2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data yang di dapat dari RSUD Kab.Bekasi pada tahun 2018 terdapat 271 kasus dengan kanker payudara lebih banyak di bandingkan pada tahun 2017 hanya 71 kasus kanker payudara. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dari 348 siswi ternyata 205 siswi yang melakukan SADARI kurang baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 348 remaja puteri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 111 orang remaja puteri yang perilaku sadari kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pengetahuan (P-Value =0,001), Sumber informasi (PValue=0,002), Peran tenaga kesehatan (P-Value=0,045), Peran orangtua (P-Value=0,010) dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Pengetahuan, Sumber informasi, Peran tenaga kesehatan,Peran orangtua) hasilnya berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan hasil survey BKKBN provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 83%
remaja tidak tahu tentang kesehatan reproduksi yang benar, 61,8% tidak tahu persoalan disekitar masa subur dan masalah haid 40,6% tidak tahu resiko kehamilan remaja, dan 42,4% tidak tahu resiko PMS. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dari 50siswi ternyata 35 siswi yang melakukan vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 208 orang remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 151 orang remaja puteri yang perilaku vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan Simple Random Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (P-Value=0,029), Sarana/prasarana (PValue=0,048), Peran orang tua (P-Value=0,035), Sumber informasi (P-Value=0,050), Peran tenaga kesehatan (PValue=0,019).
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5variabel (pengetahuan, sarana/prasarana , peran orang tua, sumber informasi , peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Profil Kesehatan Jawa Barat (2015) Jumlah remaja putri usia 15-19 tahun di Kabupaten Bekasi mencapai 318,864 jiwa dan remaja putri yang mengalami keputihan sebesar 29,48% (Dinas Kesehatan, 2015). Dari hasil studi pendahuluan 60 siswi kelas XI hampir seluruhnya pernah mengalami keputihan sebanyak 56 orang (93,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui faktor-faktro yang berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 105 orang remaja puteri di SMAN 1 Serang Baru dan didapatkan hasil 65 orang remaja puteri yang mengalami keputihan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner. analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pembersih kewanitaan (P-Value =0,001), Pengetahuan (P-Value=0,006), Pola Makan (P-Value=0,000), Stress (P=0,035), Dukungan Keluarga (P-Value=0,015), Sarana dan Prasarana (P-Value=0,002) dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Kesimpulan peneliti dari 6 variabel (Pembersih Kewanitaan, Pengetahuan, Pola Makan, Stress, Dukungan Keluarga, Sarana dan Prasarana) hasilnya berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru. Saran bagi sekolah untuk lebih memperhatikan tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jawa Barat 2014 Jumlah pasangan usia pernikahan di bawah usia 19 tahun mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS), yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang pada 160 remaja puteri ternyata 108 orang telah melakukan pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 160 orang remaja puteri di Desa Kutagandok dan didapatkan hasil 108 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pendidikan (P-Value =0,006), Status ekonomi (PValue=0,012), Budaya (P-Value=0,029), Peran orangtua (P=0,038), Lingkungan (P-Value=0,012), Pergaulan bebas (P-Value=0,028) dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 6 variabel (Pendidikan,Status ekonomi,Budaya,Peran orangtua,Lingkungan dan Pergaulan bebas) hasilnya berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok. Saran dengan adanya kerja sama antara remaja, pihak desa kutagandok dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkanpernikahan usia dini tidak akan terjadi lagi atau yang melakukan pernikahan usia dini dapat menurun secara drastis.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Praktik klinik merupakan salah satu bagian dari program
akademik di fakultas keperawatan yang berguna untuk mengembangkan
keterampilan, sikap, nilai-nilai dan kemampuan sesuai dengan standar kompetensi
nasional untuk perawat . Dalam menjalani praktik klinik, tentu perlu adanya motivasi
dalam diri mahasiswa. Motivasi sangat erat hubungannya dengan proses
pembelajaran karena motivasi merupakan kondisi-kondisi yang mengaktifkan atau
memberi dorongan dengan mencapai tujuan belajar. Berdasarkan hasil survei awal
yang dilakukan peneliti melalui hasil wawancara kepada 10 mahasiswa/i semester IV
dan VI diperoleh informasi bahwa kurangnya motivasi belajar mahasiswa/i
dikarenakan belajar di lingkungan praktik klinik kurang kondusif, kurangnya
dorongan dalam diri sendiri karena awalnya tidak ada minat menjadi mahasiswa
keperawatan, CI klinik yang kurang ramah, terlalu banyak tugas laporan yang harus
dikerjakan, sehingga menimbulkan kejenuhan pada mahasiswa. Faktor ini tidak
terlepas dari peran seorang CI akademik (dosen) dan CI lapangan.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan motivasi belajar mahasiswa/i program studi S1 keperawatan dalam menjalani
praktik klinik keperawatan Di Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif
dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh mahasiswa program studi S1 Keperawatan reguler semester IV dan VI,
1
Tahun Ajaran 2018/2019 di Institut Medika Drg. Suherman yang pernah menjalani
praktik klinik keperawatan sebanyak 50 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak
74 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan
dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah
analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki
pengaruh secara bermakna dengan motivasi belajar. Variabel yang mempengaruhi
adalah cita-cita dan aspirasi (p = 0,003 < α = 0,05), kondisi lingkungan belajar (p =
0,007 < α = 0,05), upaya pengajar (p = 0,004 < α = 0,05). Terdapat hubungan
signifikan antara cita-cita dan aspirasi, kondisi lingkungan, dan upaya pengajar
dengan motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Keperawatan dalam menjalani
praktik klinik keperawatan.
