Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

1.876 karya publik ditemukan.

2026: 1692025: 1672024: 2742023: 5102022: 1482021: 3172020: 782019: 154

Monitoring Evaluasi Efek Samping Obat Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Hipertensi adalah penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan terapi jangka panjang. Obat antihipertensi berisiko menimbulkan Efek Samping Obat (ESO) yang dapat memengaruhi kepatuhan dan kualitas terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dugaan ESO pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, meliputi obat penyebab, manifestasi, penanganan, riwayat, dan kesudahannya. Metode: Penelitian menggunakan desain non eksperimental deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi periode Januari–Desember 2024, dengan sampel sebanyak 20 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dari rekam medis kemudian dianalisis secara deskriptif univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien dan distribusi ESO. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ESO paling banyak dikaitkan dengan Amlodipin (40%), diikuti Ramipril (15%), Spironolactone (15%), Lisinopril (10%), dan Captopril (10%). Manifestasi ESO yang sering muncul adalah pusing dan sakit kepala (35%), diikuti keluhan sesak napas, nyeri dada, batuk, dan reaksi kulit. Sebagian besar pasien (80%) tidak diberikan terapi tambahan untuk mengatasi ESO, sementara sebagian kecil memperoleh Paracetamol (15%) atau Ondansetron (5%). Riwayat ESO sebelumnya hanya ditemukan pada 20% pasien, dan seluruh kasus (100%) dinyatakan sembuh. Simpulan: Amlodipin merupakan obat yang paling sering dikaitkan dengan ESO pada pasien hipertensi di rumah sakit ini. Monitoring efek samping obat perlu ditingkatkan melalui pencatatan.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Kepatuhan Terhadap Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cabang Bungin

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Tuberkulosis disebut juga TB, merupakan penyakit yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis sering terjadi akibat masukya bakteri ke dalam jaringan paru-paru melalui udara sehingga menimbulkan penyakit yang disebut tuberkulosis primer. Tujuan : Untuk mengetahui deskripsi hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap kualitas hidup pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Cabang Bungin. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik observasional yang dilakukan secara cross-sectional dengan pengambilan data secara prospektif pada periode Juni-Juli tahun 2025 di Puskesmas Cabang Bungin. Hasil : penelitian berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Cabang Bungin, dari 52 responden yang bersedia berpartisipasi, paling banyak responden berjenis kelamin laki-laki (55,8%), usia palimg banyak antara 26-35 tahun (28,8%), paling banyak memiliki tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) (55,8%), responden paling banyak bekerja (73,1%), responden paling banyak yang telah memasuki fase lanjutan pengobatan (61,5%) dan responden paling banyak dalam kategori 1 (pasien baru) (86,5%). Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan paling banyak yaitu 40 responden (76,9%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sementara 5 responden (9,6%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan 7 responden (13,5%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kepatuhan sebanyak 25 responden (48,1%), memiliki tingkat kepatuhan yang baik, 8 responden (15,4%) memiliki tingkat kepatuhan yang cukup, dan 19 responden (36,5%) menunjukkan tingkat kepatuhan yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Cabang Bungin, dari 52 responden yang berpartisipasi, sebagian besar yaitu 46 responden (88,5%), memiliki tingkat kualitas hidup tinggi, 6 responden (11,5%) memiliki tingkat kualitas hidup rendah. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Cabang Bungin, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan dengan nilai p=0,048 (p<α). Sedangkan terdapat tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan terhadap kualitas hidup dengan nilai p=0,255. Dan terdapat adanya hubungan antara tingkat kepatuhan terhadap kualitas hidup dengan nilai p=0,026.

Aktivitas Antibakteri Deodorant Spary Ekstrak Terpurifikasi Kombinasi Daun Jambu Air dan Daun Mangga Terhadap Staphylococcus Aureus dan Pseudomonas Aeruginosa

