Profil penulis
MA
1.884 karya publik ditemukan.
Perbandingan Efektifitas Senam Lansia Dengan Static Cycle Exercise Terhadap Profil Tingkat Depresi Individu Lanjut Usia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo
Depresi pada usia lanjut adalah gangguan mental yang biasanya bermanifestasi sebagai suasana hati tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah, sulit tidur atau kurang nafsu makan dan konsentrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektifitas antara pemberian senam lansia dengan static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lanjut usia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan two group pretest and posttest design. Dengan jumlah populasi 38 responden dan jumlah sampel yaitu 20 responden. Dengan menggunakan The Geriatric Depression Scale (GDS) sebagai instrument penelitian. Hasil pemeriksaan data menggunakan kusioner GDS yang selanjutnya diolah menggunakan program graphpad prism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu, dan terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise sebanyak 3 kali seminggu selama 5 minggu. Pada kelompok perlakuan senam lansia, skor GDS menunjukkan penurunan yang signifikan, sedangkan pada kelompok perlakuan static cycle exercise, skor GDS menunjukkan sedikit penurunan yang artinya tidak terlalu signifikan Kesimpulan dan saran dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dengan pemberian senam lansia terhadap profil tingkat depresi individu lansia, terdapat pengaruh yang tidak signifikan dengan pemberian static cycle exercise terhadap profil tingkat depresi individu lansia di Kelurahan Mranti Kabupaten Purworejo, dan senam lansia lebih efektif dibandingkan static cycle exercise. sehingga disarankan untuk fisioterapis di puskesmas agar lebih aktif memberikan program senam lansia karena terbukti efektif untuk meningkatkan kesehatan mental lansia.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kejadian Polineruropati di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023
Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. Salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling sering terjadi adalah neuropati diabetik, polineuropati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kejadian Polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang 2023. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan desain survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini pasien yang sudah didiagnosa menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati yang berjumlah 65 pasien yang rutin berobat dari bulan oktober sampai dengan bulan september tahun 2022 di Poliklinik RS Sentra Medika Cikarang. Hasil Penelitian Dari hasil uji statistik Chi Square menunjukan bahwa nilai p= 0.011 < a 0.05 maka dapat diambil kesimpulan secara stastistik bahwa ada hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati, dengan nilai OR 7.498 (2.564 -16.426), sehingga responden dengan mempunyai diabetes melitus tipe II di atas > 5 tahun memiliki resiko 7.998 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi polineuropati. Kesimpulan Dalam Penelitian ini Ada hubungan yang signifikan lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang dengan nilai (p value 0.011) dan OR 7.498 95% CI (2.564-16.426).
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 RS Harapan Bunda Jakarta
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit ditandai dengan adanya hiperglikemia akibat sekresi insulin yang tidak memadai, ketidaknormalan kadar gula darah diatas 200 mg/dL. Terapi yang diberikan adalah kombinasi farmakologi dengan non farmakologi yaitu terapi relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RS Harapan Bunda Jakarta. Jenis penelitian quasy eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test – post test design kelompok intervensi kadar gula darah. Populasi 30 orang, sample 30. Rata-rata nilai kadar gula darah pada pre test adalah 1,37 dengan standar deviasi ,490. Pada posttest nilai rata-rata adalah 1,00 dengan standar deviasi ,000. Hasil uji statistik didapatkan nilai ,000 maka dapat disimpulkan ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Harapan Bunda Jakarta. Kesimpulan dan Saran tehnik relaksasi otot progresif terbukti memiliki pengaruh terhadap kadar gula darah, dan disarankan bagi institusi RS selain memberikan terapi farmakologi bisa dikombinasikan menggunakan terapi non farmakologi relaksasi otot progresif.
Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari Terhadap Tingkat Nyeri Post Debridement Ulkus Diabetes Melitus Tipe 2 di RS Harapan Bunda Jakarta
Ulkus diabetikum adalah ulkus di bawah pergelangan kaki karena berkurangnya sirkulasi kapiler atau arteri,neuropati dan kelainan bentuk kaki ( Robberstad et al.,2017) . Relaksasi genggam jari adalah cara yang mudah untuk mengelola emosi dan kecerdasan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Ganggam Jari Terhadap Tingkat Nyeri Post Debridement Ulkus Diabetes Melitus 2 di RS Harapan Bunda Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian desain pre-eksperiment one group pre-test-posttest. Desain ini melibatkan satu kelompok yang diberi pre-test (O), diberi treatment (X) dan diberi post-test. Keberhasilan treatment ditentukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-testdimana populasinya adalah penderita DM type 2 dengan post op debridemen dengan menggunakan sistem total sampling dimana minimal jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 orang saat pre dan post test. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden usia 46 tahun – 55 tahun didapatkan 22 responden (73,3%), jenis kelamin perempuan 17 responden (56,7%), pendidikan SMA 22 responden (73,3%). Hasil skala nyeri sebelum dilakukan tindakan terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 mayoritas berat 22 responden (73,3%). Diketahui skala nyeri setelah dilakukan tindakan terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 mayoritas nyeri sedang 18 responden (60%). Kesimpulan ada pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 Di RS Harapan Bunda Jakarta P-Value 0,000 >0,05. Peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian sejenis dengan tehnik penelitian yang berbeda disertai penambahan variabel penelitian.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Upaya Pencegahan Kekambuhan Demam Typhoid Pada Penderita Deman Typhoid di Ruang Rawat Inap Orchid RS Harapan Bunda Jakarta
Demam thypoid atau typhus abdominalis merupakan suatu infeksi akut yang terjadi pada usus kecil yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Pengetahuan dan sikap seseorang dalam upaya pencegahan terdinya demamtyphoid sangat penting. Hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan demam typhoid pada penderita demam typhoid di ruang Rawat Inap Orchid Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif. Dengan jumlah populasi 372 responden dan jumlah sampel 95 responden. Hasil uji statistik menunjukkan tingkat pengetahuan kurang 48 responden (50,5%), dan upaya pencegahan kurang baik 54 responden (56,8%). Disimpulkan tingkat penegetahuan seseorang sangat mempengaruhi sikap dala upaya pencegahan terjadinya demam typhoid. Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan demam typhoid pada penderita demam typhoid di ruang Rawat Inap Orchid Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. P-Value 0,000 < 0,05.
Hubungan Pengetahuan terhadap Sikap Menstrual Hygiene pada Remaja Putri Kelas VII di SMPN 1 CIBITUNG
Menstrual hygiene pada remaja merupakan suatu isu kritis sebagai determinan status kesehatan remaja yang nantinya akan dapat berpengaruh dalam kehidupan masa tua. Di Indonesia, berdasarkan data statistik menunjukkan 43,3 juta jiwa remaja putri yang berusia 10-14 tahun memiliki perilaku hygiene yang sangat buruk. Bukti dari hasil riset bahwa 5,2 remaja putri yang tinggal di 17 Provinsi di Indonesia menderita penyakit yang sering terjadi karena ketidakpatuhan menjaga kebersihan setelah menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap sikap menstrual hygiene pada remaja putri kelas VII di SMP Negeri 1 Cibitung – Bekasi tahun 2023. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional dengan populasi 187 orang dan sampel 127 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik menggunakan uji univariat, biraviat dan uji chi-square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi-square dengan SPSS diidapatkan ada hubungan pengetahuan terhadap sikap (ρ=0,008) dengan OR 3,077. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan terhadap sikap menstrual hygiene pada remaja putri.
Thingking in Cases : Ancient Greek and Imperial Chinese Case Narratives
Medical Plants of the Andes and the Amazon : The Magic and Medicinal Flora of Northern Peru
Hubungan Lamanya Diabetes Melitus Dengan Stage Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023
Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi kronik baik mikro dan macroangiophaty, dengan konsekuensi kegagalan organ internal. Salah satu komplikasi kronik Diabetes mellitus adalah nefropati diabetik dan progresif cronically, yang jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik akan menjadi tahap akhir gangguan ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lamanya diabetes melitus dengan stage gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus 5-10 tahun dan 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus > 10 tahun dengan analisa uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,030 menunjukan bahwa ada hubungan lamanya diabetes mellitus dengan stage gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol kadar glukosa darah dan rutin meminum obat diabetes mellitus agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi ginjal akibat glukosa darah yang tidak terkontrol.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong
Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme (karbohidrat, lipid, dan protein) kronis yang disebabkan berbagai etiologi dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin secara menahun. Salah satu komplikasi yang umum dari Diabetes Melitus adalah Hipoglikemia yang disebabkan glukosa darah tiba-tiba menjadi terlalu rendah dikarenakan oleh berbagai alasan.Tujuan penelitian mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah Populasi sebanyak 40 orang, dengan jumlah sampel juga sebanyak 40 responden menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapati hasil Ada hubungan yang signifikan antara usia (p- value = 0,033 dan OR 5,6), insulin (p- value = 0,00 dan OR 62,5), nutrisi (p- value = 0,006 dan OR 11,3) dan sepsis (p- value = 0,005 dan OR 9,9) dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus tipe II. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengenali tanda dan gejala hipoglikemia. Sehingga pasien dan keluarga mampu untuk meminimalisir terjadi hipoglikemia
Hubungan pengetahuan dan masa kerja terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya kebakaran pada pekerja di Unit PLTD Teluk Betung Bandar Lampung
ABSTRAK Latar Belakang: PT.PLN (Perusahaan Listrik Negara) adalah salah satu perusahaan milik pemerintah negara yang bergerak dalam bidang kelistrikan yaitu dalam hal menangani kebutuhan tersedianya listrik dan selain itu bertugas dalam pembangunan pembangkit listrik di indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan masa kerja terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya kebakaran di PT.PLN Nusantara Power Unit PLTD Teluk Betung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian berupa deskriptif analitik, dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pekerja Unit PT.PLN Teluk Betung yang berlokasi di Bandar Lampung. populasi yang bekerja pada Unit PT.PLN Teluk Betung sebanyak 50 orang. Hasil: Analisis data Bivariat dengan menggunakan uji Chi- Square. Hasil analisa menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan masa kerja. Masa kerja memiliki nilai p = 0,003 (0,05) dan pengetahuan memiliki nilai p = 0,003 (0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara masa kerja terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya kebakaran dan Terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya kebakaran pada pekerja di PLTD Teluk Betung Bandar Lampung Kata Kunci : Pengetahuan Kebakaran, Masa Kerja, Kesiapsiagaan kebakaran