2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jajan sembarangan adalah perilaku membeli makanan atau minuman yang tidak memilih-milih jenis makan dan minuman yang akan di konsumsi. Sekitar 40-45% pangan jajan anak sekolah di Indonesia tidak memenuhi syarat kesehatan. Jajan sembarangan yang bisa mengakibatkan diare, resiko kanker karena makanan yang bersifat karsinogenik, terinfeksi bakteri dan cacing, gangguan pencernaan, keracunan makanan, tifus, muntah berulang, tidak nafsu makan, kembung, perlukaan pada lambung, kerusakan hati, amandel (tonsillitis), dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku jajan sembarangan dengan pengetahuan, sikap, peran orangtua, peran teman, dan peran guru pada siswa-siswi SDN Sindangsari 02 Kabupaten Bekasi tahun 2018.
Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas IV dan V SDN Sindangsari 02, menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 113 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariate dan bivariate, dengan uji statistik menggunakan Kai Kuadrat.
Dari hasil penelitian ini di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan P Value 0,012 <α 0,05 dan OR 2,907, sikap dengan P Value 0,012 dan OR 2,836, peran orangtua dengan P Value 0,036 dan OR 2,426, peran teman dengan P Value 0,004 dan OR 3,321, peran guru dengan P Value 0,022 dan OR 2,597, dengan perilaku jajan sembarangan pasa siswa-siswi SDN Sindangsari 02. Hasil penelitian menunjukan adanya kesesuaianantara teori dengan apa yang terjadi dilapangan.
Diharapkan bagi para siswa dan siswi setelah mengetahui bahaya atau dampak buruk dari jajan sembarangan diharapkan para siswa dan siswi yang jajan sembarangan (tidak memilih-milih makanan yang dibeli) setidaknya dapat dikurangi dan dapat memilih jajanan yang sehat.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Stroke merupakan penyakit neurologis atau vokal yang terjadi akibat penyubatan dan pecahnya pembuluh darah di otak yang berlangsung selama lebih dari 24 jam yang menyebabkan kematian kurang dari 24 jam pada penyakit stroke apabila tidak mendapat penangan khusus bisa menyebabkan kecacatan.Oleh karena itu untuk mempertahankan supaya tidak terjadi kekakuan pada otot dan sendi maka penderita stroke harus melakukan Range Of Motion. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan rentang sendi pasien stroke di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018
Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus satu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh klien stroke di RSUD Kota Bekasi jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 54 orang klien stroke dan jumlah responden yang akan diteliti sebanyak 54 responden.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (P value = 0,003< α (0,05) ; OR 6,750), dukungan keluarga (P value = 0,015< α (0,05) ; OR 4,722), peran dan fungsi keluarga (P value = 0,007 < α (0,05) ; OR 6,750),dan perilaku klien stroke (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 7,037) dengan motivasi klien stroke melakukan Range Of Motion (ROM)
Diharapkan bagi klien stroke untuk melakukan latihan Range Of Motion (ROM) sedini mungkin supaya mampu mempertahankan kegiatan sehari-hari bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita stroke supaya selalu memberikan dukungan berupa motivasi dan dukungan lainnya. Kesimpulan latihan Range Of Motion (ROM) dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada stroke
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Insiden keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2017 ada 136
kasus, 25 % terjadi di unit keperawatan, sebesar 2.2% di unit farmasi, 2.9% di unit lab dan
3.9% terjadi oleh dokter. Insiden keselamatan pasien dipengaruhi oleh banyak faktor, salah
satunya faktor perilaku perawat ketika bekerja, yang terdiri dari pengetahuan perawat,
sikap perawat dan adanya pelatihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor
yang berhubungan dengan perilaku perawat terhadap penerapan keselamatan pasien di unit
rawat inap RS Sentra Medika Cibinong.
Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study.
Populasi penelitian adalah seluruh perawat di unit rawat inap yang berjumlah 136. Sampel
penelitian sejumlah 58 perawat. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square
dengan tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan data yang diperoleh, Hasil analisis menunjukkan, ada hubungan antara
pengetahuan dengan penerapan keselamatan pasien (p=0,005). Ada hubungan antara sikap
dengan penerapan keselamatan pasien (p=0,009). Ada hubungan antara pelatihan dengan
penerapan keselamatan pasien (p=0,03).