Kesimpulan : Ada hubungan antara cita-cita dan aspirasi, kondisi lingkungan, dan
upaya pengajar dengan motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Keperawatan
dalam menjalani praktik klinik keperawatan di Institut Medika Drg. Suherman tahun
2019.
Saran : Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi
institusi pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi
mahasiswa untuk lebih meningkatkan motivasi belajar dalam menjalani praktik
klinik keperawatan.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tindakan hemodialisa saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, namun
masih banyak penderita mengalami masalah medis saat menjalani hemodialisa. Komplikasi
yang sering terjadi pada penderita yang menjalani hemodialisa adalah tekanan darah umumnya
menurun saat hemodialisa. Sehingga sangat menarik untuk diteliti dengan tujuan untuk
mengetahui hubungan ultrafiltrasi terhadap kejadian hipotensi intradialis pada pasien yang
menjalani hemodialisa di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017.
Jenis penelitian ini adalah survai analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel
penelitian yaitu pasien yang sesuai kritesia inklusi yang menjalani hemodialisa di unit
hemodialisa Runah Sakit Sentra Medika Cibinong pada bulan Desember 2017. Teknik
pengambilan sampel adalah Purposive Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 106
responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi dan
instrumen lain yaitu sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah dan monitor mesin
hemodialisa untuk melihat laju ultrafiltrasi. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan
uji chi square.
Hasil analisis menunjukkan dua variabel terdapat hubungan dengan hipotensi
intradialisis ( p value 0,001<0,005) dan variabel ultrafiltrasi rate ada hubungan dengan
hipotensi intradialisis ( p value 0,000 < 0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan adanya hipotensi intadialisis pada pasien
yang menjalani hemodialisa. Disaran untuk penelitian yang akan datang untuk penambahan
faktor resiko lain mengenai hipotensi intradialisis.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
STUDI FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TURNOVER
PERAWAT DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2018
Susi Miliawati, Ns.Angga Saeful Rahmat, M.Kep, Sp.Kep.Kom, Ns. Armi, S.Kep, M.Kep
1. Mahasiswa Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang
2. Dosen Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang Email : [email protected]
ABSTRAK
Turnover perawat dapat didefinisikan sebagai suatu proses perpindahan perawat dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Tingginya tingkat turnover di keperawatan, merupakan tantangan yang besar bagi para manajer keperawatan dalam rangka pengembangan staf. Di Indonesia turnover perawat sering terjadi pada rumah sakit swasta, karena rumah sakit swasta adalah suatu bentuk perusahaan yang mempunyai aturan dan pedoman ataupun komitmen yang diatur secara internal yang tidak memperhitungkan unsur manfaat biaya dan efektifitas biaya bagi perawatnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan turnover perawat di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 67 perawat yang diambil dengan tekhnik Nonprobability Sampling. Data yang didapat menggunakan kuisioner.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong bahwa perawat yang memiliki niat ingin pindah bekerja sebanyak 28 perawat (41,8%) dari 67 perawat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa paling banyak perawat yang berusia < 30 tahun yaitu 44 perawat (65,7%)p value 0,953. Selain itu, didapatkan informasi bahwa perawat yang berjenis kelamin perempuan yaitu 55 perawat (82,1%)p value 0,333. Diketahui bahwa perawat yang sudah menikah terdapat 44 perawat (65,7%)p value0,493. Kemudian perawat dengan pendidikan akhir DIII yaitu 52 perawat (77,6%)p value 0,464. Diketahui pula perawat dengan masa kerja > 1 tahun yaitu 58 perawat (86,6%)p value 1,000. Selanjutnya, perawat dengan status karyawan tetap yaitu 61 perawat (91%)p value 0,688. Perawat dengan kompensasi kurang sesuai yaitu 34 perawat (50,7%)p value 0,001, didapatkan informasi bahwa sebagian dari perawat yang menyatakan kompensasi sesuai memiliki keinginan untuk pindah bekerja.
Jika diamati karakteristik yang dimiliki oleh perawat, cukup banyak perawat yang memiliki resiko untuk pindah bekerja. Walaupun pada penelitian ini belum terbukti signifikan dari semua variabel terhadap turnover perawat, maka ada beberapa saran yang direkomendasikan kepada pihak RS Sentra Medika Cibinong . saran yang diajukan adalah meningkatkan manajemen sumber daya manusia, memperhatikan kondisi kepuasan kerja perawat, melakukan pelatihan atau pembekalan bagi setiap perawat yang baru bekerja, mengadakan program pemberian penghargaan, pengadaan koperasi untuk kesejahteraan karyawan, mengadakan program dana pensiun
Kepustakaan :20 Buku (1998-2015)
Kata Kunci :Turnover Perawat
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Toilet Training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar di toilet pada waktu yang tepat. Toilet Training dapat berlangsung pada fase kehidupan anak yaitu umur 18 bulan sampai 24 bulan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam Toilet Training pada anak usia Toddler yaitu faktor pendidikan, pekerjaan, pola asuh orang tua, pengetahuan, dan lingkungan. Faktor tersebut mempengaruhi dalam penerapan Toilet Training karena pada dasarnya peran serta ibu sangat penting di dalam membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan dan menyediakan fasilitas agar anak merasa nyaman dalam menjalani proses perkembangannya. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Toilet Training pada anak usia Toddler di Poliklinik Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2018.
Penelitian ini termasuk analitik kuantitatif, dengan menggunakan metode Cross Sectional. Adapun sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia Toddler di Poliklinik Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, jumlah responden yang akan di teliti sebanyak 63 responden.
Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P- Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 12.500. Hubungan antara pengetahuan dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 19.883. Hubungan antara lingkungan dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 12.089.Sedangkan hasil penelitian yang menunjukan tidak terdapat hubungan adalah pendidikan dan pekerjaan terhadap tingkat keberhasilan Toilet Training pada anak usia Toddler di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai P -Value 1.000 dan 0.158.
Peneliti menyarankan kepada institusi kesehatan khusunya rumah sakit adanya peningkatan penyuluhan dengan metode yang mudah di pahami oleh masyarakat khususnya ibu sehingga penyuluhan tersebut efektif dan dapat meningkatkan peran dalam penerapan Toilet Training.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sayur dan buah merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh tarutama untuk sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Hasil Riskesdas tahun 2018 pada penduduk yang berusia ≥5 tahun sebanyak 95,5% kurang mengonsumsi sayur dan buah (Riskesdas, 2018). Selain itu, dari hasil Riskesdas tahun 2018 di Jawa Barat sebanyak 98,2% kurang mengonsumsi sayur dan buah (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian : Diketahuinya gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di TPQ Ar-Rahman Perumahan The Green Residence tahun 2019.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner pada 47 responden dengan cara total sampling. Berikut hasil dari distribusi frekuensi perilaku konsumsi sayur dan buah kurang sebanyak 47 responden (62.7%), perilaku konsumsi sayur dan buah cukup sebanyak 28 responden (37.3%). Dari beberapa hasil penelitian, sikap responden memiliki hasil penelitian yang baik, dimana 44 responden memiliki sikap baik dengan presentase 93.6%, sedangkan pada 3 responden dengan presentase 6.4% memiliki sikap kurang baik.
Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di TPQ Ar-Rahman Perumahan The Green Residence tahun 2019 masih banyak anak yang kurang memiliki perilaku konsumsi sayur dan buah. Hal ini dikarenakan lingkungan yang kurang mendukung dan jarang tersedianya sayur dan buah dirumah.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan