Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

1.883 karya publik ditemukan.

2026: 1762025: 1672024: 2742023: 5102022: 1482021: 3172020: 782019: 154

Pengaruh Edukasi Personal Hygiene Dengan Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kebersihan Menstruasi Pada Remaja Putri SMP Negeri 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan diperoleh melalui proses kognitif dan berperan penting dalam membentuk perilaku terkait kebersihan diri, termasuk saat menstruasi. Remaja putri perlu memahaminya sejak dini sebagai langkah persiapan. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran kemih dan keputihan. Edukasi menggunakan media yang menarik seperti video dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kebersihan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi personal hygiene menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Muaragembong, Kabupaten Bekasi, tahun 2025. Jenis penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 76 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah edukasi personal hygiene menggunakan media video, sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan kebersihan menstruasi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Sebelum intervensi edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (75%). Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat ke kategori “baik” (84,2%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi personal hygiene menggunakan video terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan menstruasi. Kesimpulan: Edukasi personal hygiene melalui media video secara signifikan meningkatkan pengetahuan kebersihan menstruasi pada remaja putri. Media video dapat digunakan sebagai metode alternatif edukasi kesehatan reproduksi di sekolah, idealnya sebelum remaja mengalami menarce. Sekolah diharapkan rutin memberikan edukasi kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan menstruasi, melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, atau kerja sama dengan tenaga kesehatan. Remaja putri juga didorong untuk lebih proaktif mencari informasi serta menerapkan kebersihan menstruasi sejak sebelum menarke guna mencegah infeksi. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak sekolah, menambahkan kelompok kontrol, serta menilai aspek pengetahuan, sikap, perilaku, dan retensi jangka panjang.

Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Keputihan di TPMB Ira Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur (WUS). Kurangnya pengetahuan dalam membedakan keputihan normal dan abnormal dapat meningkatkan risiko infeksi. Di Kabupaten Bekasi, prevalensi keputihan pada WUS mencapai 29,48% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan wanita uisa subur tentang keputihan di TPMB Ira Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest pada 57 responden yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan responden setelah intervensi (p = 0,000), dengan mayoritas responden sebelum intervensi berada pada kategori cukup (61,4%) dan kurang (36,8%), sedangkan setelah intervensi seluruh responden (100%) masuk kategori baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media audio visual efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia subur mengenai keputihan dan dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi kesehatan reproduksi.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Akseptor KB Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kampung Teluk Ambulu Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan salah satu upaya efektif untuk menekan angka kelahiran, namun masih rendahnya pengetahuan akseptor KB menyebabkan pemilihan MKJP belum optimal. Media video sebagai salah satu media edukasi diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan akseptor KB mengenai MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video terhadap pengetahuan akseptor KB tentang MKJP di Kampung Teluk Ambulu Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 79 responden yang dipilih dengan Teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan MKJP yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan melalui media video. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Pengetahuan akseptor KB sebelum intervensi sebagian besar berada pada kategori kurang dengan rata-rata nilai 22,95%. Setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media video, pengetahuan responden meningkat menjadi 83,42%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media video berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan akseptor KB tentang metode kontrasepsi jangka panjang. media video dapat dijadikan salah satu alternatif metode penyuluhan yang efektif dan menarik untuk meningkatkan pengetahuan serta mendukung program keluarga berencana.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dalam Menghadapi Kesiapan Menarche Pada Remaja Putri di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Menarche merupakan tanda awal kedewasaan reproduksi pada perempuan yang seringkali menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan dalam menghadapi kesiapan menarche pada remaja putri. Subyek dan Metode : Sampel penelitian ini seluruh siswi kelas IV dan V di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sebanyak 83 orang dengan teknik Purposive. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest Instrumen ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang menarche dengan media audio visual. Hasil :Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum diberikan intervensi yaitu sebanyak 28,9% siswi memiliki pengetahuan kurang, 66,3% siswi pengetahuan cukup, dan 4,8% siswi pengetahuan baik. Setelah diberikan intervensi, 95,2% siswi memiliki pengetahuan baik dan 4,8% meiliki pengetahuan cukup. Analisis data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test, yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual (p = 0,000). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi kesiapan menarche. Disarankan pihak sekolah agar dapat menfasilitasi pembelajaran dengan pendidikan kesehatan dengan media audio visual tentang kesehatan reproduksi mengenai menarche secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan khususnya pada remaja putri melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur yaitu infertile, endometriosis, dan gangguan psikologis. Infertile dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur sehingga mengakibatkan ovulasi terganggu dan dapat terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang punya pengaruh besar terhadap ovulasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Muara Gembong. Metode : Penelitian ini mengadopsi metode analitik kuantitatif dengan Rancangan penelitian ini adalah crossectional, Populasi penelitian ini sebanyak 76, sampel penelitian sebanyak 76 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi yang di dapatkan nilai untuk faktor usia : p-value = 0,001, tingkat stress : p-value = 0,003, aktivitas fisik : p-value = 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan dari ketiga faktor tersebut, Kesimpulan : Faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik termasuk dalam faktor-faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi, yang Dimana para remaja putri di harapakan untuk menjaga stabilitas dari segi tingkat stress dan aktivitas fisik agar mengurangi potensi mengalami gangguan siklus menstruasi.

