2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Kematian saat melahirkan menjadi faktor utama mortalitas usia muda pada masa puncak produktivitas. Di Indonesia masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) masih menjadi suatu masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Beberapa faktor penyebab langsung kematian ibu di Indonesia masih di dominasi oleh perdarahan (42%), eklamsia/preeklamsia (13%), abortus (11%), infeksi (10%), partus lama/persalinan macet (9%), dan penyebab lain (15%). Dalam persalinan akan terjadi perlukaan pada perineum baik itu karena robekan spontan maupun episiotomi. Di Indonesia luka perineum di alami oleh 75% ibu melahirkan pervaginam. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum antara lain adalah ibu tidak mengalami kelainan misalnya anemia dan diabetes melitus, kebutuhan gizi ibu tercukupi dilihat dari IMT ibu, pengetahuan ibu mengenai perawatan luka perineum ibu baik, vulva hygiene ibu baik selama masa nifas, ibu melakukan mobilisasi dini 2 jam setelah persalinan pada ibu tidak ada komplikasi (Wiknjosastro, 2007).
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Cross sectional. Penelitian dilaksanakan di BPS Hj. Wiwin Wulandari Cikarang Utara Kabupaten Bekasi selama bulan Mei sampai dengan Juni 2018, populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas yang memiliki luka jahitan perineum di BPS Hj. Wiwin Wulandari Cikarang Utara Kabupaten Bekasi dan jumlah sampel sebanyak 77 responden.
Hasil analisa bivariat didapatkan hasil hubungan lama luka perineum dengan pengetahuan ibu nifas statistik diperoleh nilai p = 0,000 P < a 0,05.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, mobilisasi, vulva hygien dan pantang makanan dengan lamanya waktu penyembuhan luka perineum. Saran dalam penelitian ini perlunya peningkatan pengetahuan tentang luka jahitan perineum, pentingnya mobilisasi pada saat masa nifas, pentingnya vulva hygien yang baik dan asupan nutrisi yang baik.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan salah satu gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita. Bagi remaja putri yang baru memasuki masa pubertas dengan segala bentuk fenomena perubahan pada diri mereka, bila masalah ini tidak ditangani sejak dini akan berdampak negatif dikemudian hari.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sumber informasi, personal hygiene, pembinaan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas XI di SMAN 1 Tambelang. Jenis penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XI di SMAN 1 Tambelang dengan sampel sebanyak 80 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian keputihan p value = 0,000 dan nilai OR di dapatkan 9,750, sumber informasi p value = 0,001 dan nilai OR 5,667, dukungan keluarga p value = 0,001 dan nilai OR 9,750, personal hygiene p value = 0,001 dan nilai OR 7,000 dan pembinaan tenaga kesehatan p value = 0,000 dan nilai OR 9,750
Kesimpulan dari hasil penelitian 5 variabel yang diteliti (tingkat pengetahuan, sumber informasi, dukungan keluarga, personal hygiene dan pembinaan tenaga kesehatan) 5 variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Tambelang. Saran dalam penelitian ini adalah dapat memberikan sumber informasi dan menambah pengetahuan kepada responden tentang pentingnya menjaga kebersihan personal hygiene serta meningkatkan pengetahuan pada remaja tentang kejadian keputihan.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Personal Hygiene merupakan pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit (Proverawati, 2009). Menurut BKKBN (2009) di Indonesia sebanyak 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya bisa mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi pada siswi kelas vii SMPN 2 Cikarang Selatan 2018.
Penelitian ini menggunakan rancangan Analitik Deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Cikarang Selatan pada tahun 2018 dan proses pengambilan data dilaksanakan 14-21 Maret 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi di SMPN 2 Cikarang Selatan sebanyak 132 orang, subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 132 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan variabel penelitian perilaku, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan guru, sumber informasi.
Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan hasil bahwa yang berperilaku kurang baik sebanyak 71 (53,8%), yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 105 (79,5%), yang tidak mendapat dukungan keluarga 94 (71,2%), yang tidak mendapat dukungan guru sebanyak 91 (68,9%) dan yang mendapat sumber informasi dari media elektronik 67 (68.9%).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua variabel memiliki hubungan yang bermakna terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMPN 2 Cikarang Selatan pada tahun 2018. Diharapkan untuk remaja putri lebih meningkatkan pengetahuan dan wawasan agar dapat melakukan personal hygiene dengan baik dan memelihara organ reproduksi dengan baik dan benar.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kista ovarium merupakan salah satu tumor jinak ginekologi yang paling sering dijumpai pada wanita dimasa reproduksinya. Kista ovarium merupakan penyebab kematian semua kanker ginekologi diperkirakan jumlah penderita kista ovarium sebanyak 23,400 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kista ovarium pada wanita usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh wanita usia subur yang datang memeriksakan atau mengobati keadaannya kepoli kebidanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebanyak 823 wanita usia subur. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 262 resonden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling cara lotre. Penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat data dengan menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ada hubungan antara usia (P.value= 0,002), paritas (P.value= 0,001),menarche dini (P.value= 0,002),merokok (P.value= 0,001),riwayat kista ovarium padakeluarga (P.value= 0,004).Tidak ada kesenjangan antara usia, paritas, menarche dini, merokok & riwayat kista ovarium pada keluarga dengan teori.
Dari 5 variabel yang diteliti (usia, paritas, menarche dini, merokok dan riwayat kista ovarium pada keluarga) ternyata ada hubungan dengan kejadian kista ovarium, pada wanita usia subur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Saran diharapkan wanita usia subur memahami tentang kejadian kista ovarium, tanda dan gejala serta memperhatikan cara hidup sehat sebagai salah satu cara untuk mencegah dan bagi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat mengadakan poli gynekologi khususnya kista ovarium agar wanita usia subur mendapat pelayanan yang prima sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup. Menurut SDKI (2012), AKI melonjak drastis dari 228 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup. AKI berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2015 di Indonesia tercatat 305/100.000 kelahiran hidup dan 28,8% , dikarenakan PEB. Di RSUD Kota Bekasi Tahun 2017 didapatkan (11,5%) ibu hamil trimester III yang mengalami PEB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu hamil trimester III di RSUD Kota Bekasi tahun 2017.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Case Control. Populasinya seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RSUD Kota Bekasi Tahun 2017 sebanyak 1.317 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil trimester III yang mengalami PEB sebanyak 172 dengan sampel pembanding ibu hamil yang tidak mengalami PEB yaitu 172 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar isian dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian PEB, nilai P=0,002, hasil OR 2,006. Ada hubungan paritas dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,966. Ada hubungan paritas dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,966. Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,984. Ada hubungan pendidikan dengan kejadian PEB, nilai P=0,001, hasil OR 2,265. Ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian PEB, nilai P=0,001, hasil OR 2,078. Ada hubungan obesitas dengan kejadian PEB, nilai P=0,009, hasil OR 1,833.
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 6 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, riwayat hipertensi, obesitas dengan kejadian PEB pada ibu hamil trimester III di RSUD Kota Bekasi tahun 2017.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan