2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pasien dengan CKD sering menghadapi tantangan psikologis, termasuk depresi, yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 68 pasien CKD di RS Harapan Bunda. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas pasien berada pada usia 41-60 tahun (50,0%), perempuan (59%), pendidikan menengah (56%), dan telah menderita CKD selama 1-5 tahun (48%). Sebagian besar pasien memiliki
mekanisme koping cukup (43%) dan mengalami depresi berat (54,4%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara karakteristik usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), tingkat pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan signifikan dalam menentukan tingkat depresi. Intervensi berbasis edukasi dan konseling diperlukan untuk mengurangi beban psikologis pasien CKD.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien.
Tujuan Penelitian : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik.
Simpulan : Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk melalui makanan dan energi yang dikeluarkan, yang akhirnya menyebabkan penumpukan energi dalam bentuk lemak. Kondisi ini dapat berujung pada obesitas atau peningkatan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara IMT dan aktivitas fisik pada siswa di Sekolah Dasar Negeri Suka Asih 02, Ceger, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner aktivitas fisik (PAQ-C), dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden masuk dalam kategori underweight, sementara 82,5% memiliki tingkat aktivitas fisik yang baik. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan IMT dan memiliki hubungan korelasi rho yang cukup dengan nilai -0,496. Kesimpulan penelitian ini bahwa sebagian besar anak di SDN Suka Asih 02 tergolong underweight, meskipun aktivitas fisik mereka baik. Oleh karena itu, disarankan orang tua untuk memperhatikan pola makan dan mendorong aktivitas fisik anak, pendidik untuk mengedukasi siswa tentang kesehatan dan peneliti melakukan studi lebih lanjut dengan variabel dan responden yang lebih bervariasi.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Retardasi mental adalah kondisi di mana individu memiliki tingkat intelegensi di bawah ratarata, yang berdampak pada berbagai aspek perkembangan, termasuk kemampuan motorik halus. Penelitian ini penting karena gangguan perkembangan motorik sering disebabkan oleh hambatan dalam proses belajar, yang dapat membuat anak malas menulis, kurang minat belajar, dan mengalami dampak negatif pada kepribadian mereka. Untuk merangsang perkembangan motorik halus, terapi bermain dengan paper toys dipilih sebagai intervensi. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest, melibatkan 37 anak dengan retardasi mental dari SDLB Ananda Mandiri Tambun, Kabupaten Bekasi. Perkembangan motorik halus diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 20,16 menjadi 26,43, dengan uji Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan nilai p < 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi bermain dengan paper toys terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak-anak dengan retardasi mental.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kejadian stunting merupakan permaslash perkembangan yang di sebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau malnutrisi, di tandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya, kondisi ini menjadi permaslah serius karena berkaitan dengan peningkatan resiko penyakit dan tingginya angka kemantian. Dampak jangka Panjang dapat berpengaruh negatif terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan bicara, sosialisasi dan kemandirian pada anak usia batita di wilayah kerja Puskesmas Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional serta pendekatan cross-sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini mencakup anak batita dengan total sebanyak 1.945 anak batita. Berdasakan penerapan rumus slovin jumlah sampel yang di tentukan dalam penelitian ini adalah 96 anak batita, yang diambil melalui metode non-probabilitasdengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner KPSP. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, Bahasa dan bicara, sosialisasi dan kemandirian.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang kesulitan anak saat berbicara, kerap dikaitkan terhadap pola pengasuhan yang diterapkan orang tuanya sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan yakni total sampling, sejumlah 39 responden. Adapun populasi penelitian ini meliputi seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p<0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p<0.05). Hasil penelitian ini memperlihatkan keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anemia adalah kondisi saat sel darah merah dan hemoglobin kurang dari normal, yang sering terjadi pada remaja putri, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap yang mendukung pencegahannya. Edukasi yang efektif melalui platform populer seperti Tik Tok dipilih sebagai pendekatan menarik untuk meningkatkan kesadaran pencegahan anemia. Tujuan penelitian guna mengetahui pengaruh media platform Tik Tok pada pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode penelitian ini quasi-experiment, serta populasi adalah siswi SMPN 8 Cibitung berjumlah 130 dengan sampel 60 siswi kelas 8 yang dibagi masing-masing untuk setiap kelompok 30 orang. Variabel independen adalah media edukasi Tik Tok (audio-visual & visual), sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia. Pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia ρ-value (0,000) < 0,05. Independent Sample T-test menunjukkan perbedaan signifikan ρ-value (0,000) < 0,05 antara kelompok yang diberikan edukasi video dan poster. Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media platform Tik Tok sebagai edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi remaja putri di SMPN 8 Cibitung dan dijadikan acuan untuk menangani penanggulangan dan pencegahan anemia.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan kondisi kronis yang umum terjadi pada kelompok lanjut usia dan berpotensi
menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan jantung, stroke, penyakit pembuluh darah tepi,
serta kerusakan retina mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan (Kemenkes, 2022).
Aktivitas jalan kaki secara rutin terbukti mampu membantu mencegah, mengontrol, dan
menstabilkan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, pada lansia pengidap hipertensi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aktivitas jalan kaki terhadap tekanan darah
lansia penderita hipertensi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, pada tahun 2025. Pendekatan
penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan quasi experimental model one
group pre-test and post-test. Sampel terdiri dari 80 orang lansia yang memiliki riwayat hipertensi.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tekanan darah sebelum dan sesudah
intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, yang menampilkan adanya perbedaan
signifikan antara nilai tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, dengan hasil p = 0,002 untuk
sistolik dan p = 0,000 untuk diastolik (p < 0,05), sehingga hipotesis dinyatakan diterima.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa jalan kaki secara teratur memberikan dampak
positif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Disarankan agar lansia melakukan jalan kaki
minimal tiga kali seminggu selama 30 menit untuk membantu menjaga kestabilan tekanan darah
mereka.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Angka kejadian diabetes melitus tipe 2 (DMT2), suatu kondisi kronis, terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana keterampilan komunikasi terapeutik perawat di Unit Perawatan Internal RS Sentra Medika memengaruhi kebahagiaan pasien diabetes tipe 2. Enam puluh pasien dipilih secara acak dari sekumpulan calon partisipan dalam penelitian kuantitatif ini yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Kuesioner digunakan untuk pengumpulan data, dan uji chi-square digunakan untuk analisis. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Aktivitas fisik dengan nyeri kepala pada hipertensi yang menyebabkan pembuluh darah menyempit akibatnya jaringan mengalami penurunan kadar oksigen (O2) dan peningkatan karbon dioksida (CO2) terjadinya proses metabolisme anaerob. Tujuan : Mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Nyeri Kepala Pada Pasien Lansia Hipertensi Di Puskesmas Kecamatan Kedungwaringin. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan teknik total sampling dengan jumlah 91 responden pada lansia 55-90 tahun. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner aktivitas dengan nyeri pada pasien lansia. Hasil Penelitian : Berdasarkan aktivitas fisik dan intensitas nyeri paling banyak yaitu aktivitas fisik sedang 31 responden (88,6%) mengalami nyeri sedang. Tidak ada aktivitas fisik sedang mengalami nyeri berat. Selanjutnya aktivitas fisik berat yakni 25 responden (100%) mengalami nyeri ringan. Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Nyeri Kepala Pada Pasien Lansia dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan : Adanya Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Nyeri kepala Pada Pasien Lansia di Puskesmas Kecamatan Kedungwaringin.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang akseptor KB Hormonal merencanakan salah satu metode yang di pilih oleh akseptor untuk mengatur kehamilan, namun salah satu efek samping yang sering dikeluhkan adalah kenaikan berat badan. Untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan harus diketahui beberapa faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kenaikan berat badan perubahan ini dapat mempengaruhi konsep diri yang mencerminkan bagaimana individu memandang, menilai dan menerima dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Selatan. yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rumus slovin dengan jumlah 40 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kb hormonal yang memiliki kenaikan berat badan di pmb listianingsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kenaikan berat badan dan konsep diri.
Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya Hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tamun Selatan kabupaten Bekasi dengan nilai p-value 0,002 dan adanya hubungan kenaikan berat badan dengan konsep diri akseptor kb hormonal di pmb listianningsih tambun Selatan kabupaten Bekasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Ada hubungan yang signifikan antara Kenaikan Berat Badan dengan Konsep Diri Akseptor KB di PMB Listianingsih Tambun Selatan Kabupaten Bekasi yang ditandai dengan nilai p = 0,002 < α = 0,05.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit kronis yang memengaruhi kualitas hidup penderita, di mana dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat berperan penting untuk peningkatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita DMT2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara melalui teknik cross-sectional sejumlah 49 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner HDFSS (dukungan keluarga), MARS-5 (kepatuhan minum obat), dan DQOL (kualitas hidup), lalu dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (p < 0,000 dan p < 0,004), di mana pasien dengan dukungan rendah berisiko 2,6 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah (PR 2.602, CI 1.062-6.373), sedangkan pasien dengan tingkat kepatuhan rendah mempunyai peluang 3,7 kali lebih tinggi (PR 3,733, CI 0,683-20,419). Dukungan keluarga yang lebih tinggi hingga kepatuhan dalam mengonsumsi obat ikut serta dalam peningkatan kualitas hidup penderita DMT2. Dengan ini, hasil penelitian bisa menjadi referensi bagi tenaga kesehatan untuk merancang intervensi berbasis keluarga guna meningkatkan kualitas hidup pasien DMT2 melalui peningkatan dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap pengobatan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Stres kerja adalah sebuah faktor yang bisa sangat berdampak pada kinerja perawat, terutama di lingkungan dengan tingkat stres tinggi seperti IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak. Karena perawat mempunyai peran krusial dalam pelayanan kesehatan, performa mereka menjadi sangat penting untuk dikaji guna menjaga hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat yang bertugas di IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak. Studi ini menerapkan metode korelasional melalui pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan tanggal Desember 2024. Sekitar 41 perawat yang bekerja di ketiga unit ini dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lalu dsta dikumpulkan melalui kuesioner stres kerja dan kinerja perawat, kemudian dianalisis dengan uji Gamma. Dari penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas perawat mengalami stres kerja dalam kategori ringan, yakni sejumlah 22 orang (53,7%). Sedangkan, kinerja perawat sebagian besar tergolong baik, sejumlah 30 responden (73,2%). Analisis statistik menghasilkan nilai Gamma senilai -0,649, mengindikasikan hubungan sedang hingga kuat. Selain itu, nilai p-value senilai 0,030, lebih rendah dari tingkat signifikansi 0,05, memperlihatkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa stres kerja terdapat hubungan signifikan dengan kinerja perawat di IGD, ICU, dan ruang rawat inap anak.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: “Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur terhadap tekanan darah lansia hipertensi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi Jawa Barat tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, one group pretest-posttest dan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 30 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan merendam kaki menggunakan air hangat bersuhu 38-40°C yang dicampur dengan 15 gram garam dan 100 gram kencur selama 10-20 menit setiap hari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sesudah intervensi. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,001 dimana p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi. Kesimpulan: Pada penelitian ini adalah bahwa terapi rendam kaki air hangat campuran garam dan kencur efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Disarankan untuk peneliti selanjutnya ini dapat dijadikan referensi dan untuk peneliti selanjutnya dapat menunjukkan perubahan dalam manajemen untuk hasil yang lebih efektif.”
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Lansia terbagi menjadi 4, yaitu orang paruh baya yang berusia 45 - 59 tahun, lanjut usia berusia 60 - 74 tahun, orang berusia 75 - 90 tahun, orang sangat tua berusia 90 tahun ke atas. Pada masa penuaan terjadilah perubahan-perubahan seperti perubahan fisik, psikososial, kognitif dan fungsional. Menurut WHO pada 2015, sebanyak 35,6 juta orang tua di seluruh dunia menderita gangguan kognitif. Tujuan : Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan agar mengetahui pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Metode : Penelitian ini mempergunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Responden menerima perlakuan, lalu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Sampel penelitian yakni lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Hasil : Hasil penelitian Uji Wilcoxon didapatkan ada pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan p-value 0,001. Saran : Bermain puzzle dapat menjadi terapi nonfarmakologi yang efektif untuk lansia dengan masalah kognitif, membantu mereka memperbaiki fungsi kognitif dan mencegah penurunan lebih lanjut.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan