ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN Skripsi, Agustus 2023 Dila Padilah 121050043 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI SMK MITRA KARYA RENGASDENGKLOK TAHUN 2023 XII CHAPTER + 51 HALAMAN + 11 TABEL + 12 LAMPIRAN ABSTRAK Latar Belakang : Anemia adalah jumlah sel darah merah, atau konsentrasi pembawa oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh yaitu dibawah 12 g/dl, Anemia pada remaja dapat memperlambat pertumbuhan fisik, dan juga menyebabkan masalah perilaku serta emosional. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Metode: Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2023 dengan populasi yaitu siswi SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Metode pengambilan sampel dengan metode total sampling berjumlah 100 siswi. Data adalah data primer dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner, Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui nilai analisis p-value 0,32 (0,05) terdapat hubungan yang bermakna antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, hasil analisis p-value 0,012 (0,05) ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, hasil uji analisis p-value 0,086 (0,05) terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Kesimpulan : Ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Bahan bacaan : 29 Jurnal, 4 Buku (2017-2022) Kata Kunci : Pengetahuan Anemia, Sumber informasi, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, Remaja putri SUHERMAN MEDICAL UNIVERSITY GRADUATE PROGRAM OF MIDWIFERY Thesis, August 2023 Dila Padilah 121050043 FACTORS RELATED TO YOUTH WOMEN'S KNOWLEDGE ABOUT ANEMIA AT MITRA KARYA RENGASDENGKLOK VOCATIONAL SCHOOL, 2023 XII CHAPTER + 51 PAGES + 11 TABLES + 12 APPENDICES ABSTRACT Background: Anemia is the number of red blood cells, or the concentration of oxygen carriers in the blood (Hb) that is insufficient for the body's physiological needs, namely below 12 g/dl. Anemia in adolescents can slow down physical growth, and also cause behavioral and emotional problems. The aim of this research is to determine the factors related to young women's knowledge about anemia at Mitra Karya Rengasdengklok Vocational School. Method: This research is quantitative analytical with a cross sectional design. The research was carried out in May 2023 with the population being female students at Mitra Karya Rengasdengklok Vocational School. The sampling method was a total sampling method of 100 female students. The data is primary data using an instrument, namely a questionnaire. Data analysis uses Chi-square. Results: Based on the results of the chi-square test, it is known that the p-value analysis value is 0.32 (0.05), there is a significant relationship between the source of information and the knowledge of young women about anemia, the p-value analysis result is 0.012 (0.05) there is There is a significant relationship between family support and young women's knowledge about anemia. The results of the p-value analysis test are 0.086 (0.05). There is a significant relationship between support from health workers and young women's knowledge about anemia at Mitra Karya Rengasdengklok Vocational School. Conclusion: There is a relationship between information sources and young women's knowledge about anemia, there is a relationship between family support and young women's knowledge about anemia, there is a relationship between support from health workers and young women's knowledge about anemia at Mitra Karya Rengasdengklok Vocational School. Reading Materials: 29 Journals, 4 Books (2017-2022) Keywords: Knowledge of Anemia, Sources of information, Family support, Support from health workers, Adolescent girl
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Bayi berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup. Kasus kematian ibu dan anak dapat dicegah jika persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih diharapkan semakin meningkat. Semakin tinggi cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terlatih akan diikuti dengan penurunan AKI (Kemenkes, 2018) Tujuannya Untuk mengetahui Apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan persalinan di tenaga non kesehatan oleh ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Sirna Jaya Kec. Serang Baru Kab. Bekasi periode januari-september tahun 2021
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Desain penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan Cross Sectional Study. sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan rumus solvin dengan derajat persen kelonggaran terhadap kesalahan adalah 10%.
Hasil analisis univariat sebanyak 56 orang (62.2%) ibu bersalin memilih persalinan di tenaga non kesehatan dan 34 orang (37.8%) ibu bersalin memilih persalinan di tenaga kesehatan. hasil analisis bivariat analisis statistik menunjukan variabel yang secara signifikan berhubungan dengan pemilihan persalinan di tenaga non kesehatan adalah varibel tingkat pendidikan (p value 0.000) OR 7.212 (95% CI: 2.570-20.242), variabel pengetahuan (p value 0.015) OR 2.651 (95% CI: 1.321-5.396), varibel Sosial Ekonomi (p value 0.000) OR 0.111 (95 CI: 0.055-0.223),Variabel Dukungan Keluarga (p value 0.000) OR 57 (95% CI: 8.62-397.72) faktor faktor lain yang tidak berhubungan dengan pemilihan persalinan di tenaga non kesehatan yaitu Variabel Usia (p value 0.188) dan Variabel Paritas (p value 0.705) Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada institusi pemerintah dalam hal ini Puskesmas khususnya Puskesmas Sirna Jaya selaku perpanjangan tangan dari pemerintah untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan guna mengurangi, atau mencegah terjadinya dan mengurangi AKI dan AKB.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nyeri kepala adalah nyeri alih ke permukaan kepala yang disebabkan oleh stimulus dari dalam maupun luar cranium. Rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut riskesdas 2018, persentase dari angka kajadian cephalgia di jawabarat sebesar 3,52 % dari 2.396 jiwa penduduk . Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk melaksanakan asuhan keperawan pada klien chepalgia dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami gangguan cephalgia dengan keluhan utama sakit bagian kepala, mengalami muntah, gelisah. Masalah keperawatan yang utama adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia. Implementasi yang dilakukan diantaranya memonitor tekanan darah, mengidentifikasi peningkatan intracranial, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat teratasi. Kesimpulan berdasarkan evaluasi studi kasus dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia dapat teratasi. Saran untuk tenaga kesehatan di Rumah sakit agar dapat berkolaborasi untuk pemeriksaan penunjang kepada pasien yang mengalami masalah cephalgia.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perineal hygiene saat menstruasi merupakan personal hygiene pada saat menstruasi. Hygiene saat menstruasi sangat penting, karena bila penanganan saat menstruasi tidak steril maka akan banyak bakteri dan kuman yang akan dapat menyebabkan infeksi pada alat reproduksi perempuan. Yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku perineal hygiene saat menstruasi pada siswi SMAN 1 Cibarusah tahun 2020.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan cara pengambilan sampel menggunakan stratified proposional random sampling kemudian sampel diambil kembali dengan menggunakan simple random sampling pada masing-masing kelas. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 256 responden dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 161 responden. Karena penelitian ini dilakukan dalam masa Pandemik Covid-19 maka jumlah responden dibatasi hanya 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form yang dilakukan pada bulan juni-juli 2020. Jenis data yang digunakan adalah jenis data Primer. Analisis data berupa analisis univariate dan bivariat dengan uji statistic menggunakan rumus Chi-Square.
Analisis menggunakan uji chi – square dengan tingkat kemaknaan 95% (a=0,005) dan menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (P=0,007), sikap (P=0,000), kepercayaan (P=0,000), fasilitas dan sarana (P=0,000), dukungan keluarga (P=0,000), dukungan tenaga kesehatan (P=0,000), dan dukungan teman sebaya (P=0,000). Dari hasil penelitian tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, kepercayaan, fasilitas dan sarana, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan daukungan teman sebaya dengan perilaku perineal hygiene saat menstruasi pada siswi SMAN 1 Cibarusah tahun 2020. Saran: diharapkan remaja bisa lebih meningkatkan pengetahuan tentang perilaku perineal hygiene saat menstruasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut puskesmas kecamatan pebayuran pada tahun 2019 bayi yang melakukan imunisasi IPV (inactived polio vaccine) sebanyak 345 bayi (79,3%) dan yang tidak melakukan imunisasi IPV (inactived polio vaccine) sebanyak 90 bayi (20,6%).Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari hasil obsevasi, di dapatkan bahwa kurangnya minat masyarakat terutama ibu yang mempunyai bayi terhadap vaksin yang diberikan secara suntik sehingga memungkinkan terjadinya ke tidak seimbangan pemberian imunisasi IPV di berbagai tempat pelayanan kesehatan di kabupaten bekasi.Di samping itu cakupan imunisasi IPV(inactivated polio vaccine) polio suntik di puskesmas kecamatan pebayuran pada tahun 2019 dikatakan belum mencapai target pemerintah yaitu sebanyak 95%.
Metode: metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2020 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jenis data yang digunakan adalah Primer dan Skunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu pendidikan, pengetahuan, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, dan Dukungan Kader Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square.
