2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga penggunaan antihistamin terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penjualan antihistamin generasi pertama dan generasi kedua serta hubungan faktor harga, efektivitas, efek samping, rekomendasi dokter atau apoteker dan ketersediaan obat dengan pemilihan antihistamin di Apotek Haka Farma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 konsumen yang membeli antihistamin di Apotek Haka Farma periode 18 Juni – 7 Juli 2026. Data dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan antihistamin generasi kedua lebih tinggi dibandingkan generasi pertama, yaitu 59 strip (71,1%) dan 24 strip (28,9%). Cetirizine merupakan antihistamin yang paling banyak terjual sebanyak 32 strip. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin (p = 0,001), sedangkan faktor harga, efektivitas, rekomendasi dokter atau apoteker, dan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Fisher's Exact Test digunakan pada variabel yang tidak memenuhi asumsi uji Chi-Square. Kesimpulannya, antihistamin generasi kedua lebih banyak dipilih dibandingkan generasi pertama, dan hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kulit pisang raja (Musa x paradisiaca L.) merupakan limbah pertanian yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik ekstrak etanol 96% kulit pisang raja serta aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH dan ABTS, dan membandingkan nilai IC50 yang diperoleh dari kedua metode. Simplisia diperoleh melalui liofilisasi, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak memiliki rendemen 14,67%, berbentuk kental, berwarna hijau kecoklatan, berbau khas, dan mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan steroid tidak terdeteksi. Parameter mutu ekstrak memenuhi persyaratan kadar sari larut etanol (60%) dan kadar abu (1,5%), namun susut pengeringan (48%) tidak memenuhi persyaratan. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan nilai Rf ekstrak yang mendekati standar kuersetin. Nilai IC50 metode DPPH sebesar 58,522±0,016 ppm dan metode ABTS sebesar 59,300±0,169 ppm, keduanya termasuk kategori antioksidan kuat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode (p=0,109). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit pisang raja memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan hasil pengukuran yang sebanding antara metode DPPH dan ABTS.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gandaria (Bouea macrophylla) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai nutrasetikal imunomodulator, tetapi bukti mengenai efek fermentasi kombucha gandaria terhadap respons imun dan profil farmakokinetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nutrasetikal fermentasi kombucha gandaria terhadap kadar serum imunoglobulin G (IgG) serta memprediksi profil ADMET senyawa bioaktifnya. Penelitian kuantitatif eksperimental ini mengombinasikan pendekatan in vivo dan in silico. Mencit jantan galur Balb/c dibagi menjadi kelompok kontrol negatif, kontrol positif Stimuno®, serta kelompok perlakuan dosis 0,36; 0,55; dan 0,73 mL/20 gBB selama 14 hari. Kadar IgG diukur menggunakan ELISA Reader, sedangkan senyawa hasil LC-MS dianalisis menggunakan PubChem, pkCSM, dan Lipinski Rule of Five. Hasil LC-MS mendeteksi 15 senyawa secara tentatif. Isoliquiritigenin, fargesin, dan (+)-carvone memenuhi seluruh kriteria Lipinski serta diprediksi tidak hepatotoksik. Rerata kadar IgG kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dosis 0,36, 0,55, dan 0,73 mL/20 gBB berturut-turut sebesar 17,58; 30,75; 17,81; 25,05; dan 25,27 ng/mL. Kombucha gandaria menunjukkan kecenderungan meningkatkan IgG pada dosis sedang dan tinggi, meskipun belum setara Stimuno®. Penelitian lanjutan diperlukan untuk konfirmasi senyawa, pengujian toksisitas, bioaktivitas, dan parameter imun lainnya. Temuan ini memberikan dasar awal bagi pemanfaatan buah lokal Indonesia sebagai minuman fungsional berbasis fermentasi yang berpotensi mendukung respons imun humoral secara aman, terstandar, dan berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Aplikasi Mobile JKN merupakan salah satu bentuk digitalisasi pelayanan kesehatan yang dapat mempermudah peserta JKN dalam mengakses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN oleh pasien rawat jalan peserta JKN di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel independen meliputi ekspektasi kinerja (Performance Expectancy), ekspektasi usaha (Effort Expectancy), pengaruh sosial (Social Influence), dan kondisi yang memfasilitasi (Facilitating Conditions), sedangkan variabel dependen adalah pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62 responden (63.9%) memanfaatkan aplikasi Mobile JKN dan 35 responden (36.1%) tidak memanfaatkan. Terdapat hubungan yang signifikan antara ekspektasi kinerja (p < 0.001), ekspektasi usaha (p < 0.001), pengaruh sosial (p=0.007), dan kondisi yang memfasilitasi (p < 0.001) dengan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel yang diteliti berhubungan signifikan dengan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN pada pasien rawat jalan peserta JKN di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Demam Berdarah Dengue (DBD) memerlukan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahannya. Kader kesehatan berperan dalam mendorong masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku kader dalam pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti tahun 2026. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain Sequential Explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan 82 kader aktif dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan 64,6% kader memiliki pengetahuan baik, 57,3% memiliki sikap positif, 78,0% memperoleh dukungan petugas kesehatan yang baik, dan 56,1% memiliki perilaku pencegahan yang baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (r = 0,307; p = 0,005), sikap dengan perilaku (r = 0,460; p = 0,001), serta dukungan petugas kesehatan dengan perilaku (r = 0,453; p = 0,001). Hasil kualitatif menunjukkan kader melakukan edukasi 3M Plus, mengingatkan masyarakat, dan mengikuti kegiatan kebersihan lingkungan. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan petugas kesehatan berhubungan dengan perilaku kader dalam pencegahan DBD.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Tindakan Sectio Caesarea terus bertambah dan sebagian besar dilaksanakan
dengan anestesi spinal. Salah satu komplikasi tersering adalah Post Dural Puncture Headache
(PDPH) dampak kebocoran cairan serebrospinal setelah pungsi duramater. Faktor yang diduga
berkaitan dengan PDPH meliputi usia, ukuran jarum spinal, sejarah PDPH, dan usaha pungsi
lumbal. Tujuan : Mengetahui unsur-unsur yang berkaitan dengan kejadian PDPH pada pasien
post Sectio Caesarea di RSIA Aisyah Qurratu’ain Bekasi Timur. Metode : Penelitian kuantitatif
dengan desain cross sectional dilaksanakan pada 73 responden menerapkan metode total sampling.
Variabel independen meliputi usia, ukuran jarum, sejarah PDPH, dan usaha pungsi lumbal,
sedangkan variabel dependen adalah kejadian PDPH yang diukur menerapkan Numeric Rating
Scale (NRS). Analisis data dilaksanakan secara univariat dan bivariat menerapkan uji Chi-Square
dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Penelitian : Hasil riset menandakan sebagian besar
responden menempuh nyeri ringan (49,3%). Usia terbanyak adalah 26–35 tahun (61,6%).
Penggunaan jarum 25G lebih dominan (74,0%). Responden tanpa sejarah PDPH sebanyak 82,2%
dan sebagian besar menempuh satu kali pungsi lumbal (78,1%). Hasil uji Chi-Square menandakan
terdapat kaitan signifikan antara usia (p=0,000), ukuran jarum (p<0,05), sejarah PDPH (p<0,05),
dan usaha pungsi lumbal (p=0,001) dengan kejadian PDPH. Kesimpulan : Terdapat kaitan
signifikan antara usia, ukuran jarum, sejarah Post Dural Puncture Headache (PDPH), dan jumlah
pungsi lumbal dengan kejadian PDPH pada pasien post Sectio Caesarea. Saran : Disarankan
penggunaan jarum dengan ukuran lebih kecil serta meminimalkan jumlah pungsi lumbal untuk
menurunkan bahaya PDPH, serta bertambahkan kewaspadaan pada pasien dengan sejarah PDPH.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi tergolong Penyakit Tidak Menular (PTM) dan
merupakan salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Kasus tekanan
darah tinggi secara global cukup tinggi, yaitu satu dari tiga orang penduduk di
dunia mengalami Hipertensi. Sekitar dua pertiga dari populasi tersebut tinggal di
negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Perbandingan empat dari
lima orang penderita hipertensi tidak mendapatkan pengobatan yang layak. Namun
jika negara – negara mendapatkan pengobatan yang memadai, 76 juta kematian
dapat dicegah antara tahun 2023 – 2050 (WHO, 2023).
Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan
darah pada penderita hipertensi dengan sindrom akumulasi phlegma lembab di Jiao
Tengah.
Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-
eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling ,
melibatkan 20 subjek penelitian dari bulan Maret-Juni 2025 di Yayasan Akupunktur
Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan
terapi akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah
sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar
139 mg/dl (5 subjek = 25%) dan paling rendah sebesar 130 mg/dl (1 subjek = 5%).
Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan
intervensi sebesar 89 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 81 mg/dl (2 subjek = 10%). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan
intervensi sebesar 130 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 120 mg/dl
(1 subjek = 5%). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah
dilakukan intervensi sebesar 85 mg/dl (1 subjek = 5%) dan paling rendah sebesar
76 mg/dl (2 subjek = 10%).
Kesimpulan: Terapi akupunktur memberikan pengaruh terhadap tekanan darah
pada penderita hipertensi sindrom akumulasi phlegma lembab di jiao tengah,
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tekanan darah
sebelum dan sesudah intervensi.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Remaja memiliki kebiasaan jajan yang tinggi, terutama konsumsi
makanan pedas, berminyak, instan, serta minuman berkafein tanpa memperhatikan
waktu makan utama. Hasil observasi di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan
menunjukkan cukup tingginya keluhan gastritis pada siswa. Pola jajan yang tidak
sehat diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gastritis pada remaja.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola
jajan dengan risiko gastritis pada remaja kelas X di SMK Karya Bangsa Tambun
Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Sampel berjumlah 71 responden yang diambil menggunakan teknik
sampling yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan
dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara pola jajan dan
risiko gastritis. Hasil Penelitian: Sebanyak 38 responden (53,5%) memiliki pola
jajan tidak baik dan 36 responden (50,7%) berisiko gastritis. Hasil uji chi-square
menunjukkan nilai p-value sebesar 0,044 (<0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar
3,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pola jajan dengan risiko
gastritis. Responden dengan pola jajan tidak baik memiliki peluang 3 kali lebih
besar mengalami risiko gastritis dibandingkan dengan responden yang memiliki
pola jajan baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola jajan
dengan risiko gastritis pada remaja di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Pola
jajan yang tidak baik berhubungan dengan peningkatan risiko gastritis.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Gastritis merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi
prevalensinya secara global dan nasional, dengan angka mencapai 25% di dunia
dan sekitar 40,8% di Indonesia. Di Jawa Barat, kejadian gastritis mencapai 31,2%
dan di Kota Bekasi tercatat 8.620 kasus pada tahun 2019. Mahasiswa keperawatan
termasuk kelompok berisiko akibat pola makan tidak teratur dan stres akademik.
Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 70% mahasiswa mengalami mual sebagai
gejala utama gastritis, namun sebagian besar belum memanfaatkan intervensi
nonfarmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas minum air hangat dan
kompres air hangat terhadap penurunan rasa mual pada mahasiswa keperawatan
semester akhir penderita gastritis di Universitas Medika Suherman. Metode:
Menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest–
posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua
kelompok. Pengukuran rasa mual menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting,
and Retching (RINVR). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank
Test dan Mann–Whitney pada α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa
minum air hangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan rasa mual (p =
0,038), dan kompres air hangat juga berpengaruh signifikan (p = 0,002). Uji
perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara
kedua intervensi (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000), di mana minum air hangat lebih
efektif dibandingkan kompres air hangat. Kesimpulan: Disarankan penggunaan
minum air hangat dan kompres air hangat sebagai intervensi nonfarmakologis untuk
membantu menurunkan rasa mual pada penderita gastritis, dengan minum air
hangat sebagai pilihan utama karena terbukti lebih efektif. Mahasiswa diharapkan
dapat menerapkan intervensi ini secara mandiri sebagai upaya awal penanganan
mual. Tenaga kesehatan dapat menjadikannya sebagai alternatif dalam asuhan
keperawatan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian
dengan desain yang lebih kuat dan jumlah sampel yang lebih besar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Prevalensi DBD di Jonggol hingga Juni 2024 tercatat sebanyak 145 kasus dengan 1 kematian. Sementara itu, Puskesmas Balekambang mencatat 20 kasus dengue pada periode Januari–November 2025, dengan 2 orang dirawat di RSUD Cileungsi pada bulan Mei dan 1 orang dirawat di RS Permata Jonggol pada bulan Juni. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada masyarakat di Balekambang Kecamatan Jonggol 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian masyarakat Desa Balekambang Kecamatan Jonggol dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku PSN. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik nonparametrik Chi-Square. No Layak Etik 000322/Universitas Medika Suherman/2026 Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan analisi bivariat Jenis kelamin nilai p-value = 0,659 > 0,05, Usia nilai p-value = 0,546 > 0,05, Pendidikan nilai p-value = 0,001 <0,05, Pekerjaan nilai p-value = 0,158 > 0,05, Tingkat pengetahuan nilai p-value = 0,018 <0,05, Sikap nilai p-value = 0,001 <0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan dengan perilaku PSN, Ada hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku PSN. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengingat masih terdapat responden dengan perilaku PSN yang kurang baik.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Mahasiswa semester akhir usia 18–25 tahun menghadapi tuntutan
akademik yang tinggi, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga
berisiko mengalami kecemasan. Proses penyusunan tugas akhir yang panjang dan
kompleks sering menjadi pemicu utama munculnya kecemasan tersebut. Salah satu
intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah
terapi butterfly hug, yang bersifat sederhana, mudah dipraktikkan secara mandiri,
dan tidak memerlukan alat khusus. Dukungan media audiovisual dalam pemberian
terapi butterfly hug juga membantu meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri
mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi
butterfly hug berbasis audio-visual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa
keperawatan semester akhir universitas medika suherman tahun 2025. Metode
penelitian: Kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pretest-
posttest design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden mahasiswa
semester akhir dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner HARS dengan Pretest (sebelum) Posttest (sesudah)
kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil
penelitian: Menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian
terapi butterfly hug berbasis audiovisual, dengan sebagian besar responden
mengalami penurunan skor kecemasan dan tidak ditemukan peningkatan
kecemasan, serta nilai p = 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan
signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Terapi butterfly hug berbasis
audiovisual berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan
mahasiswa keperawatan semester akhir, sehingga dapat direkomendasikan sebagai
intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan mudah diterapkan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi dan berkaitan erat dengan perilaku pencegahan di lingkungan rumah. Perilaku kepatuhan penggunaan kelambu dan kebiasaan menggantung pakaian diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya DBD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan kelambu dan kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 98 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh menggunakan kelambu, yaitu 71 responden (72,4%), dan hampir setengah responden memiliki kebiasaan menggantung pakaian, yaitu 48 responden (49,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan kelambu dengan kejadian DBD (p = 0,175). Sementara itu, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian DBD (p = 0,000). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan kelambu dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebaliknya, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian DBD. Dengan demikian, kebiasaan menggantung pakaian merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD dalam penelitian ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan edukasi kesehatan, khususnya terkait pengelolaan lingkungan rumah dan kebiasaan yang berpotensi menjadi tempat istirahat nyamuk, guna menurunkan risiko terjadinya DBD.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat yang cukup serius, tertama akibat meningkatnya kebutuhan zat besi
pada masa pertumbuhan dan terjadinya menstruasi setiap bulan. Rendahnya
pengetahuan remaja putri mengenai anemia dan upaya pencegahannya menjadi
salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian anemia.
Edukasi kesehatan melalui media yang interaktif dan menarik, seperti permainan
spin whell, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi remaja
putri dalam upaya pencegahan anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas edukasi permainan spin whell terhadap pengetahuan
tentang upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMK Islam Al-Amin
Cikarang Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
desain pre eksperimental one group pre-test post-test, dan pendekatan cros-
sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang diberikan edukasi
permainan spin whell, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis
data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil Penelitian:
Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan
edukasi melalui permainan spin whell, dengan hasil analisis Wilcoxon yang
signiftikan (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi menggunakan permainan spin
whell efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan anemia
pada remaja putri. Media edukasi interaktif ini dapat dijadikan alternatif sebagai
metode di sekolah SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara untuk menurunkan resiko
anemia pada remaja putri.