Pengaruh Kompres Air Hangat Terhadap (Dysmenorrhea) Pada Remaja Putri Kelas X & XI di SMA IT Nurul Fajri Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu gangguan yang umum dialami oleh remaja putri saat menstruasi dan dapat berdampak pada aktivitas, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore umumnya dilakukan dengan obat pereda nyeri, namun penggunaan metode non-farmakologis seperti kompres air hangat menjadi alternatif yang aman, murah, dan minim efek samping. Kompres hangat memberikan kehangatan untuk kenyamanan dan mengurangi rasa sakit atau kram otot. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri haid (dismenore) pada remaja putri kelas 10 & 11 di SMAIT Nurul Fajri. Metode: Menerapkan metode kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian kompres air hangat pada perut bawah dilakukan selama 15–20 menit. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata usia responden adalah 15,90 tahun dengan rentang usia 15–17 tahun. Skor nyeri sebelum perlakuan memiliki nilai rata-rata 4,87 (kategori nyeri sedang), dan setelah perlakuan turun menjadi 2,20 (kategori nyeri ringan). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompres air hangat terhadap penurunan nyeri haid. Kesimpulan: Kompres air hangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Metode ini dapat dijadikan alternatif penanganan non-farmakologis yang aman dan praktis untuk mengurangi dismenore.

Pengaruh Konseling MPASI Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Pada Bayi Usia 6-12 Tahun di Posyandu Karang Sari Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6–12 bulan. MPASI harus diberikan sesuai waktu, jenis, tekstur, dan porsi yang dianjurkan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal. Namun, kenyataannya masih banyak ibu yang memiliki pengetahuan kurang mengenai praktik pemberian MPASI, sehingga berisiko menimbulkan masalah gizi maupun hambatan tumbuh kembang anak. Upaya edukasi melalui konseling kesehatan di posyandu diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian MPASI yang benar. Tujuan: Menganalisis pengaruh konseling MPASI terhadap pengetahuan ibu dalam memberikan MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Karang Sari 9, Cikarang Timur, pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berjumlah 20 item. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebelum diberikan konseling, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (46,6%) dan kurang (36,7%). Setelah konseling, terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 66,7% responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,684 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konseling MPASI terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Kesimpulan: Konseling MPASI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukasi dalam program posyandu untuk mendukung praktik pemberian MPASI yang tepat.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menopause merupakan fase alamiah yang akan dialami oleh semua Wanita biasanya terjadi diatas usia 45-55 tahun. Menopause ini adalah dalam fase peralihan menuju masa non produktif dari masa produktif, dengan berhentinya menstruasi seorang wanita merupakan suatu tanda yang akan mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita ( Widaningsih,I., 2022). Data WHO bahwa sekitar 1,2 milyar wanita berusia diatas 50 tahun pada 2030 yang akan datang, di Asia ada peningkatan Wanita menopause sebanyak 373 juta jiwa. Kualitas hidup atau quality of life (QOL) setiap wanita berbeda-beda.Tujuan penelitian Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi. Populasi 60 responden dan jumlah sampel 60 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan Total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner MENQOL (Menopause Spesific Quality of Life Questionare), serta lembar kuesioner untuk dukungan suami dan dukungan teman sebaya dan kuesioner aktivitas fisik. Analisis yang digunakan uji Chi Square dilanjutkan dengan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian ini berdasarkan uji Chi-Square dengan SPSS ada hubungan pendidikan dengan kualitas hidup P=0,00, OR 3,923, Ada hubungan Dukungan Suami dengan kualitas hidup P=0,00, OR ,043, ada hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan kualitas hidup P=0,00, OR 20,000, ada hubungan Aktivitas Fisik dengan kualitas hidup P=0,00, OR 53,833 dengan kualitas hidup.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan, dukungan suami, dukungan teman sebaya, aktivitas fisik dengan kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa karang Asih Kec.Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Saran ibu menopause perlu meningkatkan kesehatan dan dukungan sosial, sementar tenaga kesehatan diharapkan memperkuat edukasi serta penelitian selanjutnya diperluas agar lebih komprehensif.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian ASI Ekslusif 0-6 Bulan di Desa Kedungjeruk Kabupaten Karawang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi. Namun, angka cakupan ASI eksklusif masih rendah di beberapa wilayah. Perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, sikap, dan dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi. Metode: Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, sikap, sumber informasi, dan dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pemberian ASI eksklusif. Hasil: Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan pemberian ASI eksklusif. Univariat menunjukkan mayoritas responden memberikan ASI eksklusif (75,0%), berpendidikan > SMA (67,5%), tidak bekerja (70,0%), memiliki pengetahuan baik (73,8%), bersikap positif (76,3%), mendapat dukungan keluarga (71,3%), dan terpapar sumber informasi (67,5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0,010), pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,015), dukungan keluarga (p=0,005), serta sumber informasi (p=0,025) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi. Upaya peningkatan ASI eksklusif perlu difokuskan pada peningkatan edukasi, penyediaan informasi, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pengaruh Kombinasi Pijat Breast Care dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun, pada masa postpartum masih banyak ibu yang mengalami kendala berupa rendahnya produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pijat breast care dan pijat oksitosin, yang bekerja merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan pretest–posttest dalam masing-masing kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil: Sebelum intervensi, produksi ASI pada kelompok kontrol didominasi kategori rendah–sedang, sedangkan kelompok eksperimen pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya sedikit meningkat (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan dalam kedua kelompok (kontrol: peningkatan rata-rata –1,000; p = 0,006, eksperimen: peningkatan rata-rata –4,733; p = 0,000). Uji Independent Samples t-test menghasilkan selisih rata-rata 5,267 (p < 0,001), menegaskan adanya perbedaan signifikan produksi ASI antara kedua kelompok. Kesimpulan: penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.

Efektivitas Terapi Herbal Qing Fei Pai Du Tang Terhadap Nyeri Sendi Dengan Diagnosis Sindrom Lembab-Dingin (Han Shi Zheng) di Pusat Terapi BSM Jakarta

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keluhan nyeri sendi yang muncul setelah infeksi COVID-19 merupakan bagian dari gejala lanjutan atau Long COVID yang umum dialami oleh para penyintas. Dalam pandangan Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini diklasifikasikan sebagai sindrom Han Shi Zheng (lembab dingin), yang dicirikan oleh kekakuan sendi, rasa nyeri yang hebat, dan gejala yang memburuk saat cuaca lembap atau dingin. Qing Fei Pai Du Tang (QFPDT) adalah ramuan herbal klasik yang digunakan untuk mengusir patogen dingin dan lembap, melancarkan peredaran Qi dan Xue (darah), serta menghangatkan meridian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan formula tersebut dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada pasien dengan diagnosis Han Shi Zheng. Desain penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan pendekatan one group pre-post test yang melibatkan 30 pasien di Pusat Terapi BSM Jakarta. Subjek menerima herbal Qing Fei Pai Du Tang dengan dosis 6 gram per hari selama tujuh hari. Evaluasi dilakukan dengan skala nyeri VAS, wawancara terstruktur, dan observasi lidah sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor VAS sebesar 3,1 poin dan 80% responden menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan. Perubahan warna lidah dari pucat atau ungu menjadi merah muda mencerminkan perbaikan peredaran Qi dan pengurangan faktor lembab patologis. Tidak ditemukan efek samping serius. Dengan demikian, Qing Fei Pai Du Tang terbukti efektif secara klinis dalam membantu pemulihan nyeri sendi pada kasus sindrom Han Shi Zheng.

Pengaruh Terapi Tui Na Terhadap Perubahan Kembung di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Q1 Hati

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kembung merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya perasaan penuh, rasa tekanan, atau rasa tidak nyaman di perut yang bisa dikarenakan penumpukan gas dalam saluran pencernaan. Data dari World Gastroenterology Organisation (WGO) menunjukkan bahwa sekitar 16-30% populasi dunia mengalami gejala kembung secara teratur. Di Indonesia, survei kesehatan rumah tangga yang dilakukan pada tahun 2022 mencatat bahwa 20% responden mengeluhkan gejala kembung setidaknya satu kali dalam sebulan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan Kembung Di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Qi Hati. Metode: Penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan mei-juni 2025 di Living Clinic, Kota Medan, Sumatera Utara. Sampel berusia 20-60 tahun dengan terapi Tui Na 3 kali seminggu dengan jeda sehari selama 2 minggu. Tingkat kembung di ulu hati akan dievaluasi sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil: Berdasarkan uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value adalah 0,000. Karena nilai p-value < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, sehingga kesimpulannya adalah ada pengaruh terapi Tui Na terhadap perubahan kembung di ulu hati (epigastrium) akibat sindrom stagnasi qi hati. Kesimpulan: Terapi Tui Na memberikan pengaruh terhadap kadar Kembung di Ulu Hati (Epigastrium) Akibat Sindrom Stagnasi Qi Hati Di Living Clinic.

Pengaruh Pemberian Temulawak (Shu Gu Jiang Huang) Terhadap Nyeri Lambung Dengan Sindrom Panas Lambung di LKP Duan Mas

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Gangguan lambung dengan sindrom panas lambung merupakan keluhan pencernaan yang umum dijumpai dalam praktik klinis (World Gastroenterology Organization, 2021). Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) mengandung senyawa aktif seperti kurkuminoid, xanthorrhizol, dan seskuiterpen yang memiliki sifat antiinflamasi, gastroprotektif, antimikroba, dan analgesik (Ariyani et al., 2020; Riswanti et al., 2021). Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Temulawak (Shu Gu Jiang Huang) terhadap nyeri lambung dengan sindrom panas lambung. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pre-test post-test (Sugiyono, 2021). Sebanyak 30 pasien di LKP Daun Mas dipilih menggunakan teknik simple random sampling (Sugiyono, 2020). Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) (Notoatmodjo, 2020) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri yang signifikan (p = 0.000), dari sebagian besar kasus nyeri sedang sebelum intervensi (63,3%) menjadi nyeri ringan setelah intervensi (93,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa Shu Gu Jiang Huang efektif dalam mengurangi nyeri lambung yang berhubungan dengan sindrom panas lambung. Kesimpulan: Shu Gu Jiang Huang terbukti secara signifikan efektif dalam meredakan nyeri lambung pada pasien dengan sindrom panas lambung, sehingga mendukung penggunaannya sebagai bagian dari terapi integratif dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok.

Pengaruh Terapi Akupuntur Terhadap Nyeri Epigastrium Pada Penderita Gerd Sindrom Disharmoni Hati dan Lambung

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pada era modern ini kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit refluks asam lambung terus meningkat. Prevalensi GERD di dunia sebesar 8-33%. Prevalensi GERD di Indonesia bervariasi berada disekitaran 9,35%. Studi pada kelompok penderita dispesia yang melakukan pemeriksaan endoskopi menunjukan peningkatan prevalensi GERD 53%. GERD merupakan kondisi di mana asam lambung secara berulang naik ke esofagus, sehingga memunculkan gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, dan nyeri uluhati. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stres dan pola makan. Tujuan : Penelitan ini bertujuan untunk mengetahui pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri epigastrium pada penderita GERD sindrom disharmoni hati dan lambung. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Peneliti menggunakan Desain pre-test dan post-test serta intervensi tanpa terdapat kelompok pembanding dan efektiitas perlakuan diukur dengan membandingkan hasil post-test dengan pre-test. penelitian ini dilaksanakan sejak Mei 2025 hingga Juni 2025 dengan partisipan dengan keluhan nyeri epigastrium pada penderita sindrom disharmoni hati dan lambung di klinik P, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Intervensi terapi dengan penusukan jarum akupuntur selama 6 hari berturut-turut. Hasil : Rata-rata usia partisipan 33,8 tahun. Dengan status yang bekerja mayoritas sebanyak 23 orang, sedangkan yang tidak bekerja sebanyak 2 orang. Rata-rata skor skala nyeri sebelum terapi sebesar 7,96 dan rata-rata skor skala nyeri setelah terapi sebesar 2,2. Hasil uji Wilcoxon menunjukan p value 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Uji ukuran dampak dengan r sebesar -0,887 sehingga lebih mendekati -1 memeliki makna efek yang kuat. Kesimpulan : Pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri epigastrium pada penderita GERD sindrom disharmoni hati dan lambung menunjukan efek yang besar.

Efektivitas Kencur dan Kunyit Untuk Mengurangi Batuk Dengan Sindrom Dahak Lembab Pada Anak Secara TCM

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Batuk persisten dengan dahak lembab merupakan masalah kesehatan umum di daerah tropis seperti Indonesia, terkait faktor lingkungan dan infeksi saluran napas. Dalam pengobatan Tiongkok, kondisi ini dikenal sebagai sindrom dahak lembab, ditandai batuk berulang, produksi dahak berlebihan, nafsu makan menurun, serta lidah pucat/normal dengan lapisan putih. Penelitian ini mengevaluasi keamanan dan efektivitas kombinasi herbal Kencur dan Kunyit pada anak-anak dengan sindrom tersebut. Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi herbal Kencur dan Kunyit dalam mengurangi gejala batuk sindrom dahak lembab pada anak usia 2–17 tahun. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest melibatkan 22 anak usia 2-17 tahun yang dipilih secara purposif. Studi dilakukan di Klinik Griya Sehat Alami, Bekasi selama Maret-Juni 2025. Responden menerima terapi kombinasi Kencur (1-3g/hari) dan Kunyit (1-3g/hari) disesuaikan usia selama 7 hari. Evaluasi gejala sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi herbal ini berhasil meredakan gejala batuk, menurunkan frekuensi batuk, dan meningkatkan nafsu makan, tanpa laporan efek samping serius. Temuan ini menawarkan terapi yang aman dan efektif untuk batuk pada anak dengan sindrom dahak lembab. Kesimpulan: Hasil penelitian membuktikan ramuan Kencur dan Kunyit dengan takaran tepat bisa mengatasi batuk lembab dahak pada anak. Ramuan ini aman digunakan dan bisa menjadi pilihan pengobatan alami. Temuan ini memberikan solusi praktis untuk mengobati batuk berlendir pada anak dengan bahan alami yang minim efek samping.

Pengaruh Terapi Akunpuktur Terhadap Fungsi Gerak Pada Pasien Stroke Dengan Sindrom Hiperaktif Yang Hati

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stroke merupakan kondisi medis yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak, yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada jaringan otak dan gangguan fungsi tubuh, terutama fungsi gerak. Stroke dapat menyebabkan kelumpuhan atau gangguan motorik pada satu sisi tubuh (hemiparesis), kesulitan berbicara, dan penurunan kemampuan sensorik. Gangguan motorik yang terjadi setelah stroke adalah salah satu penyebab utama kecacatan pada pasien stroke dan memerlukan penanganan rehabilitasi untuk memperbaiki kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Akupunktur terhadap fungsi gerak pada pasien stroke dengan sindrom Hiperaktif Yang Hati. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan Quasi experimental design atau desain eksperimen semu, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 responden penelitian dari bulan maret-juni 2025 di , Kota Bekasi, Jawa Barat. Sampel berusia 41-75 tahun dengan terapi Akupunktur secara teratur 2 kali seminggu selama 8 kali. Hasil: Subjek penelitian ini terbanyak berada pada usia 46-50 tahun (4 responden = 20%) dan 66-70 tahun (4 responden = 20%), dan terendah pada usia 71-75 tahun (1 responden = 5 %). Distribusi frekuensi dari keseluruhan 20 responden penelitian menunjukkan bahwa skala gerak dari pasien sebelum diberikan perlakuan paling banyak pada skala 2 dengan persentase 55% (11 responden), lalu distribusi frekuensi skala gerak pada pasien stroke setelah diberikan perlakuan adalah paling banyak pada skala 4 dengan persentase sebesar 40% (8 responden) Kenaikan perubahan skala gerak pada pasien stroke sebelum dan setelah diberikan perlakuan mengalami kenaikan paling banyak pada skala angka 2 dengan persentase sebesar 45% (9 responden). Hasil dari uji normalitas dengan shapiro-wilk mendapatkan nilai pre-test 0,001 dan nilai post-test 0,001 berarti nilai signifikansi nilai <0.05, sehingga data diatas tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon . Hasil Uji Wilcoxon didapat hasil berupa nilai Z dari data skala gerak pada pasien stroke yang diberi perlakuan akupunktur memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 atau +0,001, yang artinya bahwa terdapat pengaruh pemberian perlakuan akupunktur terhadap perubahan skala gerak pada pasien stroke. Kesimpulan: Terapi Akupunktur memberikan pengaruh terhadap perubahan fungsi skala gerak pada pasien stroke dengan sindrom Hiperaktif Yang hati, dengan rata-rata skala gerak sebelum intervensi pada skala 2 dan skala gerak rata-rata setelah intervensi pada skala 4, maka terdapat perbedaan kenaikan skala perubahan sebesar skala 2 setelah diberikan intervensi.

