ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by blood sugar that exceeds normal levels. One of the management of Diabetes Mellitus is physical exercise along with medical treatment which can be considered as a strategic key to fighting Diabetes Mellitus.
This research is to determine the effect of low impact aerobic exercise on temporary blood sugar levels in patients with diabetes mellitus. The benefits of this research are expected to provide information for further research and add insight regarding the effect of aerobic exercise on temporary blood sugar levels in diabetes mellitus patients.
The method of this research is a pre-experimental study without a control group with a one group pretest-posttest design research model. The number of samples in this study were 20 people. The instruments used in this study were observation sheets, SOP sheets for measuring blood sugar levels and SOP for low impact aerobics. The data obtained were analyzed statistically using the univariate test and bivariate test using the t-test.
The results of the analysis of hypothesis testing with the dependent T test (Paired-Samples T Test) on the results of the pretest and posttest showed a value of t = 13,405 with a p value = 0.000 ≤ α (0.05), thus there is an effect of low impact aerobics on blood levels temporary blood sugar in patients with diabetes mellitus in the Nanggewer sub-district, Bogor district in 2023.
Based on the results of this study, it is hoped that it can motivate people to increase physical activity with a duration of exercise of 20-60 minutes and a frequency of exercise of 3-5 days/week to change a sedentary lifestyle and improve quality of life.
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gula darah yang melebihi kadar normal. Salah satu penatalaksanaan Diabetes melitus adalah dengan latihan fisik yang dilakukan bersama dengan perawatan medis dapat dianggap sebagai strategi kunci untuk melawan Diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor Tahun 2023. Manfaat penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan informasi bagi penelitian lebih lanjut serta menambah wawasan terkait pengaruh senam aerobik terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus.
Metode penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 20 orang. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah dan SOP senam aerobik low impact. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat dan uji bivariat menggunakan uji t-test.
Hasil penelitian hasil analisis uji hipotesis dengan uji T dependen (Paired-Samples T Test) pada hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai t = 13.405 dengan nilai p value = 0,000 ≤ α (0,05), maka ada pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer kabupaten Bogor tahun 2023.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik dengan durasi latihan 20 – 60 menit dan frekuensi latihan 3 – 5 hari/minggu untuk mengubah gaya hidup santai atau sedentary life dan memperbaiki kualitas hidup.
BookOpen AccessPDF tersedia
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gula darah yang melebihi kadar normal. Salah satu penatalaksanaan Diabetes melitus adalah dengan latihan fisik yang dilakukan bersama dengan perawatan medis dapat dianggap sebagai strategi kunci untuk melawan Diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor Tahun 2023. Metode penelitian: ini adalah penelitian pre-eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 20 orang. Tempat pelaksanaan penelitian di lapangan wilayah RT 05/05 Kelurahan Nanggewer pada tanggal 17 Juni 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah dan SOP senam aerobik low impact. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat, uji normalitas, dan uji bivariat menggunakan uji t dependen. Hasil penelitian: berdasarkan hasil analisis uji hipotesis dengan uji T dependen (Paired-Samples T Test) pada hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai t = 13.405 dengan nilai p value = 0,000 ≤ a (0,05), maka ada pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer kabupaten Bogor tahun 2023. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik dengan durasi latihan 20 – 60 menit dan frekuensi latihan 3 – 5 hari/minggu untuk mengubah gaya hidup santai atau sedentary life dan memperbaiki kualitas hidup.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Depresi pada usia lanjut adalah gangguan mental yang biasanya bermanifestasi sebagai suasana hati tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah, sulit tidur atau kurang nafsu makan dan konsentrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektifitas antara pemberian senam lansia dengan static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lanjut usia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo.
Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan two group pretest and posttest design. Dengan jumlah populasi 38 responden dan jumlah sampel yaitu 20 responden. Dengan menggunakan The Geriatric Depression Scale (GDS) sebagai instrument penelitian. Hasil pemeriksaan data menggunakan kusioner GDS yang selanjutnya diolah menggunakan program graphpad prism.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu, dan terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu. Pada kelompok perlakuan senam lansia, skor GDS menunjukkan penurunan yang signifikan, sedangkan pada kelompok perlakuan static cycle exercise, skor GDS menunjukkan sedikit penurunan yang artinya tidak terlalu signifikan
Kesimpulan dan saran dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia terhadap profil tingkat depresi individu lansia, terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lansia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo, dan senam lansia lebih efektif dibandingkan static cycle exercise. sehingga disarankan untuk fisioterapis di puskesmas agar lebih aktif memberikan program senam lansia karena terbukti efektif untuk meningkatkan kesehatan mental lansia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Depresi pada usia lanjut adalah gangguan mental yang biasanya bermanifestasi sebagai suasana hati tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah, sulit tidur atau kurang nafsu makan dan konsentrasi. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan two group pretest and posttest design. Dengan jumlah populasi 38 responden dan jumlah sampel yaitu 20 responden. Dengan menggunakan The Geriatric Depression Scale (GDS) sebagai instrument penelitian. Hasil pemeriksaan data menggunakan kusioner GDS yang selanjutnya diolah menggunakan program graphpad prism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu, dan terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu. Pada kelompok perlakuan senam lansia, skor GDS menunjukkan penurunan yang signifikan, sedangkan pada kelompok perlakuan static cycle exercise, skor GDS menunjukkan sedikit penurunan yang artinya tidak terlalu signifikan. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia terhadap profil tingkat depresi individu lansia, terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lansia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo, dan senam lansia lebih efektif dibandingkan static cycle exercise.