2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : WHO Merekomendasikan bahwa memberikan air susu ibu (ASI) secara
ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan bagian dari pelaksanaan standar
emas pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). Cakupan pemberian ASI Dinkes
Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%, pemberian ASI Eksklusif mengalami
kenaikan jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 65,53%. Studi pendahuluan
yang dilakukan pada bulan Juli - Agustus terhadap ibu nifas yang berada di TPMB Bidan.
A terdapat 50% yang mengeluh ASI nya tidak keluar lancar dan keluarpun dengan jumlah
ASI yang sedikit, atas dasar tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifal
di TPMB Bidan.A Kabupaten Bekasi.
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest pottest desilgn.
Populalsil peneliltilaln yalknil ilbu post palrtum halril ke 1 salmpalil 42 hari pada bulan Juli
dil TPMB Bildaln.A sebanyak 35 responden. teknik pengambilan sampel dengan Total
Sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 35 responden. Analisis data pada penelitian
ini menggunakan Uji Wilcoxon Range List
Hasil : Hasiil Uji Wilcoxone Range List diperoleh nilai p= 0.001 <0,05 sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada
ibu nifas di TPMB Bidan.A Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2024
Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu
nifas di TPMB Bidan.A. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
informasi dalam memberikan KIE kepada pasien tentang perawatan payudara dan pijat
oksitosin sehingga dapat meningkatkan cakupan pemberian ASI ekslusif.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan karena banyaknya balita memiliki masalah pada nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian temulawak madu terhadap peningkatan nafsu makan pada balita dengan gizi kurang. Penelitian ini berjenis kausalitas dengan metode penelitian kuantitatif quasi eksperiment. Alat pengumpul yang digunakan adalah kuisioner CEBQ. Populasi sasaran adalah balita dengan gizi kurang di Desa Solokan wilayah kerja Puskesmas Pakisjaya Kabupaten Karawang. Subjek penelitian terdiri dari 42 balita gizi kurang, diperoleh menggunakan total sampling. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah pemberian temulawak madu sebagai variable independent dan peningkatan nafsu makan balita dengan gizi kurang sebagai dependent variable. Pengukuran variable menggunakan one grup pretest-post test. Analisa data menggunakan analisis bivariat dan analisis unvariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nafsu makan balita sebelum diberikan temulawak madu dan sesudah diberikan temulawak madu. Hal ini dibuktikan dari jumlah balita dengan nafsu makan baik meningkat yaitu sebelum pemberian temulawak madu sebesar 9.5%, sedangkan sesudah diberikan temulawak madu jumlah balita dengan nafsu makan baik sebesar 83.3%. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa temulawak madu dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperbaiki nafsu makan balita, sehingga pemberian makan pada balita dapat optimal.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan primer yang terjadi di masyarakat serta seringkali dijumpai di seluruh dunia, terutama pada Negara berkembang seperti Indonesia. Karena itu remaja putri merupakan tahapan umur yang mempunyai tingkat resiko terkena anemia lebih tinggi dari remaja putra. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komsumsi jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri kelas X di MAN 1 Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental desaign dengan model one grup pre-test-post-test design. Pengumpulan data menggunakan instrument pemeriksaan kadar hemoglobin Sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Analisis yang digunakan adalah uji statistic wilcoxon ranks. Pengambilan sampel dengan Systematic random samping sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan menggunakan probability Sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Ini dibuktikan dengan p velue 0,000. Kesimpulan : Dari penelitian ini, ada pengaruh jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri kelas X di MAN 1 Bekasi Tahun 2024. Saran : Diharapkan dengan adanya penelitian ini, remaja putri dapat menambah pengetahuan, informasi, edukasi dan manfaat non farmakologi seperti jus buah naga bisa meningkatkan kadar hemoglobin.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Menurut Data tahun 2022 di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Namun lebih dari 72% orang tua menganggap gangguan tidur pada bayi bukan suatu masalah atau hanya masalah kecil. Bayi yang mengalami gangguan tidur akan mengalami gangguan pada masa pertumbuhannya, sehingga tidak pertumbuhannya optimal. Selain peningkatan berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur pertumbuhan bayi.(Nurseha & Lintang, 2022). Pijat bayi dapat menurunkan angka morbiditas, pemijatan pada bayi bermanfaat untuk meningkatkan berat badan bayi, meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan produksi ASI, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan serta meningatkan kualitas tidur. Pijat bayi juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkermbangan bayi.(Nurseha Lintang, 2022). Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom & Baby SPA Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dengan pendekatan One Group Pretest dan Post Test Design. Populasi: Dalam penelitian ini seluruh bayi usia 3-6 bulan yang dalam kondisi sehat di Doremi Mom & Baby SPA pada bulan Juli-Agustus 2024 dengan jumlah populasi 30 bayi. Sampel: Dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen: Yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar Kuesioner. Analisis Data: Data analisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk dan dilakukan Uji Statistic Non Parametric yaitu Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa Ada Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan dengan Asymp. Sig mempunyai nilai <0,001 P<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Dalam penelitian ini bahwa Ada Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan mengenai Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Dismenore adalah salah satu gangguan ginekologi yang umum terjadi pada remaja perempuan setelah mereka mengalami menarche. Prevalensi Dismenore pada Remaja di Indonesia berkisar antara 64,25% hingga 84,2%. Terjadinya dismenore primer merupakan akibat dari adanya pelepasan hormon prostaglandin secara berlebihan yang menimbulkan spasme uterus dan menyebabkan rasa nyeri saat menstruasi. Dismenore dapat dikelola melalui beragam metode terapi, baik yang mencakup penggunaan farmakologis maupun tanpa menggunakan non-farmakologis. Aroma terapi dengan menggunakan kayu manis merupakan salah satu alternatif terapi yang bisa dipertimbangkan dalam pengobatan dismenore primer pada remaja putri. Penggunaan terapi ini melibatkan komponen utama dalam minyak kayu manis, yaitu cinnamaldehyde (55-57%) dan eugenol (5-18%). Subyek dan Metode: Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan rancangan nonequivalent control grup design. Intensitas nyeri diukur menggunakan skala numeric rating scale. Populasi sebanyak 160 responden dengan jumlah sampel 32 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan nonprobability sampling yaitu puposive sampling. Analisa data menggunakan uji Man Whitney dengan nilai p=0,000. Hasil: Sebelum pemberian aroma terapi kayu manis (pretest), Intensitas rasa nyeri responden dengan kategori berat (31%), dan sangat berat (69%). Dan saat sesudah dilakukan pemberian aroma terapi kayu manis (posttest), terjadi penurunan intensitas nyeri yang dirasakan responden dengan kategori tidak nyeri (94%) dan sedang (6%). Kesimpulan: Adanya pengaruh yang signifikan pada pemberian aroma terapi kayu manis terhadap menurunnya intensitas rasa nyeri pada remaja putri yang mengalami nyeri haid primer.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit
tropis yang paling umum dan telah berkembang menjadi masalah kesehatan internasional
yang krusial. Faktor lingkungan fisik yang berkontribusi terhadap penyebaran DBD meliputi
suhu, kelembapan, jarak antar rumah, ventilasi rumah tanpa kawat kasa, pakaian yang
menggantung, barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta
Tempat Penampungan Air (TPA) yang terbuka. Perilaku pencegahan DBD mencakup
tindakan seperti menguras tempat penampungan air setiap minggu, memasang kasa kawat
pada ventilasi rumah, dan menyimpan pakaian di dalam lemari. Metode: Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode crosssectional.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 62 orang. Variabel independen
mencakup faktor lingkungan fisik, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pencegahan
DBD. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara faktor lingkungan fisik dengan perilaku
pencegahan DBD, dengan nilai P = 0,02 (P < 0,05) dan Odds Ratio (OR) sebesar 0,088, yang
menunjukkan bahwa perilaku pencegahan yang kurang terkait dengan lingkungan fisik yang
buruk. Kesimpulan: Terdapat hubungan faktor lingkungan fisik dengan perilaku pencegahan
DBD nilai signifikansi P = 0.02 (P< 0.05).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Data WHO menunjukkan bahwa kanker payudara menjadi masalah kesehatan global tercatat 2,3 juta kasus di tahun 2020 dan proyeksi peningkatan di tahun 2040. Untuk meningkatkan kewaspadaan perlu di berikan edukasi pendidikan kesehatan. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan SADARI pada remaja putri di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024. Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah remaja putri kelas VIII di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu 84 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil: Penelitian uji statistik paired sample t-test didapatkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang SADARI dengan p-value 0,000 dimana p < 0,05 yang artinya Ha = gagal ditolak. Kesimpulan: Adanya pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan (SADARI) pada remaja putri di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia dan hal ini diperkirakan akan terus berlanjut selama dua dekade mendatang atau mungkin seterusnya Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di RS. Djajakusumah Sukatani. Subyek Dan Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Rumah Sakit Djajakusumah Sukatani. Jumlah populasi sebanyak 63 orang yang menderita Diabetes Mellitus tipe 2 di RS.Djajakusumah Sukatani. Dan sampel yang akan diambil keseluruhan adalah 54 sampel dengan rumus slovin. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Kuesioner Hill-Bone versi Indonesia yang telah dimodifikasi untuk pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang terdiri dari 14 pertanyaan. Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-square nilai value : 0,000 (p value ≤ 0, 05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes Mellitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Djajakusumah Sukatani. Kesimpulan: Studi ini terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Djajakusumah Sukatani.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penyakit kanker serviks ialah penyakit kedua terbanyak pada perempuan dan ialah penyakit beresiko tinggi yang menyerang remaja. Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) diharapkan dapat menghentikan peningkatan sel-sel kanker, khususnya di negara-negara yang masih sulit melakukan program skrining. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kanker Serviks Dengan Motivasi Melakukan Vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Subyek dan Metode: Jenis penelitian yang dimanfaatkan ialah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang mengukur motivasi remaja putri dalam melakukan vaksin HPV dan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks. Populasi pada penelitian ini ialah siswi remaja putri kelas X.1 sampai X.10 di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan dengan total 253 siswi. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 155 siswi. Hasil: Hasil penelitian membuktikan mayoritas remaja putri mempunyai tingkat pengetahuan baik sejumlah 108 responden (69,7%) serta motivasi melaksanakan vaksin HPV baik sejumlah 104 responden (67,1%). Kesimpulan: Ada korelasi pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks dengan motivasi melaksanakan vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan (p value=0,000 <a=0,05).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Didalam kehamilan nyeri pada bagian pinggang adalah keluhan ibu hamil yang paling sering dikeluhkan, pada beberapa kondisi akan membaik dengan sendirinya namun lebih banyak ibu tetap merasa sangat tidak nyaman dengan keluhan ini. Di Indonesia prevalensi nyeri pinggang pada kehamilan dijumpai 49 %, 80 – 90 % ibu hamil yang mengalami nyeri pinggang mengatakan tidak melakukan usaha apapun untuk mengatasi / pun mengurangi keluhan tersebut. Yoga kehamilan memiliki manfaat baik secara fisiologis dan juga secara psikologis dalam mengurangi keluhan nyeri pinggang pada ibu hamil, hal itulah yang mendorong peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh yoga kehamilan terhadap penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III. Subyek dan metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan rancangan quasi eksperimental dengan one group pre test - post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan data primer dengan jumlah sampel 30 orang ibu hamil trimester III di TPMB Bidan F yang telah memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti kelas yoga kehamilan, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numerical Rating Scale dan uji statistik yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Hasil Berdasarkan Uji wilcoxon nilai Sig (2-tailed) 0,00 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil skala nyeri pinggang pada kehamilan trimester III sebelum dan sesudah melakukan yoga kehamilan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yoga kehamilan secara signifikan dapat menurunkan skala nyeri pinggang pada kehamilan trimester III. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu yoga kehamilan memiliki pengaruh yang positif dan juga signifikan terhadap penurunan nyeri pinggang pada kehamilan trimester III di TPMB Bidan F Tahun 2024. Ibu hamil utamanya trimester III sebaiknya melakukan yoga kehamilan secara rutin untuk mengurangi keluhan nyeri pinggang yang dirasakan di masa kehamilan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Emesis gravidarum menjadi gejala yang dialani Sebagian besar pada ibu hamil, pada 80% pramida dan 60% multigravida. Menurut data Word Health Organisation di peroleh angka kejadian emesis gravidarum 14% dari seluruh Wanita hamil di dunia. di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 67.9%. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon pada ibu hamil trimester I di TPMB Bidan khaeni Nurkhaeni, A.M.Keb. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, Desain yang di gunakan Quasi Experiment dengan Pendekatan One Grup. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester 1 yang mengalami Emesis Gravidarum, Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 Orang, teknik pengambilan data penelitian yaitu Totral sampling, Instrumen yang digunakan penelitian ini kuesioner. Hasil : Ada pengaruh pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon untuk mengurangi Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I dengan mempunyai nilai p 0,000 ( p<0,05). Kesimpulan : dalam penelitian ini adalah Adanya Pengaruh untuk mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 dan Terdapat Perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan Pemberian Minuman kombinasi jahe dan lemon Pada ibu hamil Trimester 1. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan mengenai manfaat serta dapat mengaplikasikan Minuman Kombinasi jahe dan lemon bila terjadi emesis gravidarum dan menjadi salah satu inovasi dalam bidang kebidanan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan di seluruh dunia, dan 20 juta perempuan mengalami kesakitan saat persalinan dan tahun 2013 diperkirakan di seluruh dunia terdapat sekitar 873.000 angka kematian ibu akibat masalah persalinan. Dari jumlah tersebut, 99% diantaranya terjadi di Negara-negara berkembang. Dalam persalinan sering kali juga timbul rasa cemas, panik, dan takut rasa sakit yang luar biasa yang dirasakan ibu yang dapat mengganggu proses persalinan dan mengakibatkan lamanya proses persalinan yang menimbulkan partus macet (Kurniasih, 2020).
Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di TPMB Bidan Wiwin Wulandari.
Metodologi: Penelitian menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Paired T-test.
Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin Di TPMB Bidan Wiwin sebelum di berikan aromaterapi Lavender mengalami nyeri sedang sebanyak 26 responden (88,6%) dan yang mengalami Nyeri ringan sebesar 4 responden (11,4%).
Nilai p=0.001 0.05 (P<0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian aromatrapy lavender terhadap penurunan tingkat nyeri kala 1 pada ibu bersalin. Hal ini menunjukkan bahwa aromaterapi Lavender dapat menurunkan frekuensi nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif.
Simpulan dan saran: Ada pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan kala I Fase Aktif. Diharapkan bidan dapat menerapkan aromaterapi lavender sebagai metode nonfarmakologis yang mudah dan praktis sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi nyeri persalinan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Ibu hamil memiliki peranan penting untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang ASI yang mempengaruhi pengetahuannya guna mempersiapkan pemberian asi ekslusif pada bayinya setelah melahirkan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Pengaruh Penyuluhan dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Pembantu Wilayah Buah Dua Kota Sumedang Tahun 2024. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pre-eksperiment desain pretest-posttest without control group. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan jumlah 30 orang di Puskesmas Pembantu Nagrak. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner pre-test dan pos-test. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kurang tentang pemberian asi ekslusif sebanyak 14 responden (46,7%). Pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (40%) dan pengetahuan baik sebanyak 4 responden (14,4%). Hasil analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan p-value sebesar 0.000 < 0,05. Ini berarti ada pengaruh signifikan dari penyuluhan tentang pemberian asi ekslusif terhadap pengetahuan ibu hamil yang disampaikan melalui media booklet. Kesimpulan: Adanya pengaruh penyuluhan dengan media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil Tentang Pemberian Asi Ekslusif Di Puskesmas Pembantu Nagrak Kabupaten Sumedang Tahun 2024.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kecemasan sering terjadi pada ibu hamil, dimana biasa terjadi dalam trimester ketiga. Kecemasan pada ibu hamil dapat diatasi melalui berbagai cara, salah satunya adalah melalui prenatal yoga. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di PMB bdn. Uum Sumiati, S.ST Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental melalui rangkaian quasi eksperimen menggunakan desain one-group pretest-posttest. Lokasi penelitian dilaksanakan di PMB bdn. Uum Sumiati, S.ST. Populasi penelitian ini seluruh ibu hamil trimester III yang menjalankan prenatal yoga di PMB bdn. Uum Sumiati S.ST pada bulan April-Mei 2024 yaitu sebanyak 30 responden. Besar sampel adalah 30 ibu hamil trimester III melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian yaitu SOP Prenatal Yoga dan kuesioner PASS. Analisis data yang dijalankan ialah univariat dan bivariat. Uji statistik menggunakan uji Paired T-test. Hasil: p-value sebesar 0.000 < 0.05 dimana menunjukkan terdapat pengaruh prenatal yoga terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan. Kesimpulan: Terdapat pengaruh prenatal yoga terhadap kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di PMB bdn. Uum Sumiati, S.ST Kabupaten Bekasi Tahun 2024.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penelitian dengan pendekatan cross sectional telah dilaksanakan
untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap persepsi
remaja putri mengenai body image di SMAN 2 Cikarang Pusat. Telah diketahui
bahwa para remaja putri cenderung membatasi asupan makanan mereka dan
seringkali menetapkan makanan tertentu sebagai pantangan, hal ini dilakukan karena
perhatian mereka yang besar terhadap bentuk tubuh. Subyek dan Metode: Teknik
sampling yaitu random sampling, alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan
kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Populasinya seluruh siswi di SMAN 2 Cikarang
Pusat sebanyak 488 siswi dengan sampel sebagian dari populasi faktor yang mempengaruhi terjadinya body image pada siswi tersebut. Variabel independen:
karakteristik, status gizi, ketersediaan pangan di rumah, pola makan, kebiasaan
sarapan, dan pengetahuan. Variabel dependen: Body Image. Penelitian ini dijalankan
antara tanggal 1 hingga 19 Juli 2024, berlokasi di SMAN 2 Cikarang Pusat. Dalam
rangka menilai normalitas data, digunakan metode uji Shapiro Wilk sebagai
instrumen yang paling fundamental dalam penelitian ini. Proses ini melibatkan
pembuatan grafik distribusi frekuensi berdasarkan skor yang diperoleh. Proses
pengolahan data meliputi tahapan editing, coding, tabulating, entry, serta cleaning.
Analisis yang dilakukan mencakup teknik analisis univariat dan bivariat. Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan 85 responden siswi di SMAN 2 Cikarang Pusat,
52,9% pada kelompok usia 16-18 tahun. Status gizi responden menunjukkan 72,9%
normal. Analisis hubungan pendidikan orang tua menunjukkan hubungan signifikan
dengan body image remaja (p-value = 0,033). Kesimpulan: Tidak ada hubungan
signifikan antara uang saku dan body image namun pendidikan orangtua dan
pengetahuan gizi menunjukkan hubungan signifikan dengan body image.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kehamilan merupakan hal yang wajar bagi wanita yang sedang berada dalam masa produktif. Pada masa ini, ibu hamil mengalami berbagai perubahan, termasuk perubahan psikologis. Pada trimester pertama, ibu hamil sering kali menghadapi masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, menurunnya rasa kepercayaan diri, dan sulit mengontrol emosi. Dukungan dari suami dapat membantu mengatasi perubahan psikologis yang ibu hamil alami dan memberikan manfaat bagi kesehatan ibu hamil. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantittif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Tambelang Bekasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik total sampling dengan jumlah 50 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan suami dan perubahan psikologis ibu hamil. Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi dukungan suami paling banyak adalah kurangnya dukungan suami yaitu sebanyak 35 responden (70%), frekuensi perubahan psikologis paling banyak adalah adanya perubahan psikologis terhadap ibu hamil sebanyak 36 responden (72%). Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Adanya hubungan dukungan suami dengan perubahan psikologis pada ibu hamil trimester 1 (hamil pertama) di Puskesmas Tambelang Bekasi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dismenore primer merupakan suatu kondisi di mana individu merasakan nyeri pada
saart siklus menstruasi, remaja menjadi salah satu kelompok usia yang mengalami dismenore karena banyak diantara mereka jarang melakukan aktivitas seperti rutin berolahraga. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan lebih dari 90% siswi SMAN 1 Pebayuran mengalami dismenore primer. Subjek dan Metode: menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilakukan di SMAN 1 Pebayuran dengan populasi 344 siswi. Pada penelitian ini menggunakan 185 sampel dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu rutinitas olahraga dan variabel dependen yaitu kejadian dismenore primer. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner pada rutinitas olahraga dan kejadian dismenore primer. Hasil Penelitian : Distribusi kejadian dismenore primer pada siswi paling banyak ditemukan yaitu “terjadi” sebanyak 173 reponden (93,5%) dan untuk distribusi rutinitas olahraga yang paling banyak ditemukan yaitu melakukan olahraga dengan intensitas “jarang” sebanyak 170 responden (91,9%). Hasil penelitian menggunakan uji ChiSquare didapatkan p value 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak sehingga terdapat hubungan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer. Kesimpulan : dismenore atau nyeri haid dapat dialami seluruh kelompok usia, namun pada penderita dismenore primer sering di temukan pada usia remaja. Pada penelitian ini yang usia pertengahan atau remaja dengan rentang 14-17 tahun yang menjadi bagian dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara rutinitas olahraga
dengan kejadian dismenore primer pada usia pertengahan remaja putri di SMAN 1 Pebayuran.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masa batita dalam masa emas, atau “golden age” mengalami masalah perkembangan dalam hal emosi, sosial, mental, intelektual, dan moral. Di masa depan, gangguan ini dapat memengaruhi sikap dan perilakunya. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting untuk perkembangan kecerdasan, dimulai sejak usia 0 hingga 5 tahun. selain itu, kondisi keuangan keluarga dan cara orang tua membesarkan anak sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Batita membutuhkan pengawasan penuh selama masa usianya, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan gizinya untuk pertumbuhan dan perkembangan yang ideal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional, desain penelitian yang digunakan cross sectional, Menggunakan metode consecutive sampling, Populasi dalam penelitian ini yaitu batita yang berusia 1-3 tahun berjumlah 823. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 265 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan a < 0,05. Hasil: Mayoritas dari mereka berusia 3 tahun 96 orang (36,2%), status gizi kurang 109 orang (41,1%), pola asuh negatif 134 orang (50,6%), imunisasi Mr/campak pada batita usia 3 tahun 96 orang (36,2%). Kesimpulan: dari penelitian ini hanya faktor pola asuh dengan kpsp yang memiliki hubungan dengan nilai chi square P = 0,001 < a 0,05. Sedangkan, umur, status gizi,imunisasi tidak terdapat hubungan dengan tumbuh kembang pada batita usia 1-3 tahun di wilayah puskesmas tambelang.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tindakan pembedahan dengan spinal anestesi dapat menimbulkan ancaman tubuh, integritas serta
jiwa seseorang. Kecemasan yang dialami pasien yang direncanakan pembedahan dapat terjadi karena
kurang pengetahuan tentang prosedur pembiusan yang akan dijalani. Kecemasan yang dialami pasien
dapat memberikan efek kegelisahan dan mempengaruhi kardiovaskular yang dapat mengganggu
proses pembedahan. Kecemasan adalah suatu perasaan subyektif yang dialami seseorang terutama
oleh karena adanya pengalaman baru, termasuk pada pasien yang mengalami tindakan invasif seperti
pembedahan. Kecemasan pre operasi merupakan suatu respon antisipasi terhadap suatu pengalaman yang dapat dianggap pasien sebagai suatu ancaman terhadap perannya dalam hidup, integeritas tubuh,
atau bahkan kehidupan itu sendiri. Pendampingan layanan spiritual pada pasien pre operasi
merupakan sebuah intervensi dari layanan spiritual yang di tujukan pada pasien yang mengalami
kecemasan yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosi, pasien mampu memaknai
kondisinya, Tujuan Penelitian : Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
pengaruh pendampingan layanan spiritual: Do'a terhadap tingkat kecemasan pasien muslim pre
operasi anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian : Desain penelitian yang
dipakai pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pre experimental design yang diperluas dengan
rancangan one grup pretest-posttest. Jumlah sampel 30 Responden dengan Teknik kuesioner APAIS
(Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) dan menggunakan uji statistik Wilcoxon.
Hasil Penelitian : didapatkan P-Value 0,001 (P-Value<0,05). Sehingga hasil ini menunjukan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan pasien sebelum dan sesudah pemberian
pendampingan layanan spiritual pasien muslim pre operasi. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh
pendampingan layanan spiritual doa terhadap tingkat kecemasan pasien muslim pre operasi dengan anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi terhadap 30 responden dapat disimpulkan sebagai berikut: Karakteristik responden pre operasi yang mengalami kecemasan menurut kategori usia, lebih tinggi pada usia lansia, sedangkan menurut kategori tingkat jenis kelamin pasien yang mengalami
kecemasan lebih tinggi pada pasien laki-laki daripada perempuan. Ada perbedaan tingkat kecemasan pada pasien muslim pre operasi sebelum dan sesudah diberikan intervensi spiritual do’a. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian pendampingan layanan spiritual doa terhadap tingkat kecemasan pasien muslim pre operasi dengan anestesi spinal.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anestesi spinal (subaraknoid) adalah anestesi regional dengan tindakan penyuntikan
obat anestetik lokal ke dalam cairan serebrospinal di dalam ruang subaraknoid di daerah
vertebra L2-L3 atau L3-L4 dengan tujuan untuk mendapatkan anelgesi setinggi dermatom
tertentu dan relaksasi otot rangka. Hipotensi merupakan salah satu efek samping anestesia
spinal yang dilakukan pada wanita hamil dengan angka kejadian sekitar 80%. Efek
kardiovaskular akibat tindakan anestesia spinal berhubungan erat dengan level blockade
simpatis yang mencapai persarafan setinggi torakal 1 sampai lumbal 2 (T1–L2). Blokade
simpati akibat anestesia spinal menyebabkan dilatasi pembuluh darah sehingga menurunkan
resistensi pembuluh darah sistemik yang akan menyebabkan hipotensi. Tujuan Penelitian:
Untuk mengetahui pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi intra operasi pada pembedahan sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi. Metode
Penelitian: Penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross
sectional dan desain penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment Design) dengan
rancangan Separate Sample Pretest-Posttest atau One Group Pretest Posttest. Jumlah
sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan
teknik accidental sampling (convenience sampling). Uji statistik menggunakan uji Chi
Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan tekanan darah pasien sebelum tindakan anestesi
spinal didapatkan hasil bahwa 21 responden dengan tekanan darah normal (70,0%), 9
responden mengalami hipertensi (30,0%), berdasarkan kategori usia didapatkan hasil bahwa
pasien kategori remaja akhir sebanyak 8 (26,7%), usia dewasa awal sebanyak 18 (60,0%),
dan usia dewasa akhir sebanyak 4 (13,3%), berdasarkan klasifikasi ASA didapatkan hasil
bahwa pasien kategori ASA II sebanyak 23 (76,7%) dan ASA III sebanyak 7 (23,3%).
Berdasarkan hasil uji Chi Square, diperoleh nilai probabilitas (p-value) tekanan darah
sebelum tindakan anestesi spinal (0,035), usia (0,061), ASA (0,176). Artinya pada alpha 5%
terdapat pengaruh yang bermakna antara tekanan darah sebelum tindakan anestesi spinal
dengan tekanan darah setelah tindakan anestesi spinal di ruang maternal RSUD Kabupaten
Bekasi. Kesimpulan: Ada pengaruh anestesi spinal terhadap kejadian hipotensi pada pasien
intra operasi sectio caesarea di ruang maternal RSUD Kabupaten Bekasi.