Kesimpulan, ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan pelatihan dengan penerapan
keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong. Saran, sosialisasi tentang keselamatan
pasien kepada perawat dilakukan secara konsisten dan berkala
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan signifikan antara perilaku
perawat terhadap penerapan keselamatan pasien di unit rawat inap RS Sentra Medika
Cibinong. Saran dari peneliti sebagian besar perawat mempunyai risiko tinggi mengalami
insiden keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong, akan tetapi rumah sakit sudah
menyediakan SPO yang berkaitan dengan keselamatan pasien, adanya komite patient
safety, adanya budaya lapor dan budaya no blaming di lingkungan RS. Maka diharapkan
RS untuk tetap memberikan motivasi kepada perawat untuk mempertahankan dan
meningkatkan budaya keselamatan pasien. Dan Masih ada perawat yang mempunyai
pengetahuan dan sikap yang kurang serta belum mengikuti pelatihan.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Troponin T merupakan penanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada
penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. Sindrom koroner akut merefleksikan
proses fisiologis dari iskemia miokard akut, dan lebih penting dari sudut pandang klinik,
merupakan
suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri
dada. Adapun tujuan di lakukan penelitian ini adalah mampu mengidentifikasi Pasien-pasien
ACS terutama yang mengalami peningkatan Troponin T terhadap klinis pasien seperti
perubahan gambaran EKG, karakteristik nyeri dada, dan ferfusi jaringan ferifer.
Jumlah sampling yang di ambil oleh peneliti adalah ssekitar 30 orang sampling, waktu
di pelaksanaanya di bulan January dari tanggal 01 sampai dengan 31 january 2018 dengan
melakukan obervasi klinis pasien di ruang ICCU RS.Sentra Medika Cibinong.
Dengan jumlah sampel 30 pasien ACS ( Acute Coronary Syndrome )menunjukan
bahwa 9 yaitu 30 % pasien ACS di ICCU RSSMC dalam rentan waktu 1 bulan di January
2018 mengalami Peningkatan Troponin T di atas 2000 ng/L, dan 6 orang pasien ACS < 50
ng/L seiktar 20 %, dan 6,7 % mengalami peningkatan trop T di atas 137 ng /L sisanya
terdistribusi di 3.3 % dengan uji analisis biavariat yang di lakukan adalah uji T independent
test dengan gambaran klinis perubahan EKG dan Nyeri dada akut.
Dapat di simpulkan bahwa pasien ACS dengan peningkatan Troponin T sangat
berbahaya apabila tidak di lanjuti tindakan referfusi secara cepat. Semakin tinggi nilai Troponin
T menunjukan kerusakan jaringan otot jantung semakin banyak.untuk para klinisi di lapanagn
perwat ICCU ataupun di tempat yang lain lebih mewaspadai lagi apabila menemukan pasien
ACS dengan peningkatan Troponin T.”
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
STUDI FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TURNOVER
PERAWAT DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2018
Susi Miliawati, Ns.Angga Saeful Rahmat, M.Kep, Sp.Kep.Kom, Ns. Armi, S.Kep, M.Kep
1. Mahasiswa Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang
2. Dosen Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang Email : [email protected]
ABSTRAK
Turnover perawat dapat didefinisikan sebagai suatu proses perpindahan perawat dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Tingginya tingkat turnover di keperawatan, merupakan tantangan yang besar bagi para manajer keperawatan dalam rangka pengembangan staf. Di Indonesia turnover perawat sering terjadi pada rumah sakit swasta, karena rumah sakit swasta adalah suatu bentuk perusahaan yang mempunyai aturan dan pedoman ataupun komitmen yang diatur secara internal yang tidak memperhitungkan unsur manfaat biaya dan efektifitas biaya bagi perawatnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan turnover perawat di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 67 perawat yang diambil dengan tekhnik Nonprobability Sampling. Data yang didapat menggunakan kuisioner.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong bahwa perawat yang memiliki niat ingin pindah bekerja sebanyak 28 perawat (41,8%) dari 67 perawat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa paling banyak perawat yang berusia < 30 tahun yaitu 44 perawat (65,7%)p value 0,953. Selain itu, didapatkan informasi bahwa perawat yang berjenis kelamin perempuan yaitu 55 perawat (82,1%)p value 0,333. Diketahui bahwa perawat yang sudah menikah terdapat 44 perawat (65,7%)p value0,493. Kemudian perawat dengan pendidikan akhir DIII yaitu 52 perawat (77,6%)p value 0,464. Diketahui pula perawat dengan masa kerja > 1 tahun yaitu 58 perawat (86,6%)p value 1,000. Selanjutnya, perawat dengan status karyawan tetap yaitu 61 perawat (91%)p value 0,688. Perawat dengan kompensasi kurang sesuai yaitu 34 perawat (50,7%)p value 0,001, didapatkan informasi bahwa sebagian dari perawat yang menyatakan kompensasi sesuai memiliki keinginan untuk pindah bekerja.