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keringat berlebih dapat menimbulkan masalah bau badan karena bercampur dengan metabolisme bakteri di kulit seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, fenol, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya penghambatan antibakteri pada ekstrak serta sediaan deodorant spray dengan kombinasi ekstrak terpurifikasi daun jambu air dan daun mangga pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dan formula sediaan deodorant spray dengan konsentrasi 5% (F1), 7,5% (F2), dan 10% (F3) melalui metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan zona hambat ekstrak terhadap Staphylococcus aureus berurutan yaitu 8,24±0,09 mm, 12,34±0,12 mm, dan 10,31±0,06 mm dan pada Pseudomonas aeruginosa yaitu 7,25±0,15 mm, 8,36±0,13 mm, dan 7,36±1,00 mm. Zona hambat sediaan deodorant spray terhadap Staphylococcus aureus sebesar F1 10,32±0,09 mm, F2 11,64±0,10 mm, dan F3 13,70±0,09 mm, terhadap Pseudomonas aeruginosa yaitu F1 7,34±0,12 mm, F2 9,32±0,09 mm, dan F3 10,68±0,05 mm. Kesimpulan daya hambat ekstrak kombinasi terbaik pada 1:2 yaitu 8,36±0,13 dan 12,34±0,12 mm, dan deodorant spray pada formula F3 13,70±0,09 dan 10,68±0,05 dalam kategori kuat.

Hubungan Kejadian Hipotermi Dengan Nadi dan Tekanan Darah Pasca Operasi di Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Periode pemulihan setelah operasi dikenal sebagai waktu dengan resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi di recovery room. Hipotermi adalah komplikasi pasca anestesi yang sering ditemukan di ruang recovery room, baik general anestesi maupun spinal anestesi. Hipotermi pasca operasi memiliki dampak signifikan pada hemodinamik, terutama terkait perubahan tekanan darah dan respons kardiovaskular pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan kejadian hipotermi dengan nadi dan tekanan darah pasca operasi di recovery room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif non exsperimental dengan metode korelasi dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 50 responden. Data dianalisis menggunakan spearman rank. Instrument penelitian berupa pendekatan studi observational analytic dengan pendekatan (cross sectional). Hasil: Berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 38 orang (76%), berdasarkan lama operasi sebagian besar responden menjalankan operasi dengan durasi sedang 1-3 jam sebanyak 44 orang (88%), berdasarkan suhu ruangan kamar operasi sebagian besar responden menjalani operasi dengan suhu ruangan normal 18-24 18-24°C yaitu 36 orang (72%), berdasarkan jenis anestesi sebagian besar responden menjalani pembedahan dengan General anestesi yaitu dilakukan sebanyak 33orang (66%), berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 32 orang (64%), brdasarkan sebagian besar usia responden dewasa awal sebanyak 12 orang (24%). Pada uji statistic spearman rank diperoleh nilai Signifikansi 0.000. Kesimpulan: Ada hubungan kejadian hipotermi dengan nadi dan tekanan darah di recovery room pasca operasi RSUD Kabupaten Bekasi.

Analisis Perbedaan Nilai SPF dan Aktivitas Antioksidan Antara Ekstrak Terpurifikasi dan Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti penuaan dini dan kanker kulit. Tanaman jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan vitamin C yang berpotensi sebagai fotoprotektor dan antioksidan alami. Proses purifikasi ekstrak dilakukan untuk meningkatkan kadar senyawa aktif yang berkontribusi terhadap efektivitas perlindungan tersebut. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai Sun Protection Factor (SPF) dan aktivitas antioksidan (IC₅₀) antara ekstrak terpurifikasi dan ekstrak kental daun jambu air. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental in vitro dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian nilai SPF dilakukan dengan metode Mansur menggunakan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA melalui SPSS. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10.000 ppm, ekstrak terpurifikasi memiliki nilai SPF 43,98 ± 0,559, sedangkan ekstrak kental 28,00 ± 0,409. Aktivitas antioksidan keduanya tergolong sangat kuat, dengan nilai IC₅₀ masing-masing 1,518 µg/mL dan 3,893 µg/mL.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat dan Luaran Klinis Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Setu 1 Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya di wilayah industri seperti Kabupaten Bekasi. Pengetahuan pasien terhadap penyakit hipertensi memengaruhi kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan keberhasilan terapi yang diukur melalui luaran klinis berupa ketercapaian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan luaran klinis pada pasien hipertensi di Puskesmas Setu 1 Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 91 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner HK-LS untuk menilai pengetahuan, MMAS-8 untuk kepatuhan, serta data rekam medis untuk luaran klinis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,009) dan luaran klinis tekanan darah (p = 0,003). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien, maka semakin tinggi pula kepatuhan terhadap pengobatan dan keberhasilan pencapaian tekanan darah sesuai target.

Hubungan Kepatuhan Terhadap Terapi Antidipertensi Dengan Risiko Kardiovaskular Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dicegah melalui pengelolaan tekanan darah dan kepatuhan terapi. Namun, hubungan keduanya belum konsisten. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Metode: Penelitian analitik kuantitatif cross-sectional pada 85 pasien hipertensi usia 40-79 tahun yang dipilih secara purposive. Kepatuhan diukur dengan kuesioner MARS-5 dan MPR, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan skor ASCVD. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji linearitas. Hasil: Mayoritas pasien memiliki kepatuhan tinggi (MARS-5 = 91,8%; MPR = 76,5%) dan risiko kardiovaskular rendah (64,7%). Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan dengan risiko kardiovaskular (MARS-5 p = 0,041; MPR p = 0,049). Kesimpulan: Kepatuhan tinggi berhubungan dengan risiko kardiovaskular lebih rendah, terutama berdasarkan MARS-5. Edukasi berkelanjutan dan pemantauan rutin diperlukan untuk menjaga kepatuhan serta mencegah komplikasi.

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh Balai POM Bogor

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Balai POM Bogor memiliki tugas melakukan pengawasan post-market guna menjamin bahwa produk kosmetik yang beredar aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada di kuadran I (agresif), yaitu situasi yang mendukung penerapan strategi pengembangan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan peluang eksternal yang tersedia. Tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Terhadap Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Telaga Murni Kecamatan Cikarang Barat

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan tingkat kejadian yang tinggi terutama di wilayah Jawa Barat. Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan terhadap keberhasilan pengobatan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 pasien Tuberkulosis Paru yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, kuesioner kepatuhan MMAS-8, dan data rekam medis mengenai status keberhasilan pengobatan. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (90%) dan tingkat kepatuhan rendah (85%). Keberhasilan pengobatan tercapai pada (12,5%) pasien. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,827) dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,365).

Evaluasi Farmakovigilans Terhadap Pengobatan Hipertensi Pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah salah satu penyakit jangka panjang yang umum di Indonesia dan dapat menyebabkan masalah serius pada jantung dan pembuluh darah. Pengobatan hipertensi biasanya melibatkan penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu lama, yang dapat menyebabkan reaksi negatif terhadap obat (ADR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kejadian farmakovigilans terkait pengobatan hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-analitik melalui accidental sampling pada 61 pasien hipertensi antara Januari hingga April 2025. Informasi diperoleh melalui rekam medis dan lembar Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok obat yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) amlodipin (75%), diikuti oleh kombinasi CCB+CCB (12,5%), CCB+Diuretik (3,13%), ACEI (3,13%), dan ARB (3,13%). Efek samping yang dilaporkan meliputi pusing, mual, dan sesak napas (40,6%), nyeri di dada (25%), kesulitan bernapas (3,1%), serta rasa lelah yang berlebihan (31,2%). Evaluasi farmakovigilans menyatakan bahwa sebagian besar ADR termasuk dalam kategori "kemungkinan besar" menurut skala Naranjo.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat dan Luaran Klinis Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Pengetahuan pasien tentang penyakit dan pengobatannya diyakini berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat serta luaran klinis. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan luaran klinis pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain potong lintang (Cross-sectional) pada 51 pasien hipertensi yang menjalani terapi minimal 3 bulan, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner HK-LS untuk pengetahuan, MMAS-8 untuk kepatuhan, serta rekam medis untuk luaran klinis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Correlation Pearson. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (70,59%), namun kepatuhan rendah (47,06%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p=0,039), tetapi tidak dengan luaran klinis (p=0,733). Kesimpulan: Pengetahuan tinggi berhubungan dengan kepatuhan, namun tidak selalu menghasilkan luaran klinis optimal, sehingga faktor lain perlu dipertimbangkan dalam manajemen hipertensi.

Uji Aktivitas Antibakteri Face Mist Ekstrak Kombinasi Daun Jambu Air dan Daun Mangga Terhadap Propionibacterium Acnes Dengan Metode Dilusi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jerawat merupakan peradangan kulit yang salah satunya disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Alternatif penggunaan bahan alam sebagai antibakteri dinilai lebih aman dibandingkan antibiotik sintetis. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak kombinasi kedua daun dalam bentuk sediaan face mist terhadap P. acnes dengan metode dilusi. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70% kemudian diformulasikan menjadi face mist dengan konsentrasi 3%, 5%, 7%, dan 10%. Uji meliputi Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), serta evaluasi fisik sediaan. Hasil menunjukkan ekstrak kombinasi memiliki KHM pada 5% dan KBM pada 7%. Sediaan face mist memenuhi syarat fisik (pH, homogenitas, viskositas, bobot jenis, daya semprot) dan menunjukkan aktivitas antibakteri optimal pada konsentrasi 7%. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga berpotensi dikembangkan sebagai face mist antibakteri alami untuk pencegahan jerawat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Perawat Terhadap Kejadian Adverse Drug Reaction di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan angka kesakitan, mortalitas, dan beban biaya perawatan. Pengetahuan perawat berperan penting dalam mendeteksi serta melaporkan ADR secara tepat. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan perawat terhadap kejadian ADR di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 58 perawat ruang rawat inap yang dipilih melalui total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan tinggi mengenai ADR (79,3%), sedang (19%), dan rendah (1,7%). Dari variabel yang diteliti, hanya tingkat pendidikan yang menunjukkan hubungan signifikan dengan pengetahuan perawat (p = 0,030). Variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Kesimpulan: Tingkat pendidikan merupakan faktor utama yang memengaruhi pengetahuan perawat terhadap ADR. Diperlukan strategi edukasi dan pelatihan berbasis peningkatan kompetensi untuk meningkatkan kesiapsiagaan perawat dalam menangani ADR.

Pengembangan Sediaan Nutrasetikal Tablet Effervescent Umbi Bit (Beta vulgaris L) Kombinasi Apel Hijau (Malus sylvestris Mill) Sebagai Antianemia

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh. Salah satu solusi untuk mengatasi anemia adalah dengan menggunakan tablet effervescent yang mengandung bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan tablet effervescent dengan kombinasi umbi bit (Beta vulgaris L.) dan apel hijau (Malus sylvestris Mill) sebagai solusi alami untuk mengatasi anemia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji efektivitas tablet effervescent dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada tikus yang diinduksi anemia dengan menggunakan phenylhydrazine. Umbi bit dan apel hijau digunakan karena kandungan zat besi dan vitamin C-nya yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Formula tablet effervescent yang diuji terdiri dari tiga variasi, yaitu Formula I, Formula II, dan Formula III, dengan konsentrasi serbuk yang berbeda. Hasil uji menunjukkan bahwa Formula III, yang mengandung 300 mg umbi bit dan 600 mg apel hijau, memberikan peningkatan kadar hemoglobin tertinggi. Evaluasi uji hedonik terhadap rasa, warna, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan menunjukkan bahwa Formula III juga paling disukai oleh responden, menandakan bahwa formulasi tersebut tidak hanya efektif secara farmakologis, tetapi juga diterima secara organoleptik.

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keamanan Pangan Dengan Personal Hygiene Pada Pedagang Jajanan di Desa Pasir Gombong

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Keamanan pangan merupakan upaya mencegah makanan dari cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi masalah global, termasuk di Indonesia, seperti kasus keracunan di Kabupaten Bekasi dan Cikarang. Hal ini menunjukkan jajanan masih berisiko kurang higienis. Banyak pedagang mengabaikan higiene karena keterbatasan informasi, modal, dan bimbingan, padahal pengetahuan serta sikap sangat berperan dalam menjaga personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pedagang jajanan di Desa Pasir Gombong sebagai dasar edukasi dalam meningkatkan kualitas jajanan yang aman bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian ini menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi - Square untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 1,000 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan dengan personal hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0, 170 (˂0.05) Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan pangan dengan personal hygiene. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, berusia dewasa madya, berpendidikan tinggi, memiliki pengalaman berdagang yang cukup lama, berpenghasilan menengah ke atas, serta sebagian besar belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan dan personal hygiene. Secara umum, responden memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene yang tergolong baik. Namun demikian, analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan maupun sikap keamanan pangan dengan perilaku personal hygiene (p > 0,05).

Hubungan Kejadian Hipotermi Dengan Waktu Pulih Sadar Pasca General Anestesi di Ruang Pemulihan RSUD Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

General anestesi adalah tindakan pembiusan yang ditandai dengan hilangnya kesadaran, nyeri, memori, dan relaksasi.Komplikasi yang paling sering muncul setelah tindakan anestesi salah satunya adalah hipotermi. Penyebabnya adalah karena saraf simpatis di block oleh obat anestesi sehingga terjadi vasodilatasi dan mengakibatkan terjadinya penurunan suhu tubuh atau hipotermi Tujuan peneliti: Tujuan Umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara hipotermi dengan waktu pulih sadar pasca general anestesi di ruang pemulihan RSUD Kabupaten Bekasi.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif uji Chi square.Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 36 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi.Data dianalisis menggunakan uji Chi square.Hasil: Berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki (55,6%),berdasarkan usia 17-25 tahun (33,3%) dan berdasarkan berat badan 44 – 55 kg (36,1%) dan 66-80 kg (36,1%). Berdasarkan suhu tubuh 33⁰-35⁰C (63.9%) berdasarkan waktu pulih sadar <15 menit sebanyak 16 orang (44,4) Uji perbedaan waktu pulih sadar dengan kejadian hipotermi didapatkan P-Value 0,001 <0,05.Kesimpulan: Ada hubungan waktu pulih sadar dengan hipotermi pada pasien pasca general anestesi di rumah sakit umum daerah kabupaten bekasi

Hubungan Pemberian Anestesi Spinal Levobupivacaine dengan Kejadian Hipotensi Pada Pasien Anestesi Spinal di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang:.Pembedahan merupakan prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka. Anestesi spinal adalah menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subarachnoid. Levobupivacaine isobarik 10 mg dianggap efektif untuk anestesi spinal dengan efek samping lebih sedikit dibandingkan bupivacaine, termasuk toksisitas yang lebih rendah. Penggunaan levobupivacaine juga dapat menyebabkan efek samping seperti hipotensi. Hipotensi yang tidak mendapatkan penanganan cepat dan tepat dapat menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran, aspirasi pulmonal, depresi pernapasan dan henti jantung. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hipotensi pasca anestesi spinal untuk meningkatkan keselamatan pasien selama prosedur pembedahan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemberian anestesi spinal levobupivacaine dengan kejadian hipotensi pada pasien yang menjalani anestesi spinal Metode: Ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross-sectional study. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dan didapatkan sebanyak 33 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi tanda dan gejala hipotensi pada pasien pre spinal dan lembar observasi anestesi.Analisis data menggunakan uji sperman Rank correlation Hasil: Mayoritas responden mengalami hipotensi sebanyak 21 responden (63,6%) dan mayoritas mengalami penurunan TD ≤ 20% yaitu sebanyak 21 orang (63.6%). Hasil dari analisis spearman rank didapatkan nilai (r) sebesar 0,045 dan p < 0,003 Kesimpulan: Terdapat hubungan siginifikan antara pemberian spinal anastesi levobupivacaine dengan kejadian hipotensi.

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Perawat Dalam Menghadapi Akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rumah sakit memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, baik sebagai tempat pelayanan, pendidikan tenaga kesehatan, maupun sebagai pusat rujukan dan penelitian. Oleh karena itu, untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien, rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan tertentu yang salah satunya diwujudkan melalui proses akreditasi. Motivasi perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta dalam menghadapi akreditasi mengalami demotivasi yaitu tidak memiliki dorongan kuat untuk melakukan sesuatu dan mengakibatkan menjadi kurang atau bahkan tidak bersemangat seperti kehilangan arah, beberapa perawat yang melakukan akreditasi melakukannya dengan setengah hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat dalam menghadapi akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini dilakukan 30 juni – 11 Agustus 2025 di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta yang berjumlah 378 orang dan sampel 86 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara gaji atau tunjangan (p value = 0.000), tanggung jawab (p value = 0.000), hubungan interpersonal (p value = 0.000). Variabel yang tidak berhubungan pengawasan (p value = 1.000), prestasi (p value = 0.470), potensi pengembangan individu (p value = 1.000). Terdapat hubungan antara gaji atau tunjangan, tanggung jawab, hubungan interpersonal. Sedangkan pengaawasan, prestasi dan pengembangan potensi individu tidak berhubungan.