Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

1.876 karya publik ditemukan.

2026: 1692025: 1672024: 2742023: 5102022: 1482021: 3172020: 782019: 154

Hubungan Stres Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta di Daerah Cikarang Selatan Bekasi Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stres kerja merupakan permasalahan yang dapat dialami perawat pelaksana akibat tuntutan dan tanggung jawab pekerjaan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kepuasan kerja perawat, yang berperan penting dalam mendukung kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 75 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 responden (66,7%) mengalami stres kerja ringan dan 41 responden (54,7%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja (p < 0,001), dengan nilai koefisien korelasi −0,625 yang menunjukkan hubungan negatif kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap rumah sakit swasta di daerah Cikarang Selatan, Bekasi Tahun 2026. Semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kepuasan kerja perawat.

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (CINV) pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.

Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Video Whatsapp Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Pencegahan Preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Kurangnya pengetahuan dan sikap negatif ibu hamil mengenai preeklampsia mempertinggi risiko komplikasi ini. Edukasi digital berbasis video melalui WhatsApp berpotensi menjadi media alternatif promosi kesehatan yang efektif dan praktis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui video WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 50 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi berupa pemberian edukasi kesehatan melalui video yang dikirim via WhatsApp. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan responden meningkat secara signifikan dari 57,80 pada saat pretest menjadi 87,24 pada saat posttest dengan persentase peningkatan sebesar 50,93% (t=19,73; p<0,001). Rata-rata skor sikap juga meningkat secara signifikan dari 61,42 pada saat pretest menjadi 88,16 pada saat posttest dengan persentase peningkatan sebesar 43,54% (t=17,68; p<0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi kesehatan melalui video WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak. Media digital ini direkomendasikan sebagai sarana promosi kesehatan yang aplikatif di fasilitas pelayanan antenatal.

Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Perawat di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) memiliki tuntutan pekerjaan yang tinggi karena kompleksitas tindakan pembedahan, kebutuhan akan ketelitian, serta tuntutan fisik dan mental selama pelayanan perioperatif. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Beban kerja diukur menggunakan NASA-TLX, sedangkan stres kerja menggunakan Nursing Stress Scale (NSS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi sebanyak 35 responden (83,3%) dan sangat tinggi sebanyak 7 responden (16,7%). Tingkat stres kerja sebagian besar berada pada kategori ringan sebanyak 25 responden (59,5%) dan sedang sebanyak 17 responden (40,5%). Hasil uji Spearman's Rank menunjukkan ρ = 0,042 dan p-value = 0,791 (p > 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cibinong.

Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental Ibu Hamil Trimester III di Desa Banjarsari Kab. Bekasi Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kesehatan mental ibu hamil trimester III perlu diperhatikan karena perubahan fisik dan psikologis serta persiapan persalinan dapat meningkatkan kecemasan. Studi pendahuluan di Desa Banjarsari menunjukkan 6 dari 10 ibu hamil trimester III mengalami keluhan psikologis berupa kecemasan, kekhawatiran terhadap kondisi janin, dan gangguan tidur. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 50 ibu hamil trimester III menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan, kondisi ekonomi, dukungan suami dan keluarga, paritas, serta status pernikahan. Kesehatan mental dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan yang diukur menggunakan subskala Anxiety DASS-21. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 23 responden (46,0%) mengalami kecemasan kategori sedang. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p = 0,027), kondisi ekonomi (p = 0,001), dukungan suami dan keluarga (p = 0,008), paritas (p < 0,001), serta status pernikahan (p = 0,026) dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Kelima faktor yang diteliti berhubungan bermakna dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III yang dioperasionalkan melalui tingkat kecemasan di Desa Banjarsari Kab. Bekasi Tahun 2026.

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Indeks Fungsi Seksual pada Wanita Menopause di Taman Ayu, Kota Tangerang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron secara drastis pada masa menopause memicu keluhan fisik, urogenital, dan psikologis yang meningkatkan risiko disfungsi seksual hingga mencapai 50%–78%, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup pada wanita menopause. Tujuan Penelitian: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan indeks fungsi seksual (Female Sexual Function Index/FSFI) pada 45 wanita menopause di Town House Taman Ayu, Kota Tangerang. Metode Penelitian: Data dikumpulkan menggunakan alat ukur antropometri, kuesioner FSFI, DASS-21, dan IPAQ, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi disfungsi seksual sangat tinggi, yaitu sebesar 82,2% (37 responden) memiliki skor FSFI ≤ 26,55, dan hanya 17,8% (8 responden) yang normal. Analisis bivariat mengidentifikasi bahwa aktivitas fisik menjadi faktor pelindung utama dengan hubungan positif yang sangat kuat terhadap fungsi seksual (r = 0,759; p = 0,000), sebaliknya, kondisi psikologis memperburuk fungsi seksual di mana kecemasan memiliki korelasi negatif terkuat (r = -0,632; p = 0,000), diikuti depresi (r = -0,505; p = 0,000), dan stres (r = -0,366; p = 0,013), sementara Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak berpengaruh nyata terhadap skor FSFI (r = 0,147; p = 0,336). Kesimpulan: Penurunan indeks fungsi seksual pada wanita menopause berhubungan erat dengan tingginya tekanan psikologis dan rendahnya aktivitas fisik, sedangkan IMT bukan merupakan faktor penentu. Saran: Tenaga kesehatan khususnya bidan disarankan mengoptimalkan intervensi non-farmakologis berupa program aktivitas fisik rutin dan pengelolaan stres di komunitas.

Pengaruh Pemberian Cookies Pumpkin Seeds (Cucurbita Moschata) Terhadap Anemia pada Remaja Putri di MTS Nihayatul Amal Serang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian makanan tambahan berbahan pangan sumber zat gizi, seperti cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di MTs Nihayatul Amal Serang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 remaja putri yang mengalami anemia ringan. Intervensi berupa cookies pumpkin seeds diberikan sebanyak 100 gram per hari selama 10 hari, dibagi dalam dua kali pemberian. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan jeda 5 hari setelah intervensi selesai. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (20 orang; 100%) mengalami anemia ringan sebelum intervensi dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,17 ± 0,433 g/dL. Setelah intervensi, 8 responden (40%) mencapai kategori normal dan 12 responden (60%) masih mengalami anemia ringan, dengan rata-rata kadar hemoglobin 11,75 ± 0,592 g/dL. Terdapat peningkatan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 0,58 g/dL dan hasil uji menunjukkan p < 0,001. Kesimpulannya, terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian cookies pumpkin seeds (Cucurbita moschata)

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Budaya Pantang Makan pada Ibu Nifas di Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Praktik budaya pantang makan pada ibu nifas masih sangat prevalent di Indonesia akibat kepercayaan tradisional, yang berisiko menghambat pemulihan luka perineum dan menurunkan kualitas ASI secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik tersebut di Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,003; OR=16,000), dukungan keluarga (p=0,010; OR=0,091), dan peran paraji (p=0,028; OR=0,132) dengan praktik pantang makan. Pengetahuan merupakan faktor risiko paling dominan, di mana ibu dengan pengetahuan kurang baik berpeluang 16 kali lebih besar melakukan pantang makan. Sebaliknya, dukungan keluarga dan peran paraji yang positif bertindak sebagai faktor protektif. Namun, variabel akses informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,067). Disimpulkan bahwa faktor sosial-budaya sangat memengaruhi praktik ini. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan meningkatkan edukasi gizi yang secara aktif melibatkan keluarga dan paraji untuk mengubah norma sosial serta mencegah risiko stunting pada bayi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pengaruh Edukasi Manajemen Menopause dengan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan pada Wanita Usia 35 - 45 Tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Premenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis pada wanita. Pengetahuan yang baik mengenai premenopause dan manajemen menopause diperlukan agar wanita dapat memahami perubahan yang terjadi serta mempersiapkan diri menghadapi masa menopause. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 wanita usia 35 - 45 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 22 pertanyaan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, pemberian edukasi manajemen menopause menggunakan media leaflet disertai penjelasan secara langsung selama kurang lebih 20 menit, kemudian dilanjutkan dengan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 9 responden (30,0%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, 12 responden (40,0%) memiliki pengetahuan cukup, dan 9 responden (30,0%) memiliki pengetahuan baik, dengan nilai mean 13,37. Setelah diberikan edukasi, seluruh responden sebanyak 30 orang (100,0%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dengan nilai mean meningkat menjadi 20,73. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -4,788 dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet tentang Pencegahan Emesis Gravidarum Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester 1 TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kondisi ibu. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan emesis gravidarum dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam melakukan upaya pencegahan secara tepat. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet tentang pencegahan emesis gravidarum terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 50 ibu hamil trimester I. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, sebanyak 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan kurang dan 25 responden (50,0%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, seluruh responden (100,0%) memiliki pengetahuan baik. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,44 menjadi 17,12. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang pencegahan emesis gravidarum di TPMB Bidan Ai Hayati Karawang Tahun 2026.

Pengaruh Kombinasi Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di Desa Ciantra Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, sehingga kelancaran produksi dan pengeluarannya penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Produksi ASI yang optimal mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi serta keberlanjutan proses menyusui. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang membantu relaksasi ibu dan mendukung refleks pengeluaran ASI, sedangkan teknik Marmet memberikan stimulasi mekanis secara langsung pada payudara untuk membantu pengeluaran ASI. Kombinasi kedua teknik tersebut diharapkan dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan peningkatan produksi ASI antara pemberian pijat oksitosin dan kombinasi pijat oksitosin dengan teknik Marmet pada ibu nifas di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two-group dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 responden. Kelompok pertama diberikan pijat oksitosin, sedangkan kelompok kedua diberikan kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan satuan mL. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil menunjukkan rata-rata produksi ASI pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari 19,92 mL menjadi 30,89 mL, sedangkan kelompok kombinasi meningkat dari 20,94 mL menjadi 42,81 mL. Peningkatan masing-masing sebesar 10,97 mL dan 21,87 mL, dengan p < 0,001. Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001), dengan selisih rata-rata peningkatan sebesar 10,91 mL. Kesimpulan pada kedua intervensi didapatkan peningkatan produksi ASI, namun kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan pijat oksitosin saja. Kombinasi kedua teknik tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI pada ibu nifas.

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Kunjungan Bayi dan Balita di Posyandu Mekar Tanjung 1 Desa Karang Satu Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala serta pencegahan stunting sangat bertumpu pada keaktifan kunjungan balita ke Posyandu. Namun, Posyandu Mekar Tanjung 1 di Desa Karang Satu menghadapi kendala serius dengan tingkat kehadiran sasaran yang masih tergolong terendah di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor predisposisi, yang meliputi pengetahuan dan sikap ibu, serta faktor penguat berupa dukungan keluarga dengan rendahnya kunjungan bayi dan balita di Posyandu Mekar Tanjung 1 Desa Karang Satu Tahun 2026. Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita terdaftar di Posyandu Mekar Tanjung 1 sebanyak 100 orang, yang seluruhnya diambil sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (Fisher’s Exact Test dan Continuity Correction) serta perhitungan Odds Ratio (OR) pada tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,002; OR=0,586), sikap ibu (p=0,009; OR=0,600), dan dukungan keluarga (p=0,000; OR=0,463) dengan keteraturan kunjungan. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan keteraturan kunjungan bayi dan balita ke Posyandu. Pengelola Posyandu disarankan mengoptimalkan kegiatan sweeping door-to-door, pembuatan buku kendali ketidakhadiran, penyediaan variasi menu makanan tambahan lokal, serta pelibatan aktif suami dan keluarga dalam edukasi tumbuh kembang anak

Pengaruh Pumpkin Seeds (Cucurbita Moschata) Terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja dengan Premenstrual Syndrome di SMAN 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan perilaku yang muncul menjelang menstruasi serta dapat menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas remaja putri. Pumpkin seeds (Cucurbita moschata) mengandung magnesium, zinc, asam lemak tak jenuh, dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri PMS. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi pumpkin seeds (Cucurbita moschata) terhadap intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 38 remaja putri dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden diberikan pumpkin seeds sangrai sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari berturut-turut, dimulai pada awal fase luteal. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 18 responden (47,4%), nyeri berat 12 responden (31,6%), dan nyeri ringan 8 responden (21,1%), dengan rata-rata skor 5,79 ± 2,220. Setelah intervensi, 24 responden (63,2%) mengalami nyeri ringan, 9 responden (23,7%) tidak nyeri, dan 5 responden (13,2%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,92 ± 1,683. Terjadi penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar 3,87 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001. Penelitian dilakukan tahun 2026. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pumpkin seeds (Cucurbita moschata) sebanyak 28 gram per hari selama 10 hari terhadap penurunan intensitas nyeri Premenstrual Syndrome pada remaja putri

Pengaruh Pemberian Edukasi Melalui Media Poster Terhadap Pengetahuan Ibu Menyusui Mengenai Teknik Menyusui yang Benar di Posyandu Desa Karangasih Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Teknik menyusui yang benar penting dalam mendukung keberhasilan dan efektivitas pemberian ASI. Namun, masih ditemukan ibu menyusui yang memiliki keterbatasan pengetahuan dalam memahami dan menerapkan teknik menyusui yang benar. Berdasarkan studi pendahuluan di Posyandu Desa Karang Asih, dari 14 ibu menyusui yang diamati, sebanyak 11 ibu (78,57%) belum mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar, sedangkan 3 ibu (21,43%) telah mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh ibu menyusui. Salah satu media edukasi yang dapat digunakan adalah poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media poster terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Edukasi diberikan menggunakan media poster, sedangkan data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data dan uji Wilcoxon Signed Rank Test sebagai uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan ibu menyusui meningkat dari 12,94 ± 2,588 sebelum edukasi menjadi 17,80 ± 2,040 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 4,86 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi melalui media poster, dengan nilai Z = -5,105 dan p-value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026.

Perbedaan Efektivitas Aromaterapi Lemon dan B6 (Piridoksin) Terhadap Penurunan Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Diana Mardiana S.Tr.Keb., Bdn Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester I akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Di Indonesia, sekitar 50–75% ibu hamil mengalami mual dan muntah pada trimester pertama. Kondisi berlebihan dapat mengganggu aktivitas, menurunkan asupan makanan dan cairan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan ibu dan janin. Penatalaksanaan dapat dilakukan secara farmakologis dengan vitamin B6 (piridoksin) dan nonfarmakologis dengan aromaterapi lemon. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan penurunan mual dan muntah antara pemberian kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 dengan vitamin B6 di TPMB Diana Mardiana, S.Tr.Keb., Bdn. Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental dan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 36 ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah, terdiri atas 18 responden kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Kelompok intervensi diberikan kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6, sedangkan kelompok kontrol diberikan vitamin B6. Tingkat mual dan muntah diukur menggunakan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank Test, dan Mann-Whitney U Test dengan α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata skor mual dan muntah kelompok intervensi menurun dari 11,28 menjadi 4,94, sedangkan kelompok kontrol dari 11,17 menjadi 8,00. Uji Paired Sample T-Test pada kelompok intervensi dan Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok kontrol masing-masing memperoleh p = 0,000. Uji Mann-Whitney U Test memperoleh p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan terdapat perbedaan penurunan mual dan muntah antara kedua kelompok. Kesimpulan: Kombinasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 lebih efektif dibandingkan vitamin B6 saja. Saran: Diharapkan bagi bidan mempertimbangkan aromaterapi lemon sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan kebidanan ibu hamil trimester I.