Abstrak
Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan yaitu memberikan terapi spiritual emotional freedom technique (SEFT) untuk mengatasi tekanan darah yang tidak stabil pada penderita hipertensi, ini diakibatkan oleh kebutuhan istirahat tidur tidak terpenuhi. Kualitas tidur yang kurang disertai tekanan darah tinggi yang tidak tertangani dengan baik akan berdampak pada munculnya komplikasi dan resiko terburuk terjadi kematian. Upaya mengendalikan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi komplementer Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penderita hipertensi dalam melakukan terapi komplementer SEFT untuk meningkatkan kualitas tidur dan menjaga stabilitas tekanan darah. Pelatihan SEFT dilakukan empat sesi latihan di bulan November. Jumlah total peserta pelatihan 34 lansia, dengan peserta tiap sesi dibatasi 10 orang. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan melakukan SEFT secara mandiri diukur dengan pre dan post tes. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19. Kegiatan pelatihan yang menjadi bagian dari pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Bantarjaya. Hasil menunjukkan bahwa setelah diberikan pelatihan, pengetahuan peserta pelatihan tentang manfaat terapi koplementer SEFT meningkat antara sebelum dan sesudah sesi Latihan. Hasil pre test menunjukkan dari 7 pertanyaan yang diajukan, hanya 2-3 soal yang mampu dijawab. Sedangkan hasil post tes meningkat menjadi 5-7 mampu dijawab. Disimpulkan bahwa pemberian pelatihan yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan tentang terapi komplementer SEFT dan diharapkan mampu menjadi terapi tambahan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.