Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

1.884 karya publik ditemukan.

2026: 1772025: 1672024: 2742023: 5102022: 1482021: 3172020: 782019: 154

Asuhan Keperawatan dengan Sirkulasi : Penurunan Curah Jantung Pada Tn. R dengan Infark Miokard Akut di Ruang Tulip RSUD Kabupaten Bekasi

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infrak miokard akut (AMI) dengan elevasi segment ST (STEMI) merupakan bagian dari spektrum Sindrom Koroner Akut (SKA) yang menggambarkan cidera miokard transmural, akibat adanya oklusi total arteri koroner disebabkan oleh trombus. Tujuan dari penelitian ini untuk menggali dan mempelajari asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan. Metode penelitian ini menggunakan metode kasus. Responden adalah pasien dengan infark miokard akut yang mengalami masalah pada penurunan curah jantung. Data kasus hasil pemeriksaan fisik klien terlihat sesak, suara jantung murmur, irama jantung tidak teratur, Elevasi segmen ST pada lead V3-V4, pada lead II, III, aVF. Diagnosa prioritas yaitu Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama jantung dengan intervensi obesrvasi tanda-tanda vital, ajarkan teknik nafas dalam, kolaborasi pemberian obat-obatan, serta berikan oksigen dengan inflementasi yang sesuai. Evaluasi akhir teratasi sebagian dengan kriteria hasil yaitu pasien mengatakan sesak berkurang, tanda-tanda vital TD= 110/80 mmHg, RR= 16X/menit, masih terpasang oksigen 3 lpm. Kesimpulan : asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi sebagian dengan implementasi yang diberikan sesuai dengan intervensi. Saran : Perawat dalam melakukan asuhan keperawatan klien yang mengalami Infark Miokard Akut (IMA) dengan masalah penurunan curah jantung lebih menekankan pada aspek kenyamanan, sehingga pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif.

PEMBERIAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI DESA BANTARJAYA

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan yaitu memberikan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT) untuk mengatasi tekanan darah yang tidak stabil pada penderita hipertensi, ini diakibatkan oleh kebutuhan istirahat tidur tidak terpenuhi. Kualitas tidur yang kurang disertai tekanan darah tinggi yang tidak tertangani dengan baik akan berdampak pada munculnya komplikasi dan resiko terburuk terjadi kematian. Upaya mengendalikan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi komplementer Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penderita hipertensi dalam melakukan terapi komplementer SEFT untuk meningkatkan kualitas tidur dan menjaga stabilitas tekanan darah. Pelatihan SEFT dilakukan empat sesi latihan di bulan November. Jumlah total peserta pelatihan 34 lansia, dengan peserta tiap sesi dibatasi 10 orang. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan melakukan SEFT secara mandiri diukur dengan pre dan post tes. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19. Kegiatan pelatihan yang menjadi bagian dari pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Bantarjaya. Hasil menunjukkan bahwa setelah diberikan pelatihan, pengetahuan peserta pelatihan tentang manfaat terapi koplementer SEFT meningkat antara sebelum dan sesudah sesi Latihan. Hasil pre test menunjukkan dari 7 pertanyaan yang diajukan, hanya 2-3 soal yang mampu dijawab. Sedangkan hasil post tes meningkat menjadi 5-7 mampu dijawab. Disimpulkan bahwa pemberian pelatihan yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan tentang terapi komplementer SEFT dan diharapkan mampu menjadi terapi tambahan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.

Hubungan Tingkat Kepatuhan dan Dukungan Keluarga Teharap Keberhasilan Terapi ARV Pada Penderita HIV/AIDS di Klinik VCT RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2021

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit HIV masih dianggap sebagai penyakit yang tidak ada obatnya dan juga dampaknya yang sangat mematikan. ODHA memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS. Di Indonesia, Jawa Barat masuk kedalam 5 provinsi dengan kasus HIV terbanyak. Penemuan kasus baru HIV di Kabupaten Purwakarta selama 5 tahun terakhir mengalami peningkatan pada tahun 2020 menjadi kasus baru 198 orang (41,91%). Dari data Rekam Medis RSUD Bayu Asih (2019) terdapat peningkatan jumlah penderita on ARV di Klinik VCT pada tahun 2020 sebesar 20,90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Metode penelitian secara kuantitaf dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah rerata ODHA yang telah melakukan pemeriksaan viral load di klinik VCT dari bulan Januari sampai Desember 2020 sebanyak 60 orang, dengan sampel berjumlah 52 responden. Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Lokasi penelitian di klinik VCT yang dilakukan pada bulan Maret sampai April 2021. Pengolahan hasil penelitian menggunakan analisis data dengan chi square. Sebagian besar dari 52 responden yang mendapatkan kepatuhan 71,2%, dukungan keluarga 63,7%, ODHA yang telah berhasil melakukan terapi ARV 76,9%, responden yang tidak berhasil dalam terapi ARV 23,1%. Hasil penelitian diketahui ada hubungan kepatuhan dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,000). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan keberhasilan terapi ARV (p-value 0,012). Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan dan dukungan keluarga terhadap keberhasilan terapi ARV. Disarankan bagi rumah sakit agar membuat strategi perencanaan untuk menangani masalah pasien yang gagal terapi ARV, dan bagi masyarakat khususnya keluarga dengan penderita HIV/AIDS dapat memberikan dukungan secara penuh baik fisiologis maupun psikologis selama menjalani terapi ARV.

Hubungan Usia Dengan Kadar Asam Urat Dalam Darah Pada Wanita yang Mengalami Menopause di Kampung Cabang Dua RT 010 RE 004 Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Seiring dengan berjalannya usia banyak terjadi proses pertumbuhan atau perkembangan pada manusia, oleh karena itu pada suatu saat pertumbuhan dan perkembangan akan terhenti pada suatu tahapannya, sehingga demikian akan banyak sekali perubahan yang akan terjadi pada fungsi tubuh manusia, dengan demikian perubahan tersebut biasanya terjadi pada proses penuaan. Proses menua secara individu mengakibatkan beberapa masalah baik masalah secara fisik, biologis, mental maupun sosial ekonominya. Sebagian wanita yang memasuki usia 50 tahun dan menjadi tua seringkali mengalami momok yang menakutkan. Kekhawatiran atau kewaspadaan ini berawal dari pemikiran seseorang bahwa dirinya tersebut menjadi tidak sehat, tidak bugar, dan tidak cantik lagi, namun keadaan tersebut memang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Padahal, masa tua dan menopause merupakan salah satu proses yang harus di jalani pada seorang wanita dalam kehidupannya. Wanita dengan usia menopause agar kehidupannya berlangsung dalam kepuasan dan kebahagian. Salah satu persiapan yang penting ialah dengan mengenal apa, mengapa dan bagaimana sebenarnya kejadian pada menopause itu tersebut, dengan demikian proses menopause dapat dijalani dengan lebih baik, baik secara fisik maupun psikis sehingga setiap wanita dapat menjalankan hari-harinya dengan kualitas hidup yang lebih baik. Usia dapat meningkatkan kadar asam urat pada wanita yang mengalami menopause. Meningkatnya kadar asam urat dalam darah dapat disebabkan karena asupan purin yang berlebihan dan hormon esterogen yang menurun pada wanita menopause. Pengaruh hormon esterogen pada kadar asam urat di dalam darah dikaitkan dengan eksresi asam urat melalui ginjal sehingga kadar asam urat yang tinggi didalam darah akan menyebabkan penyakit karena asam urat yang menumpuk ditempat-tempat tertentu. Data Puskesmas Cabang Bungin di dapatkan populasi sebanyak 35 Responden yang melakukan kunjungan kepukesmas untuk melakukan pengobatan. Dari hasil studi pendahuluan yang telah di lakukan pada tanggal 12 juni 2020 di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari dengan pemeriksaan menggunakan alat test strip nesco asam urat pada 10 wanita yang berusia rata-rata > 40 tahun di dapatkan 7 wanita menopause yang kadar asam uratnya tinggi dan 3 diantara lainya normal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kadar asam urat dalam darah pada wanita yang mengalami menopause di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Observasional Analaitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita yang mengalami menopause yang berusia > 40 tahun yang berjumlah 40 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Usia dengan Kadar Asam Urat dalam Darah pada wanita yang mengalami menopause (p = 0,013 < a = 0,05) di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dengan kadar asam urat dalam darah pada wanita yang mengalami menopause di kampung cabang dua rt 010 rw 004 desa lenggah sari kecamatan cabang bungin kabupaten bekasi tahun 2020.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Positif Covid 19 di RS XXX Kabupaten Bekasi Tahun 2021

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kematian ibu dan neonatal masih menjadi perhatian dalam situasi bencana COVID-19. Studi terhadap 240–427 wanita hamil yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 menunjukkan bahwa risiko persalinan preterm akibat COVID-19 adalah 10–25%, dapat mencapai 60% pada wanita dengan penyakit berat dan menjalani isolasi sehingga tidak bisa memberikan ASI kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan Produksi ASI Ibu Post Partum Yang Positif COVID 19 di RS XXX Kabupaten Bekasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu Post Natal Care yang terkonfirmasi Covid-19 dan dirawat di RS X Bekasi berjumlah 44 orang Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional. teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil penelitian analisis statistik uji chi – square menunjukkan bahwa P-value = 0,013 (P> alpa 0,05), maka Ha diterima berarti ada hubungan paritas dengan produksi ASI pada Ibu Post Portum di RS XXX kabupaten Bekasi 2021. Berdasarkan penelitian ini diharapkan RS lebih meningkatkan pelayanan bagi ibu dengan paritas berhubungan dengan covid 19.

Pengaruh Distraksi Audio Visual Terhadap Keberhasilan Pemasangan Infus Pada Anak Usia Pra Sekolah di Rumah Sakit "X" Cikarang Tahun 2021

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anak usia prasekolah adalah anak usia 3-6 tahun. Anak-anak dibawah usia 6 tahun kurang mampu berpikir tentang suatu peristiwa secara keseluruhan, belum bisa menentukan perilaku yang dapat mengatasi suatu masalah yang baru dihadapi dan kurang memahami suatu peristiwa yang dialami. Krisis utama yang terjadi pada anak adalah ketika anak sakit dan dirawat dirumah sakit. Stresor utama dari hospitalize pada anak yaitu kehilangan kendali dan stres yang berlebihan sehingga dapat menghambat dalam pemberian tindakan keperawatan invasif. Pemasangan infus merupakan salah satu tindakan invasif yang memiliki resiko anak mengalami dampak hospitalisasi. Distraksi melalui audio, visual, dan audio visual adalah salah satu bentuk pengalihan perhatian yang efektif untuk anak usia pra sekolah yang sedang dalam proses hospitalisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh distraksi audio visual terhadap keberhasilan pemasangan infus pada anak usia prasekolah. Jenis Penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental. Sampel penelitian sebanyak 30 responden, dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar SOP pemasangan infus. Hasil analisa statistik didapatkan nilai p-value 0.000 <0.05, ada pengaruh distraksi audio visual terhadap keberhasilan pemasangan infus pada anak usia pra sekolah di Rumah Sakit X tahun 2021. Hasil penelitian tersebut sebaiknya mempertahankan distraksi dengan audio visual saat pemasangan infus pada anak, atau dapat mencari cara distraksi lainnya untuk mengalihkan anak saat pemasangan infus.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Lamanya Perawatan Pasien Lansia yang Terkonfirmasi Covid-19 di Ruang Edelweis Rumah Sakit X

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lansia di era pandemic ini sangat rentan terinfeksi Covid-19. Dikarenakan fungsi kerja tubuh lansia menurun dan berbagai faktor lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya lansia di rawat dengan terkonfirmasi Covid19 yaitu usia, jenis kelamin dan komorbid (Hipertensi dan DM). Desain penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi dan Sample yang digunakan 50 orang lansia yaitu menggunakan teknik Total Sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari catatan rekam medik rumah sakit X dengan menggunakan instrumen tabel data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan lamanya perawatan lansia dengan hasil P Value 0,048, terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan lamanya perawatan lansia dengan hasil P Value 0,046 dan terdapat hubungan antara komorbid (hipertensi dan DM) dengan lamanya perawatan lansia dengan hasil P Value 0,026. Maka dari itu dapat disimpulkan dari hasil penelitian sebagian besar dari Pasien Lansia dengan Terkonfirmasi Covid-19 memiliki Lama perawatan dikarenakan adanya hubungan dengan Usia, Jenis Kelamin dan komorbid (hipertensi dan DM).

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Angka Kejadian Hiperbilirubin Pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perina RS X Kab. Bekasi

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hiperbilirubin sama dengan ikterus neonatorum setelah hasil laboratorium yang membuktikan peningkatan kadar bilirubin. Hiperbilirubin dapat diakibatkan proses fisiologis dan patologis. Hiperbilirubin pada bayi kurang dari satu bulan adalah penyakit yang diakibatkan oleh penumpukan bilirubin di dalam jaringan tubuh mengakibatkan kulit, mukosa, dan sklera berubah warna sehingga menjadi kuning, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor – factor (masa gestasi, cara persalinan, dan induksi persalianan) yang berhubungan dengan angka kejadian hiperbilirubin di ruang perina RS X Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini . yang mengalami hiperbilirubin yang di rawat di RS X Kabupaten Bekasi pada tahun 2020 sejumlah 128 bayi. Tehnik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini didapatkan berdasarkan uji statstik chi square bahwa masa gestasi berhubungan dengan angka kejadian hiperbilirubin (p value 0,000 OR 0,314), cara persalinan berhubungan dengan angka kejadian hiperbilirubin ( p value 0,011 OR 0,005), dan induksi persalinan tidak berhubungan dengan angka kejadian hiperbilirubin (p value 0,319 OR 1,551). Kesimpulan dari penelitian terdapat hubungan antara masa gestasi, cara persalinan, sedangkan induksi persalinan dengan hiperbilirubin tidak ada hubungannya, maka dari itu diharapkan dari penelitian ini perawat dapat melakukan upaya tindakan kesehatan dini untuk mencegah hiperbilirubin.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kecemasan Orang Tua Pasien Anak Usia (1-5 Tahun) yang Menjalani Hospitalisasi di Rumah Sakit X Cikarang Selama Masa Pandemik Covid 19 Tahun 2021

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pandemik Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Covid 19 di seluruh dunia untuk semua negara. Kecemasan adalah suatu perasaan takut akan terjadinya sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pada pasien anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit X Cikarang pada masa pandemik Covid19. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang serta menggunakan uji chi square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orangtua pasien anak usia 1-5 tahun yang menjalani hospitalisasi di RS X Cikarang sampling sebanyak 81 responden dengan teknik pegambilan sampel adalah total sampling. Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dukungan petugas, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer, aplikasi yang digunakan adalah google form, Microsoft Office 2013, dan SPSS 23. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dukungan keluarga, dan dukungan petugas dengan orangtua pada anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hopsitalisasi di Rumah Sakit X Cikarang pada masa pandemik covid 19.

Hubungan Karakteristik Perawat Terhadap Stres Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19 di Poliklinik RS X Wilayah Bekasi 2021

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Karakteristik menurut Boeree, 2010 merupakan segala sesuatu ciri khas seseorang dalam berkeyakinan, bertindak, seta merasakan. Setiap ruangan memiliki karakteristik perawat yang berbeda sesuai dengan kondisi pasien yang dilayani seperti di ruangan poliklinik selama pandemi covid-19 perawat merasa cemas bahkan stress karena perawat poliklinik tidak dilengkapi alat pelindung diri. Peneltian ini bertujuan untuk mengindentifikasi adanya hubungan karakteristik perawat terhadap stress dalam memberikan asuhan keperawatan di masa pandemic covid-19 di Poliklinik RS X. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional.Sampel yang di gunakan sebanyak 67 perawat dengan tekhnik pengambilan Total Sampling. Analisis data yang digunakan Uji Chi Square.Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini menggunakan data primer. Hasil penelitan nya yaitu ada hubungan masa kerja perawat terhadap stress dalam memberikan asuhan keperawatan di masa pandemic covid -19.

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Perawat Dalam Memberikan ASI Eksklusif Pada Anak Kandung Usia 6-24 Bulan di RS X Kabupaten Bekasi

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ASI Eksklusif adalah Pemberian ASI asi saja tanpa tambahan lain selama 6 bulan. Pemberian ASI Eksklusif merupakan perilaku kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti kepada 20 perawat yang memberikan ASI Eksklusif di RS X Kabupaten Bekasi terdapat 5 orang perawat memberikan ASI Eksklusif, 15 perawat tidak memberikan ASI eksklusif dengan alasan berbagai faktor yang melatar belakangi. Tujuan Penelitian ini Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawat dalam memberikan ASI Eksklusif pada anak kandung usia 6-24 bulan di RS X Kabupaten Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang mempunyai anak usia 6- 24 bulan yang bekerja di RS X Kabupaten Bekasi berjumlah 40 orang. Sampel Pada penelitian ini menggunakan tekhnik total sampling, yaitu semua dari populasi perawat yang mempunyai bayi berusia 6-24 bulan, baik yang memberikan maupun yang tidak memberikan ASI Eksklusif di RS x Kabupaten Bekasi berjumlah 40 orang. Analisis data yang digunakan Uji Chi Square. Dari hasil Penelitian Tidak ada hubungan signifikan anara variabel pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, dan ketersediaan fasilitas dengan Perilaku Perawat dalam memberikan ASI Ekslusif pada anak kandung usia 6-24 bulan di RS X Kabupaten Bekasi. Perawat selaku ibu pekerja perlu memahami kembali konsep pentingnya ASI Eksklusif sebagai ilmu dasar dalam berperilaku sehari-hari. Memaksimalkan waktu cuti melahirkan dengan melakukan promosi Kesehatan, sehingga pada waktunya kembali bekerja perawat sudah memiliki persiapan yang mantap untuk tetap memberikan ASI Eksklusif

Analisis Hubungan Kejadian Covid-19 Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam RS X Cikarang

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kejadian pandemi covid menghasilkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang mengakibatkan semua orang untuk tetap di rumah dan menghindari kerumunan. Hasil data rekam medis menunjukan adanya perubahan tekanan darah pada pasien yang kontrol ke poliklinik spesialis penyakit dalam sebanyak 26 pasien (55,3%) pasien mengalami peningkatan tekanan darah, dan 21 pasien (44,6%) tidak mengalami peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kejadian covid-19 dengan peningkatan Tekanan Darah pada pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM yang kontrol rawat jalan di Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam pada bulan Januari sampai April 2020 sebanyak 47 pasien DM. Tehnik pengambilan sample dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini berdasarkan uji Paired T Test terdapat adanya perbedaan nilai rata rata (mean) tekanan darah sistolik sebelum covid-19 sebesar 118,1 (pvalue:0,000) dan diastolik sebelum covid19 sebesar 75,30 (pvalue:0,000). Sedangkan tekanan darah sistolik saat covid-19 sebesar 134,09 (p value:0,000) dan diastolik saat covid-19 sebesar 85,21(p value:0,000). Kesimpulan dari penelitian terdapat pengaruh peningkatan tekanan darah sebelum dan saat kejadian covid-19 pada pasien DM. Dari penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi RS X untuk lebih meningkatkan lagi sistem pelayanan pengobatan online atau home care khususnya bagi pasien Diabetes Melitus dengan menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi kecemasan,sehingga pengobatan pasien DM dapat terkontrol dengan baik.

Analisis Hubungan Komorbid Dengan Kematian Pasien Covid-19 di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Covid-19 merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di berbagai negara. Case Fertality Rate Covid-19 di Indonesia mencapai 4,68%. Kematian tertinggi pasien Covid-19 di RSUD bayu Asih terdapat di ruang ICU yaitu 82,4%. Usia tua, jenis kelamin dan penyakit komorbid merupakan faktor resiko yang menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komorbid dengan kematian covid-19 di Ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik observasional dengan desain studi retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Covid-19 terkonfirmasi di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta periode bulan Oktober 2020 - Januari 2021 sebanyak 64 orang pasien, sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi checklist. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 64 pasien terinfeksi Covid-19 di ruang ICU, 41 pasien meninggal, 80,6% berusia >60 (p=0,016, OR 4,427), 72,2% berjenis kelamin laki-laki (p=0,201, OR 2,253) dan 74,1% memiliki penyakit penyerta (p=0,000, OR 25,714). Kesimpulannya adalah usia tua dan penyakit komorbid merupakan faktor resiko kematian pada Covid-19.

Hubungan Pengetahuan Dengan Motivasi Melakukan Senam Kaki Diabetes Pada Pasien DM di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki.Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik.Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik.Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya motivasi melakukan senam kaki. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.Sampel dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes (p-Value= 0.001) pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, hasil uji statistik. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 26. yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 26 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Penting dilakukan edukasi untuk meningkatkan motivasi pasien DM melakukan senam kaki.

Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Pengobatan Terhadap Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabates Mellitus Tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pasien diabetes mellitus umumnya mengalami komplikasi seiring meningkatnya prevalensi diabetes mellitus. Komplikasi yang sering muncul pada diabetes mellitus tipe II adalah hipoglekimia. Beberapa masalah yang dapat timbul pada pasien dapat dikendalikan dengan menerapkan kepatuhan pengobatan, dan juga pendekatan oleh keluarga karena dukungan keluarga akan mempengaruhi kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri terutama mencegah komplikasi seperti hipoglikemia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian semua pasien diabetes melitus tipe II dan menjalani terapi di RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan sampel sebanyak 30 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa uji chi-square dan nilai odds ratio (OR). Hasil penelitian dukungan keluarga nilai p value sebesar 0,058 dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 0,164, kepatuhan pengobatan nilai p value sebesar 0,072 dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 0,185, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Hubungan Peningkatan Stres Kerja Perawat Dengan Penggunaan APD Level 3 yang Lama di Masa Pandemik Covid 19 di Ruang IGC RS X Kab. Bekasi

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stres adalah fenomena umum di tempat kerja saat ini, banyak survei dan studi membuktikan bahwa tekanan akibat pekerjaan adalah sumber utama terjadinya stres pada orang dewasa khususnya beban kerja salah satunya dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) level 3 yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peningkatan stres kerja perawat dengan penggunaan APD level 3 yang lama di masa pandemik covid 19 di Ruangan IGD RS X Kab.Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasinya seluruh perawat yang terdampak sebanyak 20 perawat. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 perawat. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisa yang digunakan univariat menggunakan persentase dan analisa bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya (40 %) mempunyai stress kerja sedang, lebih dari setengahnya (70 %) menyatakan tidak nyaman dengan penggunaan APD level 3 yang lama. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan peningkatan stres kerja perawat dengan penggunaan APD level 3 yang lama di masa pandemik covid 19 (p-value : 0,01 < : 0,05) Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada pihak rumah sakit mengkaji kembali dan menyusun serta menetapkan standar operasional penggunaan APD Level 3.