Profil penulis
MA
1.884 karya publik ditemukan.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Hamil Trimester II dan III Mengikuri Senam Hamil di RS Sentra Medika Cikarang
Senam hamil merupakan aktivitas fisik yang memiliki banyak manfaat baik ibu dan janin, akan tetapi tidak semua ibu hamil memiliki minat untuk mengikuti senam hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara pengetahuan, paritas, ekonomi, dukungan suami, dan sumber informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil. Jenis penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Data penelitian ini menggunakan data primer. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Univariat menggunakan statistik Proposional dan Bivariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil penelitian Uji Statistik Chi-Square didapatkan ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pengetahuan nilai P= 0.024 (P< a 0.05) dan OR 5,200, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan paritas nilai P= 0,049 (P< a 0,05) dan OR 4,148, ada hubungan minat ibu hamil dengan ekonomi nilai P= 0.011 (P< a 0.05) dan OR 6,095, ada hubungan minat ibu hamil dengan dukungan suami nilai P= 0,010 (P< a 0,05) dan OR 6,375, ada hubungan minat ibu hamil dengan sumber informasi nilai P= 0,004 (P< a 0,05) dan OR 7,771. dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, paritas, ekonomi, dukungan suami dan sumber informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil. Saran peneliti diharapkan kepada ibu hamil supaya mengikuti senam hamil karena baik untuk ibu dan janinnya, dan suami memiliki peran penting untuk mendukung ibu hamil agar berminat mengikuti senam hamil. Daftar Pustaka : 20 buku (2008-2017) 7 jurnal (2014-207) Kata Kunci : Pengetahuan, paritas, ekonomi, dukungan suami, sumber informasi
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Inkomplit di RSUD Kabupaten Bekasi
Kematian maternal dan neonatal merupakan masalah besar di negara-negara berkembang, penyebab kematian ibu di Indonesia yaitu perdarahan, eklampsia, spesis, hipertensi dalam kehamilan, partus macet. Di RSUD Kabupaten Bekasi pada periode Januari-Juni 2017 terdapat 726 ibu hamil, dan kasus abortus inkomplit merupakan kasus terbanyak yang terjadi yaitu sebanyak 60 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang datang di RSUD Kabupaten Bekasi Periode Januari-Juni tahun 2017 sebanyak 726 orang, sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh 60 ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit yang berkunjungan dan terdaftar direkam medik RSUD Kabupaten Bekasi. Sumber data didapatkan dari rekam medik (Data Sekunder). Analisis dara yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian Uji Statistik Chi-Square didapatkan usia ibu P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 3.259, paritas P Value = 0,000 <a 0,05 dan OR 3.168, pendidikan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,553, pekerjaan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,734, Infeksi Kehamilan P Value = 0,001 <a 0,05 dan OR 2,625, Anemia P Value = 0,002 <a 0,05 dan OR 2,468. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara usia ibu, paritas, pendidikan, pekerjaan, infeksi kehamilan, animia dengan kejadian abortus inkonplit pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah kejadian abortus inkomplit dengan cara memeriksakan kehamilan secara teratur ke pelayanan kesehatan.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli- Desember Tahun 2016
Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dua parameter yang lazim digunakan untuk mengukur status kesehatan masyarakat suatu negara secara umum karena menggambarkan banyak hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat bayi lahir rendah dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017 yaitu 643 persalinan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 198 bayi yang mengalami BBLR dan 445 bayi yang tidak mengalami BBLR sebagai pembanding. Rancangan analisa data adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara faktor usia ibu P value 0,001 dan OR 1,837, Paritas P value 0,000 dan OR 2,680, Jarak Kehamilan P value 0,013 dan OR 1,800, Anemia P value 0,001 dan OR 1,966 dan Pendidikan P value 0,000 dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan penelitian yang ada dilapangan antara kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi kejadian BBLR dengan metode pencegahan, pengobatan yang cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat menurunkan angka kejadian yang sudah ada, disarankan untuk tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di posyandu maupun di puskesmas.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Terhadap Imunisasi MR (Measles, Rubella) Pada Balita di Puskesmas Telaga Murni
Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella). Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500. Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Menyusui Pada Ibu Postpartum Dengan Sectio Caesarea di RS Sentra Medika
Menyusui merupakan proses fisiologis memberikan nutrisi kepada bayi secara optimal. Tetapi pada situasi tertentu proses menyusui dapat terhambat atau mengalami kesulitan , dampaknya pemberian asi menjadi tidak ekslusif . Wanita yang proses persalinannya sectio caesarea sering mengeluh kesulitan dalam menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum dengan seksio sesarea. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan metode pengambilan sample acidental sampling dengan jumlah sampel 44 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat , dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dari hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara umur dengan p value = 0,008 (p <a0,05) dan nilai OR di dapatkan sebesar = 6,861, paritas dengan p value = 0,010 (p <a0,05) dan nilai OR =7,219, nyeri luka operasi dengan p value = 0,023 (p <a0,05) dan nilai OR =6,600, motivasi dengan p value =0,024(p<a0,05) dan nilai OR = 5,833, dukungan suami p value = 0,018 ( p <a0,05) dan nilai OR=5,571 dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum section caesarea di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2018. Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti diantaranya umur, paritas, nyeri luka operasi , motivasi dan dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum sectio caesarea. Saran dalam penelitian ini adalah untuk petugas kesehatan khususnya bidan perlu memberikan informasi dan mengajarkan teknik menyusui yang benar , sejak trimester akhir kehamilan.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi IPV (Inactivated Polio Vaccine) Pada Bayi Usia 4 - 9 Bulan di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedung Waringin Tahun 2019
Imunisasi Inactivated Polio Vaccine merupakan imunisasi yang bertujuan mencegah penyakit poliomylitis. Pemberian Imunisasi Inactivated Polio Vaccine diutamakan pada bayi usia 4 bulan dengan dosis 0,5 ml disuntik secara Intra Muskular yang bertujuan untuk menjaga dunia tanpa polio dan menghentikan penggunaan Oral Polio Vaccine. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara pendidikan, pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi Inactivated Polio Vaccine pada bayi usia 4 sampai 9 bulan di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin tahun 2019. Desain dalam penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 82 ibu di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin yang memiliki bayi usia 4 sampai 9 bulan dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling, menggunakan data primer, data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan variabel pendidikan (P.value= 0,001), pengetahuan (P.value= 0,009), sikap ( P.value =0,000), dukungan keluarga (P.value= 0,000) yang kurang dari nilai alpha (0,05). Kesimpulannya ada hubungan antara pendidkan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi Inactivated Polio Vaccine pada bayi usia 4 sampai 9 bulan di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin tahun 2019. Saran diharapkan ibu lebih menambah wawasan maupun pengetahuan tentang pemberian imunisasi Inactivated Polio Vaccine agar dapat menentukan perilaku yang tepat dalam pemberian imunisasi demi kesehatan dan kesejahteraan bayinya.
Clinical Pharmacology of Sleep
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Pemilihan Tempat Persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru Tahun 2018
Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Bayi berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2015 disampaikan bahwa jumlah kasus kematian ibu melahirkan karena kehamilan, persalinan, dan nifas cukup tinggi yakni 823 kasus dan Angka Kematian Bayi yakni 3369 kasus. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross sectional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemilihan tempat persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru pada tahun 2018. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang pernah melahirkan dalam 3 bulan terakhir (Oktober, November, dan Desember) pada tahun 2017 di wilayah Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru. Sampel dalam penelitian ini adalah total samping yaitu sebanyak 40 ibu yang bersalin 3 bulan terakhir. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner sebagai alat ukur. Rancangan analisa data adalah univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian yaitu hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,033 (P<a 0,05), dan OR 5,625, status ekonomi P-Value = 0,011 (P<a 0,05) dan OR 8,250, dukungan suami P-Value = 0,008 (P<a 0,05), dan OR 8,33, pengetahuan P-Value = 0,026 (P<a 0,05), dan OR 6,000, jarak ke fasilitas kesehatan P-Value = 0,026 (P<a 0,05), dan OR 6,000. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pendidikan, status ekonomi, dukungan suami, pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dengan pemilihan tempat persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru pada tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu semua ibu bersalin yang ada dilingkungannya, agar memilih tempat persalinannya ke sarana pelayanan kesehatan.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Vaksinasi HPV Pada Wanita Usia Subuh di RW 09 Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2018
Kanker serviks adalah jenis kanker kedua terbanyak yang menyerang wanita di seluruh dunia setelah kanker payudara. Human papilloma virus (HPV) adalah penyebab terjadinya kanker serviks. Kanker serviks dapat dicegah secara efektif dengan vaksinasi HPV. Namun sayangnya cakupan vaksinasi HPV masih sangat rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan vaksinasi HPV pada wanita dewasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 227 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pendidikan (P-Value = 0,000), pengetahuan (P-Value = 0,046), dukungan suami (P-Value = 0,000), dan tidak ada hubungan antara usia (P-Value = 1,000), tingkat pendapatan (P-Value = 0,100), dan riwayat keluarga menderita kanker serviks (P-Value = 1,000) dengan vaksinasi HPV. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan untuk wanita dan keluarganya mengenai vaksinasi HPV.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Merokok Pada Siswa Kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018
Perilaku merokok merupkan perilaku yang merugikan, tidak hanya bagi individu yang merokok tetapi bagi orang-orang disekitar perokok yang ikut menghirup asap rokok. Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok diantaranya pada usia 10 – 14 tahun sebayak 1,4% dan pada usia diatas 15 tahun sebayak 36,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018. Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018 berjumlah 69 responden. Menggunakan sample dengan cara Total Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square Hasil penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan (P – Value = 0,019), lingkungan (P – Value = 0,002), sumber informasi (P – Value = 0,005), peran orang tua (P – Value = 0,038), peran teman sebaya (P – Value = 0,027), peran tenaga kesehatan (P – Value = 0,002). Tidak ada kesenjangan antara pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, oeran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan dengan teori Dari 6 variabel yang diteliti (pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, peran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi. Menjalin kerja sama dengan pelayanan kesehatan terdekat pihak sekolah juga harus tegas dalam memberikan sanksi baik itu berupa teguran ataupun sanksi lain jika menemukan siswa yang merokok.
Principles and Practice of Pharmacology for Anaesthetists
Handbook of Extemporaneous Preparation
Pharmaceutical Compounding and Dispensing
Color Atlas of Pharmacology 2nd Edition
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Pernikahan Dini Pada Remaja Putri di Dusun III Desa Karang Baru Kab. Bekasi Tahun 2018
Berdasarkan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahwa tingkat pernikahan dini di Jawa Barat tahun 2014 jumlah pasangan usia perkawinan mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS) yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang di lakukan di Dusun III Desa Karang Baru pada 110 Remaja putri ternyata 67 orang telah melakukan pernikahan dini . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja puteri di Dusun III Desa Karang Baru Kabupaten Bekasi 2018. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 110 orang remaja putri di dusun III Desa Karang Baru dan didapatkan hasil 67 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan bermakna Antara Pengetahuan (P-Value = 0,022), Pendidikan (P-Value = 0,003), Status Ekonomi(P-Value = 0,001), Lingkungan (P-Value=0,032), Teman Sebaya (P-Value=0,014), Sumber Informasi (P-Value 0,020) dengan kejadian pernikahan dini di Dusun III Desa Karang Baru Kab.Bekasi tahun 2018. Dari 6 Variabel yang di teliti (Pengetahuan, Pendidikan,Status Ekonomi,Lingkungan,Teman Sebaya, Sumber Informasi) hasilnya berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun III Desa Karang Baru.Saran dengan Adanya kerja sama antara remaja, pihak desa sarimukti dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkan kejadian pernikahan dini tidak akan terjadi lagi atau angka kejadiannya dapat menurun drastis.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Jadwal Kunjungan Ulang Kontrasepsi Suntik DMPA di RB Rhaudatunnadya
DMPA (Depo Medroxy Progesterone Asetat) merupakan kontrasepsi suntik yang hanya mengandung progestin diberikan setiap 3 bulan. Kontrasepsi suntik DMPA sangat efektif, aman, dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reprodksi tetapi jika jadwal yang ditentukan tidak dipatuhi maka risiko kegagalan akan meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan jadwal kunjungan ulang kontrasepsi suntik DMPA di RB Rhaudatunnadya Cikarang tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melakukan kunjungan ulang kontrasepsi suntik DMPA di RB Rhaudatunnadya, menggunakan metode pengambilan sample acidental sampling dengan jumlah sampel 145 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji chi-square. Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan P Value 0,009<a 0,05 dan OR 3,762, pendidikan dengan P Value 0,039<a 0,05 dan OR 2,560, sikap dengan P Value 0,002 dan OR 4,018 dan dukungan suami dengan P Value 0,000 dan OR 22,239 dengan kepatuhan kunjungan ulang kontrasepsi suntik DMPA di RB Rhaudatunnadya 2018. Kesimpulan : dari 4 variabel yang diteliti diantaranya pengetahuan, pendidikan, sikap dan dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan jadwal kunjungan ulang. Saran tenaga kesehatan harus menekankan dampak yang akan terjadi yaitu kegagalan dari kontrasepsi jika akseptor KB tidak mematuhi jadwal suntik KB yang telah ditentukan serta dukungan suami juga memiliki andil besar agar ibu patuh dalam melakukan kunjungan ulang kontrasepsi suntik DMPA.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia >6-12 Bulan di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi
ASI ekslusif atau lebih tepat pemberian ASI (Air susu ibu) secara ekslusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, sejak lahir (post natal) sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, sari buah, air putih, madu, air teh, dan tanpa tambahan makanan seperti buah-buahan, biskuit, bubur susu, bubur nasi, nasi tim, dan sebaginya ( Depkes RI, 1992 ). Dampak bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memiliki resiko diare yang parah dan fatal. Resiko tersebut 30 kali lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI secara penuh. Dan bayi tidak diberikan ASI eksklusif, memiliki risiko kematian lebih besar karena terjadinya malnutrisi (Kemenkes, 2010). Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia pemberian ASI Eksklusif mencapai 29,5% khususnya di Provinsi Jawa Barat. (Kemenkes RI, 2016). Di puskesmas Tambelang pada tahun 2017 mencapai 22,7% dan di desa sukarapih pada bulan Februari mencapai 15%, bulan Agustus mencapai 12% (Rekam Medis Puskesmas Tambelang,2017). Capaian ini belum mencapai target seperti yang di harapkan yaitu 50% menurut WHO dan menurut departemen kesehatan yaitu sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2018 yang ditinjau dari variabel pengetahuan, pekerjaan, paritas, promosi susu formula, manajemen laktasi, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data primer dengan menggunakan kuesioner sebanyak 115 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-Square dengan α =0.05 dan penentuan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan ( Pvalue=0,001, OR=4,067). pekerjaan (Pvalue = 0,001,OR=3,880), paritas (Pvalue = 0,016, OR=2,732), promosi susu formula (P value = 0,002,OR=3,619).,Manajeman laktasi (P Value = 0,002. OR=3,475). Dukungan suami (PValue =0,001, OR=4,153). Dukungan keluarga (Pvalue =0,001, OR=3,880), dukungan tenaga kesehatan (Pvalue =0,002, OR=3,475). Kesimpulan bahwa sebagian besar para suami tidak memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. perlu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang ASI ekslusif, yang memiliki pekerjaan baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor ASI eksklusif masi dapat diberikan dengan cara pemberian ASI yang telah diperah sebelumnya. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Di SMAN 1 Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2018
Kasus perilaku seksual remaja di indonesia meningkat setiap tahunnya. Data BKKBN 2011 menemukan sebanyak 51% siswi dijabodetabek pernah melakukan hubungan seksual pranikah, Di Surabaya remaja yang keperawanannya sudah hilang mencapai 54%, di Medan 52%, Bandung 47%, dan Yogyakarta 37%. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja antara lain: pengetahuan yang kurang, pengaruh media informasi, peran orang tua, dan pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di SMAN I TAMBELANG Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Jenis penelitian ini menggunakan teknik analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 140 menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji hipotesis dengan rumus uji chi-square dengan bantuan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,000 dengan nilai pearson chi-square = 17,520. Ada hubungan antara media informasi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,000 dengan nilai pearson chi-square = 11,440. Ada hubungan antara peran orang tua dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,003 dengan nilai pearson chi-square 11,440. Ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual remja dengan nilai p value= 0,000 dengan nilai pearson 45,339 Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan dapat meningkatkan peran edukatif untuk mencegah perilaku seksual remaja, dengan pemberian pendidikan kesehatan dan konseling intensif. Kata Kunci : perilaku seksual remaja, pengetahuan remaja tentang seksual, sumber informasi, peran orang tua, pengaruh teman sebaya.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan di RB Rhaudatunnadya Tahuun 2018
Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk negara Indonesia. Pemerintah memalui BKKBN menganjurkan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), tetapi pada kenyataanya di masyarakat alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah kontrasepsi suntik. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Depoprogestrin di RB Rhaudatunndya Tahun 2018. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini seluruh akseptor KB sebanyak 1108 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitin ini dilakukan pada bulan maret dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisi data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus chi-square. Hasil univariat menunjukan faktor yang berhubungan pemilihan KB suntik 3 bulan depoprogestrin adalah pengetahuan (p-value = 0,000) < p=0,05) dan OR 3,048, usia ibu (p –value = 0,003) < p=0,05 dan OR 5,071, sumber informasi (p-value=0,043) <P=0,05 dan OR 2,612, status ekonomi (p-value = 0,022) < P=0,05 dan OR 2,217, dukungan suami (p-value = 0,035) dan OR 2,489, dan pengalaman (p-value = 0,002) < p=0,005 dan OR 17,829, dan pendidikan (p-value = 0, 039) < p= 0,05 dan OR 2,051. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan,usia,pendidikan, sumber informasi, status ekonomi, dukungan suami, dan pengalaman dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan depoprogestrin. Saran dari peneliti diharapkan bagi petugas kesehatan di RB Rhaudatunnadya untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan terhadap pasang suami istri yang ingin ber-KB melalui sosialisasi tentang program KB dan pemberian paket edukasi tentang KB