Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

1.876 karya publik ditemukan.

2026: 1692025: 1672024: 2742023: 5102022: 1482021: 3172020: 782019: 154

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Aromaterapi Roll-On Kombinasi Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale) dan Cendana (Santalum album L.)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dispepsia yang disertai gejala mual merupakan gangguan pencernaan dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis berbahan alami untuk membantu meredakannya. Minyak atsiri jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antiemetik, sedangkan minyak atsiri cendana (Santalum album L.) berpotensi memberikan efek relaksasi dan antidepresan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi kedua minyak atsiri tersebut ke dalam sediaan aromaterapi roll-on serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan pada tiga formula dengan total konsentrasi minyak atsiri 30%, yaitu Formula I (20%:10%), Formula II (15%:15%), dan Formula III (10%:20%) minyak jahe : minyak cendana. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, bobot jenis, volume terpindahkan, iritasi, dan hedonik terhadap 30 responden, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil menunjukkan seluruh formula homogen, berwarna kuning pucat, memiliki pH 5, daya sebar 5,433-5,500 cm, bobot jenis 0,925-0,935 g/ml, dan volume terpindahkan 9,730-9,750 ml yang memenuhi persyaratan serta tidak menimbulkan iritasi, namun nilai viskositas 1,231-1,950 cps belum memenuhi persyaratan 2,3-6,0 cps. Uji hedonik menunjukkan variasi konsentrasi memengaruhi tingkat kesukaan pada parameter tekstur (p=0,015) dan bau (p=0,029), dengan Formula III memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Kombinasi minyak atsiri jahe dan cendana dapat diformulasikan menjadi sediaan aromaterapi roll-on dengan karakteristik fisik yang cukup baik, dan Formula III berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan aromaterapi untuk membantu meredakan mual.

Pengaruh Kualitas Sarana Prasarana dan Pelayanan Kefarmasian Terhadap Loyalitas Pelanggan di Apotek Sehati Jababeka

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam menjaga loyalitas pelanggan melalui kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian yang diberikan. Persaingan antarapotek yang semakin ketat menuntut pengelola apotek untuk memperhatikan kedua aspek tersebut secara bersamaan agar mampu mempertahankan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian, baik secara parsial maupun simultan, terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji asumsi klasik berupa normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sarana prasarana secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,090), sedangkan pelayanan kefarmasian berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,000). Secara simultan, kualitas sarana prasarana dan pelayanan kefarmasian berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 36,7% (R² = 0,367), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan sarana prasarana dalam membentuk loyalitas pelanggan di Apotek Sehati Jababeka. Apotek disarankan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian sebagai strategi utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, tanpa mengabaikan pemeliharaan sarana prasarana sebagai faktor pendukung.

Analisis Tren Penjualan dan Faktor-faktor Pemilihan Antihistamin Generai Pertama dan Generasi Kedua pada Konsumen di Apotek Haka Farma

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga penggunaan antihistamin terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penjualan antihistamin generasi pertama dan generasi kedua serta hubungan faktor harga, efektivitas, efek samping, rekomendasi dokter atau apoteker dan ketersediaan obat dengan pemilihan antihistamin di Apotek Haka Farma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 konsumen yang membeli antihistamin di Apotek Haka Farma periode 18 Juni – 7 Juli 2026. Data dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan antihistamin generasi kedua lebih tinggi dibandingkan generasi pertama, yaitu 59 strip (71,1%) dan 24 strip (28,9%). Cetirizine merupakan antihistamin yang paling banyak terjual sebanyak 32 strip. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin (p = 0,001), sedangkan faktor harga, efektivitas, rekomendasi dokter atau apoteker, dan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Fisher's Exact Test digunakan pada variabel yang tidak memenuhi asumsi uji Chi-Square. Kesimpulannya, antihistamin generasi kedua lebih banyak dipilih dibandingkan generasi pertama, dan hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin.

Hubungan Karakteristik Pasien dengan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Keberhasilan pengobatan hipertensi sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menggunakan obat antihipertensi secara teratur. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih menjadi tantangan karena dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedungwaringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 149 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, memiliki rata-rata usia n52,47 tahun, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p = 0,006) dan tingkat pendidikan (p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin (p = 0,529) dan pekerjaan (p = 0,584) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa usia dan tingkat pendidikan merupakan karakteristik pasien yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, sedangkan jenis kelamin dan pekerjaan tidak berhubungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi edukasi dan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di pelayanan kesehatan primer.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien di Apotek Kaffah Farma

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang masih tinggi di dunia dan Indonesia, tingkat pengetahuan diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 55 pasien hipertensi yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HK-LS dan MMAS-8, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (47,3%), namun kepatuhan penggunaan obat antihipertensi masih rendah (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi (p = 0,551). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Apotek Kaffah Farma. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, akses layanan kesehatan, serta motivasi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Hubungan Karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kefarmasian. Tingkat Kepuasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk karakteristik pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Hubungan karakteristik Pasien Rawat Jalan Terhadap Tingkat Kepuasan Pada Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 94 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagaian besar responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SD dan SMA, berusia 30-39, bekerja sebagai Ibu Rumah tangga dan merupakan menggunakan layanan PBI dengan frekuensi kunjungan 1 kali. Hasil Uji Chi Square menunjukkan bahwa umur yang memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat kepuasan, (P-Value 0,03) sedangkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian menunjukan dapat disimpulkan bahwa usia merupakan satu-satunya karakteristik pasien yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepuasan pada pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Sementara itu, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dengan memperhatikan kebutuhan pasien pada berbagai kelompok usia.

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 96% Kulit Pisang Raja (Musa x paradisiaca L.) Terhadap Histopatologi Paru Mencit Putih (Mus Musculus) yang dipapar dengan Asap Rokok

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Paparan asap rokok memicu produksi radikal bebas berlebih yang menimbulkan stres oksidatif dan kerusakan jaringan paru, sejalan dengan tingginya insiden kanker paru di Indonesia menurut data World Cancer Research Fund. Kulit pisang raja (Musa × paradisiaca L.), yang selama ini hanya menjadi limbah organik, dilaporkan mengandung senyawa bioaktif antioksidan seperti flavonoid, tanin, dan saponin dengan aktivitas antioksidan kuat sebagaimana ditunjukkan pada kajian terdahulu terhadap ekstrak etanol kulit pisang raja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 96% kulit pisang raja terhadap gambaran histopatologi paru mencit putih (Mus musculus) yang dipapar asap rokok pada tiga variasi dosis, yaitu 42, 63, dan 84 mg/kg bb. Penelitian bersifat eksperimental in vivo menggunakan mencit jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (vitamin C), dan tiga kelompok perlakuan dosis, dengan parameter histopatologi berupa hemoragi, infiltrasi sel radang, dan penebalan septa alveoli. Ekstrak diperoleh melalui maserasi dengan rendemen 14,67% serta telah memenuhi sebagian besar parameter standarisasi, dan skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil skoring histopatologi menunjukkan skor kerusakan paru pada kelompok perlakuan (rata-rata 1,0-1,7) secara konsisten lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol negatif (2,3), dengan pola dose-response yang jelas, di mana dosis 84 mg/kg bb memberikan efek protektif paling optimal (skor rata-rata 1,0) dan mendekati kelompok kontrol positif (0,5). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit pisang raja memiliki efek protektif terhadap kerusakan histopatologi paru mencit akibat paparan asap rokok secara dose-dependent, dengan dosis 84 mg/kg bb sebagai dosis paling optimal.

Analsisi Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Terhadap Persepsi dan Preferensi Pemilihan Obat Generik dan Obat Generik Bermerek di Apotek Altha Farma

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Obat generik sering dianggap kurang berkualitas dibandingkan obat generik bermerek meskipun keduanya memiliki kandungan zat aktif yang sama, sehingga pengetahuan pasien turut memengaruhi persepsi dan preferensi dalam pemilihan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien terhadap persepsi dan preferensi pemilihan obat generik dan obat generik bermerek di Apotek Altha Farma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (46%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, sedangkan sebagian besar responden (74%) memiliki persepsi positif terhadap obat generik. Preferensi responden relatif seimbang antara obat generik (42%) dan obat generik bermerek (41%), dengan 17% memilih kombinasi keduanya. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan persepsi (p=0,181) maupun antara tingkat pengetahuan dengan preferensi pemilihan obat (p=0,130). Dapat disimpulkan bahwa persepsi dan preferensi pasien terhadap obat generik lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman, harga, dan peran tenaga kefarmasian dibandingkan tingkat pengetahuan semata.

Analisis Metabolit Sekunder Senyawa Nutrasetikal Gandaria (Bouea macrophylla) Fermentasi Kombucha Menggunakan Analisis Liquid Chromatohraphy-Mass Spectrometry

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gandaria (Bouea macrophylla) merupakan buah lokal Indonesia yang kaya senyawa bioaktif, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan nutrasetikal fermentasi masih terbatas sehingga diperlukan pemetaan metabolit untuk mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dalam gandaria fermentasi kombucha menggunakan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS), menentukan golongan senyawa yang berpotensi sebagai komponen nutrasetikal, serta menjawab senyawa apa saja yang terbentuk dan aktivitas biologis apa yang mungkin dimilikinya. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Buah gandaria dideterminasi, diolah menjadi sari buah, kemudian difermentasi menggunakan gula, starter kombucha, dan SCOBY selama tujuh hari. Sampel disentrifugasi, difiltrasi, diencerkan, lalu dianalisis menggunakan LC-MS dengan kolom C18. Data berupa waktu retensi, massa terhadap muatan, dan luas area puncak dicocokkan dengan basis data NIST serta divisualisasikan menggunakan Cytoscape. Hasil penelitian memperoleh 14 kandidat senyawa yang teridentifikasi secara tentatif. Lima senyawa paling berpotensi sebagai komponen nutrasetikal ialah isoliquiritigenin, Safflor yellow A, fargesin, procyanidin B1, dan (+)-carvone, yang mewakili golongan kalkon atau flavonoid, polifenol, lignan, proantosianidin, dan monoterpen serta berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Fargesin menunjukkan respons ion relatif terbesar, yaitu sekitar 60,22%, sehingga berpotensi menjadi penanda kimia. Beberapa kandidat lain diduga merupakan metabolit primer, kontaminan preparasi, atau senyawa yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi kombucha gandaria menghasilkan profil metabolit beragam dan memberikan dasar ilmiah awal bagi pengembangan nutrasetikal lokal. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan konfirmasi MS/MS dengan standar autentik, menyediakan blanko, membandingkan sampel sebelum dan sesudah fermentasi, serta menguji aktivitas biologis dan keamanan secara langsung.

Pengaruh Nutrasetikal Gandaria Fermentasi Kombucha Terhadap Nilai Limfosit-T Menggunakan Metode Flow Cytrometry

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sistem imun adaptif berperan penting dalam mempertahankan tubuh melalui aktivitas limfosit T CD4+ dan CD8+, serta keseimbangan keduanya yang tercermin pada rasio CD4+/CD8+. Gandaria (Bouea macrophylla) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan imunomodulator, sedangkan fermentasi kombucha diperkirakan dapat meningkatkan ketersediaan biologis senyawa tersebut. Namun, informasi mengenai pengaruh gandaria fermentasi kombucha terhadap profil limfosit T masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi produk fermentasi serta mengetahui pengaruh pemberian nutrasetikal gandaria fermentasi kombucha terhadap persentase limfosit T CD4+, CD8+, dan rasio CD4+/CD8+ pada mencit. Penelitian kuantitatif eksperimental in vivo ini menggunakan desain post-test only control group. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur BALB/c berumur 6–8 minggu dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif akuades, kontrol positif Stimuno® 0,08 mL/20 g BB, serta kelompok perlakuan gandaria fermentasi kombucha dosis 0,36; 0,55; dan 0,73 mL/20 g BB yang diberikan secara oral selama 14 hari. Profil limfosit T diperiksa menggunakan antibodi anti-CD4 dan anti-CD8 dengan metode flow cytometry, kemudian dianalisis secara deskriptif. Fermentasi selama 14 hari menurunkan pH dari 4,0 menjadi 3,0. Dosis 0,73 mL/20 g BB menghasilkan persentase CD4+ dan CD8+ tertinggi, masing-masing sebesar 21,82% dan 7,76%, dengan rasio CD4+/CD8+ sebesar 2,81. Namun, respons antardosis tidak menunjukkan pola linear dan perbedaannya belum dapat dibuktikan secara statistik karena data pemeriksaan belum tersedia secara individual. Penelitian ini menunjukkan bahwa gandaria fermentasi kombucha dosis 0,73 mL/20 g BB memiliki potensi paling besar dalam memengaruhi profil limfosit T secara deskriptif dan dapat dikembangkan sebagai kandidat nutrasetikal imunomodulator berbasis bahan alam. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan sampel yang lebih besar, data individual, analisis statistik inferensial, rentang dosis yang lebih luas, serta pemeriksaan parameter imunologi, senyawa bioaktif, dan keamanan produk secara lebih lengkap.

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 96% Kulit Pisang Raja (Musa x paradisiaca L.) dengan Metode DPPH dan ABTS

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kulit pisang raja (Musa x paradisiaca L.) merupakan limbah pertanian yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik ekstrak etanol 96% kulit pisang raja serta aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH dan ABTS, dan membandingkan nilai IC50 yang diperoleh dari kedua metode. Simplisia diperoleh melalui liofilisasi, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak memiliki rendemen 14,67%, berbentuk kental, berwarna hijau kecoklatan, berbau khas, dan mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan steroid tidak terdeteksi. Parameter mutu ekstrak memenuhi persyaratan kadar sari larut etanol (60%) dan kadar abu (1,5%), namun susut pengeringan (48%) tidak memenuhi persyaratan. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan nilai Rf ekstrak yang mendekati standar kuersetin. Nilai IC50 metode DPPH sebesar 58,522±0,016 ppm dan metode ABTS sebesar 59,300±0,169 ppm, keduanya termasuk kategori antioksidan kuat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode (p=0,109). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit pisang raja memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan hasil pengukuran yang sebanding antara metode DPPH dan ABTS.

Analisis Pengaruh Fermentasi Kombucha Gandaria Sebagai Nutrasetikal Terhadap Respons Imun Menggunakan Metode In Vivo dan In Silico

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gandaria (Bouea macrophylla) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai nutrasetikal imunomodulator, tetapi bukti mengenai efek fermentasi kombucha gandaria terhadap respons imun dan profil farmakokinetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nutrasetikal fermentasi kombucha gandaria terhadap kadar serum imunoglobulin G (IgG) serta memprediksi profil ADMET senyawa bioaktifnya. Penelitian kuantitatif eksperimental ini mengombinasikan pendekatan in vivo dan in silico. Mencit jantan galur Balb/c dibagi menjadi kelompok kontrol negatif, kontrol positif Stimuno®, serta kelompok perlakuan dosis 0,36; 0,55; dan 0,73 mL/20 gBB selama 14 hari. Kadar IgG diukur menggunakan ELISA Reader, sedangkan senyawa hasil LC-MS dianalisis menggunakan PubChem, pkCSM, dan Lipinski Rule of Five. Hasil LC-MS mendeteksi 15 senyawa secara tentatif. Isoliquiritigenin, fargesin, dan (+)-carvone memenuhi seluruh kriteria Lipinski serta diprediksi tidak hepatotoksik. Rerata kadar IgG kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dosis 0,36, 0,55, dan 0,73 mL/20 gBB berturut-turut sebesar 17,58; 30,75; 17,81; 25,05; dan 25,27 ng/mL. Kombucha gandaria menunjukkan kecenderungan meningkatkan IgG pada dosis sedang dan tinggi, meskipun belum setara Stimuno®. Penelitian lanjutan diperlukan untuk konfirmasi senyawa, pengujian toksisitas, bioaktivitas, dan parameter imun lainnya. Temuan ini memberikan dasar awal bagi pemanfaatan buah lokal Indonesia sebagai minuman fungsional berbasis fermentasi yang berpotensi mendukung respons imun humoral secara aman, terstandar, dan berkelanjutan.

Prediksi Target dan Farmakokinetik Senyawa Nutrasetikal Gandaria Fermentasi Kombucha Menggunakan Swisstargetprediction dan Swissadme

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gandaria (Bouea macrophylla) merupakan buah yang kaya senyawa bioaktif dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber nutrasetikal melalui fermentasi kombucha. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil farmakodinamik dan farmakokinetik senyawa gandaria fermentasi kombucha menggunakan SwissTargetPrediction dan SwissADME. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental deskriptif-eksploratif melalui analisis laboratorium dan pendekatan in silico. Sampel gandaria difermentasi menggunakan SCOBY, kemudian senyawanya diidentifikasi secara tentatif dengan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS). Struktur senyawa dalam format SMILES diperoleh dari PubChem, lalu dianalisis menggunakan SwissTargetPrediction untuk memprediksi target protein, kelas target, probabilitas interaksi, dan jalur biologis. Profil fisikokimia, absorpsi, distribusi, metabolisme, bioavailabilitas, PAINS, dan drug-likeness dianalisis menggunakan SwissADME serta aturan Lipinski. Hasil penelitian mengidentifikasi 15 kandidat senyawa dengan mekanisme multisenyawa dan multitarget pada probabilitas 0,002–1,00. Kandidat nutrasetikal utama meliputi isoliquiritigenin, fargesin, procyanidin B1, dan 8-HETE. Procyanidin B1 diprediksi berinteraksi dengan matrix metalloproteinase-9, sedangkan 8-HETE berinteraksi dengan arachidonate 5-lipoxygenase dengan probabilitas 0,90. Isoliquiritigenin, fargesin, dan (+)-carvone menunjukkan absorpsi gastrointestinal tinggi, mampu menembus sawar darah otak, tidak memiliki peringatan PAINS, memiliki bioavailability score 0,55, serta memenuhi aturan Lipinski. Senyawa 8-HETE memiliki bioavailability score tertinggi, yaitu 0,85, tetapi nilai WLogP 5,19 sedikit melebihi batas Lipinski. Safflor yellow A dan procyanidin B1 menunjukkan absorpsi rendah dan tidak memenuhi aturan Lipinski. Data metabolisme CYP3A4 dan CYP2D6 belum tersedia lengkap. Isoliquiritigenin memiliki profil paling seimbang. Penelitian menyimpulkan bahwa gandaria fermentasi kombucha berpotensi sebagai sumber nutrasetikal, namun memerlukan konfirmasi melalui molecular docking serta pengujian in vitro dan in vivo.

Evaluasi Rasionalitas Pengobatan Gastroenteritis Akut Serta Hubungannya dengan Lama Rawat Inap Pasien di Rumah Sakit Kartika Husada Setu

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rasionalitas terapi berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengobatan gastroenteritis akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pengobatan dengan lama rawat inap pasien gastroenteritis akut di Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif terhadap 65 rekam medis pasien rawat inap periode Januari–Juni 2026 dengan teknik total sampling. Rasionalitas dinilai berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat rute pemberian, dan tepat lama pemberian. Data yang didapat kemudian dievaluasi kerasionalannya. Hubungan antara kerasionalan terapi dengan lama rawat inap diuji menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 pasien (69,2%) menerima terapi rasional dan 20 pasien (30,8%) menerima terapi tidak rasional. Ketidakrasionalan ditemukan pada aspek ketepatan indikasi, ketepatan dosis, dan ketepatan lama pemberian. Uji Fisher’s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dan lama rawat inap (p=0,741). Kesimpulannya, sebagian besar pasien memperoleh terapi yang rasional (69,2%), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dengan lama rawat inap.

Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan dan Ketersediaan Obat dengan Kepuasan Pasien Hipertensi dan Diabetes Melitus di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit dapat dinilai melalui waktu tunggu pelayanan obat dan ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan waktu tunggu pelayanan obat dan ketersediaan obat terhadap kepuasan pasien penyakit degeneratif di poli penyakit dalam Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 74 responden menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,83% responden memperoleh waktu tunggu pelayanan obat sesuai standar dan 95,95% memperoleh obat yang tersedia. Tingkat kepuasan pasien terdiri atas 39,2% sangat puas, 36,5% puas, dan 24,3% tidak puas. Uji Statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara waktu tunggu pelayanan obat dengan tingkat kepuasan pasien (p-value= 0,004), sedangkan ketersediaan obat tidak berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien (p-value= 0,130). Dapat disimpulkan bahwa waktu tunggu pelayanan obat berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan, sedangkan ketersediaan obat tidak terdapat hubungan dengan kepuasan pasien.

Formulasi dan Evaluasi Tablet Hisap Nutraseutikal Limbah Pangan Kulit Pisang Raja (Musa x paradisiaca L.) sebagai Antioksidan Terhadap Histologi Paru Mencit

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Paparan asap rokok menghasilkan radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif dan menyebabkan kerusakan jaringan paru. Kulit pisang raja (Musa × paradisiaca L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit pisang raja menjadi sediaan tablet hisap nutraseutikal, mengevaluasi mutu fisik dan tingkat penerimaan sediaan, serta mengetahui efek protektifnya terhadap histopatologi paru mencit yang dipapar asap rokok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group design. Ekstrak kulit pisang raja diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diformulasikan menjadi tiga formula tablet hisap dengan konsentrasi ekstrak 20%, 25%, dan 30%. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji sifat fisik tablet, uji hedonik, serta pengamatan histopatologi paru berdasarkan skor hemoragi, infiltrasi sel radang, dan penebalan septa alveoli. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan Post Hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang raja mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin dengan rendemen sebesar 14,47%. Seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi sifat fisik, kecuali Formula III pada uji kekerasan. Uji hedonik menunjukkan bahwa seluruh formula dapat diterima oleh panelis dan Formula II memperoleh tingkat penerimaan terbaik. Pengamatan histopatologi menunjukkan bahwa Formula III memberikan skor kerusakan paru terendah dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,000), dan uji Tukey HSD menunjukkan bahwa Formula III memberikan efek protektif yang lebih baik dibandingkan Formula I serta tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol positif dan kelompok normal.

Analisis Kepatuhan Penggunaan Insulin & Capaian HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Bekasi

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kabupaten Bekasi, dan sebagian pasien memerlukan terapi insulin untuk mencapai kendali glikemik optimal. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan insulin, capaian target glikemik (HbA1c), serta hubungan antara keduanya pada 53 pasien diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Bekasi yang dipilih secara purposive sampling selama Juni–Juli 2026, menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang telah teruji valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,652) serta data HbA1c dari rekam medis, dianalisis secara univariat dan bivariat yaitu uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan sebagian besar berada pada kategori sedang (51,9%), rendah (32,7%), dan tinggi (15,4%), sementara HbA1c terkontrol (<7%) hanya dicapai 9,4% responden. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan insulin dan capaian HbA1c (p = 0,001; rs = -0,432), sehingga diperlukan intervensi edukasi dan pemantauan kepatuhan berkelanjutan.

Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Gyssens dan ATC/DDD Terhadap Outcome Klinis Pasien Rawat Inap Diare Anak di RS Pertama Bekasi

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien anak dengan diare perlu diperhatikan untuk memastikan terapi sesuai indikasi dan mencegah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan secara kuantitatif menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD), serta menganalisis hubungannya dengan lama rawat inap dan outcome klinis pasien anak dengan diare di RS Permata Bekasi periode 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional retrospektif dengan data rekam medis pasien anak rawat inap dengan diare. Evaluasi kualitatif dilakukan menggunakan metode Gyssens, sedangkan evaluasi kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik paling banyak termasuk kategori 0 sebanyak 65 pasien (56,5%), sedangkan kategori I sebanyak 37 pasien (32,2%), IIA sebanyak 3 pasien (2,6%), dan IVA sebanyak 10 pasien (8,7%). Ceftriaxone merupakan antibiotik dengan konsumsi tertinggi sebesar 34,88 DDD/100 patient-days. Sebanyak 82 pasien (71,3%) sembuh dan 33 pasien (28,7%) membutuhkan perawatan lebih lama. Tidak terdapat hubungan bermakna antara Gyssens, jumlah antibiotik, maupun ATC/DDD dengan lama rawat inap maupun outcome klinis (p>0,05). Disimpulkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah rasional, dengan ceftriaxone sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan, namun tidak ditemukan hubungan bermakna antara penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap maupun outcome klinis.

Hubungan Efek Samping Penggunaan Obat Antihipertensi Golongan Ace-I dan CCB Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien di Apotek Kaffah Farma

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Obat antihipertensi golongan ACE-Inhibitor dan Calcium Channel Blocker banyak digunakan, tetapi dapat menimbulkan efek samping yang berpotensi memengaruhi kepatuhan pasien. Tujuannya untuk mengetahui hubungan efek samping penggunaan obat antihipertensi golongan ACE-Inhibitor dan Calcium Channel Blocker dengan tingkat kepatuhan pasien di Apotek Kaffah Farma. Penelitian ini menggunakan desain correlational study dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 55 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner efek samping obat dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil dari penelitian ini diketahui mayoritas responden menggunakan Calcium Channel Blocker (74,5%), mengalami efek samping kategori sedang (40,0%), dan memiliki kepatuhan kategori sedang (67,3%). Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p = 1,00. Kesimpulan dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efek samping penggunaan obat antihipertensi golongan ACE-Inhibitor dan Calcium Channel Blocker dengan tingkat kepatuhan pasien hipertensi di Apotek Kaffah Farma.

Hubungan Kerasionalan dan Kepatuhan Terapi Antihipertensi dengan Risiko Kardiovaskular pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi memerlukan terapi jangka panjang untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan distribusi nilai risiko kardiovaskular antara kelompok kerasionalan terapi dan kelompok kepatuhan terapi antihipertensi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X. Penelitian observasional analitik berdesain retrospektif ini menggunakan data sekunder dari 40 rekam medis pasien hipertensi rawat jalan BPJS berusia 40–74 tahun periode Januari–Juni 2026 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kerasionalan terapi dinilai berdasarkan ketepatan indikasi, pasien, obat, dan dosis dengan JNC 8 dan PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa 2026 sebagai acuan utama, serta Formularium Nasional dan informasi resmi BPOM sebagai acuan pendukung untuk bentuk dan kekuatan sediaan tertentu. Kepatuhan dinilai menggunakan Medication Possession Ratio (MPR), sedangkan risiko kardiovaskular 10 tahun dihitung menggunakan ASCVD Risk Calculator. Nilai risiko ASCVD antarkelompok kerasionalan dan kepatuhan dianalisis secara terpisah menggunakan uji Mann–Whitney U dengan exact significance dua arah. Hasil menunjukkan bahwa 26 pasien (65,0%) menerima terapi rasional dan 14 pasien (35,0%) menerima terapi tidak rasional; 37 pasien (92,5%) patuh dan 3 pasien (7,5%) tidak patuh. Terdapat perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD yang bermakna antara kelompok terapi rasional dan tidak rasional (p-value =0,004), dengan peringkat risiko lebih tinggi pada kelompok tidak rasional. Tidak ditemukan perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD antara kelompok patuh dan tidak patuh (p-value=0,996). Dengan demikian, perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD ditemukan pada pengelompokan kerasionalan terapi, tetapi tidak ditemukan pada pengelompokan kepatuhan terapi.