Hubungan Kepatuhan Terhadap Terapi Antihipertensi Dengan Risiko Kardiovaskular Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Telaga Murni - Cikarang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang prevalensinya terus meningkat. Kepatuhan terhadap terapi antihipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 85 pasien hipertensi di Puskesmas Telaga Murni. Instrumen yang digunakan yaitu MARS-5 dan MPR untuk menilai kepatuhan, serta ASCVD Risk Estimator untuk menilai risiko kardiovaskular. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden memiliki kepatuhan baik (MARS-5: 91,8%; MPR: 75,3%) dan risiko ASCVD rendah (52,9%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan MPR dan risiko ASCVD (p=0,049), sedangkan kepatuhan MARS-5 juga menunjukkan nilai p=0,041. Namun, pada kedua pengukuran tidak ditemukan pola hubungan linier antara tingkat kepatuhan dan kategori risiko ASCVD. Kesimpulan: Kepatuhan pasien terhadap terapi antihipertensi belum terbukti berhubungan secara signifikan dengan risiko kardiovaskular. Diperlukan edukasi dan pemantauan berkala untuk menurunkan risiko secara menyeluruh.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu tantangan utama dalam bidang kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional, dan menjadi indikator penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Indonesia menempati posisi kedua terbanyak di dunia dalam jumlah kasus TBC setelah India, dengan estimasi 10,6 juta kasus secara global pada tahun 2022. Meskipun terdapat peningkatan pelaporan kasus selama pandemi COVID-19, tingkat keberhasilan pengobatan nasional pada tahun 2023 masih berada di angka 86,5%, di bawah target 90%. Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, termasuk Kabupaten Bekasi yang mencatat 13.515 kasus hingga Februari 2024, dan Kecamatan Cikarang Utara menjadi salah satu wilayah dengan kasus tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien TBC di Puskesmas Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian ini sebanyak 95 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil analisis korelasi antara variabel usia terhadap tingkat pengetahuan menunjukkan hasil p = 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai p < 0,05, sehingga ada hubungan antara usia terhadap tingkat pengetahuan pasien tuberkulosis paru. Pendidikan terhadap tingkat pengetahuan menunjukkan hasil p = 0,041, sehingga ada hubungan antara pendidikan terhadap tingkat pengetahuan pasien, kategori pengobatan terhadap tingkat pengetahuan menunjukkan hasil p = 0,028, sehingga ada hubungan antara kategori pengobatan terhadap tingkat pengetahuan pasien tuberkulosis paru. Hasil analisis korelasi antara variabel usia terhadap tingkat kepatuhan menunjukkan hasil p = 0,002, sehingga ada hubungan antara usia terhadap tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis paru. variabel tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan mendapatkan nilai p-value sebesar 0,337 dan nilai signifikan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,05.

Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan Teknik Anestesi Umum di RS Amanda Cikarang Selatan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Keadaan seseorang yang mengalami kecemasan pre operasi dapat diartikan sebagai perasaan takut atau gelisah yang ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, pernapasan cepat, sesak dada, serta ketegangan otot. Kecemasan pre operasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan hemodinamik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot yang tegang secara sistematis, sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasy eksperiment dengan desain pre and post test without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 33 responden dengan kriteria inklusi dan eklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar berusia 26 – 35 (33,3%) dengan jumlah 11 responden, jenis kelamin dengan jumlah 22 responden (66,7%) sebagian besar adalah perempuan, pengalaman pembedahan menunjukkan karakteristik responden sebagian besar belum pernah operasi sebanyak 20 responden (60,6%), dan berdasarkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi otot progresif lebih banyak responden mengalami cemas sedang (48,5%) dengan jumlah 16 responden, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif didapatkan hasil tingkat kecemasan responden sebagian besar menurun menjadi cemas ringan dengan jumlah 24 responden (72.7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum di RS Amanda Cikarang Selatan.