Profil penulis
MA
1.884 karya publik ditemukan.
Asuhan Keperawatan Gangguan Respirasi : Pola Napas Tidak Efektif Pada Ny. S Dengan Gagal Ginjlan Kronik di Ruang Aster RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi
Structural Dynamics
Automatic Control with Experiments
Internet of Things From Hype to Reality
A Concise Guide to Market Research
Introduction to Parallel Computing
Emakku Bukan Kartini : Kumpulan Catatan Kesaksian tentang Emak
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyalahgunaan Obat Dengan Kandungan Chlorpromazine pada Remaja di Desa Sukahurip Tahun 2019
NAPZA merupakan zat atau obat yang sangat merugikan bagi kelompok masyarakat khususnya generasi muda Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine pada remaja di desa sukahurip Metode dalam penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja desa sukahurip dengan jumlah sampel terdapat 60 responden Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine dengan nilai p value 0,004 dan OR 6,000, hubungan yang signifikan antara keluarga dengan penyalahgunaan obat chlopromazine dengan nila p-value 0,013 dan OR 4,714, hubungan yang signifikan antara lingkungan teman sebaya dengan penyalahgunaan obat chlopromazine dengan nilai p-value-0,007 dan OR-5200 remaja di desa sukahurip tahun 2019 Kesimpulan adalah adanya hubungan pada pendidikan, keluargs, dan lingkungan teman sebaya dalam penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine pada remaja di desa sukahurip.
Hubungan Karakterisitik dengan Partisipasi Lansia dalam Kegiatan Posyandu Lansia di Kp. Karang Getak RT 001 RW 002 di Desa Sukamantri Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi
Latar Belakang: Lanjut usia adalah kelompok orang yang sedang mengalami suatu proses perubahan yang bertahap dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan Fisik, Biologis, Kognitif, Psikologis, Ekonomi, maupun peranan sosialnya dalam masyarakat. Untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia pemerintah membuat beberapa kebjakan-kebijakan pelayanan kesehatan lansia. Dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, maka dikembangkan program kesehatan lansia sebagai berikut: bentuk pelayanan kesehatan santun lanjut usia yang diberikan di Puskesmas yaitu memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas, memberikan prioritas pelayanan kepada lanjut usia dan penyediaan sarana yang aman dan mudah diakses, memberikan dukungan atau bimbingan pada lanjut usia dan keluarga secara berkesinambungan, melakukan pelayanan secara proaktif untuk dapat menjangkau sebanyak mungkin sasaran lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas, Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan atau penelitian Cross Sectional. Analisis menggunakan uji Chi-square. Sampel yang digunakan purposive sampling dengan jumlah 32 responden. Hasil penelitian: hasil uji Chi-square ini menunjukkan variabel umur didapat nilai signifikan (p) = 0,009 > 0,05. Variabel pendidikan didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,625 < 0,05. Variabel jenis kelamin didapat nilai yang signifikan (p) = 0,013 > 0,05. Variabel riwayat penyakit didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,072 < 0,05. Berdasarkan uji Chi-square. Variabel yang paling signifikan terhadap partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu adalah umur, dan riwayat penyakit Kesimpulan: Partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia adalah umur dan jenis kelamin. Diharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia antara lain melalui promosi dan penyuluhan kesehatan tentang manfaat kegiatan yang ada di posyandu lansia.
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Menjalani Terapi Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020
Latar Belakang : Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat dari ketidak mampuan kerja fungsi insulin. Di jawa barat angka kejadian diabetes melitus 4,2%. Berdasarkan RISKESDAS Tahun 2013 kasus diabetes melitus di Kota Bekasi diketahui sebesar 69,6%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang berobat di puskesmas wanasari tahun 2020 sebanyak 34 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sigifikan antara Pengetahuan (p = 0,011 < α = 0,05), Sikap (p = 0,002 < α = 0,05), Dukungan Keluarga (p = 0,045 < α = 0,05), dan tidak adanya hubungan antara Motivasi (p = 0,539 > α = 0,05), dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas desa wanasari kecamatan cibitung kabupaten bekasi tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas desa wanasari kecamatan cibitung kabupaten bekasi tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah pengetahuan, sikap, dukungan keluarga sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah motivasi. Saran : Di harapkan untuk para penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dapat mematuhi pola makan yang benar menurut 3j, agar gula darah dapat terkontrol sehingga tubuh tetap sehat serta mencegah terjadinya komplikasi.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Kp. Pulo Tapis RT.06/02 Desa Sindang Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020
Hipertensi adalah tekanan darah yang persisten dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg (Hasdianah dan Suprapto, 2016). Hipertensi pada lansia adalah tekanan darah dimana sistolik 160 mmHg/ 90 mmHg. Pada skripsi ini penulis mengangkat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia khususnya yaitu aktivitas fisik, kadar kolesterol dalam darah, konsumsi natrium dan status hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 dengan P-Value 0,044 < (0,05) dan nilai OR 0,293. Kemudian hubungan antara kadar kolesterol dalam darah dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 dengan P-Value 0,001 < (0,05) dan nilai OR 8,500. Selanjutnya hubungan antara konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 cabang dengan P-Value 0,025 < (0,05) dan nilai OR 3,879. Ada hubungan antara aktivitas fisik, kadar kolesterol dalam darah, asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia Kp. Pulo Tapis RT. 06/02 Desa Sindang Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi. Adapun tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi pada lansia di Kp. Pulo Tapis RT. 06/02 Desa Sindang Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pasien TB Paru MDR (Multy Drug Resisten) Dalam Mengkonsumsi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020
Kepatuhan terhadap pasien dalam pengobatan dengan jangka panjang atas penyakit kronis di negara maju ini sebesar 50%, sedangkan pada negera berkembang cukup lebih rendah, Ketidak patuhan terhadap pasien dalam pengobatan yaitu dengan permasalahan kesehatan sangat serius serta sering terjadi pada pasien pengidap penyakit kronis, seperti pada penyakit Tuberkulosis Paru, Kepatuhan pada pasien TB terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu faktor internal karakteristik pasien TB dan yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin, penyakit penyerta sedangkan yang dapat diubah yaitu pengetahuan pasein, dan motivasi sembuh dan PHBS pada pasien tersebut, faktor eksternal pada pasien TB yaitu seorang petugas kesehatan, akses ke fasilitas kesehtan, dukungan keluarga, dukungan sosial, PMO yang mendampingi. Jenis penelitian ini analitik kuantitatip dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sempel 40 responden dan pengambilan sempel dilakukan dengan cara accidental sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian univariat didapatkan bahwa kepatuhan pasein dalam mengkonsumsi (OAT) yang patuh berjumlah 16 responden (40%) sedangkan yang tidak patuh berjumlah 24 responden (60%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,003 dan OR = 9,000, ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,009 dan OR = 8,556, dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,003 dan OR = 11,000, dukungan sosial dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,009 dan OR = 7,000. Sedangkan pada variabel usia dengan tingkat kepatuhan tidak ada hubungan dengan nilai p vulue = 0,104 dan OR = 0,333. Dapat di simpulkan dari 5 variabel yang diteliti ada 4 variabel yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan yaitu pengetahuan, motivasi sembuh, dukungan keluarga, dukungan sosial, dan ada 1 variabel yang tidak berhungan dengan tingkat kepatuhan yaitu usia. Dapat disimpilkan dukungan keluarga dan sosial penting sebagai faktor eksternal terhadap kepatuhan lebih lanjut, pengetahuan dan motivasi penting sebagai faktor internal kepatuhan pasien TB MDR.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020
Latar Belakang : Covid-19 (SARS-Cov-2) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh keluarga coronavirus jenis baru dan virus ini pertama kali muncul pada tanggal 31 Desember 2019 di Wuhan China. Pada awalnya pemerintah China belum dapat memastikan agen penyebab utama dari penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh Covid-19 ini sehingga kasus-kasus ini pertama kali diklasifikasikan sebagai pneumonia yang etiologinya belum diketahui. Berdasarkan hasil penelitian, Covid-19 ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik dan droplet (percikan kecil-kecil) yang keluar saat seseorang bersin atau batuk. Gejala umum yang muncul setelah terinfeksi Covid-19 ini adalah demam (≥ 38oC), kelelahan dan batuk kering. Ada beberapa gejala lain yang tidak umum tetapi dapat mempengaruhi kesehatan pasien seperti menurunnya indra penciuman atau pengecap, atau perubahan warna jari kaki atau tangan, hidung tersumbat, diare, sakit tenggorokan, konjungtivitis , sakit kepala, sakit dan nyeri. Di Indonesia jumlah kasus Covid-19 pada bulan Juli tahun 2020 telah mencapai 84,882 kasus. Dilansir dari The Asean Post pada tanggal 18 Juli 2020, Negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di ASEAN adalah Indonesia. Dari hasil studi pendahuluan yang telah di lakukan pada tanggal 7 juli 2020 di Kampung Warung Bingung dengan kuesioner yang telah dibagikan kepada 12 warga Kampung Warung Bingung, diperoleh 7 dari 12 warga Kampung Warung Bingung memiliki pengetahuan tentang Covid-19 yang rendah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi dengan jumlah penduduk sebanyak 74 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 64 orang yang telah diseleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sigifikan antara pendidikan (p = 0,035 < α 0,05), pekerjaan (0,044 < α 0,05), dan usia (0,043 < α 0,05) serta tidak adanya hubungan antara lingkungan (0,567 > α 0,05) dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah pendidikan, pekerjaan, usia sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah lingkungan.
Analisis Metode Pembelajaran Tatap Muka dan Daring dengan Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2020
Latar Belakang : Pembelajaran pada umumnya merupakan suatu kegiatan yang menuntut untuk terus melakukakan peningkatan dalam segi kualitasnya, baik yang bersifat menyeluruh maupun pada beberapa komponen tertentu saja. Hasil belajar yang memuaskan merupakan akibat suatu proses pembelajaran yang baik, dimana dalam suatu proses pembelajaran terdapat komponen-komponen pembelajaran yang dapat menentukan keberhasilan belajar mahasiswa. Salah satu dari komponen pembelajaran yang menentukan keberhasilan belajar mahasiswa tersebut adalah metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh metode pembelajaran tatap muka dan daring terhadap tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui analisi metode pembelajaran tatap muka dan daring terhadap tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. Suherman tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi pada penelitian ini seluruh mahasiswa S1 keperawaatan IMDS Tahun 2020 sebanyak 126 mahasiswa. Teknik sampel yang digunakan yaitu total Sampling dengan jumlah sampel 126 responden. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan metode pembelajaran tatap muka dan daring dengan tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020 dengan nilai ρ-value pada metode pembelajaran tatap muka (0,030) dan p-value metode pembelajaran daring (0,038) Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa : 1. Ada hubungan antara metode pembelajaran tatap muka dengan tingkat keberhasilan belajar pada mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. suherman tahun 2020. (p=0,030 < α 0,05). 2. Ada hubungan antara metode pembelajaran daring dengan tingkat keberhasilan belajar pada mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. suherman tahun 2020. (p=0,038 < α 0,05).
Gambaran Perilaku Kesehatan Lansia Saat Pandemi Covid-19 di Cibuntu RT 03 RW 05 Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020
Latar Belakang : Covid-19 yaitu penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang menyerang saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan demam tinggi, flu, batuk, sesak nafas serta nyeri tenggorokan. Menurut data dari CNN Indonesia pada tanggal 29 April tahun 2020 di ketahui lansia adalah penyumbang angka kedua terbanyak akibat COVID-19 dari 784 kasus yang meninggal 311 di antaranya adalah lansia. Hal ini di sebabkan karena rendahnya daya tahan tubuh lansia. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh lansia agar tetap kuat yaitu dengan menjaga perilaku kesehatannya. Tujuan : Untuk Mengidentifikasi Apa saja Gambaran Perilaku Kesehatan Pada Lansia Saat Pandemi Covid-19 Di Cibuntu Rt 03 Rw 05 tahun 2020. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang di teliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang sudah memasuki usia Lansia di Desa Cibuntu Rt 03 Rw 05, Kabupaten Bekasi. Jumlah populasinya sebanyak 41 Lansia dan menggunakan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 lansia. Instrumen yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh lansia itu sendiri. Dan analisis data menggunakan Analisa Univariat. Hasil : Hasil penelitian didapatkan Asupan Makanan Bergizi tidak terpenuhi sebesar (59,4%), Pola Hidup Tidak Sehat sebesar (53,1%), Kebiasaan Olaharaga Tidak Terbiasa sebesar (68,8%), Istirahat Tidak Tercukupi sebesar (65,6%). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa lansia di desa Cibuntu Rt 03 Rw 05 pada tahun 2020 masih banyak yang kurang memperhatikan perilaku kesehatan nya berdasarkan data hasil penelitian yang telah didapatkan. Saran : Diharapkan para lansia bisa lebih memperhatikan perilaku dan menjaga kondisi kesehatannya agar tidak mudah terkena penyakit terutama pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini.
Pengaruh Penggunaan Madu Dalam Prses Perawatan Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Tahun 2019
Abstrak - Diabetes mellitus tipe II adalah suatu kondisi hiperglikemia puasa yang terjadi meski tersedia insulin endogen, yang disebabkan karena resistensi insulin di jaringan perifer. Hati memproduksi glukosa lebih dari normal, karbohidrat dalam makanan tidak di metabolism dengan baik dan akhirnya mengeluarkan jumlah insulin kurang dari yang dibutuhkan yang menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler dan neuropati. Metode penelitian quasy experiment dengan rancangan case control, menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi,penggaris,SOP perawatan luka dengan madu,SOP perawatan tanpa madu,madu dan buku catatan.analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat dan bivariat.berdasarkan analisa data menggunakan uji t dependen didasarkan taraf kemaknaan yang ditetapkan α<0,05.hasil penelitian ini adalah proses perawatan ulkus diabetikum menggunakan madu yang diukur dari keadaan ulkus yaitu tidak ada lesi,kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 1 responden (10%), ulkus superfisialis terbatas pada kulit dan jaringan subkutan terdapat 1 responden (10%), ulkus dalam tembus sampai kulit sampai ligament sebanyak 4 responden (40%), ulkus sampai ke dalam tulang sebanyak 3 responden (30%), gangren sebagian kaki 1 responden (10%) dan proses perawatan luka sesudah menggunakan madu yaitu tidak ada lesi kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 2 responden (20%), ulkus superfisialis dan terbatas pada kulit dan jaringan subkutan sebanyak 3 responden (30%), ulkus dalam tembus kulit sampai ligament sebanyak 2 responden (20%), ulkus sampai ke dalam 2 responden (20%),gangren sebagian kaki 1 responden (10%).dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh madu dalam proses perawatan ulkus diabetikum. Perawat bisa menggunakan madu sebagai alternatif lain dalam perawatan ulkus namun tidak mengurangi kualitas penyembuhan ulkus diabetikum.
Hubungan Ketersediaan Hand Sanitizer dengan Kepatuhan Perawat Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Tindakan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi
Latar Belakang : Penyakit infeksi menjadi penyebab utama tingginya kesakitan dan kematian di dunia. INOS merupakan salah satu jenis infeksi. Jenis infeksi ini dapat menyebabkan kematian di dunia sampai 5000 orang kemudian menjadi beban nasional. infeksi bisa menyebabkan seseorang di rawat 2,5 kali lebih lama dari biasanya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat yang berada di ruangan Amaryllis, dan Bangsal Neuro yang berjumlah 30 perawat. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara ketersediaan hand sanitizer terhadap kepatuhan perawat mencuci tangan. Variabel yang berhubungan adalah Kepatuhan perawat mencuci tangan (p = 0,026 < α 0,05), Terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan hand sanitizer terhadap kepatuhan mencuci sebelum dan sesudah tindakan dirumah sakit sentra medika cikarang kabupaten bekasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan hand sanitizer dengan kepatuhan perawat mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan di rumah sakit sentra medika cikarang kabupaten bekasi. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang yang berada di Ruangan Crysant, Amaryllis, dan Bangsal Neuro yang berjumlah 55 perawat. Pada saat penelitian berlangsung sampai dengan selesai di dapatkan 30 perawat, 25 tidak terdata dengan interpretasi kepala ruangan di pindahkan keruangan selain ruangan penelitian, dan penelitian ini hanya mengobservasi perawat yang dinas pagi dan sore saja, sehingga populasi menjadi 30. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian dari hasil analisis uji Kai Kuadrat (Chi Square) didapatkan nilai p value sebesar 0,026 < α (0,05). Maka Ho di tolak yang artinya ada hubungan secara statistic antara ketersediaan Hand Sanitizer terhadap kepatuhan mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketersediaan hand sanitizer dengan kepatuhan perawat mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang kabupaten bekasi.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Konsentrasi Belajar Pada Manusia S1 Keperawatan Semester II Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019
Latar Belakang : Konsentrasi belajar merupakan kemampuan manusia memusatkan perhatian yang erat kaitannya dengan memori (ingatan). Konsentrasi tentu berperan penting bagi seorang anak untuk mengingat, merekan melanjutkan dan mengembangkan materi pelajaran yang diperoleh di sekolah. Kemampuan untuk mengingat, merekam, dan mengembangkan materi pelajaran yang baik memungkinan anak memperoleh prestasi yang optimal. Dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti melalui wawancara pada mahasiswa keperawatan semester II kepada 10 orang didapatkan hasil bahwa 8 orang kesulitan memulai tidur, 7 orang tiba-tiba terbangun malam hari, 9 orang sering mengantuk pada siang hari, 6 orang kurang puas dengan tidurnya, dan 5 orang merasa letih setelah tidur. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan Kualitas tidur Dengan konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan semester II Institut Medika Drg. Suherman Cikarang 2019. Tujuan : Tujuan penelitian ini untukMengidentifikasi hubungan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa S1 keperawatan semester II Institut Medika Drg. SUHERMAN 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah obsevasional kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan secara cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 keperawatan semester dua Institut Medika Drg. Suherman 2019. Dengan jumlah sampel (50 responden). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu dengan cara total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai signifikan (5% = 0,05). Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa dengan nilai p-value = 0,004 dan OR = 9,164 mahaiswa Strata 1 keperawatan semester II Institut Medika DRG. Suherman Tahun 2019. Kesimpulan : Ada pengaruh antara gaya belajar dan motivasi belajar dengan indeks prestasi pada mahasiswa/i pendidikan keperawatan angkatan 2018. Saran : Diharapkan Bagi mahasiswa/i pendidikan keperawatan khususnya angkatan 2018 agar lebih memahami dan mendalami gaya belajarnya sebagai modal atau pintu gerbang dalam menuntut ilmu keperawatan serta mempermudah dalam penyerapan informasi yang di berikan oleh dosen dalam proses pembelajaran baik dalam lingkup akademik maupun praktik klinik agar dapat meningkatkan prestasi belajar dan motivasi belajarnya.
Analisis Efektivitas Pembelajaran E-Learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 Keperawatan IMDS Tahun 2020
Latar Belakang : Salah satu perkembangan paling signifikan dalam penggunaan teknologi informasi di Universitas dalam dekade terakhir adalah integrasi dan penggunaan sistem elearning untuk dapat dilihat sebagai alat mendukung proses pengajaran dan pembelajaran. Elearning adalah konsep yang berasal dari penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk merevisi dan mengubah model dan praktik pembelajaran dan pembelajaran tradisional yang telah berkembang dalam dekade terakhir. Sedangkan untuk metode pembelajaran elearning memiliki pengaruh dalam tingkat keberhasilan belajar mahasiswa karna materi atau teori yang akan di sampaikan oleh dosen tetap di peroleh karna tidak ada keterbatasan waktu, serta lebih giat untuk mengerjakan setiap tugas yang di berikan karna menggunakan sistem yang memiliki pembatasan waktu seperti e-campus, sehingga dalam durasi waktu lebih efesien yang melatih mahasiswa untuk lebih disiplin. Hasil studi pendahuluan di dapatkan dari hasil nilai dapat berhasil jika nilai UTS 67,99 dikatakan berhasil, hasil yang saya dapat pada mahasiswa S1 keperawatan semester VI angkatan 2017 pada saat melakukan pembelajaran elearning terdapat 23 mahasiswa berhasil dan terdapat 2 mahasiswa tidak berhasil. Sehingga peneliti tertarik dalam mengambil penelitian “Analisis Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020”. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020 Metode : Metode yang digunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020 dengan jumlah 121 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 121 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah data sekunder yaitu nilai UTS Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester II (p = 0,015 < α 0,05), S1 Keperawatan semester IV terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,000 < α 0,05) dan tidak ada hubungan pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester VI terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,480 > α 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pembelajaran e-learning terhadap tingkat keberhasilan belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Medika Drg Suherman Saran : Diharapkan menciptakan inovasi terkait pembelajaran e-learning dan menciptakan kenyaman pada saat proses pembelajaran e-learning Mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.