2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkah-langkah sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p=0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18 pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal ginjal menimbulkan tanda dan gejala pada tubuh penderitanya seperti sesak nafas, pusing, lemas, mual dan muntah, gelisah, sering haus, sulit buang air kecil, dan edema anasarka (Nurbadriyah, 2021). Menurut Ryski dan Guyton dalam Isroin (2016), edema pada jaringan mempengaruhi kekuatan otot. Hal ini karena hingga setengah jumlah cairan bebas menembus ke dalam interstitium, meningkatkan jarak difusi nutrisi dan oksigen dari kapiler ke jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 18 (72%) orang yang mengalami penurunan derajat edema dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol derajat edema selama periode interdialitik.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner KPSP. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian: Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222 Kesimpulan: Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Motorik Kasar, Perkembangan Motorik Halus, Perkembangan Bahasa dan Bicara, Perkembangan Sosialisasi dan Kemandirian. MEDIKA SUHERMAN UNIVERSITY (UMS) BACHELOR OF NURSING EDUCATION STUDY PROGRAM NERS PROFESSION Thesis, January 2025 Name: Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim: 121070001 & 122070160 HSTUNTING CLUSTER WITH THE DEVELOPMENT OF GROSS MOTOR SKILLS, FINE MOTOR, LANGUAGE AND SPEECH, SOCIALIZATION AND INDEPENDENCE OF TODDLERS AT THE NORTH CIKARANG HEALTH CENTER ABSTRACT Background: Stunting is a child's growth disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections that are characterized by substandard height at their age and stunting is one of the main health problems in Indonesian society. Stunting is a serious problem because it is related to development with a greater risk of illness and death which will affect the quality of human resources in the future. Objective: This study aims to determine the relationship between stunting and gross motor development, fine motor, language and speech, socialization and independence in the North Cikarang Health Center, Bekasi Regency. Research Methods: A type of quantitative research with a Correlational design and a cross-sectional approach. The population in this research is 1,945 toddlers, after being entered into the slovin formula, the number of samples in this study is 96 toddlers using the Non-probality method with a type of purposive sampling. Data collection uses KPSP questionnaire sheets. Data analysis uses the Chi-square statistical test. Research Results: From the results of the analysis of the chi-square statistical test of gross motor development and stunting variables read from Continuity Correction, a value (p-value) of 0.028, PR 1483, CI 1.042-2.109, CC 0.240 was obtained. The variables of subtle morothic development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.020, PR 1,580. CI 1,070-2,335, CC 0.251. The variables of language and speech development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.022, PR 1,435. CI 1,048-1,996, CC 0.248. The variables of socialization and independence and stunting development read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.044, PR 1,448. CI 1.015- 2.066, CC 0.222. Conclusion: Based on the above results, it can be concluded that there is a significant relationship between stunting variables and fine motor development, gross motor, speech and language, socialization and independence. Keywords: Stunting, Gross Motor Development, Fine Motor Development, Language and Speech Development, Socialization and Independence Development.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau bersifat progresif yang memburuk, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sebesar 3,49%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan grade pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh pasien CKD yang berjumlah 121 responden atau jumlah sampel sebanyak 93 responden secara random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, di mana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016) dan tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun demikian, hal ini tidak ditemukan pada hubungan kualitas hidup dengan pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar Belakang: Pasien dengan CKD sering menghadapi tantangan psikologis, termasuk depresi, yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 68 pasien CKD di RS Harapan Bunda. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas pasien berada pada usia 41-60 tahun (50,0%), wanita (59%), pendidikan menengah (56%), dan telah menderita CKD selama 1-5 tahun (48%). Sebagian besar pasien memiliki mekanisme koping cukup (43%) dan mengalami depresi berat (54,4%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara karakteristik usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), tingkat pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan signifikan dalam menentukan tingkat depresi. Intervensi berbasis edukasi dan konseling diperlukan untuk mengurangi beban psikologis pasien CKD. Kata Kunci: Karakteristik, Mekanisme Koping, Depresi, CKD
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik dengan ditandai peningkatan kadar glukosa dalam darah, yang dikenal sebagai hiperglikemia yang dikarenakan gangguan dalam sekresi insulin dan ketidakcukupan fungsi insulin itu sendiri dan dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan, serta berdampak signifikan pada kualitas hidup penderita. Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik responden dan memberikan gambaran demografi mengenai hubungan antara dukungan keluarga dalam kepatuhan perawatan pada pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif cross-sectional dan menekankan pada waktu yang dihabiskan untuk mengukur atau mengamati data variabel dependen dan independen satu per satu terhadap 62 sample dari 160 populasi dibulan Oktober sampai November di RS Sentra Medika Cibinong. Berdasarkan Uji Normalitas data Kolmogrov-Smirnov dan penelitian diperoleh asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,576 atau > 0,05 artinya data terdistribusi dengan normal dan berdasarkan analisis statistik uji chi-square menunjukkan bahwa P-Value = 0,005 (P
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin dalam tubuh. Berdasarkan WHO, prevalensi global diabetes pada 2021 mencapai 10,5% dan diperkirakan naik menjadi 12,2% pada tahun 2045. IDF 2021 mencatat angka 10,8% atau sekitar 19,5 juta kasus. Di Jawa Barat, Riskesdas 2018 mencatat kenaikan dari 1,3% (2013) menjadi 1,8% (2018). Di Kota Bekasi, jumlah penderita pada 2019 mencapai 42.517 jiwa, sementara di Kabupaten Bekasi, prevalensi diabetes tipe II pada 2022 tercatat sebesar 8,04% per 100 penduduk, untuk diklinik sebesar 2,04% (2024) dari jumlah kunjungan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak cairan Stevia (Steviol Glycosides) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan two group pre-post design. Populasi merupakan DMT2 dengan jumlah Sampel terdiri dari 76 pasien, Teknik yang digunakan adalah total sampling untuk menentukan sampel 2 kelompok yaitu 38 responden kelompok intervensi yang diberikan ekstrak Stevia dan 38 responden kelompok kontrol tanpa perlakuan. Analisis data menggunakan uji t berdasarkan hasil dari uji normalitas yang berdistribusi normal. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa Hasil uji t-test sebelum intervensi, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000), dengan kadar gula darah kelompok intervensi lebih tinggi. Setelah intervensi, konsumsi ekstrak Stevia terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,023). Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak Stevia efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Saran: Konsumsi ekstrak Stevia berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer untuk DM tipe 2 dalam pelayanan masyarakat. .
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin dalam tubuh. Berdasarkan WHO, prevalensi global diabetes pada 2021 mencapai 10,5% dan diperkirakan naik menjadi 12,2% pada tahun 2045. IDF 2021 mencatat angka 10,8% atau sekitar 19,5 juta kasus. Di Jawa Barat, Riskesdas 2018 mencatat kenaikan dari 1,3% (2013) menjadi 1,8% (2018). Di Kota Bekasi, jumlah penderita pada 2019 mencapai 42.517 jiwa, sementara di Kabupaten Bekasi, prevalensi diabetes tipe II pada 2022 tercatat sebesar 8,04% per 100 penduduk, untuk diklinik sebesar 2,04% (2024) dari jumlah kunjungan setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak cairan Stevia (Steviol Glycosides) terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan two group pre-post design. Populasi merupakan DMT2 dengan jumlah Sampel terdiri dari 76 pasien, Teknik yang digunakan adalah total sampling untuk menentukan sampel 2 kelompok yaitu 38 responden kelompok intervensi yang diberikan ekstrak Stevia dan 38 responden kelompok kontrol tanpa perlakuan. Analisis data menggunakan uji t berdasarkan hasil dari uji normalitas yang berdistribusi normal. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa Hasil uji t-test sebelum intervensi, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000), dengan kadar gula darah kelompok intervensi lebih tinggi. Setelah intervensi, konsumsi ekstrak Stevia terbukti secara signifikan menurunkan kadar gula darah dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,023). Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak Stevia efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Saran: Konsumsi ekstrak Stevia berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer untuk DM tipe 2 dalam pelayanan masyarakat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Hasil: Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai p-value sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk melalui makanan dan energi yang dikeluarkan, yang akhirnya menyebabkan penumpukan energi dalam bentuk lemak. Kondisi ini dapat berujung pada obesitas atau peningkatan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara IMT dan aktivitas fisik pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Suka Asih 02, Ceger, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner aktivitas fisik (PAQ-C), dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden masuk dalam kategori underweight, sementara 82,5% memiliki tingkat aktivitas fisik yang baik. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan IMT dan memiliki hubungan korelasi rho yang cukup dengan nilai -0,496. Kesimpulan penelitian ini bahwa sebagian besar anak di SDN Suka Asih 02 tergolong underweight, meskipun aktivitas fisik mereka baik. Oleh karena itu, disarankan orang tua untuk memperhatikan pola makan dan mendorong aktivitas fisik anak, pendidik untuk mengedukasi siswa tentang kesehatan dan peneliti melakukan studi lebih lanjut dengan variabel dan responden yang lebih bervariasi.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia adalah kondisi saat sel darah merah dan hemoglobin kurang dari normal, yang sering terjadi pada remaja putri, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap yang mendukung pencegahannya. Edukasi yang efektif melalui platform populer seperti Tik Tok dipilih sebagai pendekatan menarik untuk meningkatkan kesadaran pencegahan anemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media platform Tik Tok terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode penelitian ini quasi-experiment, sertak populasi adalah siswi SMPN 8 Cibitung berjumlah 130 dengan sampel 60 siswi kelas 8 yang dibagi masing-masing untuk setiap kelompok 30 orang. Variabel independen adalah media edukasi Tik Tok (audio-visual & visual), sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia. Pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia (ρ-value 0,000 0,05). Independent Sample T-test menunjukkan perbedaan signifikan (ρ-value 0,000 0,05) antara kelompok yang diberikan edukasi video dan poster. Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media platform Tik Tok sebagai edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi remaja putri di SMPN 8 Cibitung dan dijadikan acuan untuk menangani penanggulangan dan pencegahan anemia.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang keterlambatan bicara pada anak sering terkait dengan pola asuh orang tua, sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 39 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh dan pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah usia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir