2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: . Stroke merupakan penyebabkan kematian kedua dan penyebab disabilitas
ketiga di dunia. Fisioterapi sangat berperan dalam penanganan pasien pasca stroke sesuai yang di
sampaikan salah satu intervensi Fisioterapi adalah hidroterapi. Hidroterapi terapi di dalam kolam
renang merupakan tindakan rehabilitasi yang digunakan untuk mengoptimalkan kemandirian fungsional seseorang dengan gangguan neurologi keseimbangan. Tujuan : Untuk mengetahui pemberian hidroterapi terhadap perbaikan pola jalan dan peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca stroke..
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental untuk mengetahui suatu
intervensi yang dilakukan terhadap suatu objek penelitian. Setelah semua data terkumpul, maka
dilakukan analisis data penelitian. Proses ini menggunakan sistem komputerisasi program Graphpad
Prism 8, dengan tingkat signifikan p<0,05. Langkah awal pengolahan data yang dilakukan yaitu
melakukan uji normalitas data. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk karena jumlah
sample kurang dari 50. Selanjutnya dilakukan uji unpaired T-test tidak berpasangan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang bermakna.. Hasil : Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk Test perlakuan TUGT sebelum nilai p value 0,59 dan sesuadah v value 0,89 artinya signifikan untuk kelompok perlakuan tersebut. Sedangkan uji normalitas Saphiro Wilk Test perlakuan MMT nilai
sebelum p value 0,05 dan sesudah nilai p value 0,05. Yang artinya nilai signifikan p>0,05 yang berarti
data berdistribusi normal . Unpaired t test pada pemeriksaan TUGT dengan p value 0,0098 dan MMT p value 0,0134 hasil signifikan sesuai dengan p value ( P < 0,05)
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Stroke adalah suatu kondisi yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak dengan gejala
seperti kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan dan kekuatan otot menurun. Salah satu peran
fisioterapi pada kasus Stroke yaitu mengembalikan fungsional tubuh pasien dengan terapi latihan.
Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan two group pre-post test. Dengan
sampel berjumlah 20 orang yang terbagi menjadi dua, yakni kelompok perlakuan 1 dan kelompok
perlakuan 2. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu di Rumah Sakit Izza Karawang yang terdiri
dari satu kali pre test, dengan pertemuan 2 kali seminggu dengan durasi 20-30 menit dan satu kali
post test. Instrument yang digunakan adalah sollerman hand functional test. Hasil :Uji normalitas
menggunakan Saphiro Wilk test menghasilkan nilai signifikansi p>0.05. Dari hasil uji paired test
kedua kelompok di dapatkan nilai signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Selisih persentase pre
test dan post test pada kelompok perlakuan 1 sebesar 22,6 dan pada kelompok perlakuan 2 sebesar
14,9. Kesimpulan: Intervensi latihan range of motion dengan penambahan bola karet dan latihan
range of motion dapat mempengaruhi kemampuan fungsional menggenggam. Dengan hasil lebih
efektif pada intervensi latihan range of motion dengan penambahan bola karet dalam meningkatkan
kemampuan fungsional menggenggam pasien dengan stroke.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Depresi pada usia lanjut adalah gangguan mental yang biasanya bermanifestasi sebagai suasana hati tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah, sulit tidur atau kurang nafsu makan dan konsentrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektifitas antara pemberian senam lansia dengan static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lanjut usia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo.
Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan two group pretest and posttest design. Dengan jumlah populasi 38 responden dan jumlah sampel yaitu 20 responden. Dengan menggunakan The Geriatric Depression Scale (GDS) sebagai instrument penelitian. Hasil pemeriksaan data menggunakan kusioner GDS yang selanjutnya diolah menggunakan program graphpad prism.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu, dan terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu. Pada kelompok perlakuan senam lansia, skor GDS menunjukkan penurunan yang signifikan, sedangkan pada kelompok perlakuan static cycle exercise, skor GDS menunjukkan sedikit penurunan yang artinya tidak terlalu signifikan
Kesimpulan dan saran dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia terhadap profil tingkat depresi individu lansia, terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lansia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo, dan senam lansia lebih efektif dibandingkan static cycle exercise. sehingga disarankan untuk fisioterapis di puskesmas agar lebih aktif memberikan program senam lansia karena terbukti efektif untuk meningkatkan kesehatan mental lansia.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Hernia Nucleus Pulposus (HNP), merupakan penyakit degeneratif
dimana elastisitas dari annulus fibrosus menurun sehingga menjadi salah satu
penyebab dari nyeri punggung bawah dan sering terjadi pada lansia. Salah satu
peran fisioterapi pada kasus HNP dapat ditangani dengan terapi Latihan, dengan
metode intervensi SNAGS dan Mc Kenzie juga dengan Core Stability dan Mc
Kenzie. Agar dapat membantu meningkatkan kemampuan fungsional lansia.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan intervensi terhadap kasus HNP Lumbal
dengan menggunakan metode SNAGS dan Mc Kenzie juga dengan Core Stability
dan Mc Kenzie terhadap kemampuan fungsional lansia. Metode Penelitian:
Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan two group pre-post
test. Dengan sampel berjumlah 22 orang yang dipilih secara purposive sampling
yang terbagi menjadi dua, yakni kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan
2. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu yang terdiri dari satu kali pre test,
dengan pertemuan 2 kali seminggu dengan durasi 30 – 45 menit dan satu kali post
test. Instrument yang digunakan adalah kuesioner ODI (Oswestry Disability
Index). Hasil : Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk test menghasilkan nilai
p=0,000 yang artinya signifikan pada kedua kelompok perlakuan. Dari hasil uji
paired test signifikan dengan nilai p=0,000 artinya p<0,05. Selisih persentase
penurunan disabilitas pada kelompok perlakuan 1 sebesar -32,55% dan pada
kelompok perlakuan 2 sebesar -37,27%. Kesimpulan: Intervensi SNAGS dan Mc
Kenzie dengan Core Stability dan Mc Kenzie dapat mempengaruhi kemampuan
fungsional lansia. Dengan hasil lebih efektif pada intervensi Core stability dan Mc
Kenzie dalam meningkatkan kemampuan fungsional lansia dengan kondisi HNP
Lumbal.