2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Seseorang bisa dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 90 mmHg, pada setiap pemeriksaan. Lanjut usia dengan hipertensi merupakan penderita dengan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, bingung, masalah penglihatan, kering berlebihan, kulit pucat atau merah, cemas atau gelisah. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 01 Juni 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. R (63 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. R adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-3(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 130/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, RR : 19 x/menit, Suhu : 36,1C). Intervensi berikan kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 7 menjadi skala 3. Dapat disimpulkan pada lansia dengan hipertensi sehingga dapat dijadikan acuan pemberian intervensi keperawatan. Masalah ini telah teratasi, dan intervensi dihentikan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Osteoarthritis merupakan penyakit dengan gejala utama nyeri dan kaku pada persendian Osteoarthritis pada beberapa kejadian akan menimbulkan rasa nyeri saat bergerak, semakin bertambahnya usia pada seseorang maka akan kehilangan massa tulang. Osteoarthritis ditandai dengan kehilangan progresif kartilago sendi, sinovitis (inflamasi sinovium yang melapisi sendi), nyeri sendi, kekakuan, dan kehilangan gerakan sendi. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan osteoarthritis. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien osteoarthritis diantarannya nyeri pada kedua lutut, persendian kaku, jari-jari tangan kesemutan tidak bisa mengepal, sehingga timbul diagnose keperawatan utama: nyeri akut akibat penyakit osteoarthritis. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini yaitu kompres hangat, mobilisasi sederhana bangun dari jongkok dan berpindah tempat duduk. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama, pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi dengan kriteria hasil nyeri yang dialami klien berkurang, sendi kakunya sudah berkurang dan meningkatnya kekuatan otot setelah melakukan terapi kompres hangat.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus pada lansia apabila tidak ditangani langsung maka akan menyebabkan produktivitas organ tubuh bahkan menyebabkan kematian dini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran Asuhan Keperawatan Gerontik dengan diagnose Diabetes mellitus dengan subjek penelitian Ny. Y dengan masalah keperawatan Ketidakstabilan Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Asih Cikarang Utara pada tanggal 29 agustus 2022. Hasil penelitian ini didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. Y dengan diagnose diabetes mellitus selama 3x24 jam dengan kriteria hasil penurunan kadar glukosa dalam darah yaitu GDS>143 mg/dl, rasa lemas lesu hilang, rasa haus dan terus berkemih hilang. Intervensi yang dilakukan adalah manajement hiperglikemia. Berpengaruh terhadap ketidakstabilan glukosa darah pada lansia, sehingga intervensi ini dapat dijadikan salah satu tindakan keperawatan dengan masalah yang sama.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki metode Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Kronis Pada Ny. S Dengan Diagnosa Rheumatoid Arthritis di Desa Karang Asih Cikarang Utara tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Asih Cikarang Utara Rt. 003 Rw. 005 Cikarang Utara. Metode penulisan yang digunakan dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode deskriptif yaitu sesuatu yang menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Rheumatoid Arthritis dengan masalah Nyeri Kronis. Subjek studi kasus yakni satu orang klien (Ny.S) yang mengalami Rheumatoid Arthritis dengan masalah Nyeri kronis. Sumber data Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami mengeluh sakit dikakinya sebelah kanan sakit dikaki seperti ditusuk-tusuk lutut sebelah kanan skala 7 hilang timbul, lama nyeri 5 menit, klien mengatakan nyeri ketika subuh saat merasa dingin. Masalah keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik: Hipertensi. Selanjutnya Intervensi dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut Tim Pokja SIKI PPNI DPP, 2018. Implementasi disesuaikan berdasarkan teori dari Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Klien bersikap kooperatif sehingga implementasi yang dilakukan dapat mengatasi masalah yang dirasakan. Evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan hasilnya dapat teratasi dengan kriteria hasil skala nyeri menurun dan nyeri berkurang.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki metode asuhan keperawatan gerontik pada klien dengan gangguan rasa nyaman (nyeri akut) akibat hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Asih RT 003 / RW 005, Cikarang Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Ny. S) yang mengalami hipertensi dengan masalah nyeri akut. Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami pusing dan nyeri bagian belakang kepala sampai menjalar ke pundak, nyeri seperti ditusuk-tusuk, sering merasa pusing, tampak meringis kesakitan menahan nyeri, TD: 153/97 mmHg, Nadi 76x/menit, RR: 20x/menit, S: 36,5C, . Masalah keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Selanjutnya Intervensi dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut Tim Pokja SIKI PPNI DPP, 2018. Implementasi disesuaikan berdasarkan teori dari Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Klien bersikap kooperatif sehingga implementasi yang dilakukan dapat mengatasi masalah yang dirasakan. Evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan hasilnya dapat teratasi dengan kriteria hasil nyeri dan pusing berkurang/ mulai menghilang, TTV Kembali normal dan tapak rileks.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kejadian musculoskeletal disorder merupakan suatu gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh aktifitas fisik yang tidak sesuai dengan ergonomic. Pada tahun 2003, World Health Organization (WHO) melaporkan Musculoskeletal Disorder’s (MSDs) adalah penyakit akibat kerja yang paling banyak terjadi dan diperkirakan mencapai 60% dari semua penyakit akibat kerja. Begitu juga di Indonesia Departemen Kesehatan RI tahun 2005 melaporkan terdapat 40,5% pekerja mempunyai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan diantaranya yang tertinggi adalah gangguan muskuloskeletal sebanyak 16%. Musculoskeletal Disorder’s dapat disebabkan oleh kontribusi berbagai faktor risiko antara lain faktor individu, faktor pekerjaan atau biomekanik dan faktor psikososial. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui Faktor pekerjaan yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal dapat berasal dari pajanan ergonomi berupa postur janggal, gerakan statis dan berulang, dari permasalahan yang ada kemudian akan dilakukan penerapan pelatihan Ergonomi yang dimana merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. Metode yang digunakan melalui pelatihan ergonomi dengan perancangan suatu sistem di mana letak lokasi kerja, metode kerja, peralatan, mesin-mesin, dan lingkungan kerja sesuai dengan keterbatasan fisik dan sifat-sifat pekerja. Prinsip utama dalam kegiatan pelatihan ergonomi adalah menyerasikan pekerjaan dengan pekerja atau “fitting the job to the worker”. Occupational Safety and Health Administration (OSHA) merekomendasikan suatu tindakan ergonomik untuk mengatasi keluhan muskuloskeletal melalui dua cara, yaitu rekayasa teknik pada desain stasiun dan alat kerja, dan rekayasa manajemen pada organisasi kerja. Dengan adanya aplikasi ergonomi dalam pekerjaan, diharapkan angka cedera dan kesakitan dalam melakukan pekerjaan dapat dikurangi, produktivitas dan keselamatan kerja meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan fisik, mental dan sosial pekerja. Pengabdian ini dilaksanakan di industrial pembuatan tas daerah pasir gombong di bulan Juli 2019.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi bagi masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan khusunya adalah pada lansia yang memiliki gangguan kesehatan berupa hipertensi dengan tekanan darah diatas 140/90mmHg. Hipertensi tidak menunjukan banyak gejala bagi penderitanya akan tetapi banyak juga yang merasakan efek dari tekanan darah naik, sehingga gejala tersebut perlu dikurangi atau diobati menggunakan terapi herbal salah satunya dengan pemberian air rebusan daun binahong. Daun binahong (Anredera cordifolia) adalah daun yang berasal dari bahan alami mengandung nitrit oksidan dan saponin yang menstabilkan aliran darah yang membawa nutrisi ketiap jaringan sel dan menurunkan kadar kolesterol, sebagai antioksidan, antivirus, antikarsinogenik dan manipulator fermentasi lumen. Obat herbal ini sangat praktis, murah dan mudah serta dapat dibuat oleh siapapun baik keluarga maupun penderitanya sendiri. Cara mudah ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kandungannya dapat menurunkan hipertensi dan jarang dilakukan oleh masyarakat ketika mengalami tekanan darah meningkat. Kegiatan pengabdian melalui pemberdayaan masyarakat ini dilakukan pada 20 orang lansia yang mengalami hipertensi dan 10 orang lansia yang tidak mengalami lansia. Tim pelaksanaan pengabdian memberikan penyuluhan serta pelatihan cara membuat rebusan daun binahong yang berada di desa Bantarjaya. Dimana Daun binahong sangat mudah di dapat di daerah ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar terlihat dari antusiasme warga yang ingin mengetahui cara pembuatannya sehingga tim pengabdian melakukan pendampingan dari rumah ke rumah untuk memastikan masyarakat dapat membuatnya dengan baik dan benar.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja dalam perusahaan tidak terlepas dari adanya masalah yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penigkatan kejadian kecelakaan akibat kerja menunjukkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Indonesia belum berjalan dengan baik. Masalah K3 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab dari semua pihak terutama pengusaha, tenaga kerja dan masyarakat. Pemberian edukasi pelaksanaan SMK3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja, pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada pekerja. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pekerja tentang potensi penyakit dan kecelakaan akibat kerja Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 65 orang pekerja. Kegiatan ini dilaksanakan di PT Multistrada Arah Sarana, Tbk pada tanggal 19 – 22 September 2018. Hasil evaluasi pengetahuan pekerja diukur menggunakan evaluasi proses yaitu saat proses pemberian materi berlangsung dan evaluasi output yaitu dengan memberikan pertanyaan setelah kegiatan selesai.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Stroke termasuk penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) yang di tandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) dan terjadi karna berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala berkurangnya fungsi susunan saraf akibat penyakit pembuluh darah otak dan disebut juga sebagai CVA (Cerebrovascular Accident). Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko stroke, faktor-faktor tersebut meliputi, Hipertensi, Diabetes, Kolesterol Tinggi, Merokok, Aktivitas Fisik, Alkohol. Faktor resiko lainnya yaitu Faktor Keturunan, dan Faktor Usia (NHS, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Stroke di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Penelitian ini dapat membantu memberikan informasi tentang faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stroke sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan penyakit stroke khususnya pada usia produktif.
Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan Teknik Total Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Stroke yang berada di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 sebanyak 50 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05.
Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Usia (p = 0,008 < α = 0,05), Hipertensi (p = 0,004 < α = 0,05), Diabetes Mellitus (p = 0,004 < α = 0,05), Aktivitas Fisik (p = 0,008 < 𝑎 = 0,05).
Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah Usia, Hipertensi, Diabetes Mellitus, Aktivitas Fisik.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik secara lambat ataupun mendadak, meningkat tekanan sistolik yaitu tekanan keatas pembuluh arteri akibat denyut jantung diatas dengan 140 mmHg dan sistolik diatas 90 mmHg.
Tujuan: mengetahui ada atau tidak hubungan aktivitas, asupan garam dan merokok terhadap tingkat hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 kp cabangdua desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi Tahun 2020.
Metode Penelitian: metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan Desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh warga pada lansia di Rt 009 Rw 003 desa lenggah sari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 sebanyak 245 warga dari 63 KK. Teknik sampel yang digunakan yaitu Purposive sampling. dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan cek tensi. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan variabel aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,013). Ada hubungan variabel asupan garam dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,011). Dan ada hubungan variabel merokok dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,004).
Hasil Penelitia: didapatkan pada penderita hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 kp cabangdua desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 dari sebanyak 30 responden pada stage 1, 13 (43,3%) pada stage 2, 17 (56.7%) tingkat Aktivitas fisik sebanyak, yang tidak ber’aktivitas 19 (63.3%) yang aktivitas 11 (36.7%) asupan garam sebanyak, asupan garam rendah 12 (40.0%) asupan garam tinggi 18 (60,0%) merokok pada lansia, tidak merokok 13 (43.3%) merokok 17 (56.7%)
Kesimpulan: hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, asupan garam dan merokok dengan tingkat hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 dengan hasil ρ-value (0,013), ρ-value (0,011), dan ρ-value (0,004). Diharapkan masyarakat di rt 009 rw 003 kp cabangdua desa lenggah sari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi .
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Covid-19 yaitu penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang menyerang saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan demam tinggi, flu, batuk, sesak nafas serta nyeri tenggorokan. Menurut data dari CNN Indonesia pada tanggal 29 April tahun 2020 di ketahui lansia adalah penyumbang angka kedua terbanyak akibat COVID-19 dari 784 kasus yang meninggal 311 di antaranya adalah lansia. Hal ini di sebabkan karena rendahnya daya tahan tubuh lansia. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh lansia agar tetap kuat yaitu dengan menjaga perilaku kesehatannya.
Tujuan : Untuk Mengidentifikasi Apa saja Gambaran Perilaku Kesehatan Pada Lansia Saat Pandemi Covid-19 Di Cibuntu Rt 03 Rw 05 tahun 2020.
Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang di teliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang sudah memasuki usia Lansia di Desa Cibuntu Rt 03 Rw 05, Kabupaten Bekasi. Jumlah populasinya sebanyak 41 Lansia dan menggunakan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 lansia. Instrumen yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh lansia itu sendiri. Dan analisis data menggunakan Analisa Univariat.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan Asupan Makanan Bergizi tidak terpenuhi sebesar (59,4%), Pola Hidup Tidak Sehat sebesar (53,1%), Kebiasaan Olaharaga Tidak Terbiasa sebesar (68,8%), Istirahat Tidak Tercukupi sebesar (65,6%).
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa lansia di desa Cibuntu Rt 03 Rw 05 pada tahun 2020 masih banyak yang kurang memperhatikan perilaku kesehatan nya berdasarkan data hasil penelitian yang telah didapatkan.
Saran : Diharapkan para lansia bisa lebih memperhatikan perilaku dan menjaga kondisi kesehatannya agar tidak mudah terkena penyakit terutama pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Salah satu perkembangan paling signifikan dalam penggunaan teknologi informasi di Universitas dalam dekade terakhir adalah integrasi dan penggunaan sistem elearning untuk dapat dilihat sebagai alat mendukung proses pengajaran dan pembelajaran. Elearning adalah konsep yang berasal dari penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk merevisi dan mengubah model dan praktik pembelajaran dan pembelajaran tradisional yang telah berkembang dalam dekade terakhir. Sedangkan untuk metode pembelajaran elearning memiliki pengaruh dalam tingkat keberhasilan belajar mahasiswa karna materi atau teori yang akan di sampaikan oleh dosen tetap di peroleh karna tidak ada keterbatasan waktu, serta lebih giat untuk mengerjakan setiap tugas yang di berikan karna menggunakan sistem yang memiliki pembatasan waktu seperti e-campus, sehingga dalam durasi waktu lebih efesien yang melatih mahasiswa untuk lebih disiplin. Hasil studi pendahuluan di dapatkan dari hasil nilai dapat berhasil jika nilai UTS 67,99 dikatakan berhasil, hasil yang saya dapat pada mahasiswa S1 keperawatan semester VI angkatan 2017 pada saat melakukan pembelajaran elearning terdapat 23 mahasiswa berhasil dan terdapat 2 mahasiswa tidak berhasil. Sehingga peneliti tertarik dalam mengambil penelitian “Analisis Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020”.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020
Metode : Metode yang digunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020 dengan jumlah 121 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 121 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah data sekunder yaitu nilai UTS Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester II (p = 0,015 < α 0,05), S1 Keperawatan semester IV terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,000 < α 0,05) dan tidak ada hubungan pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester VI terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,480 > α 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan pembelajaran e-learning terhadap tingkat keberhasilan belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Medika Drg Suherman
Saran : Diharapkan menciptakan inovasi terkait pembelajaran e-learning dan menciptakan kenyaman pada saat proses pembelajaran e-learning Mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pola makan dengan gizi seimbang merupakah salah satu faktor utama pada permasalahan gizi di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2010 terdapat 104 juta anak-anak seluruh dunia mengalami gizi kurang. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi anak usia sekolah yang kurus adalah 11,2 % sedangkan prevalensi anak usia sekolah yang gemuk adalah 18,8%. Populasi dalam penelitian ini adalah 145 orang tua siswa dan sampel penelitian 64 orang responden dengan cara purposive sampling analisis yang digunakan adalah univariat. Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan orang tua siswa sekolah dasar tentang pemenuhuan gizi seimbang di MI Almunawaroh. Yang berpengetahuan baik sebanyak 27 responden (42,2%), sedangkan yang berpengetahuan cukup sebanyak 21 responden (32.8%), dan yang berpengetahuan kurangs ebanyakan 16 responden (25.0%). Yang berusia 28-38 tahun sebanyakan 32 responden (50.0%), yang berpendidikan >SLTA sebanyakan 38 responden (59.4%), yang berekonomi . Rp.3.300.000 sebanyak 36 responden (57,8%), yang bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyakan 42 responden (65,6%). Dari hasil penelitian didaptakan pengetahuan orang tua siswa sekolah dasar tentang pemenuhan gizi seimbang di MI Almunawaroh memiliki pengetahuan yang baik. Saran: untuk sekolah sebaiknya memberikan pendidikan gizi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai makanan bergizi seimbang.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian dekriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu pekerja yang memberikan ASI dan memiliki bayi usia 0-6 bulan di PT. Surya Multindo Industri. Sample 48 responden, sampel diambil dengan Teknik total sampling. Instrumen untuk mengukur pengetahuan ibu pekerja menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat.
Hasil penelitian ini menunjukan yang paling banyak adalah berpengetahuan kurang sebanyak 20 responden (41,7%), berpengetahuan cukup sebanyak 15 responden (31,3%), dan berpengetahuan baik sebanyak 13 responden (27,1%).
Diharapkan perusahaan menyediakan penyuluhan pada ibu pekerja tentang pemberian ASI dan memberikan fasilitas pojok untuk menyusui atau memerah ASI.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Prevalensi Tuberkulsosis sebesar 628/100.000 penduduk. Diperkirakan kasus Tuberkulosis pada kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 10,1% (kemeskes,2017).Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang pengobatan tuberkulosis paru pada anak.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 52 orangtua dan sampel penelitian 34 responden dengan cara accidental sampling. Analisis yang digunakan univariat.
Hasil penelitian: Gambaran tingkat pengetahuan orangtua tentang pengobatan tuberkulosis paru pada anak di RSUD Kabupaten Bekasi berpengetahuan baik, sebanyak 19 responden (55,9%)
yang memiliki pendidikan Tinggi ≥ SLTA sebanyak 20 responden (58,8%) dengan tingkat Pengetahuan baik sebanyak (41,2%), yang paling banyak responden dengan Sosial Ekonomi Rendah ≤ Rp 3.837.939 sebanyak 21 responden (61,8%) dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak (35,3%), yang paling banyak adalah dengan pengalaman tidak pernah mengalami pengobatan tuberkulosis paru sebanyak 25 responden (73,5%), dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak (35,3%), yang paling banyak adalah dengan memiliki sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak sebanyak 20 responden (58,8%), dengan tingkat pengetahuan Baik (29,4%), yang memiliki Usia Dewasa Awal ≤ 40 sebanyak 19 responden (55,9%) dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak (32,4%).
Pengetahuan Orangtua tentang pengobatan tuberkulosis paru di rsud kabupaten bekasi tahun 2019 berpengetahuan baik. Saran: Untuk orang tua anak lebih meningkatkan pengetahuan yang sudah baik dalam pengobatan tuberkulosis paru melalui sember informasi, sumber ekonomi, pengalaman dan usia.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masalah stunting merupakan ancaman bagi Indonesia, karena anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik tapi juga pertumbuhan otak (Kemenkes, 2018). Tujuan penelitian diketahui gambaran tingkat pengetahuan orangtua balita tentang stunting.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 75 orang dan sampel penelitian 42 responden dengan cara purposive sampling. Analisis yang digunakan univariat.
Hasil penelitian: Gambaran tingkat pengetahuan orangtua balita tentang stunting di RT 002 dan RT 003 RW 012 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara pengetahuan cukup sebanyak 17 orang (40,5%), kurang sebanyak 14 orang (33,3%) dan baik sebanyak 11 orang (26,2%), berdasarkan usia responden dengan usia dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 33 orang (78,6%), berdasarkan pendidikan yang tinggi sebanyak 28 orang (66,7%), berdasarkan sosial ekonomi yang tinggi sebanyak 32 orang (76,2%) dan berdasarkan paparan informasi dari media massa sebanyak 40 orang (95,2%).
Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran Tingkat Pengetahuan Orangtua Balita Tentang Stunting Di RT 002 Dan RT 003 RW 012 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara memiliki pengetahuan cukup.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita. Insiden kanker payudara di Negara-negara Asia mencapai 20 per 100.000 penduduk. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara di RT.01 RW.004 Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Metode dalam penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah wanita usia subur pada deteksi dini kanker payudara sebanyak 170 orang. Sampel yang diambil 70 responden dengan metode pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat.
Hasil penelitian gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara (SADARI) di RT.001 RW.004 Desa Cibuntu dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah wanita usia subur dengan pengetahuan kurang sebanyak 47 responden (67,1%), pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (17,2%), pengetahuan baik sebanyak 11 responden (15,7%).
Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara (SADARI) di RT.01 RW.004 di Desa Cibuntu memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk wanita usia subur lebih meningkatkan pengetahuan mengenai deteksi dini kanker payudara dengan cara lebih aktif bertanya kepada tenaga kesehatan.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah penyakit dengan tanda adanya gangguan tekanan darah sistolik maupun diastolik yang naik diatas tekanan darah normal (Marsiadi, 2016). Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, dimana 1,5 juta kematianterjadi di Asia Tenggara (Kemkes, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi berdasarkan usia, pendidikan, pengalaman, dan paparan informasi.
Jenis dan desain penelitian yang digunakan jenis penelitian desktiptif kuantitatif. Sampel yang digunakan berjumlah 69 responden.
Hasil penelitian menunjukan responden yang berpengetahuan terbanyak adalah berpengetahuan kurang sebanyak 36 orang responden (52,2%). Usia yang terbanyak adalah dewasa awal 54 responden (78,3%), Pendidikan yang terbanyak adalah berpendidikan rendah 53 responden (76,8%), Berdasarkan pengalaman yang terbanyak adalah berpengalaman pernah sebanyak 38 responden (55,1%). Paparan informasi yang terbanyak adalah paparan non tenaga kesehatan sebanyak 31 responden (44,9%).
Kesimpulan : dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti yang terbanyak adalah responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 36 orang responden dengan presentase 52,2%.
Saran : masyarakat sebaiknya lebih memperkaya informasi mengenai pencegahan hipertensi, sehingga masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang pencegahan hipertensi dan dapat mengaplikasikannya. Informasi dapat diperoleh dari tempat pelayanan kesehatan, berbagai media dan berbagai pengalaman.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu jenis penyaki penyebab kematian
nomor satu di dunia data yang di dapatkan menunjukkan bahwa sebanyak 17,3 miliar orang
di dunia meninggal karena penyakit kardiovaskuler WHO (2016). Salah satu permasalahan
psikologis yang muncul pada penyakit gagal jantung adalah kecemasan. Tujuan penelitian
Diketahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien denngan gagal jantung kongestif di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
adalah 160 responden sampel penelitian 67 responden dengan cara metode pengambilan
dengan accidental sampling. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner.. Analisa data hasil
menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat kecemasan pada pasien dengan gagal jantung
kongestif di Rumah sakit umum daerah kabupaten bekasi tahun 2018 dalam distribusi
frekuensi dengan persentase terbanyak ialah klien dengan kecemasan sedang sebanyak 26
dengan presentase (38,8%), kecemasan ringan 36 dengan presntase (53,7%), kecemasan berat
sebanyak 4 dengan presentase (6%) dan kecemasan panik 1 responden dengan presentase
(1,5%) dari 67 responden .
Kesimpulan : Dari hasil penellitian di dapatkan gambaran tingkat kecemasan pada
pasien dengan gagal jantung kongestif di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi
tahun 2018 memiliki kecemasan sedang. Saran:bagi instansi Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Bekasi dapat meningkatkan komunikasi intrapersonal antara perawat dan klien
yang akan mengalami penyakit gagal jantung kongestif (CHF)
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : osteoartritis lebih sering terjadi pada lansia untuk itu perlu peranan khusus
lansia pada perawatan osteoartritis terutama bagi keluarga. Berdasarkan data WHO (2013), 40%
penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun mengalami osteoartritis. Sedangkan di
Indonesia, angka osteoartritis total mencapai 36,5 juta orang dan 40% berasal dari populasi usia
diatas 70 tahun. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
adalah 109 orang dan sampel penelitian 86 orang dengan cara accidental sampling. Analisis yang
digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit
osteoartritis di Puskesmas Karang Bahagia. Pengetahuan kurang yaitu sebanyak 45 responden
(52,4%), pengetahuan cukup 19 responden (22%), pengetahuan baik 22 responden (25,6%),
responden berumur ≤45 tahun yaitu sebanyak 62 responden (72,1%), sedangkan responden yang
berpendidikan rendah (≤SLTA) sebanyak 53 responden (61,6%), responden yang memiliki gaya
hidup (aktifitas fisik) baik sebanyak 54 responden (62,8%), responden yang tidak memiliki (tidak
pernah) mengalami penyakit osteoartritis sebanyak 50 responden (58,1%), responden yang
mendapatkan sumber informasi dari non tenaga medis sebanyak 43 responden (41,9%),
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga
pasien tentang penyakit osteoartritis di puskesmas karang bahagia memiliki pengetahuan kurang.
Saran : untuk keluarga sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang osteoartritis dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.