pengajar dengan motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Keperawatan
dalam menjalani praktik klinik keperawatan di Institut Medika Drg. Suherman tahun
2019.
Saran : Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi
institusi pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi
mahasiswa untuk lebih meningkatkan motivasi belajar dalam menjalani praktik
klinik keperawatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu gaya belajar dan motivasi belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian Cross Sectional. Sampel yang diambil sebanyak 74 responden dengan menggunakan rumus total sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner dan lembar hasil belajar yang diambil dari BAAK. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan indeks prestasi pada mahasiswa/i pendidikan keperawatan angkatan 2018. Variabel yang mempengaruhi adalah karakteristik gaya belajar (P value=0,012), dan motivasi belajar (P Value=0,004). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan karakteristik di dapatkan bahwa yang paling berhubungan terhadap indeks prestasi serta dari kedua variabel tersebut di dapatkan bahwa yang paling berhubungan terhadap indeks prestasi adalah motivasi belajar yang rendah. Penelitian ini diharapkan mahasiswa/i dapat meningkatkan motivasi belajarnya untuk meningkatkan hasil prestasi belajarnya secara optimal serta dosen/pendidik menyesuaikan metode pembelajaran baik di lingkungan akademik maupun non akademik terhadap gaya belajar mahasiswa/i pendidikan keperawatan.