Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: APAR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kabupaten Karawang Jawa Barat Tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok P-value: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kabupaten Karawang Jawa Barat Tahun 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok P-value: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Paparan Cahaya Biru Pada Perangkat Elektronik dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Penggunaan gadget sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur yang dimana ini berdampak negatif pada kualitas tidur bahkan dapat menyebabkan gangguan tidur. Stres juga adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap gangguan tidur individu, di mana peningkatan hormon dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Metode: Metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain observasional analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel non-probability menggunakan pendekatan purposive. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 120 (63,5%), kualitas tidur baik 69 (36,5%), paparan cahaya biru tingkat rendah 59 (31,2%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 130 (68,8%), tingkat stres berat 102 (54 %), tingkat stres ringan 7 (3,7 %) dan tingkat stres sedang 80 (42,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value < 0,05). Diskusi: Kualitas tidur remaja dapat terganggu karena banyaknya faktor yang mempengaruhi, seperti paparan cahaya biru dari layar smartphone dan tingkat stres, dimana faktor tersebut sangat berpengaruh dalam kualitas tidur menjadi tidak optimal. Kesimpulan: Penggunaan perangkat elektronik yang terlalu lama dapat meningkatkan tingkat stres dan menurunkan kualitas tidur remaja sehingga pentingnya pengelolaan paparan cahaya biru serta pengurangan faktor stres untuk menjaga kualitas tidur yang baik pada remaja.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Paparan Cahaya Biru Pada Perangkat Elektronik dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur pada Remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi remaja karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, mental dan emosional mereka. Tidur adalah proses fisiologis yang penting, dimana tubuh dan pikiran beristirahat dan memulihkan diri. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur, Kuesioner Paparan Cahaya Biru untuk mengukur paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dan PSS untuk mengukur tingkat stres. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 126 (63%), kualitas tidur baik 74 (37%), paparan cahaya biru tingkat rendah 61 (30,5%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 139 (69,5%), tingkat stres berat 106 (53 %), tingkat stres ringan 7 (3,5 %) dan tingkat stres sedang 87 (4,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value 0,05). Kata Kunci: Remaja, Kualitas Tidur, Paparan Cahaya Biru, Tingkat Stres.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA PAPARAN CAHAYA BIRU PADA PERANGKAT ELEKTRONIK DAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi remaja karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, mental dan emosional mereka. Tidur adalah proses fisiologis yang penting, dimana tubuh dan pikiran beristirahat dan memulihkan diri. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur, Kuesioner Paparan Cahaya Biru untuk mengukur paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dan PSS untuk mengukur tingkat stres. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 126 (63%), kualitas tidur baik 74 (37%), paparan cahaya biru tingkat rendah 61 (30,5%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 139 (69,5%), tingkat stres berat 106 (53 %), tingkat stres ringan 7 (3,5 %) dan tingkat stres sedang 87 (4,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value 0,05).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Pengertahuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Dengan Sikap Penggunaan APAR di PT. Cahaya Anodiza Industri (C.A.I) Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: kurangnya pengetahuan tentang bahaya atau cara pencegahan akan upaya pemadaman kebakaran dapat menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran yang berdampak besar mulai dari kerugian jiwa, kerugian materi, menurunnya produktivitas, gangguan bisnis, dan kerugian sosial. Oleh karena itu penting bagi perusahaan menyediakan APAR serta memastikan karyawannya mengetahui cara penggunaan APAR sebagai bentuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan APAR Dengan Sikap Penggunaan APAR Di PT Cahaya Anodize Industri (C.A.I) Cikarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dimulai pada 23 Agustus 2023 sampai tanggal 23 September 2023 pada 60 pekerja sebagai sampel dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan penggunaan APAR dan sikap penggunaan APAR. Analisis data secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariate menggunakan uji Chi Square. Hasil: Dari perhitungan Chi Square di peroleh nilai P Value = 0,022 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan penggunaan APAR terhadap sikap penggunaan APAR. Kesimpulan : dari penelitian ini, ada hubungan yang signifikan. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan pengetahuan sehingga dapat tercipta kualitas sikap yang semakin baik dalam menggunakan Alat Pemadam Api Ringan.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Gaya Berpacaran Pada Remaja Kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Gaya pacaran remaja di zaman sekarang mengarah pada perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka. SDKI-R 2017, kelompok umur 15-17 tahun menjadi kelompok umur mulai pacaran pertama kali, remaja mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun. Tujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang berhubungan dengan gaya berpacaran pada remaja. Metode analitik kuanitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 420 remaja dengan sampel penelitian sebanyak 214 responden. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis bivariat yaitu pengetahuan (p=0,000), paparan pornografi (p=0,083), peran orang tua (p=0,001), peran teman sebaya (p=0,013), peran guru (0,179). Kesimpulan penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan, peran orang tua, dan peran teman sebaya dengan gaya berpacaran remaja, serta tidak terdapat hubungan antara paparan pornograti, dan peran guru dengan gaya berpacaran remaja.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gaya Berpacaran pada Remaja Kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Berdasarkan SDKI-R 2017, kelompok umur 15-17 tahun menjadi kelompok umur mulai pacaran pertama kali, dilaporkan remaja mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun dengan persentase paling tinggi pada umur 17 tahun (19%). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang mendorong perilaku pacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuanitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 420 remaja dengan sampel penelitian sebanyak 214 responden. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus solvin dengan stratified random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 149 (69,6%) memiliki gaya berpacaran tidak sehat, dengan pengetahuan kurang baik 100 (85,5%), 85 (75,2%) terpapar pornografi, 105 (78,4%) memiliki peran orang tua yang kurang berperan, 79 (62,7%) memiliki peran teman sebaya kurang baik, dan 44 (62,9%) memiliki peran guru kurang berperan. Disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,000), peran orang tua (p-value=0,001), peran teman sebaya (p=value=0,013) dengan gaya berpacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Serta tidak ada hubungan antara paparan pornografi (p-value=0,083) dan peran guru (p-value=0,179) dengan gaya berpacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Kesimpulan dalam penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan, peran orang tua, dan peran teman sebaya dengan gaya berpacaran remaja di kelas XI SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Serta tidak terdapat hubungan antara paparan pornograti, dan peran guru dengan gaya berpacaran remaja di kelas XI SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan remaja untuk lebih berhati-hati dalam bergaul agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif dan dapat merusak kehidupan dan masa depan.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Resiko Terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kabupaten Karawang Jawa Barat Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spectrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada pathogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Berdasarkan data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2021 diketahui jumlah penyakit ISPA yaitu 13.503 orang dan Menurut data puskesmas Kecamatan Pangkalan diketahui jumlah penyakit ISPA pada tahun 2021 yaitu 365 orang dan terbanyak di Desa Taman Sari sebanyak 73 penderita, dari 73 tersebut 50% penderita adalah pekerja penambang batu kapur Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor yang berhungan dengan risiko terjadinya ISPA pada para pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang Metode : penelitian ini survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan desain penelitian pendekatan cross sectional. ). Populasi dalam penelitian ini adalah para pekerja penambang batu kapur yang berada di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Kabupaten Karawang yang berjumlah 80 pekerja. Teknik samping menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji output statistic mengunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan didapatkan nilai pada masing masing variabel yaitu Penggunaan APD P-value: (0.00< 0.05), Lama Paparan P-value: (0.038 < 0.05) . Kebiasaan Merokok Pvalue: (0.038< 0.05), Masa Kerja P-value: (0.049< 0.05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengggunaan APD, Lama Paparan, Kebiasaan Merokok dan Masa Kerja dengan Risiko Kejadian ISPA pada pekerja penambang Batu Kapur di Desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kesiapan Masyarakat Dalam Mengikuti Program Vaksinasi Covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran

2022•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Virus corona merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan hingga dapat mengakibatkan kematian (Novita, 2020). Pada tanggal 30 Oktober 2020 sudah terdapat 216 negara terinfeksi corona virus di dunia jumlah yang terkonfirmasi ada di angka 44.888.869 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 1.178.475 orang. Indonesia sendiri masih mencatatkan kasus tertinggi dengan mencapai 1.571.824 kasus pada tanggal 12 April 2021. Atas dasar itu, pemerintah melakukan berbagai upaya dan mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, salah satu upaya yang hingga saat ini dilakukan penanggulangan penyebaran Covid-19 adalah melalui riset untuk menghasilkan vaksin. Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen berupa mikroorganisme atau bagian atau zat yang dihasilkan darinya (Kemenkes RI, 2021). Manfaat vaksin covid adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, karena vaksin covid-19 dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Dengan begitu, risiko tertular virus ini akan jauh lebih kecil. (Aidah, siti nur, 2021). Efek samping yang sangat umum (10%) setelah vaksinasi biasanya ringan, yaitu pusing, mual, nyeri otot (mialgia), artralgia (artralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, ketidaknyamanan, dan demam. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 02 Mei 2021 di Desa Karangjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi terdapat populasi masyarakat sebesar 4092 penduduk yang berusia 18 sampai 45 tahun. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dengan metode mengisi kuisioner yang melibatkan 20 responden masyarakat, di temukan bahwasanya terdapat 50% masyarakat yang menolak untuk dilakukan Vaksinasi Covid-19. Tujuan Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi covid-19. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Karangjaya yang berjumlah 4092 masyarakat. Sampel yang diambil sebanyak 364 masyarakat dengan menggunakan SImpel Random Sampling mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah di uji validitas oleh peneliti sendiri, dan menggunakan skala Guttman dan Likert untuk variabel dependen dan independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05. Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat, pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dan dukungan petugas kesehatan. Dan terdapat juga variabel yang tidak berhubungan seperti Usia dan dukungan aparat desa dengan vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran dengan masing-masing nilai tingkat pengetahuan masyarakat (0,000), tingkat pendidikan dengan nilai p-value (0,005), paparan informasi dengan nilai p-value (0,000), jarak tempat pelayanan vaksinasi dengan nilai (0,002), dan dukungan petugas kesehatan dengan nilai p-value (0,000). Yang keseluruhan hasil nilai p-value lebih kecil dari (0,05) dengan demikian H0 ditolak. Sedangkan usia dengan hasil p-value (0,798), serta dukungan aparat desa dengan nilai p-value (0,185) dengan hasil nilai p-value lebih besar dari (0,05) dengan demikian H0 diterima Kesimpulan Ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dukungan petugas kesehatan. Dan tidak ada hubungan antara usia dan dukungan aparat desa dalam mengikuti program vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran. Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang membuatnya siap untuk mengikuti program vaksinasi covid-19.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Pos Pembinaan Terpadu di RW001 Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019•Koleksi Perpustakaan

Posbindu lansia adalah pos pembinaan terpadu untuk masyarakat lansia di wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakan oleh masyarakat dimana mreka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan utama pada penelitian ini adalah mengetahui bagaimana Gambaran pengetahuan lansia tentang posbindu di RW 001 Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Lansia yang berusia 60 Tahun keatas dan tinggal di RW 001 Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Sample dalam penelitian ini berjumlah 62 responden. Pengambilan sample pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Instrument untuk mengukur pengetahuan lansia menggunakan kuesioner, Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukan yang paling banyak adalah lansia yang memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 53,2%, dan yang memiliki pendidikan Tidak Sekolah sampai Tamat SD sebanyak 85,5%, sedangkan lansia berusia 60-69 Tahun sebanyak 72,6%, berdasarkan jenis kelamin yang terbesar adalah Perempuan sebanyak 61,3%, dan lansia yang paling banyak mendapatkan Informasi dari Non Tenaga Kesehatan sebanyak 75,8%. Diharapkan bagi puskesmas dapat melakukan sosialisasi dengan frekuensi yang sesuai dan Puskesmas meningkatkan para promotor kesehatan untuk membentuk sosialisasi mengenai program posbindu lansia kepada masyarakat khususnya meningkatkan pengetahuan lansia tentang posbindu.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Pencegahan Hipertensi di Kp. Balong Ampel RT02 RW06 Desa Sukabakti Kec. Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah penyakit dengan tanda adanya gangguan tekanan darah sistolik maupun diastolik yang naik diatas tekanan darah normal (Marsiadi, 2016). Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, dimana 1,5 juta kematianterjadi di Asia Tenggara (Kemkes, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi berdasarkan usia, pendidikan, pengalaman, dan paparan informasi. Jenis dan desain penelitian yang digunakan jenis penelitian desktiptif kuantitatif. Sampel yang digunakan berjumlah 69 responden. Hasil penelitian menunjukan responden yang berpengetahuan terbanyak adalah berpengetahuan kurang sebanyak 36 orang responden (52,2%). Usia yang terbanyak adalah dewasa awal 54 responden (78,3%), Pendidikan yang terbanyak adalah berpendidikan rendah 53 responden (76,8%), Berdasarkan pengalaman yang terbanyak adalah berpengalaman pernah sebanyak 38 responden (55,1%). Paparan informasi yang terbanyak adalah paparan non tenaga kesehatan sebanyak 31 responden (44,9%). Kesimpulan : dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti yang terbanyak adalah responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 36 orang responden dengan presentase 52,2%. Saran : masyarakat sebaiknya lebih memperkaya informasi mengenai pencegahan hipertensi, sehingga masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang pencegahan hipertensi dan dapat mengaplikasikannya. Informasi dapat diperoleh dari tempat pelayanan kesehatan, berbagai media dan berbagai pengalaman.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail