Abstrak
Latar belakang : osteoartritis lebih sering terjadi pada lansia untuk itu perlu peranan khusus lansia pada perawatan osteoartritis terutama bagi keluarga. Berdasarkan data WHO (2013), 40% penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun mengalami osteoartritis. Sedangkan di Indonesia, angka osteoartritis total mencapai 36,5 juta orang dan 40% berasal dari populasi usia diatas 70 tahun. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 109 orang dan sampel penelitian 86 orang dengan cara accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit osteoartritis di Puskesmas Karang Bahagia. Pengetahuan kurang yaitu sebanyak 45 responden (52,4%), pengetahuan cukup 19 responden (22%), pengetahuan baik 22 responden (25,6%), responden berumur ≤45 tahun yaitu sebanyak 62 responden (72,1%), sedangkan responden yang berpendidikan rendah (≤SLTA) sebanyak 53 responden (61,6%), responden yang memiliki gaya hidup (aktifitas fisik) baik sebanyak 54 responden (62,8%), responden yang tidak memiliki (tidak pernah) mengalami penyakit osteoartritis sebanyak 50 responden (58,1%), responden yang mendapatkan sumber informasi dari non tenaga medis sebanyak 43 responden (41,9%), Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit osteoartritis di puskesmas karang bahagia memiliki pengetahuan kurang. Saran : untuk keluarga sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang osteoartritis dengan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.