Jika diamati karakteristik yang dimiliki oleh perawat, cukup banyak perawat yang memiliki resiko untuk pindah bekerja. Walaupun pada penelitian ini belum terbukti signifikan dari semua variabel terhadap turnover perawat, maka ada beberapa saran yang direkomendasikan kepada pihak RS Sentra Medika Cibinong . saran yang diajukan adalah meningkatkan manajemen sumber daya manusia, memperhatikan kondisi kepuasan kerja perawat, melakukan pelatihan atau pembekalan bagi setiap perawat yang baru bekerja, mengadakan program pemberian penghargaan, pengadaan koperasi untuk kesejahteraan karyawan, mengadakan program dana pensiun
Kepustakaan :20 Buku (1998-2015)
Kata Kunci :Turnover Perawat
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian dekriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu pekerja yang memberikan ASI dan memiliki bayi usia 0-6 bulan di PT. Surya Multindo Industri. Sample 48 responden, sampel diambil dengan Teknik total sampling. Instrumen untuk mengukur pengetahuan ibu pekerja menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat.
Hasil penelitian ini menunjukan yang paling banyak adalah berpengetahuan kurang sebanyak 20 responden (41,7%), berpengetahuan cukup sebanyak 15 responden (31,3%), dan berpengetahuan baik sebanyak 13 responden (27,1%).
Diharapkan perusahaan menyediakan penyuluhan pada ibu pekerja tentang pemberian ASI dan memberikan fasilitas pojok untuk menyusui atau memerah ASI.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Central Venous Pressure (CVP) adalah tekanan dari darah di atrium kanan jantung
dan vena kava. Pengukuran CVP terhadap 5 pasien yang terpasang ventilator dengan
setting PEEP 5 cmH2O diperoleh hasil peningkatan nilai CVP yang bervariasi antara
2 sampai dengan 5 cmH2O dari angka normal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi pengaruh ventilasi mekanik : PEEP terhadap peningkatan CVP pada
pasien yang terpasang ventilator di ruang ICU RS Sentra Medika Cibinong.Penelitian
ini menggunakan metode Quasi-Experimental dengan desain Case Control.
Populasinya yaitu 20 orang pasien yang terpasang CVC dan terpasang ventilator yang
menggunakan PEEP (Case) dan 20 orang pasien yang terpasang CVC dan terpasang
ventilator yang tidak menggunakan PEEP (Control) menggunakan instrumen lembar
observasi. Sampel diambil menggunakan tehnik total sampling yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh diolah menggunakan Uji T
Independen. Hasil yang diperoleh yaitu nilai p value 0,000 (p<α 0,05) sehingga Ho
ditolak berarti penelitian terdapat pengaruh yang signifikan pemberian PEEP
terhadap peningkatan CVP. Dengan demikian maka ada peningkatan nilai Central
Venous Pressure (CVP) yang dipengaruhi oleh Positive End Expiratory Pressure
(PEEP). Saran dari peneliti agar dijadikan rujukan dalam pembuatan SOP
pengukuran CVP pada pasien yang terpasang ventilator dengan PEEP di ruang ICU
RS Sentra Medika Cibinong.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dekubitus merupakan masalah yang dapat terjadi pada pasien dengan penyakit
kronis, kondisi lemah dan lumpuh dalam waktu yang lama. Dekubitus terjadi pada
area yang terlokalosir dengan jaringan yang mengalami nekrosis dan biasanya
terjadi pada permukaan tulang yang menonjol, sebagai akibat dari tekanan dalam
jangka waktu yang lama menyebabkan peningkatan tekanan kapiler. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh alih baring dan tidak terhadap
kejadian dekubitus pada pasien tirah baring di Rumah Sakit Sentra Medika
Cibinong Tahun 2018. Populasi 25 responden. Case dan control adalah penelitian
yang dilakukan dengan cara membandingkan antara dua kelompok yaitu
kelompok kasus (dilakukan alih baring tiap 2 jam) dengan jumlah 12 responden
dan kelompok control (Tidak dilakukan alih baring tiap 2 jam) dengan jumlah 13
responden. Analisis data dilakukan dengan uji independent T test. Dari hasil
penelitian nilai p value sebesar 0,018, dimana nilai p value < 0,05 sehingga dapat
disimpulkan ada pengaruh alih baring terhadap kejadian dekubitus pada pasien
tirah baring di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, dimana pada kelompok
kasus tidak ditemukan adanya kejadian dekubitus sedangkan pada kelompok
control ditemukan adanya kejadian dekubitus yaitu sebanyak 5 responden. Saran
bagi rumah sakit masukan positif bagi pembuatan standar operasional prosedur
yang merupakan bentuk intervensi dari kesehatan pasien.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan
fungsi ginjal yang ireversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling sering
digunakan adalah hemodialisa. Salah satu komplikasi hemodialisa yang sering terjadi
adalah penurunan kadar glukosa darah dan dapat menyebabkan hipoglikemia. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa
darah yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa.
Rancangan penelitian ini mengguanakan quasi experiment design terhadap 108
responden di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Medika Cibinong pada bulan Februari
2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisa ini
menggunakan uji t dependen dengan derajat kemaknaan (α)=5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan kadar glukosa darah prehemodialisa
didapatkat rata-rata 138,91 mg/dl sedangkan pada pemeriksaan kadar
glukosa drah post-hemodialisa didapatkat rerata 109,90 mg/dl. Sehingga terdapat
perbedaan bermakna (p=0,00) antara kadar glukosa darah pre-hemodialisa dan posthemodialisa
dengan
rerata
penurunan
kadar
glukosa
darah
29.01
mg/dl.
Dari
kesimpulan
pada
penelitian
ini
bahwa
terdapat
pengaruh
bermakna
tindakan
hemodialisa
terhadap
penurunan
kadar
glukosa
darah
di
ruang
Hemodialisa
Rumah
Sakit
Sentra
Medika
Cibinong
tahun
2017.
Saran
untuk
tenaga
keperawatan
diharapkan
selalu
melakukan
observasi tanda- tanda hipoglikemia terutama pada pasien yang keadaan
umumnya buruk dan untuk Rumah Sakit diharapkan melakukan pengecekan glukosa
darah sebelum dan sesudah hemodialisa.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Toilet Training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar di toilet pada waktu yang tepat. Toilet Training dapat berlangsung pada fase kehidupan anak yaitu umur 18 bulan sampai 24 bulan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam Toilet Training pada anak usia Toddler yaitu faktor pendidikan, pekerjaan, pola asuh orang tua, pengetahuan, dan lingkungan. Faktor tersebut mempengaruhi dalam penerapan Toilet Training karena pada dasarnya peran serta ibu sangat penting di dalam membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan dan menyediakan fasilitas agar anak merasa nyaman dalam menjalani proses perkembangannya. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan Toilet Training pada anak usia Toddler di Poliklinik Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2018.
Penelitian ini termasuk analitik kuantitatif, dengan menggunakan metode Cross Sectional. Adapun sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia Toddler di Poliklinik Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, jumlah responden yang akan di teliti sebanyak 63 responden.
Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P- Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 12.500. Hubungan antara pengetahuan dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 19.883. Hubungan antara lingkungan dengan tingkat keberhasilan Toilet training dengan nilai P Value 0.000 < (0.05) dan nilai OR 12.089.Sedangkan hasil penelitian yang menunjukan tidak terdapat hubungan adalah pendidikan dan pekerjaan terhadap tingkat keberhasilan Toilet Training pada anak usia Toddler di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai P -Value 1.000 dan 0.158.
Peneliti menyarankan kepada institusi kesehatan khusunya rumah sakit adanya peningkatan penyuluhan dengan metode yang mudah di pahami oleh masyarakat khususnya ibu sehingga penyuluhan tersebut efektif dan dapat meningkatkan peran dalam penerapan Toilet Training.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Miopia adalah sinar-sinar yang berjalan sejajar dengan sumbu mata tanpa akomodasi dibias di depan retina, tajam penglihatan selalu kurang. Berdasarkan data WHO 2014 terdapat 285 juta penduduk dunia menderita gangguan penglihatan, dimana 39 juta orang mengalami kebutaan dan 246 juta mengalami penurunan penglihatan (low vision) atau miopia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang faktor-faktor penyebab miopia pada siswa SMA Negeri 1 Sukatani.
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan deskriptif. Jumlah sampel penelitian 45 siswa dengan cara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Gambaran faktor-faktor penyebab miopia pada siswa SMA Negeri 1 Sukatani. Berdasarkan faktor kebiasaan 34 responden (75,6%) memiliki kebiasaan kurang baik. Berdasarkan faktor keturunan 25 responden (55,6%). Sedangkan faktor lingkungan 29 responden (64,4%), dan penderita miopia yang tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah 34 responden (75,6%).
Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Miopia Pada Siswa SMA Negeri 1 Sukatani memiliki ada beberapa faktor-faktor penyebab yang lebih tinggi seperti faktor penyebab berdasarkan kebiasaan memiliki 34 responden (75,6%) memiliki kebiasaan kurang baik.
Saran : Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan pengetahuan yang baru dalam upaya penurunan kejadian miopia.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sarapan pagi yang baik memenuhi 15-30% dari angka kebutuhan gizi harian, aktif dan cerdas. Penelitian dilakukan oleh Perdana (2013) membuktikan bahwa masih banyak anak Indonesia sebanyak 69,6% % yang belum mengkonsumsi sarapan dengan anjuran gizi seimbang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengetahuan ibu siswa kelas I tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01. Jenis penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 responden dengan cara accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian gambaran pengetahuan ibu siswa kelas I tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 didapatkan bahwa pengetahuan baik sebanyak 35 responden (63,6%). Berdasarkan pendidikan ibu sebanyak 37 responden (67,3%) memiliki pendidikan yang tinggi. Banyak ibu yang memiliki pengalaman paling banyak, yaitu 53 responden (96,4%). Informasi paling banyak dari tenaga kesehatan sebanyak 24 responden (43,6 %). Secara ekonomi ibu yang paling banyak memiliki ekonomi rendah yaitu 36 responden (65,5%). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa Ibu siswa kelas I di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 memiliki pengetahuan yang baik tentang pentingnya sarapan pada anak. Sehingga disarankan sebaiknya ibu mempertahankan pengetahuan tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
2019 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang bersifat abnormal yang terjadi pada serviks uterus. Deteksi dini kanker serviks adalah pengujian pra-kanker dan kanker pada perempuan yang tidak memiliki gejala dan mungkin merasa sangat sehat. Kejadian kanker serviks di dunia pada tahun 2015 sebanyak 85%.
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan di Rt 003/Rw 003 Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perempuan usia subur (15-49 tahun) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah 311 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random smpling yaitu 77 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Tingkat pengetahuan kurang sebanyak 42 responden (54,4%), cukup sebanyak 25 responden (32,5%), baik sebanyak 10 responden (13,0%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang didapatkan gambaran tingkat pengetahuan perempuan usia subur (15-49 tahun) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode tes IVA memiliki pengetahuan kurang sebanyak 42 responden (54,4%), cukup sebanyak 25 responden (32,5%), Baik sebanyak 10 responden (13,0%).
Saran : untuk puskesmas Cikarang Utara lebih meningkatkan edukasi pentingnya deteksi dini kanker serviks untuk mendapat kesejahteraan dan mencapai kesehatan yang optimal.