Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

26 hasil
Subjek: ABI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antidiabetes dengan Hasil Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Melitus di Ruang Tulip RS Sentra Medika Cisalak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Non-compliance in carrying out treatment in DM patients is a problem that is often found in hospital. The patient is no longer in control of the health service, the patient does not take medication because his feels that his blood sugar is normal. The sufferers of DM in the city of Depok issued by the West Java Provincial Health Office in 2020 was 50631 people. Whereas according to medical record data at the Sentra Medika Cisalak Hospital, the prevalence of DM sufferers from September-October was 187 sufferers. This study aim to determine the relationship between adherence to taking medication in DM sufferers and stable blood sugar values while in the Tulip Room of Sentra Medika Cisalak Hospital. The results of this study can be used as a source of information and education for patients with DM. The type of research is quantitative research, with a cross sectional consisted of independent variable compliance with taking medication in patients with DM and the stability of the GDS value as the dependent variable. Data obtained through distributing questionnaires. The population in the study were 187 patients who were diagnosed, and the sample in this study was 65 patients. The data has been done is processed and then analyzed in stages according to research objectives using computer software. The results showed that the results of the chi square test (p = 0,014), it can be concluded that there is a significant relationship between the level of adherence to taking medication in patients with DM with the stability value of GDS.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Nyeri Pasca Anestesi Terhadap Stabilitas Hemodinamik pada Pasien Sectio Caesarea dengan Teknik Anestesi Spinal di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Nyeri pasca operasi sectio caesarea merupakan respons fisiologis akibat kerusakan jaringan yang dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis sehingga memengaruhi stabilitas hemodinamik, seperti peningkatan tekanan darah dan frekuensi nadi. Pengendalian nyeri yang tidak optimal berpotensi menyebabkan ketidakstabilan kondisi pasien pada periode pasca anestesi spinal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat nyeri pasca anestesi terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien sectio caesarea dengan teknik anestesi spinal di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan stabilitas hemodinamik dinilai berdasarkan tekanan darah dan frekuensi nadi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (80%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara tingkat nyeri dengan tekanan darah (r = 0,612; p = 0,000) dengan kekuatan hubungan kuat, serta hubungan positif signifikan antara tingkat nyeri dengan frekuensi nadi (r = 0,492; p = 0,003) dengan kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat nyeri pasca anestesi terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal. Manajemen nyeri yang adekuat diperlukan untuk menjaga kestabilan hemodinamik pasien pasca anestesi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Efektivitas Antara Core Stability Exercise dan Weight Shifting Exercise Untuk Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Pada Pasien Post Stroke Iskemik di RSUD Pakuhaji Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stroke adalah gangguan fungsi neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang sering menyebabkan gangguan keseimbangan. Pada pasien post stroke iskemik fase subakut, latihan core stability exercise dan weight shifting exercise dapat digunakan untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas core stability exercise dan weight shifting exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada pasien post stroke iskemik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen two group pretest-posttest design pada 18 pasien post stroke iskemik fase subakut yang diambil dengan teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi diberikan selama 4 minggu, dua kali seminggu. Keseimbangan diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta Mann–Whitney. Hasil: Hasil uji Wilcoxon dari pre-post kedua kelompok menunjukkan peningkatan keseimbangan yang signifikan. Pada kelompok core stability exercise nilai p value = 0,007 (p<0,05) sedangkan pada kelompok weight shifting exercise nilai p value = 0,008 (p<0,05). Hasil dari uji Mann–Whitney dari kedua kelompok menunjukkan nilai p value = 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok, dimana weight shifting exercise memberikan peningkatan lebih besar. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan Kedua latihan efektif meningkatkan keseimbangan dinamis pasien post stroke iskemik, namun weight shifting exercise lebih efektif. Rekomendasi : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi fisioterapis dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pasien post stroke dengan memprioritaskan weight shifting exercise, serta core stability exercise sebagai latihan pendukung untuk meningkatkan kontrol postural.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Foot Core Stability Exercise Dengan Pendekatan New Bobath Concept Terhadap Kemampuan Kontrol Postural Pada Pasien Pasca Stroke di RS Hermina Arcamanik Kota Bandung

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyakit stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Pada pasien dengan disfungsi neurologis, akan ada kerusakan sistem yang menghasilkan presentasi yang berbeda. Gangguan kontrol postural yang mengikuti lesi neurologis biasanya dapat menurunkan kemandirian, meningkatnya resiko jatuh, dan penurunan produksi gerakan yang terkoordinasi. Kontrol dan keseimbangan kaki sangat penting dalam meningkatkan kemampuan kontrol postural dan menjaga keseimbangan fungsional tubuh. Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kontrol postural adalah foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept. Tujuan: Mengetahui pengaruh foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept terhadap kemampuan kontrol postural pasien pasca stroke di RS. Hermina Arcamanik Kota Bandung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest–posttest control group design, dengan melibatkan dua kelompok penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 36 pasien. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah total sampling, dengan semua populasi digunakan sebagai sampel. Pengukuran kontrol postural menggunakan Postural Assessment Scale for Stroke (PASS). Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Wilcoxon. Hasil: Pada kelompok intervensi, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,0001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang sangat bermakna secara statistik antara nilai pre-test dan post-test. Kesimpulan : Foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan kontrol postural pada pasien pasca di RS. Hermina Arcamanik Kota Bandung.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaurh Core Strengthening Exercise Terhadap Keseimbangan Pada Lansia Dengan Gangguan Keseimbangan di FIT Factory Bandung

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi sistem muskuloskeletal dan neuromuskular yang berdampak pada menurunnya kemampuan keseimbangan serta meningkatnya risiko jatuh pada lansia. Sistem yang berperan dalam keseimbangan meliputi sistem visual, vestibular, dan proprioseptif yang bekerja secara terintegrasi dengan sistem muskuloskeletal. Otot core memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas trunk dan mempertahankan pusat gravitasi tubuh. Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas postural adalah core strengthening exercise. Tujuan: Mengetahui pengaruh core strengthening exercise terhadap keseimbangan pada lansia dengan gangguan keseimbangan di Fit Factory Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran keseimbangan menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Wilcoxon. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,810 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya peningkatan keseimbangan yang signifikan setelah pemberian intervensi. Kesimpulan : Core strengthening exercise memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia dengan gangguan keseimbangan di Fit Factory Bandung

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Program Latihan Berbasis Core Stability Terhadap Pencegahan Risiko Jatuh Pada Lansia Dengan Gangguan Neuropati Perifer di RSAD Wira Bhakti Mataram

2026•Koleksi Perpustakaan

Peningkatan populasi lansia di Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan, salah satunya neuropati perifer yang menyebabkan penurunan kontrol postural dan kemampuan proprioseptif. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Latihan core stability merupakan intervensi fisioterapi yang difokuskan pada penguatan otot-otot inti untuk meningkatkan stabilitas tubuh dan mobilitas fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program latihan berbasis core stability dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neuropati perifer di RSAD Wira Bhakti Mataram. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Instrumen pengukuran yang digunakan untuk menilai risiko jatuh adalah Timed Up and Go (TUG) Test. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (67,5%) dan kelompok usia di atas 60 tahun (77,5%). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan durasi waktu yang signifikan pada skor TUG test setelah pemberian intervensi latihan core stability. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan stabilitas dinamis dan penurunan kategori risiko jatuh pada responden. Program latihan berbasis core stability efektif dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neuropati perifer. Disarankan bagi praktisi fisioterapi untuk menerapkan latihan ini sebagai bagian dari program rehabilitasi lansia.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Akupunktur Terhadap Kualitas Hidup Penderita Pasca Stroke

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya. Terapi akupunktur, sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok, telah digunakan secara luas sebagai terapi komplementer dalam rehabilitasi pasca stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur ilmiah mengenai pengaruh terapi akupunktur terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke. Metode: Studi ini menggunakan metode literatur review terhadap 15 jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2024. Data dikumpulkan dari berbagai basis data online seperti National Center of Biotechnology Information (NCBI), Frointiers in Neurology, Google Scholar, dan Garuda Ristekbrin. Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa akupunktur memberikan dampak positif terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien pasca stroke. Terapi ini terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi motorik, mengurangi nyeri, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan kelelahan serta depresi. Kesimpulan: Akupunktur merupakan terapi komplementer yang efektif dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup penderita pasca stroke, terutama bila dikombinasikan dengan rehabilitasi konvensional.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Intervensi Core Stability dan Sit To Stand Terhadap Keseimbangan Dinamis Pada Anak Cerebral Palsy Diplegia di Klinik Tumbuh Kembang Anak RS Sentra Medika Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anak dengan cerebral palsy diplegia sering mengalami gangguan keseimbangan dinamis akibat keterbatasan motorik. Intervensi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan keseimbangan dinamis dan mengurangi risiko jatuh. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas intervensi Core Stability dan Sit To Stand dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada anak cerebral palsy diplegia. Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pre-test dan post-test pada dua kelompok perlakuan. Sebanyak 24 anak cerebral palsy diplegia dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Core Stability dan kelompok Sit To Stand. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu. Hasil : Hasil penelitian menggunakan SPSS dengan hasil signifikan dengan hasil 0,00 dimana p value 0,05 yang berarti adanya perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok. Kesimpulan : Core Stability lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis dibandingkan dengan Sit To Stand pada anak cerebral palsy diplegia. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi untuk anak dengan kondisi tersebut.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kestabilan Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan kondisi kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat membuat insulin dan tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus di panti rehabilitasi sosial lanjut usia karawang. Metode: pada penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang yaitu 65 orang dengan lansia yang terkena diabetes mellitus sebanyak 30 orang dan sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode Total Sampling. Hasil: Data dikumpulkan dengan lembar observasi pemeriksaan kadar gula darah pre dan post dan kemudian data dianalisis menggunakan uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan <0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic paired sampe T-test diperoleh nilai p= 0.000 (<0.05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes mellitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Pengaruh Pemberian Wobble Board Exercise Dengan Towel Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Ankle Pada Siswa Sekolah Sepak Bola

2024•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p < 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II. Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Core Stability Exercise Terhadap Fungsi Trunk dan Aktivitas Fungsional Pada Lansia Pasca Stroke

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian latihan stabilitas inti terhadap fungsi trunk dan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Dua hipotesis utama diuji dalam penelitian ini: pertama, apakah latihan stabilitas inti berdampak signifikan terhadap fungsi trunk pada lansia pasca stroke; dan kedua, apakah latihan stabilitas inti berdampak signifikan terhadap aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan stabilitas inti terhadap peningkatan fungsi trunk dan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan stabilitas inti dapat menjadi intervensi yang efektif dalam program rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia pasca stroke.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Core Stability Exercise terhadap Fungsi Trunk dan Aktivitas Fungsional pada Lansia Pasca Stroke

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Stroke merupakan gangguan pendarahan di otak yang menyebabkan kematian jaringan otak dan mengakibatkann kelumpuhan bahkan kematian penderitanya. Stroke pada lansia menduduki peringkat kedua penyebab kematian dan kecacatan terbesar dihampir seluruh negara di dunia dan menjadi masalah kesehatan global. Penurunan fungsi trunk paling banyak dialami oleh pasien pasca stroke, hal ini tentunya sangat mempengaruhi kemampuan fungsional yang menyebabkan pasien stroke akan mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan-gerakan fungsional yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu penurunan fungsi trunk juga menyebabkan buruknya postur yang akan berdampak pada gangguan fungsional dan ketergantungan. Tujuan: Mengetahui pengaruh Core Stability Exercise terhadap fungsi trunk dan aktifitas fungsional pada lansia pasca stroke. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan one group pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan satu kelompok pasien, yang dinilai kemampuannya sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kelompok yang diteliti adalah pasien hemiparese post stroke yang diberikan core stability exercise dengan jenis latihan Abdominal Draw in Manuever (ADIM). Jumlah sampel sebanyak 14 pasien pasca stroke. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk karena jumlah sample kurang dari 50. Hasil: Hasil uji paired T-test didapatkan hasil untuk Trunk Impairmnet Scale menunjukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0001. Untuk Index Barthel juga terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0011. Kesimpulan: Core Stability Exercise dapat meningkatkan fungsi trunk dan aktifitas fungsional

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Pengaruh Pemberian Wobble Board Exercise dengan Towel Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Ankle Pada Siswa Sekolah Sepak Bola

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II. Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Glukosa Darah Pada Tn. K Dengan Diabetes Melitus di Ruang Cyrsant RS Sentra Medika Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah (hyperglikemia) sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktifitas insulina atau keduanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Komplikasi DM dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan penderitanya dan memiliki peningkatan risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, neuropati di kaki yang dapat meningkatkan kejadian ulkus kaki infeksi bahkan keharusan untuk amputasi, retinopati, gagal ginjal dan dapat mengancam jiwa bahkan kematian apabila tidak segera ditangani dan dilakukan pengontrolan yang tepat. Tujuan : Tujuan umum dari Penelitian ini adalah untuk menggali dan mempelajari mengenai asuhan keperawatan secara komperhensif pada kasus nutrisi dan cairan Ketidakstabilan Glukosa Darah Dengan Diabetes Melitus Ruang Chrysant Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Hasil : Studi kasus penelitian ditemukannya keluhan pada klien Tn.K badan letih dan pusing, nyeri, gula darah tinggi, klien mengatakan tidak bisa mengontrol pola makan lalu pasien sering merasa haus. Klien mengalami diabetes melitus tipe 1 yang disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Kesimpulan : Setelah melakukan tindakan asuhan keperawatan pada Tn. K yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah dengan masalah keperawatan diabetes melitus di ruang Chrysant Rs. Sentra Medika Cikarang, maka penulis dapat mengambil kesimpulan terkait dengan diagnosa keperawatan ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan diabetes melitus. Implementasi keperawatan pada Tn.K yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah dengan diabetes melitus sudah dilakukan secara menyeluruh, tindakan keperawatan dilakukan dengan perencanaan melakukan mengidentifikasi penyebab diabetes mellitus.

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan dan Penggunaan Tabirsurya (Sunscreen) Pada Masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat

2024•Koleksi Perpustakaan

Penggunaan skincare pada saat pandemi covid-19 menurun, terutama paling signifikan pada penggunaan tabirsurya (sunscreen). Desa Kalijaya Cikarang Barat belum pernah ditemui penelitian mengenai Evaluasi Tingkat Pengetahuan dan Penggunaan Tabirsurya (sunscreen). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan dan penggunaan tabirsurya (sunscreen) di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang diteliti pada warga rentan umur 14 tahun sampai >45 sebanyak 100 responden. Hasil uji validitas kuisioner didapat rhitung 0.422 (rtabel). Karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, berusia 14-25 tahun, berpendidikan SMA/MA, dan bekerja sebagai pengajar dan pelajar. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 63% memiliki pengetahuan baik, 29% pengetahuan sangat baik, dan 8% pengetahuan cukup. Hasil dari tingkat penggunaan sebesar 42% menggunakan dengan baik, 26% menggunakan dengan sangat baik, 25% menggunakan cukup baik, dan 7% menggunakan kurang baik.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Merokok Orang Tua Dengan Kejadian Merokok Pada Remaja Usia 15-18 Tahun di RW 005 Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung

2023•Koleksi Perpustakaan

Adolescence is a transitional period where teenagers begin to look for their identity through various new things, one of which is smoking. The prevalence of teenage smokers is 78.2% of teenagers aged 15-19 years. That can be interpreted as teenagers smoking, namely the family environment with the behavior of parents who smoke. Objective: This research is the relationship between parental smoking habits and the incidence of smoking among teenagers in Rw.05 Wanajaya Village, Cibitung District. Method: This research uses a descriptive correlation method with a cross sectional approach. The number of samples in this research was taken using purposive sampling as many as 55 respondents. The instrument used was a questionnaire and data analysis used the Chi Square Test. Chi Square analysis shows that the p value = 0.005 so it is greater than the p value <0.05 Results: There is a significant relationship between parental smoking habits and the incidence of smoking among teenagers in Rw.05 Wanajaya Village, Cibitung District. Suggestion: Based on the results of research that has been carried out, it is hoped that teenagers who smoke can reduce their smoking habits, and be more careful in their relationships and not easily influenced in smoking environments. For teenagers who do not smoke, they should stay away from cigarettes and invite people around them. to stay away from cigarettes.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Intervensi Snags dan Mc Kenzie Dengan Core Stability dan Mc Kenzie Terhadap Kemampuan Fungsional Lansia Dengan Kondisi HNP Lumbal di RS Hermina Depok Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Hernia Nucleus Pulposus (HNP), merupakan penyakit degeneratif dimana elastisitas dari annulus fibrosus menurun sehingga menjadi salah satu penyebab dari nyeri punggung bawah dan sering terjadi pada lansia. Salah satu peran fisioterapi pada kasus HNP dapat ditangani dengan terapi Latihan, dengan metode intervensi SNAGS dan Mc Kenzie juga dengan Core Stability dan Mc Kenzie. Agar dapat membantu meningkatkan kemampuan fungsional lansia. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan intervensi terhadap kasus HNP Lumbal dengan menggunakan metode SNAGS dan Mc Kenzie juga dengan Core Stability dan Mc Kenzie terhadap kemampuan fungsional lansia. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan two group pre-post test. Dengan sampel berjumlah 22 orang yang dipilih secara purposive sampling yang terbagi menjadi dua, yakni kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu yang terdiri dari satu kali pre test, dengan pertemuan 2 kali seminggu dengan durasi 30 – 45 menit dan satu kali post test. Instrument yang digunakan adalah kuesioner ODI (Oswestry Disability Index). Hasil : Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk test menghasilkan nilai p=0,000 yang artinya signifikan pada kedua kelompok perlakuan. Dari hasil uji paired test signifikan dengan nilai p=0,000 artinya p<0,05. Selisih persentase penurunan disabilitas pada kelompok perlakuan 1 sebesar -32,55% dan pada kelompok perlakuan 2 sebesar -37,27%. Kesimpulan: Intervensi SNAGS dan Mc Kenzie dengan Core Stability dan Mc Kenzie dapat mempengaruhi kemampuan fungsional lansia. Dengan hasil lebih efektif pada intervensi Core stability dan Mc Kenzie dalam meningkatkan kemampuan fungsional lansia dengan kondisi HNP Lumbal.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan Dan Penggunaan TabirSurya (Sunscreen) Pada Masyarakat Di Desa Kalijaya Cikarang Barat

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan skincare pada saat pandemi covid-19 menurun, terutama paling signifikan pada penggunaan tabirsurya (sunscreen). Desa Kalijaya Cikarang Barat belum pernah ditemui penelitian mengenai Evaluasi Tingkat Pengetahuan dan Penggunaan Tabirsurya (sunscreen). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan dan penggunaan tabirsurya (sunscreen) di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang diteliti pada warga rentan umur 14 tahun sampai >45 sebanyak 100 responden. Hasil uji validitas kuisioner didapat rhitung 0.422 (rtabel). Karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, berusia 14-25 tahun, berpendidikan SMA/MA, dan bekerja sebagai pengajar dan pelajar. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 63% memiliki pengetahuan baik, 29% pengetahuan sangat baik, dan 8% pengetahuan cukup. Hasil dari tingkat penggunaan sebesar 42% menggunakan dengan baik, 26% menggunakan dengan sangat baik, 25% menggunakan cukup baik, dan 7% menggunakan kurang baik.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Capaian Imunisasi Pentabio Pada Bayi Umur 4-11 Bulan di Posyandu Cempaka 2 Desa Jayalaksana Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan cakupan imunisasi Pentabio 3 tingkat nasional sebesar 61,3 %. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017 di Jawa Barat cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi mencapai 99,2% (863,931). Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan capaian imunisasi Pentabio pada bayi di Posyandu Cempaka 2 desa Jayalaksana kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak 4-11 bulan di Posyandu Cempaka 2 Desa Jayalaksana kabupaten Bekasi tahun 2023 yang berjumlah 50 responden. Tehnik pengambilan sample menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisia data menggunakan Univariat dan Bivariat (Chi-Square). Adapun variabel yang diteliti yaitu (Pengetahuan, pekerjaan Ibu, kepemilikan buku KIA, peran bidan dan tenaga Kesehatan, peran suami dan dukungan keluarga). Hasil Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square Pengetahuan dengan P-Value/ 0,000 (P<0,05) , Pekerjaan Ibu dengan P-Value/ 0,000 (P<0,05), kepemilikan buku KIA dengan P-Value/ 0,237 (P>0,05), peran Bidan dan Tenaga Kesehatan dengan P-Value/ 0,000 (P<0,05) dan Peran Suami dan Dukungan Keluarga dengan P-Value/ 0,000 (P<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Pengetahuan, pekerjaan Ibu, peran bidan dan tenaga Kesehatan, peran suami dan dukungan keluarga dengan capaian imunisasi Pentabio dan tidak terdapat hubungan kepemilikan buku KIA dengan capaian imunisasi Pentabio. Saran: agar peneliti dapat menjadikan sumber ilmu pengetahuan, institusi Pendidikan dapat menjadikan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa, untuk Ibu yang memiliki bayi agar membaca buku KIA agar pemanfaatan buku KIA lebih efisien, tempat penelitian memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya Imunisasi.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Active Lower Range of Motion (ROM) & Hell Raise Exercise Terhadap Peningkatan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien DM Tipe II di Ruang Orchid RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronik yang dapat terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh active lower ROM dan heels raise exercise terhadap peningkatan nilai ABI pada pasien DM tipe II di ruang Orchid RSSM Cibinong. Desain penelitian kuantitatif dengan pre eksperimental menggunakan two group prepost-test. Menggunakan Uji Wilcoxon, populasi penelitian merupakan pasien DM tipe 2. Jumlah smpel 30 dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan lembar observasi. Proses analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan nilai p-value 0,001. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara active lower ROM dan heels raise exercise terhadap peningkatan nilai ABI pada pasien DM tipe II di ruang Orchid RSSM Cibinong. Adanya perbedaan sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan berupa active lower rom dan heels raise exercise terhadap peningkatan nilai ABI. Dan diharapkan RS dapat menerapkan latihan ini, untuk meningkatkan nilai ABI dan juga dapat mengurangi resiko kejadian komplikasi penyakit vaskular perifer.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail