Profil penulis
MA
1.876 karya publik ditemukan.
Pendidikan Era Digital
Strategi Pembelajaran Kreatif, Inovatif dan Motivatif
Digital Learning
Evaluasi Pembelajaran di Era Digital
Pengelolaan Pendidikan Dalam Konsep Dasar, Peranan, dan Penunjang Kualitas Pendidikan
HUBUNGAN KEJADIAN HIPOTERMI DENGAN NADI DAN TEKANAN DARAH PASCA OPERASI DI RECOVERY ROOM RSUD KABUPATEN BEKASI
Periode pemulihan setelah operasi dikenal sebagai waktu dengan resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi di recovery room. Hipotermi adalah komplikasi pasca anestesi yang sering ditemukan di ruang recovery room, baik general anestesi maupun spinal anestesi. Hipotermi pasca operasi memiliki dampak signifikan pada hemodinamik, terutama terkait perubahan tekanan darah dan respons kardiovaskular pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan kejadian hipotermi dengan nadi dan tekanan darah pasca operasi di recovery room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif non exsperimental dengan metode korelasi dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 50 responden. Data dianalisis menggunakan spearman rank. Instrument penelitian berupa pendekatan studi observational analytic dengan pendekatan (cross sectional). Hasil: Berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 38 orang (76%), berdasarkan lama operasi sebagian besar responden menjalankan operasi dengan durasi sedang 1-3 jam sebanyak 44 orang (88%), berdasarkan suhu ruangan kamar operasi sebagian besar responden menjalani operasi dengan suhu ruangan normal 18-24 18-24°C yaitu 36 orang (72%), berdasarkan jenis anestesi sebagian besar responden menjalani pembedahan dengan General anestesi yaitu dilakukan sebanyak 33orang (66%), berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 32 orang (64%), brdasarkan sebagian besar usia responden dewasa awal sebanyak 12 orang (24%). Pada uji statistic spearman rank diperoleh nilai Signifikansi 0.000. Kesimpulan: Ada hubungan kejadian hipotermi dengan nadi dan tekanan darah di recovery room pasca operasi RSUD Kabupaten Bekasi.
HUBUNGAN KEJADIAN HIPOTERMI DENGAN NADI DAN TEKANAN DARAH PASCA OPERASI DI RECOVERY ROOM RSUD KABUPATEN BEKASI
HUBUNGAN KEJADIAN HIPOTERMI DENGAN NADI DAN TEKANAN DARAH PASCA OPERASI DI RECOVERY ROOM RSUD KABUPATEN BEKASI Rizma Anggraeni Deliana Putri1, Stella Marie Degracia Igva2 Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas Medika Suherman Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530 Email : [email protected] [email protected] ABSTRAK Periode pemulihan setelah operasi dikenal sebagai waktu dengan resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi di recovery room. Hipotermi adalah komplikasi pasca anestesi yang sering ditemukan di ruang recovery room, baik general anestesi maupun spinal anestesi. Hipotermi pasca operasi memiliki dampak signifikan pada hemodinamik, terutama terkait perubahan tekanan darah dan respons kardiovaskular pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan kejadian hipotermi dengan nadi dan tekanan darah pasca operasi di recovery room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif non exsperimental dengan metode korelasi dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 50 responden. Data dianalisis menggunakan spearman rank. Instrument penelitian berupa pendekatan studi observational analytic dengan pendekatan (cross sectional). Hasil: Berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 38 orang (76%), berdasarkan lama operasi sebagian besar responden menjalankan operasi dengan durasi sedang 1-3 jam sebanyak 44 orang (88%), berdasarkan suhu ruangan kamar operasi sebagian besar responden menjalani operasi dengan suhu ruangan normal 18-24 18-24°C yaitu 36 orang (72%), berdasarkan jenis anestesi sebagian besar responden menjalani pembedahan dengan General anestesi yaitu dilakukan sebanyak 33orang (66%), berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 32 orang (64%), brdasarkan sebagian besar usia responden dewasa awal sebanyak 12 orang (24%). Pada uji statistic spearman rank diperoleh nilai Signifikansi 0.000. Kesimpulan: Ada hubungan kejadian hipotermi dengan nadi dan tekanan darah di recovery room pasca operasi RSUD Kabupaten Bekasi. Kata kunci : Hipotemi, Nadi, Tekanan darah (MAP), Recovery room, Pasca operasi Mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas Medika Suherman Referensi : Jurnal : 2012-2024 (35) Buku : 2019 (1)
HUBUNGAN LAMA OPERASI DENGAN HIPOTERMI PADA PASIEN PASCA SPINAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BEKASI
Latar Belakang: Hipotermi adalah masalah yang terjadi setelah pembedahan, hipotermi terjadi karena agen dari obat anestesi menekan laju metabolisme oksidatif yang menghasilkan panas tubuh sehinga mengganggu regulasi panas tubuh, komplikasinya dapat muncul selama penyembuhan pasca anestesi umum maupun regional. Pembedahan dengan anestesi tulang belakang yang berkepanjangan akan meningkatkan terpaparnya tubuh dengan suhu dingin sehingga menyebabkan perubahan temperatur tubuh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan hipotermi pasca spinal anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang melibatkan sebanyak 36 responden pasca anestesi spinal dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah analisis univariat yaitu deskriptif dan analisis bivariat yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: Karaktristik responden yang menjalani operasi menggunakan spinal anestesi dengan durasi sedang lebih didominasi, dengan total 30 responden (83.3%), penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipotermi ringan setelah menjalani anestesi spinal, dengan total 22 responden (61.1%), terdapat keeratan hubungan lama operasi dengan hipotermi pasca spinal anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi dengan uji korelasi Spearman Rank menujukkan nilai sig (2-tailed) atau P-Value adalah 0.000 0.05 dengan nilai korelasi koefisien -0.795. Kesimpulan: Temuan ini mendukung teori yang mana lama operasi berhubungan dengan hipotermi pasca anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi.
Ringkasan Patologi Anatomi
Masalah Medis di Kedokteran Gigi
Interpretasi Radiografik di Bidang Kedokteran Gigi Neoplasma Jinak dan Ganas Odontogenik
Tata Laksana Trauma Gigi Pendekatan Bedah Mulut Maksilofasial & Endodontik
HUBUNGAN PEMBERIAN ANESTESI SPINAL LEVOBUPIVACAINE DENGAN KEJADIAN HIPOTENSI PADA PASIEN ANESTESI SPINAL DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG
ABSTRAK Latar Belakang:.Pembedahan merupakan prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka. Anestesi spinal adalah menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subarachnoid. Levobupivacaine isobarik 10 mg dianggap efektif untuk anestesi spinal dengan efek samping lebih sedikit dibandingkan bupivacaine, termasuk toksisitas yang lebih rendah. Penggunaan levobupivacaine juga dapat menyebabkan efek samping seperti hipotensi. Hipotensi yang tidak mendapatkan penanganan cepat dan tepat dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran, aspirasi pulmonal, depresi pernapasan dan henti jantung. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hipotensi pasca anestesi spinal untuk meningkatkan keselamatan pasien selama prosedur pembedahan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemberian anestesi spinal levobupivacaine dengan kejadian hipotensi pada pasien yang menjalani anestesi spinal Metode: Ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross-sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dan didapatkan sebanyak 33 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi tanda dan gejala hipotensi pada pasien pre spinal dan lembar observasi anestesi.Analisis data menggunakan uji sperman Rank correlation Hasil: Mayoritas responden mengalami hipotensi sebanyak 21 responden (63,6%) dan mayoritas mengalami penurunan TD ≤ 20% yaitu sebanyak 21 orang (63.6%). Hasil dari analisis spearman rank didapatkan nilai (r) sebesar 0,045 dan p 0,003 Kesimpulan: Terdapat hubungan siginifikan antara pemberian spinal anastesi levobupivacaine dengan kejadian hipotensi. Kata Kunci: Levobupivacaine, Hipotensi, Pasien Anestesi Spinal ABSTRACT Background : Surgery is a medical procedure that begins with an incision to open an area of the body and ends with suturing to close the wound. Spinal anesthesia involves injecting a local anesthetic drug into the subarachnoid space. Levobupivacaine isobaric 10 mg is considered effective for spinal anesthesia with fewer side effects than bupivacaine, including lower toxicity. The use of levobupivacaine may also cause side effects such as hypotension. Hypotension that is not treated quickly and appropriately can lead to decreased consciousness, pulmonary aspiration, respiratory depression and cardiac arrest. Therefore, it is important to understand the factors that influence hypotension after spinal anesthesia to improve patient safety during surgical procedures. Objective: To determine the relationship between levobupivacaine spinal anesthesia administration and the incidence of hypotension in patients undergoing spinal anesthesia. Methods: This is a quantitative study with a correlational type of research with a cross-sectional study design. The sampling technique used was consecutive sampling and obtained 33 respondents. The measuring instrument used in this study used an observation sheet for signs and symptoms of hypotension in pre-spinal patients and an anesthesia observation sheet.Data analysis using the Sperman Rank correlation test Results: The majority of respondents experienced hypotension as many as 21 respondents (63.6%) and the majority experienced a decrease in BP ≤ 20%, namely 21 people (63.6%). The results of the spearman rank analysis obtained a value (r) of 0.045 and p 0.003. Conclusion: There is a significant association between the administration of levobupivacaine spinal anesthesia and the incidence of hypotension. Keywords: Levobupivacaine, Hypotension, Spinal Anesthesia Patients
PENGARUH GAS INHALASI SEVOFLURANE TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN GENERAL ANESTHESIA DI RSUD KABUPATEN BEKASI
Latar belakang : Anestesi inhalasi merupakan obat dalam bentuk gas atau cairan yang mudah menguap, yang diberikan melalui pernapasan pasien. Salah satu jenis obat anestesi inhalasi antara lain sevoflurane. Sevoflurane adalah halogenasi eter yang memiliki proses induksi dan pemeliharaan yang lebih cepat dibandingkan dengan obat anestesi inhalasi lainnya. Sevoflurane tergolong stabil dan tidak menyebabkan aritmia selama prosedur anestesi. Efek pada tahanan vaskuler dan curah jantung relatif kecil, sehingga tekanan darah juga mengalami penurunan yang minimal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gas agen inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada pasien general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pre experimental design yang diperluas dengan rancangan one grup pretest-posttest. Besar sampel dalam penelitian ini 21 responden. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi intra anestesi yang mengadopsi dari RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh gas inhalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik paling banyak pada responden yang mengalami perubahan status hemodinamik pada TD sistolik dimenit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15. Kesimpulan : ada pengaruh gas inalasi sevoflurane terhadap status hemodinamik pada TD sistolik menit ke-15, TD diastolik pada menit ke-5, MAP pada menit ke-5 dan Nadi pada menit ke-15.