Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Lia

433 karya publik ditemukan.

2026: 472025: 532024: 732023: 1142022: 402021: 452020: 192019: 25

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Indeks Fungsi Seksual pada Wanita Menopause di Taman Ayu, Kota Tangerang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron secara drastis pada masa menopause memicu keluhan fisik, urogenital, dan psikologis yang meningkatkan risiko disfungsi seksual hingga mencapai 50%–78%, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup pada wanita menopause. Tujuan Penelitian: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan indeks fungsi seksual (Female Sexual Function Index/FSFI) pada 45 wanita menopause di Town House Taman Ayu, Kota Tangerang. Metode Penelitian: Data dikumpulkan menggunakan alat ukur antropometri, kuesioner FSFI, DASS-21, dan IPAQ, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi disfungsi seksual sangat tinggi, yaitu sebesar 82,2% (37 responden) memiliki skor FSFI ≤ 26,55, dan hanya 17,8% (8 responden) yang normal. Analisis bivariat mengidentifikasi bahwa aktivitas fisik menjadi faktor pelindung utama dengan hubungan positif yang sangat kuat terhadap fungsi seksual (r = 0,759; p = 0,000), sebaliknya, kondisi psikologis memperburuk fungsi seksual di mana kecemasan memiliki korelasi negatif terkuat (r = -0,632; p = 0,000), diikuti depresi (r = -0,505; p = 0,000), dan stres (r = -0,366; p = 0,013), sementara Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak berpengaruh nyata terhadap skor FSFI (r = 0,147; p = 0,336). Kesimpulan: Penurunan indeks fungsi seksual pada wanita menopause berhubungan erat dengan tingginya tekanan psikologis dan rendahnya aktivitas fisik, sedangkan IMT bukan merupakan faktor penentu. Saran: Tenaga kesehatan khususnya bidan disarankan mengoptimalkan intervensi non-farmakologis berupa program aktivitas fisik rutin dan pengelolaan stres di komunitas.

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan ANC di PMB. Jariana Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali (K6) merupakan standar vital untuk deteksi dini risiko kehamilan, namun studi pendahuluan di PMB Jariana menunjukkan sebesar 53,33% ibu hamil tidak patuh memenuhi standar tersebut karena alasan kesibukan bekerja, kurangnya pengingat, dan anggapan keliru mengenai keluhan fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC K6 di PMB Jariana Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Studi kuantitatif menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 80 ibu hamil trimester III yang dipilih secara utuh melalui teknik total sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan data sekunder (kepatuhan kunjungan) diperoleh via observasi Buku KIA, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (42,5%), berpendidikan menengah (57,5%), berada pada usia tidak berisiko (72,5%), berkategori multipara (46,2%), dan patuh merampungkan kunjungan ANC K6 (63,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,000), pendidikan (p=0,000), karakteristik usia (p=0,000), serta paritas (p=0,047) dengan kepatuhan kunjungan ANC. Kesimpulan: Faktor kognitif, tingkat pendidikan formal, kematangan usia, dan riwayat obstetri masa lalu secara empiris berhubungan erat dengan kedisiplinan pemeriksaan kehamilan ibu, sehingga penguatan edukasi primer dan optimalisasi pemanfaatan media Buku KIA sangat mendesak dilaksanakan demi mencegah risiko komplikasi sejak dini.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Kelas X Tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tingginya risiko penularan HIV/AIDS pada kelompok usia remja sering kali dipicu oleh keterbatasan akses informasi serta minimnya tingkat pengetahuan. Pendidikan kesehatan berbasis media video animasi menjadi salah satu satu inovasi sarana pembelajaran interaktif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Cikarang Selatan yang berjumlah 450 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan rumus slovin sehingga diperoleh 232 responden. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Signed Rank karena data berdistribusi tidak normal. Sebelum dilakukan intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebesar 71,98% (167 orang). Setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan dengan media video animasi, tingkat pengetahuan responden meningkat secara signifikan menjadi kategori baik sebesar 89,66% (208 orang). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (α < 0,05) dengan nilai Z = -12,926. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan tahun 2026. Media audiovisual seperti video animasi terbukti efektif dimanfaatkan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi remaja.

Pengaruh Edukasi Metode Wish and Drive Terhadap Pengetahuan, Sikap, Motivasi dan Perilaku Melakukan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada Wanita Usia Subur (WUS) di UPTD Puskesmas Pengasinan Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini, salah satunya pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Rendahnya partisipasi Wanita Usia Subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA dapat berkaitan dengan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi metode Wish and Drive terhadap pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas Pengasinan Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel sebanyak 30 WUS dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen pengetahuan, sikap, motivasi, dan lembar observasi perilaku pemeriksaan IVA. Analisis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, Paired Sample t-Test, dan McNemar Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (63,3%), sikap negatif (63,3%), motivasi negatif (70,0%), dan tidak melakukan pemeriksaan IVA (66,7%). Setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 73,3%, sikap positif menjadi 73,3%, motivasi positif menjadi 73,3%, dan responden yang melakukan pemeriksaan IVA menjadi 76,7%. Hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05). Edukasi metode Wish and Drive berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA di UPTD Puskesmas Pengasinan Tahun 2026. Metode Wish and Drive dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan edukasi dalam promosi kesehatan untuk meningkatkan partisipasi WUS dalam pemeriksaan IVA

Pengaruh Pemberian Jus Nanas Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi pada Wanita Usia Subur di Desa Banjarsari Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Nyeri menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 wanita usia subur yang mengalami dismenore primer dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian jus nanas selama dua hari pertama menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 orang (90,0%), dengan rata-rata skor nyeri 5,40 (SD 0,968). Setelah intervensi, 19 orang (63,3%) mengalami nyeri ringan, 7 orang (23,3%) tidak mengalami nyeri, dan 4 orang (13,3%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,90 (SD 1,373). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji memperoleh Z = -4,839 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta seluruh 30 responden mengalami penurunan skor nyeri. Dengan demikian, pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Jus nanas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri menstruasi

Pengaruh Konsumsi Sayur Daun Kelor Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Sukarapih Wilayah Kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Produksi ASI yang kurang merupakan salah satu permasalahan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemenuhan nutrisi ibu melalui konsumsi pangan yang berpotensi sebagai laktagogum, salah satunya sayur daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu menyusui yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden, dengan teknik total sampling. Kelompok intervensi diberikan sayur bening daun kelor ±100gram satu kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi daun kelor. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Rata-rata produksi ASI kelompok kontrol meningkat dari 205,66 ml menjadi 236,00 ml, dengan peningkatan 30,33 ml. Pada kelompok intervensi, rata-rata produksi ASI meningkat dari 215,13 ml menjadi 281,20 ml, dengan peningkatan 66,06 ml. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001 pada kedua kelompok. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai p <0,001, dengan selisih rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 35,73 ml antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan dan Saran: Terdapat pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Sukarapih wilayah kerja Puskesmas Tambelang Tahun 2026. Konsumsi sayur daun kelor selama 7 hari menunjukkan peningkatan produksi ASI yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Ibu menyusui diharapkan dapat memperhatikan upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI, salah satunya dengan menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup sehat.

Pengaruh Edukasi 1000 HPK Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting di Dusun II Karangasih Cikarang Utara Bekasi 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang yang berdampak buruk pada tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia. Data per Januari 2026 menunjukkan bahwa Dusun II berkontribusi terhadap kasus stunting tertinggi yakni sebanyak 25 kasus dari 42 kasus (59,5%) yang tercatat di Desa Karangasih. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa emas (golden period) yang sangat krusial dalam pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi 1000 HPK terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Dusun II Desa Karangasih, Kabupaten Bekasi tahun 2026. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 32 ibu hamil dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi tatap muka dengan bantuan media leaflet dan instrumen kuesioner berskala Guttman. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kategori baik meningkat dari 17 responden (53,12%) menjadi 28 responden (87,50%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), dengan 25 responden mengalami peningkatan skor pengetahuan. Kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi 1000 HPK terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Dusun II Karangasih Cikarang Utara Bekasi Tahun 2026

Pengaruh Media Booklet Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I tentang Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya tetanus pada ibu dan bayi baru lahir. Pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat, jadwal, dan efek samping imunisasi TT berperan dalam mendukung penerimaan dan pelaksanaan imunisasi. Salah satu media yang dapat digunakan untuk memberikan edukasi kesehatan adalah booklet karena materi dapat disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi Tetanus Toxoid (TT) di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tanpa kelompok kontrol menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil trimester I yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi menggunakan media booklet, sebanyak 20 ibu hamil (66,7%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, 9 ibu hamil (30,0%) dalam kategori cukup, dan 1 ibu hamil (3,3%) dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi, sebanyak 26 ibu hamil (86,7%) memiliki pengetahuan dalam kategori baik, 3 ibu hamil (10,0%) dalam kategori cukup, dan 1 ibu hamil (3,3%) dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,30 sebelum intervensi menjadi 18,33 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media booklet. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi TT di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Media booklet dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai imunisasi TT

Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kehamilan trimester III merupakan periode yang dapat meningkatkan kecemasan ibu karena semakin dekat dengan proses persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dapat memengaruhi kondisi psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah aromaterapi lavender. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi lavender, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 responden (77,4%), kecemasan sedang sebanyak 6 responden (19,4%), dan tidak mengalami kecemasan sebanyak 1 responden (3,2%), dengan rata-rata skor HARS sebesar 18,32. Setelah diberikan aromaterapi lavender, sebanyak 25 responden (80,7%) mengalami kecemasan ringan, 5 responden (16,1%) tidak mengalami kecemasan, dan 1 responden (3,2%) mengalami kecemasan sedang, dengan rata-rata skor HARS menurun menjadi 16,00. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,651 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di RSIA Bunda Trinanda Karawang Tahun 2026.

Pengaruh Edukasi dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Puteri tentang Pernikahan Dini di SMA Tunas Bangsa Pebayuran Bekasi Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, dan pendidikan remaja puteri. Rendahnya pengetahuan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko pernikahan dini. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas media leaflet terhadap pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini di SMA Tunas Bangsa Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja puteri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Analisis data menggunakan Paired Sample t-Test setelah data dinyatakan berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (56%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar berada pada kategori baik (53%). Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: Media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang pernikahan dini sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi kesehatan di lingkungan sekolah.

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil terutama pada trimester I. Kondisi mual muntah yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas ibu dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi mual muntah adalah aromaterapi peppermint. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan jumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengukuran mual muntah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint selama tiga hari menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan aromaterapi peppermint, sebanyak 17 responden (53,1%) mengalami mual muntah kategori sedang dan 15 responden (46,9%) kategori ringan. Setelah diberikan aromaterapi peppermint seluruh responden 30 responden (100%) mengalami mual muntah kategori ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Sukatenang Kabupaten Bekasi Tahun 2026.

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi pada Ibu Hamil di Desa Kertarahayu Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil dan keluarga menghadapi persalinan serta mencegah komplikasi. Keberhasilan pelaksanaan Program P4K dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) pada ibu hamil trimester II dan III di Desa Kertarahayu Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 59 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penghasilan (p=0,004), pengetahuan (p<0,001), dan pengambilan keputusan (p=0,016) dengan pelaksanaan Program P4K. Sementara itu, usia (p=0,811), pendidikan (p=0,531), paritas (p=0,355), dan kepemilikan BPJS (p=0,355) tidak berhubungan dengan pelaksanaan Program P4K. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penghasilan, pengetahuan, dan pengambilan keputusan merupakan faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Program P4K pada ibu hamil trimester II dan III di Desa Kertarahayu Tahun 2026.

Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Sikap Remaja Putri tentang Pencegahan Perilaku Masturbasi yang Berisiko pada Kesehatan Reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perilaku masturbasi yang berisiko pada remaja dapat memberikan dampak terhadap kesehatan reproduksi apabila tidak disertai dengan pemahaman dan sikap yang tepat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentuk sikap positif remaja adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Berdasarkan survei pendahuluan terhadap 10 siswi, sebanyak 70% siswi telah terpapar informasi terkait perilaku seksual dan masturbasi, sedangkan 30% lainnya masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai masturbasi dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap remaja terhadap pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pra-Eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswi SMPN 5 Cikarang Selatan sebanyak 566 orang, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sikap meningkat dari 82,97 sebelum intervensi menjadi 106,53 setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual. Hasil uji menunjukkan nilai t = -8,223 dengan p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi.

Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Nyeri Bendungan ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah TPMB Yuliyanah Karawang Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masalah pada payudara merupakan salah satu pemicu hambatan dalam proses menyusui, dimana nyeri akibat bendungan ASI menjadi keluhan yang paling sering ditemukan. Meskipun kondisi ini bersifat fisiologis, penanganan yang tidak tepat berisiko memicu komplikasi yang lebih parah seperti mastitis hingga abses payudara. Munculnya nyeri bendungan ASI ini sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, meliputi tingkat usia, status pekerjaan, dan jumlah paritas ibu. Sebagai solusi non-farmakologis.Daun kubis memberikan kenyamanan bagi ibu nifas karena mampu memperlebar pembuluh darah kapiler dan melepaskan efek dingin yang menyerap panas tubuh. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres daun kubis terhadap nyeri bendungan asi pada ibu nifas di wilayah TPMB Yuliyanah karawang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen melalui rancangan one group pretest-posttest design. Populasi ibu nifas sebanyak 30 responden yang dilakukan pada bulan mei – juli. Pengumpulan data tingkat pembendungan ASI diukur menggunakan Six Point Engorgement Scale dan kuesioner, dengan menggunakan Uji Wilcoxon Range List. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebelum intervensi dilakukan, mayoritas ibu menyusui 24 orang (80,0%) mengeluhkan nyeri bendungan ASI tingkat berat, dan 6 orang (20,0%). Namun setelah intervensi, intensitas nyeri menurun drastis sebanyak 23 orang (76,7%) mengalami nyeri ringan, 6 orang (20,0%) tingkat sedang dan hanya 1 orang (3,3%) kategori berat. Hasil analisis bivariat lewat uji Wilcoxon memperkuat temuan ini dengan perolehan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya penurunan nyeri secara signifikan. Selain itu, penurunan rata-rata skor nyeri dari 2,80 menjadi 1,27 membuktikan bahwa aplikasi kompres daun kubis sangat efektif dalam meredakan nyeri akibat bendungan ASI pada ibu nifas. Kesimpulan penelitian adanya pengaruh kompres daun kubis terhadap nyeri bendungan asi pada ibu nifas di wilayah TPMB Yuliyanah Karawang. penelitian ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pengalaman peneliti dalam menerapkan terapi alami kompres daun kubis guna meredakan nyeri akibat bendungan ASI pada ibu nifas.

Pengaruh Pijatan Oksitoksin Terhadap Intensitas Nyeri dalam Proses Persalinan Normal Pada Ibu Bersalin di TPMB Ida Farida Tahun 2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Persalinan adalah proses keluar janin, plasenta, dan selaput ketuban dari dalam rahim melalui jalan lahir. Persalinan dapat menyebabkan nyeri yang dipicu oleh kontraksi. Oleh karna itu dilakukannya pemijatan oksitoksin karna memiliki keunggulan, efek samping minimal, mudah di lakukan, serta dapat membantu mengurangi nyeri dan mempercepat proses pembukaan serviks. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijatan oksitosin terhadap frekuensi nyeri dalam proses persalinan normal di TPMB Ida Farida tahun 2026. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksprerimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi ibu hamil 30 responden yang di lakukan pada bulan Juli - Agustus dengan menggunakan Uji Wilcoxon Range List. Hasil Uji Wilcoxon Range diperoleh p=0.000 < 0.05, sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijatan oksitosin terhadap intensitas nyeri pada proses persalinan normal di TPMB Ida Farida Tahun 2026. Dapat simpulkan adanya pengaruh pijatan oksitosin terhadap frekuensi nyeri pada proses persalinan normal di TPMB Ida Farida. Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Universitas Medika Suherman, dosen pembimbing, TPMB Ida Farida dan seluruh responden yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini.