Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

1.884 karya publik ditemukan.

2026: 1772025: 1672024: 2742023: 5102022: 1482021: 3172020: 782019: 154

Pemberian Hidroterapi Terhadap Perbaikan Mobilitas Berjalan dan Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah pada Pasien Pasca Stroke

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: . Stroke merupakan penyebabkan kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga di dunia. Fisioterapi sangat berperan dalam penanganan pasien pasca stroke sesuai yang di sampaikan salah satu intervensi Fisioterapi adalah hidroterapi. Hidroterapi terapi di dalam kolam renang merupakan tindakan rehabilitasi yang digunakan untuk mengoptimalkan kemandirian fungsional seseorang dengan gangguan neurologi keseimbangan. Tujuan : Untuk mengetahui pemberian hidroterapi terhadap perbaikan pola jalan dan peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca stroke.. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental untuk mengetahui suatu intervensi yang dilakukan terhadap suatu objek penelitian. Setelah semua data terkumpul, maka dilakukan analisis data penelitian. Proses ini menggunakan sistem komputerisasi program Graphpad Prism 8, dengan tingkat signifikan p<0,05. Langkah awal pengolahan data yang dilakukan yaitu melakukan uji normalitas data. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk karena jumlah sample kurang dari 50. Selanjutnya dilakukan uji unpaired T-test tidak berpasangan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang bermakna.. Hasil : Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk Test perlakuan TUGT sebelum nilai p value 0,59 dan sesuadah v value 0,89 artinya signifikan untuk kelompok perlakuan tersebut. Sedangkan uji normalitas Saphiro Wilk Test perlakuan MMT nilai sebelum p value 0,05 dan sesudah nilai p value 0,05. Yang artinya nilai signifikan p>0,05 yang berarti data berdistribusi normal . Unpaired t test pada pemeriksaan TUGT dengan p value 0,0098 dan MMT p value 0,0134 hasil signifikan sesuai dengan p value ( P < 0,05)

Perbedaan Pengaruh Pemberian Wobble Board Exercise Dengan Towel Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Ankle Pada Siswa Sekolah Sepak Bola

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, tetapi juga memberikan perubahan perilaku dan tingkah laku individu dalam proses pendewasaan. Sepak bola, sebagai olahraga yang disukai secara luas, dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia dan dimainkan di berbagai tempat. Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi bakat siswa serta membentuk sikap, kepribadian, dan perilaku yang baik. Ankle, sebagai struktur sendi kompleks, membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga stabilitas tubuh, terutama dalam konteks olahraga sepak bola. Fisioterapi memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan fungsional pada pemain sepak bola melalui berbagai intervensi, termasuk terapi latihan seperti wobble board exercise dan towel exercise, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada sendi ankle. Metode: Penelitian ini menggunakan two groups pre – test and post – test design dengan melibatkan subjek sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 dengan tiap kelompok berjumlah 15 orang. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah foot and ankle ability measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan Wobble Board Exercise dan Towel Exercise selama 4 minggu didapatkan hasil signifikan dengan nilai p adalah 0,00 dimana p < 0,05 yang berarti adanya perbedaan pengaruh yang di signifikan. Selain itu jika dibandingkan antara nilai foot and ankle ability measure (FAAM) akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada Kelompok I dibandingkan kelompok II. Simpulan: Pemberian Wobble Board Exercise dan Towel Exercise menunjukkan perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada siswa sekolah sepak bola di Bogor Soccer School.

Pengaruh Pemberian Core Strengthening dan Pelvic PNF Pada Keseimbangan Berdiri dan Berjalan Pada Lansia Pasca Stroke

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Stroke merupakan penyebab kedua dalam kematian dan ketiga kecacatan di dunia. Kematian mendadak beberapa sel otak yang disebabkan adanya kekurangan oksigen ketika aliran darah ke otak karena penyumbatan atau pecah dari arteri ke otak. Akibat stroke ditentukan bagian mana otak yang terjadi cedera (kanan atau kiri), hal ini mempengaruhi perubahan yang terjadi setelah serangan stroke yaitu kelumpuhan sebagian belah tubuh (hemiplegi) ataupun dimana sebelah bagian tubuh dirasakan tidak berasa (hemiparesis). Pasien stroke akan mengalami gangguan keseimbangan. Tujuan : Mengetahui pengaruh penambahan Core Stengthening dan Pelvic PNF terhadap keseimbangan berdiri dan berjalan pada lansia. Metode : Eksperimental dengan rancangan Three Group Pre Test dan Post Test. Responden dipilih 3 kelompok, yaitu pada lansia post stroke dengan gangguan keseimbangan statis dan dinamis. Setiap sampel diberikan perlakuan pemberian latihan core strengthening dan Pelvic PNF. Hasil : Uji normalitas data menggunakan shapiro wilk test dengan p>0,05. Berdasarkan tabel uji normalitas menunjukkan distribusi data penelitian ini adalah normal, hasil unpaired test mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Untuk core strengthening pada kelompok perlakuan menunjukkan terdapat perubahan p value=<0,0435, pelvic PNF menunjukkan ada perubahan p value=<0,0297. Core strengthening dan pelvic PNF menunjukkan perubahan signifikan dengan p value=<0,0012.

Pengaruh Core Stability Exercise Terhadap Fungsi Trunk dan Aktivitas Fungsional Pada Lansia Pasca Stroke

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian latihan stabilitas inti terhadap fungsi trunk dan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Dua hipotesis utama diuji dalam penelitian ini: pertama, apakah latihan stabilitas inti berdampak signifikan terhadap fungsi trunk pada lansia pasca stroke; dan kedua, apakah latihan stabilitas inti berdampak signifikan terhadap aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan stabilitas inti terhadap peningkatan fungsi trunk dan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan stabilitas inti dapat menjadi intervensi yang efektif dalam program rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia pasca stroke.

Pengaruh Pemberian Blanket Warmer Terhadap Hipotermia Pada Pasien Post Operatif Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi di PACU RS Sentra Medika Cikarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pada periode post operatif sectio caesarea, tubuh pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan paparan lingkungan dingin sehingga membuat sebagian besar pasien mengalami hipotermia. Hipotermia merupakan suatu kedaruratan medis yang muncul ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada produksi panas (suhu inti tubuh <36C) akibat respon dari induksi anestesi serta prosedur pembedahan yang harus ditangani sebagai prioritas. Pemberian blanket warmer merupakan terapi non farmakologis yang dilakukan penata anestesi di PACU untuk memberikan penghangatan dari luar tubuh guna mengurangi kehilangan panas. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea dengan spinal anestesi di PACU RS. Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dan desain penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi Square dan binary logistic regressio. Hasil Penelitian: berdasarkan suhu tubuh pasien sebelum diberikan blanket warmer mangalami hipotermia kategori ringan 17 responden (56,7%), sedang 13 responden (43,3%), berdasarkan usia kategori remaja akhir 6 (20,0%), dewasa awal 14 (46,7%), dewasa akhir 10 (33,3%), berdasarkan lama operasi kategori cepat 17 (56,7%), sedang 13 (43,3%), berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 22 (73,3%), ASA III 8 (26,7%). Hasil uji chi square, p-value suhu sebelum diberikan blanket warmer (0,042), usia (0,002), lama operasi (0,003), ASA (1,000), artinya pada alpha 5% terdapat perbedaan bermakna antara suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan blanket warmer dipengaruhi usia dan lama operasi. Hasil akhir OR uji binary logistic regression bernilai 12,675 maka pemberian blanket warmer berpengaruh untuk mengatasi hipotermia pasien post operatif sectio caesarea setelah dikontrol oleh variabel lama operasi. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian blanket warmer terhadap hipotermia pada pasien post operatif sectio caesarea di PACU RS Sentra Medika Cikarang.

Efektifitas Latihan Range of Motion Dengan Penambahan Bola Karet Terhadap Peningkatan Fungsi Menggenggam Pada Pasien Stroke di Rumah Sakit Izza Karawang Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stroke adalah suatu kondisi yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak dengan gejala seperti kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan dan kekuatan otot menurun. Salah satu peran fisioterapi pada kasus Stroke yaitu mengembalikan fungsional tubuh pasien dengan terapi latihan. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan two group pre-post test. Dengan sampel berjumlah 20 orang yang terbagi menjadi dua, yakni kelompok perlakuan 1 dan kelompok perlakuan 2. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu di Rumah Sakit Izza Karawang yang terdiri dari satu kali pre test, dengan pertemuan 2 kali seminggu dengan durasi 20-30 menit dan satu kali post test. Instrument yang digunakan adalah sollerman hand functional test. Hasil :Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk test menghasilkan nilai signifikansi p>0.05. Dari hasil uji paired test kedua kelompok di dapatkan nilai signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Selisih persentase pre test dan post test pada kelompok perlakuan 1 sebesar 22,6 dan pada kelompok perlakuan 2 sebesar 14,9. Kesimpulan: Intervensi latihan range of motion dengan penambahan bola karet dan latihan range of motion dapat mempengaruhi kemampuan fungsional menggenggam. Dengan hasil lebih efektif pada intervensi latihan range of motion dengan penambahan bola karet dalam meningkatkan kemampuan fungsional menggenggam pasien dengan stroke.

Hubungan Level Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Tenaga Kependidikan di Perguruan Tinggi Sekolah Ilmu Kesehatan Cirebon Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di TPMB Siti Halimah Tahun 2024

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2022 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 80% yaitu 71,2%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif yaitu usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi 0-6 bulan tanpa pemberian tambahan cairan lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Jenis penelitan kuantitatif, menggunakan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan jumlah sampel 70 ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yaitu usiar p value = 0,000 Nilai OR= 53,182, pekerjaan p value = 0,000 Nilai OR=23,4, pendidikan p value = 0,000 Nilai OR= 32,5, paritas p value = 0,003 Nilai OR= 16,162, sumber informasi p value = 0,000 Nilai OR= 91, dukungan keluarga p value = 0,000 Nilai OR= 27,444. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara usia, pekerjaan, pendidikan, paritas, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di TPMB Siti Halimah 2024. Saran : diharapkan faktor-faktor baik eksternal maupun internal tidak menjadi penghambat dalam pemberian ASI eksklusif sehingga cakupan ASI eksklusif bisa tercapai sesuai target yang diharapkan.