BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penyakit stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Pada pasien dengan disfungsi neurologis, akan ada kerusakan sistem yang menghasilkan presentasi yang berbeda. Gangguan kontrol postural yang mengikuti lesi neurologis biasanya dapat menurunkan kemandirian, meningkatnya resiko jatuh, dan penurunan produksi gerakan yang terkoordinasi. Kontrol dan keseimbangan kaki sangat penting dalam meningkatkan kemampuan kontrol postural dan menjaga keseimbangan fungsional tubuh. Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kontrol postural adalah foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept. Tujuan: Mengetahui pengaruh foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept terhadap kemampuan kontrol postural pasien pasca stroke di RS. Hermina Arcamanik Kota Bandung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest–posttest control group design, dengan melibatkan dua kelompok penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 36 pasien. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah total sampling, dengan semua populasi digunakan sebagai sampel. Pengukuran kontrol postural menggunakan Postural Assessment Scale for Stroke (PASS). Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Wilcoxon. Hasil: Pada kelompok intervensi, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,0001 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang sangat bermakna secara statistik antara nilai pre-test dan post-test. Kesimpulan : Foot core stability exercise dengan pendekatan new bobath concept memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan kontrol postural pada pasien pasca di RS. Hermina Arcamanik Kota Bandung.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya. Terapi akupunktur, sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok, telah digunakan secara luas sebagai terapi komplementer dalam rehabilitasi pasca stroke.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur ilmiah mengenai pengaruh terapi akupunktur terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke.
Metode: Studi ini menggunakan metode literatur review terhadap 15 jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2024. Data dikumpulkan dari berbagai basis data online seperti National Center of Biotechnology Information (NCBI), Frointiers in Neurology, Google Scholar, dan Garuda Ristekbrin.
Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa akupunktur memberikan dampak positif terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien pasca stroke. Terapi ini terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi motorik, mengurangi nyeri, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan kelelahan serta depresi.
Kesimpulan: Akupunktur merupakan terapi komplementer yang efektif dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup penderita pasca stroke, terutama bila dikombinasikan dengan rehabilitasi konvensional.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian latihan stabilitas inti terhadap fungsi trunk dan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Dua hipotesis utama diuji dalam penelitian ini: pertama, apakah latihan stabilitas inti berdampak signifikan terhadap fungsi trunk pada lansia pasca stroke; dan kedua, apakah latihan stabilitas inti berdampak signifikan terhadap aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan stabilitas inti terhadap peningkatan fungsi trunk dan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan stabilitas inti dapat menjadi intervensi yang efektif dalam program rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia pasca stroke.