Hasil dan pembahasan: analisis univariat dan bivariat dari 5 variabel tidak ada kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti. Sebagian besar Responden yang memiliki pendidikan Rendah sebanyak (78,3%) p.value = 0,026 Hasil OR 9,000, pada Responden yang memilik Pengetahuan Rendah (84,3%) p.value = 0,015 Hasil OR 9,333, Pada Responden Kurang memiliki Dukungan keluarga sebanyak(83,3%) p.value = 0.045 Hasil OR 7,000, Pada Responden yang Dukungan Tenaga Kesehatan yang Kurang beperan (83,3%) p.value = 0.045 Hasil OR 7,000, Pada Responden yang Dukungan Kader Kurang beperan (88.8%) p.value = 0,004 Hasil OR 16,000
Kesimpulan: terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan kader dengan pemberian imunisasi IPV (inactived polio vaccine) pada bayi usia 4 bulan di desa bantarjaya. Saran: dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu yang memiliki bayi usia 4 bulan dapat menambah pengetahuan tentang dampak, efek samping, kekurangan dan kelebihan imunisasi IPV ( inactived polio vaccine), bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang Imunisasi
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemberian MPASI terlalu dini tidak dianjurkan karena akan menjadi sumber berbagai jenis penyakit, seperti terjadinya diare, sembelit, batuk, pilek, panas dan kolik usus. Data yang diambil pada tahun 2019 di desa bantarjaya terdapat bayi yang sudah diberikan MPASI yaitu sebanyak 66,6% dari 30 bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-fakor yang berhubungan dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan Di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Tahun 2020.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran sebanyak 167 responden. Sampel yang diteliti sebagian ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan sebanyak 30 responden. Intrument penelitian menggunakan kuesioner dan data primer.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P= 0,020, hasil OR 8,750. Ada hubungan pendidikan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,030, hasil OR 8,500. Ada hubungan pekerjaan ibu dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,014, hasil OR 16,000. Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nila P=0,042, hasil OR 10,667. Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,020, hasil OR= 8,750. Ada hubungan tradisi dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan, nilai P=0,030, hasil OR 8,500
Kesimpulan hasil penelitian dari 6 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, tradisi dengan pemberian MPASI pada bayi kurang dari 6 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku merokok merupkan perilaku yang merugikan, tidak hanya bagi individu yang merokok tetapi bagi orang-orang disekitar perokok yang ikut menghirup asap rokok. Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok diantaranya pada usia 10 – 14 tahun sebayak 1,4% dan pada usia diatas 15 tahun sebayak 36,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018.
Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018 berjumlah 69 responden. Menggunakan sample dengan cara Total Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square
Hasil penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan (P – Value = 0,019), lingkungan (P – Value = 0,002), sumber informasi (P – Value = 0,005), peran orang tua (P – Value = 0,038), peran teman sebaya (P – Value = 0,027), peran tenaga kesehatan (P – Value = 0,002). Tidak ada kesenjangan antara pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, oeran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan dengan teori
Dari 6 variabel yang diteliti (pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, peran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi. Menjalin kerja sama dengan pelayanan kesehatan terdekat pihak sekolah juga harus tegas dalam memberikan sanksi baik itu berupa teguran ataupun sanksi lain jika menemukan siswa yang merokok.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASI ekslusif atau lebih tepat pemberian ASI (Air susu ibu) secara ekslusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, sejak lahir (post natal) sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, sari buah, air putih, madu, air teh, dan tanpa tambahan makanan seperti buah-buahan, biskuit, bubur susu, bubur nasi, nasi tim, dan sebaginya ( Depkes RI, 1992 ). Dampak bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memiliki resiko diare yang parah dan fatal. Resiko tersebut 30 kali lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI secara penuh. Dan bayi tidak diberikan ASI eksklusif, memiliki risiko kematian lebih besar karena terjadinya malnutrisi (Kemenkes, 2010).
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia pemberian ASI Eksklusif mencapai 29,5% khususnya di Provinsi Jawa Barat. (Kemenkes RI, 2016). Di puskesmas Tambelang pada tahun 2017 mencapai 22,7% dan di desa sukarapih pada bulan Februari mencapai 15%, bulan Agustus mencapai 12% (Rekam Medis Puskesmas Tambelang,2017). Capaian ini belum mencapai target seperti yang di harapkan yaitu 50% menurut WHO dan menurut departemen kesehatan yaitu sebesar 80%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2018 yang ditinjau dari variabel pengetahuan, pekerjaan, paritas, promosi susu formula, manajemen laktasi, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data primer dengan menggunakan kuesioner sebanyak 115 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-Square dengan α =0.05 dan penentuan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan ( Pvalue=0,001, OR=4,067). pekerjaan (Pvalue = 0,001,OR=3,880), paritas (Pvalue = 0,016, OR=2,732), promosi susu formula (P value = 0,002,OR=3,619).,Manajeman laktasi (P Value = 0,002. OR=3,475). Dukungan suami (PValue =0,001, OR=4,153). Dukungan keluarga (Pvalue =0,001, OR=3,880), dukungan tenaga kesehatan (Pvalue =0,002, OR=3,475).
Kesimpulan bahwa sebagian besar para suami tidak memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. perlu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang ASI ekslusif, yang memiliki pekerjaan baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor ASI eksklusif masi dapat diberikan dengan cara pemberian ASI yang telah diperah sebelumnya.
Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keputihan merupakan salah satu gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita. Bagi remaja putri yang baru memasuki masa pubertas dengan segala bentuk fenomena perubahan pada diri mereka, bila masalah ini tidak ditangani sejak dini akan berdampak negatif dikemudian hari.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sumber informasi, personal hygiene, pembinaan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas XI di SMAN 1 Tambelang. Jenis penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XI di SMAN 1 Tambelang dengan sampel sebanyak 80 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian keputihan p value = 0,000 dan nilai OR di dapatkan 9,750, sumber informasi p value = 0,001 dan nilai OR 5,667, dukungan keluarga p value = 0,001 dan nilai OR 9,750, personal hygiene p value = 0,001 dan nilai OR 7,000 dan pembinaan tenaga kesehatan p value = 0,000 dan nilai OR 9,750
Kesimpulan dari hasil penelitian 5 variabel yang diteliti (tingkat pengetahuan, sumber informasi, dukungan keluarga, personal hygiene dan pembinaan tenaga kesehatan) 5 variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Tambelang. Saran dalam penelitian ini adalah dapat memberikan sumber informasi dan menambah pengetahuan kepada responden tentang pentingnya menjaga kebersihan personal hygiene serta meningkatkan pengetahuan pada remaja tentang kejadian keputihan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan data yang di dapat dari RSUD Kab.Bekasi pada tahun 2018 terdapat 271 kasus dengan kanker payudara lebih banyak di bandingkan pada tahun 2017 hanya 71 kasus kanker payudara. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dari 348 siswi ternyata 205 siswi yang melakukan SADARI kurang baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 348 remaja puteri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 111 orang remaja puteri yang perilaku sadari kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pengetahuan (P-Value =0,001), Sumber informasi (PValue=0,002), Peran tenaga kesehatan (P-Value=0,045), Peran orangtua (P-Value=0,010) dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Pengetahuan, Sumber informasi, Peran tenaga kesehatan,Peran orangtua) hasilnya berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan hasil survey BKKBN provinsi Jawa Barat pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 83%
remaja tidak tahu tentang kesehatan reproduksi yang benar, 61,8% tidak tahu persoalan disekitar masa subur dan masalah haid 40,6% tidak tahu resiko kehamilan remaja, dan 42,4% tidak tahu resiko PMS. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dari 50siswi ternyata 35 siswi yang melakukan vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 208 orang remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan dan didapatkan hasil 151 orang remaja puteri yang perilaku vulva hygiene saat menstruasi kurang baik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling dan Simple Random Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner, analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (P-Value=0,029), Sarana/prasarana (PValue=0,048), Peran orang tua (P-Value=0,035), Sumber informasi (P-Value=0,050), Peran tenaga kesehatan (PValue=0,019).
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5variabel (pengetahuan, sarana/prasarana , peran orang tua, sumber informasi , peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja puteri di SMP Negeri 5 Tambun Selatan. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga
untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok
ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling).
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39
klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah
(SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%)
berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal
kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh
terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya
meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.