BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kabupaten Bekasi, dan sebagian pasien memerlukan terapi insulin untuk mencapai kendali glikemik optimal. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan insulin, capaian target glikemik (HbA1c), serta hubungan antara keduanya pada 53 pasien diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Bekasi yang dipilih secara purposive sampling selama Juni–Juli 2026, menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,652) serta data HbA1c dari rekam medis, dianalisis secara univariat dan bivariat yaitu uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan sebagian besar berada pada kategori sedang (51,9%), rendah (32,7%), dan tinggi (15,4%), sementara HbA1c terkontrol (<7%) hanya dicapai 9,4% responden. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan insulin dan capaian HbA1c (p = 0,001; rs = -0,432), sehingga diperlukan intervensi edukasi dan pemantauan kepatuhan berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Prestasi akademik pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kebiasaan sarapan dan kadar hemoglobin (Hb). Sarapan berperan sebagai sumber energi utama bagi otak sehingga mendukung konsentrasi dan kemampuan belajar, sedangkan kadar Hb yang rendah dapat mengurangi suplai oksigen ke otak dan berpotensi mengganggu fungsi kognitif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dan kadar hemoglobin (Hb) dengan prestasi akademik pada siswi di SMAN 3 Cikarang Utara. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 247 siswi kelas XI SMAN 3 Cikarang Utara, dengan sampel sebanyak 71 responden yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mengenai kebiasaan sarapan, pengukuran kadar Hb menggunakan alat Easy Touch GCHb, pengukuran status gizi berdasarkan IMT/U, serta pengambilan data prestasi akademik berdasarkan peringkat kelas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Mayoritas responden berusia 17 tahun (62,0%), memiliki status gizi baik (66,2%), dan orang tua berpendidikan terakhir SMA (73,2%). Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan ≥4x/minggu (62,0%), kadar Hb normal (≥12 g/dl) 87,3%, dan yang belum kategori prestasi akademik (54,9%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi akademik (p=0,011; OR=73,4%;95%CI=0,093–0,758). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan prestasi akademik (p=0,140; OR=69,5%;95% CI=0,059–1,585). Kesimpulan: Kebiasaan sarapan berhubungan dengan prestasi akademik pada siswi SMAN 3 Cikarang Utara, sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kadar Hb dan prestasi akademik pada sampel penelitian. Saran: Sekolah diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya sarapan bergizi seimbang serta bekerja sama dengan puskesmas dalam pelaksanaan pemeriksaan kadar hemoglobin secara berkala sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kekurangan zat besi ialah penyakit yang dapat menyebabkan anemia selama kehamilan. Hal ini diketahui sebagai risiko yang mungkin terjadi pada ibu dan anak, sehingga semua pihak yang terlibat dalam pemberian layanan kesehatan harus mempertimbangkannya dengan saksama. Penelitian di TPMB Yanti Susanti, S.Keb, ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana sari kurma kelapa memengaruhi kenaikan takaran hemoglobin pada ibu yang hamil.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini memakai pendekatan Quasy Experiment. Tempat penelitian ini di PMB Yanti Susanti, S.Keb Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Instrument yang digunakan ialah formulir identitas responden, lembar informed concent, alat pengukuran kadar hemoglobin yakni family Dr, timbangan untuk mengukur berat kurma, dan lembar observasi hasil pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus kurma kelapa. Sampel berjumlah 35 orang ibu hamil trimester 1, 2, dan 3 dengan memakai teknik Non Probability Sampling.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwasanya terdapat pengaruh jus kurma kelapa terhadap kadar Hb ibu hamil, dengan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05) yang artinya jus kurma kelapa dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwasanya terdapat pengaruh penyuguhan jus kurma kelapa terhadap peningkatan takaran hemoglobin pada ibu yang hamil.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Penggunaan Obat Antidiabetes Tipe II Pada Pasien Rawat Jalan Di Rs Sentra Medika Periode Januari-Februari 2023. Cara pengambilan data pada penelitian ini dengan melihat dan mencatat pola peresep diabetes tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS Sentra Medika Cibinong periode Januari-Februari 2023. Hasil Penelitian perempuan merupakan yang paling banyak mengalami diabetes daripada Perempuan yakni 37 orang (53%), laki-laki 33 orang (47%). Terapi pengobatan HbA1C <7,5% terdiri dari 32% monoterapi, 47% 2 kombinasi, 21% 3 kombinasi. HbA1C >7,5% terdiri dari 24% monoterapi, 56% 2 kombinasi, 20% 3 kombinasi. HbA1C >9% terdiri dari 23% monoterapi, 60% 2 kombinasi, 18% 3 kombinasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Remaja putri sering mengalami gangguan menstruasi, yang umumnya sering terjadi ialah siklus menstruasi yang tidak normal. Data Riskesdas (2018) menyatakan sebanyak 13,7% mengalami masalah mesntruasi. Dampak dari tidak teraturnya siklus menstruasi ialah tidak normalnya kadar HB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kadar HB pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Metode Penelitian: deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2023. Populasi pada penelitian ini seluruh siswi SMK Sentra Medika dengan jumlah sampel sebanyak 91 siswi. Uji analisis menggunakan uji chi square dengan instrument kuesioner dan test kadar HB. Hasil Penelitian: mayoritas siswi memiliki siklus menstruasi normal sejumlah 46 siswi (50,5%), Siswi dengan kadar hemoglobin normal sebanyak 51 siswi (56,0%). Uji analisis chi-square menunjukan nilai p-value
0,00 (<0,05) artinya terdapat hubungan siklus menstruasi dengan kadar HB pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Kesimpulan: Adanya Hubungan siklus menstruasi dengan kadar HB pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Saran : diharapkan dapat menjadi referensi materi mengenai siklus menstruasi dan kadar hemoglobin bagi siswi, peneliti ataupun pembaca lainnya, Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang telah ada.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 PHBS rumah tangga di Kabupaten Bekasi paling rendah yaitu pada Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara yaitu hanya 10,98%. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan, Pendidikan, sikap dan motivasi dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 113 kader kesehatan dan jumlah sampel sebanyak 66 kader dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kader memiliki peran yang aktif (60,6%), berpengatahuan tinggi (60,6%), memiliki sikap yang positif (54,5%), dan bermotivasi tinggi (54,5%). Ada hubungan pengetahuan (P=0,018), pendidikan (P=0,000), sikap (P=0,018), dan motivasi (P=0.000) dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih dari separuh kader kesehatan memiliki peran yang aktif. Lebih dari separuh kader kesehatan memiliki pengetahuan, pendidikan dan motivasi yang tinggi dan lebih dari separuh kader kesehatan juga memiliki sikap yang positif. Disarankan kepada puskesmas untuk selalu memperhatikan kualitas, memberikan penghargaan, melakukan evaluasi bagi kader kesehatan dan tokoh masyarakat diharapkan lebih giat serta meningkatkan koordinasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh terlalu rendah. Sebagian besar perempuan mengalami anemia selama kehamilan, anemia tersebut yakni anemia defisiensi besi. Berdasarkan data Kabupaten Bekasi tahun 2016, terdapat 10% dari 768.324 ibu hamil yang mengalami prevalensi anemia dan Puskesmas Cikarang yang paling banyak mengalami masalah tersebut dari 44 puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi. Data Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa prevalensi anemia di Puskesmas Cikarang sebesar 37,3% dengan jumlah keseluruhan ibu hamil sebanyak 472 ibu hamil. Salah satu makanan yang mengandung zat besi serta bermanfaat untuk ibu hamil adalah buah naga (Hylocereus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah naga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil, mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan buah naga, serta mengetahui hubungan jumlah buah naga yang diberikan terhadap kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Pemberian buah naga pada ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi di trimester I, II, dan III dengan pemberian buah naga 200 gram untuk kadar hemoglobin 10.0 s/d 10.9 gr/dL dan 300 gram untuk kadar hemoglobin 9.0 s/d 9.9 gr/dL yang diberikan 2 kali dalam seminggu selama 1 bulan terhadap 30 responden di PMB Yanti Susanti, Amd.Keb., Desa Karang Rahayu, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menghasilkan data perbedaan kadar Hb dari sebelum diberikan buah naga (Pre Tes) dengan sesudah diberikan buah naga (Pasca Tes), Ibu hamil trimester I mengalami penurunan kadar Hb, sedangkan ibu hamil trimester II dan III mengalami kenaikan kadar Hb. Nilai p = 0,623 pada ibu hamil trimester I, nilai p = 0,011 pada ibu hamil trimester II, dan nilai p = 0,008 pada ibu hamil trimester III. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari alat dan bahan yaitu Hemoglobin Test Meter Digital, Strip Hemoglobin, Alcohol Swab, Timbangan Digital, Lembar Observasi, dan Buah Naga Merah. Buah naga dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, terutama untuk ibu hamil trimester II dan trimester III karena memiliki p-value < 0,05 dan pemberian buah naga 300 gram lebih besar pengaruhnya dalam meningkatkan kadar Hb dibandingkan buah naga 200 gram. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan lebih memastikan kondisi responden sebelum dan saat proses pemberian buah naga dilakukan, serta memastikan secara langsung dalam pemberian buah naga terhadap responden.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh terlalu rendah. Sebagian besar perempuan mengalami anemia selama kehamilan, anemia tersebut yakni anemia defisiensi besi. Berdasarkan data Kabupaten Bekasi tahun 2016, terdapat 10% dari 768.324 ibu hamil yang mengalami prevalensi anemia dan Puskesmas Cikarang yang paling banyak mengalami masalah tersebut dari 44 puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi. Data Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa prevalensi anemia di Puskesmas Cikarang sebesar 37,3% dengan jumlah keseluruhan ibu hamil sebanyak 472 ibu hamil. Salah satu makanan yang mengandung zat besi serta bermanfaat untuk ibu hamil adalah buah naga (Hylocereus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah naga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil, mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan buah naga, serta mengetahui hubungan jumlah buah naga yang diberikan terhadap kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Pemberian buah naga pada ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi di trimester I, II, dan III dengan pemberian buah naga 200 gram untuk kadar hemoglobin 10.0 s/d 10.9 gr/dL dan 300 gram untuk kadar hemoglobin 9.0 s/d 9.9 gr/dL yang diberikan 2 kali dalam seminggu selama 1 bulan terhadap 30 responden di PMB Yanti Susanti, Amd.Keb., Desa Karang Rahayu, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menghasilkan data perbedaan kadar Hb dari sebelum diberikan buah naga (Pre Tes) dengan sesudah diberikan buah naga (Pasca Tes), Ibu hamil trimester I mengalami penurunan kadar Hb, sedangkan ibu hamil trimester II dan III mengalami kenaikan kadar Hb. Nilai p = 0,623 pada ibu hamil trimester I, nilai p = 0,011 pada ibu hamil trimester II, dan nilai p = 0,008 pada ibu hamil trimester III. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari alat dan bahan yaitu Hemoglobin Test Meter Digital, Strip Hemoglobin, Alcohol Swab, Timbangan Digital, Lembar Observasi, dan Buah Naga Merah. Buah naga dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, terutama untuk ibu hamil trimester II dan trimester III karena memiliki p-value 0,05 dan pemberian buah naga 300 gram lebih besar pengaruhnya dalam meningkatkan kadar Hb dibandingkan buah naga 200 gram. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan lebih memastikan kondisi responden sebelum dan saat proses pemberian buah naga dilakukan, serta memastikan secara langsung dalam pemberian buah naga terhadap responden.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Prevalensi anemia pada rentang usia 15-24 tahun berdasarkan Riskesdas tahun 2018 adalah 32%.Pendistribusian tablet Fe di Kabupaten Subang sudah mencapai 95%, yang didistribusikan langsung ke 40 Puskesmas wilayah Kabupaten Subang.Manfaat pemberian tablet Fe secara gratis untuk pencegahan anemia defisiensi zat besi sering dihambat oleh faktor internal maupun eksternal.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan,sikap,kadarHb,dukungan Sekolah,monev dari Nakes kelas VIII di SMP Assalafiyah.Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 53 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner serta melakukan pemeriksaan kadar Hb.Analisis data menggunakan uji chi-square dengan hasil menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan konsumsi tablet Fe didapatkan p value (0,000<0,05), ada hubungan dukungan Sekolah dengan konsumsi tablet Fe didapatkan hasil p value (0,020<0,05), Kadar Hb ada hubungan dengan konsumsi tablet Fe didapatkan hasil p value (0,047<0,05),sikap ada hubungan dengan konsumsi tablet Fe didapatkan hasil (0,000<0,05),Monev dari Nakes ada hubungan dengan konsumsi tablet Fe didapatkan hasil p value (0,021<0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Perdarahan postpartum didefinisikan sebagai kehilangan darah sebanyak 500 mL atau lebih setelah
melahirkan janin dan plasenta ( pada akhir kala 3) untuk persalinan pervaginam dan 1000 mL atau lebih untuk
persalinan sesar. Jumlah Kematian Ibu Menurut Penyebabnya Tahun 2019 di Indonesia pada perdarahan
sebanyak 1.280 kasus, Hipertensi dalam kehamilan 1.066 kasus, Infeksi sebanyak 207 kasus, gangguan system
peredaran darah 200 kasus, gangguan metabolic 157 kasus, dan lain –lain 1.311 kasus. Sedangkan pada Provinsi
Jawa Barat perdarahan 226 kasus, hipertensi dalam kehamilan 218 kasus, infeksi 23 kasus, gangguan sistem
peredaran darah 65 kasus, gangguan metabolik 12 kasus lain-lain 140 kasus..Untuk mengetahui Hubungan
Paritas, Kadar HB dan Kelengkapan Konsumsi Tablet Fe selama kehamilanidengan kejadian Perdarahan
Postpartum di Puskesmas Tenjo Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, desain penelitian dengan pendekatan Case
Control. Sampel yang digunakan yaitu dengan Total Sampling, dengan Jumlah Sampel sebanyak 80 ibu bersalin.
variabel dependen penelitian ini yaitu kejadian pendarahan post partum, variabel independen penelitian ini yaitu
yaitu paritas, kadar Hb, dan kelengkapan konsumsi tablet Fe. waktu penelitian sejak September - Desember
2021. Lokasi penelitian di Puskesmas Tenjo. analisis data menggunakan Univariat dan Bivariat, uji statistik
menggunakan Chi Square.
Hasil data Univariat yaitu data sebanyak 40 orang (50%) responden mengalami pendarahan post partum,
dam 40 orang (50%) responden tidak mengalami pendarahan post partum. Analisis statistik chi square test ada
hubungan yang signifikan paritas dengan perdarahan postpartum dengan nilai (p value 0.001) OR 5.74, kadar HB
dengan perdarahan postpartum dengan nilai (p value 0.007) OR 3.889, sedangkan variabel yang tidak
berhubungan yaitu kelengkapan konsumsi Tablet Fe selama Kehamilan dengan perdarahan postpartum dengan
nilai p value 0.453.
Saran peneliti untuk ibu yang paritas tinggi lebih hati – hati untuk merencanakan kehamilan selanjutnya
dengan cara bersalin di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap , merecanakan kb jangka panjang.untuk tenaga
kesahatan mengedukasi ibu hamil untuk lebih rutin mengkonsumsi tablet Fe agar menghindari terjadinya
perdarahan postpartum.