2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Tingkat cakupan imunisasi TT di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dan kurangnya informasi yang akurat serta masih adanya mitos mengenai efek samping vaksinasi menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, salah satunya melalui media buku saku yang bersifat praktis, informatif, dan mudah dipahami. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi tetanus toksoid di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 70 ibu hamil trimester 1 dan 2 yang menjalani pemeriksaan kehamilan di Klinik Rumah Sehat Keluarga selama bulan April–Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dimana semua ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden. pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi media buku saku. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,3%) memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, 35,7% dalam kategori kurang, dan hanya 10% dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi
menggunakan media buku saku, terjadi peningkatan yang signifikan: 85,7% responden menunjukkan pengetahuan baik, 14,3% cukup, dan tidak ada responden yang berada dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 61,64 sebelum intervensi menjadi 82,93 setelah intervensi,
dengan nilai p = 0,000 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku sangat efektif guna meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT. Buku saku dapat dijadikan media edukatif yang praktis dan efisien untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil terhadap imunisasi TT, Upaya peningkatan dukasi buku saku ini juga perlu dukungan keluarga, dan peran aktif dari tenaga kesehatan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keputihan adalah keluarnya cairan bukan darah dari vagina yang dapat bersifat fisiologis
maupun patologis. Kurangnya pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan area genital
menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya keputihan., sehingga perlu dicegah sejak
dini untuk menghindari dampak jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan
remaja putri mengenai keputihan. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen
dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Dilaksanakan di SMPN 5 Tambun Selatan
tahun 2025 pada 128 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner pretest dan posttest yang
mengukur tingkat pengetahuan tentang keputihan. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov
menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya
peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi melalui media Leaflet.
Sebelum diberikan edukasi, mayoritas responden memiliki rata-rata skor pengetahuan
responden adalah 59,41 dan Sesudah intervensi, rata-rata meningkat menjadi 84,69. Hasil uji
Wilcoxon Signed Rank menunjukkan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat
pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media
Leaflet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi menggunakan media Leaflet
efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang keputihan. Diharapkan media
ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi berkelanjutan dalam upaya promosi kesehatan
reproduksi remaja di lingkungan sekolah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan jumlah kasus mencapai 2,3 juta pada tahun 2020 dan diperkirakan bertambah hingga tahun 2040 (WHO). Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pencegahan, salah satunya melalui edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya pendidikan kesehatan dengan metode yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMK Jayabeka 01 Karawang Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 103 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest yang berisi 20 pertanyaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan setelah intervensi, dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 85 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 18 responden tidak mengalami perubahan, dan tidak ada yang mengalami penurunan. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori cukup (67%), namun setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi, sebagian besar (82,5%) berada pada kategori baik. Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukatif yang tepat dalam upaya deteksi dini kanker payudara pada remaja, serta direkomendasikan untuk diterapkan secara berkesinambungan di sekolah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Di Indonesia tahun 2022 tercatat 20.783 kasus IMS, menunjukkan masih tingginya prevalensi. Minimnya pengetahuan remaja menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya angka tersebut. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendidikan kesehatan dengan media cetak, seperti leaflet, yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov test, sedangkan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil univariat dan bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang infeksi menular seksual sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan rendah. Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan remaja. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan kesehatan dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Oleh karena itu, disarankan bagi petugas kesehatan agar dapat menggunakan media leaflet dalam melakukan pendidikan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu, termasuk salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada bulan Januari sampai bulan Desember 2024 angka kejadian kelahiran prematur di RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 100 kasus yang di akibatkan ketuban pecah dini (KPD), Preeklamsi/Eklamsi, usia lebih dari 40 tahun, paritas, kurangnya pengetahuan tentang komplikasi dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 318 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik sampling random sampling. Instrumen penelitian berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p=0,036), pendidikan (p= 0,003), usia (p=0,037), KPD (p=0,014), preeklamsi/eklamsi (p=0,041). Kesimpulan: Faktor paritas, pendidikan, usia, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi memiliki hubungan signifikan terhadap persalinan prematur. Upaya untuk meningkatan wawasan tentang faktor yang mempengaruhi persalinan prematur khususnya faktor dari ibu, meningkatan edukasi pemeriksaan hamil rutin, dukungan keluarga dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah persalinan prematur.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2016-2018 yaitu pada tahun 2016 sebesar 91,58%. Pada tahun 2017 cakupan imunisasi dasar lengkap mengalami penurunan 85,41%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan 57,95%. Data pada tahun 2019 cakupan imunisasi rutin di Indonesia masih dalam kategori kurang memuaskan, dimana cakupan Pentavalent-3 dan MR tidak mencapai 90% dari target. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik hubungan antara umur,pendidikan,paritas,ekonomi,partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional yang memiliki tujuan untuk untuk mengetahui umur, Pendidikan, paritas, ekonomi, partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Hasil dari uji pada hubungan antara umur dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, kemudian Pendidikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,016, hubungan paritas dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,055, hubungan ekonomi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, hubungan partisipasi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,016 dan hubungan dukungan keluarga dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,037. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa Sukajaya. Sedangkan faktor pendidikan memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa sukajaya karena nilai p value 0,016
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Status gizi dan perkembangan anak usia dini merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Balita dengan status gizi kurang memiliki risiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan, baik secara fisik maupun kognitif. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berperan penting dalam memantau kedua aspek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita usia 1–3 tahun di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square karena data berdistribusi tidak normal. Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (86%) dan perkembangan yang normal (90%). Balita dengan gizi kurang cenderung mengalami perkembangan meragukan atau menyimpang (71,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan balita. Terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah tahun 2025. Pemantauan gizi dan perkembangan secara berkala di posyandu sangat penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan asupan gizi anak, dan kader posyandu dapat meningkatkan edukasi tentang gizi dan stimulasi perkembangan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami.
Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan : HIV/AIDS di kalangan remaja telah menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama karena meningkatnya jumlah kasus pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi Tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya dan sumber informasi. Variabel terikat yaitu pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 75 responden. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,001), usia (p-value 0,014), pendidikan (p-value 0,009), dukungan orang tua (p-value 0,000), dukungan teman sebaya (p-value 0,000), sumber informasi (p-value 0,000) dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin, usia remaja, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS memerlukan pendekatan komprehensif dengan menyediakan akses ke informasi yang akurat, tidak menstigma, dan sesuai dengan perkembangan remaja.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kesehatan mental bukan sekadar ketiadaan gangguan psikologis, melainkan juga kemampuan individu mengenali potensi diri, mengatasi tekanan hidup, produktif, dan berkontribusi pada komunitas. Remaja putri sangat rentan terhadap gangguan mental akibat paparan media social termasuk cyberbullying, konten negatif, dan fenomena fear of missing out (FoMO). Di Indonesia, tren gangguan mental remaja meningkat bersamaan dengan intensitas penggunaan media sosial, namun studi lokal khusus di MTsN 3 Karawang masih terbatas. Tujuan: Menilai hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025. Metode: Studi kuantitatif cross sectional dengan total sampel 85 siswi kelas VIII berusia 12–15 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada Mei–Juni 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif (frekuensi), chi-square, dan Odds Ratio (OR). Hasil: Instagram merupakan platform paling sering digunakan (24,7 %), disusul Facebook dan WhatsApp (masing-masing 23,5 %), TikTok (10,6 %), dan lainnya (YouTube, Telegram, LINE, Twitter/X, Pinterest) sebesar 17,6 %. Sebanyak 50,6 % responden tergolong pengguna media sosial berisiko, sementara 98,8 % menunjukkan gejala risiko gangguan kesehatan mental. Chi-square menunjukkan p = 0,042 (< 0,05), bermakna terdapat hubungan signifikan. OR sebesar 3,0 mengindikasikan remaja putri dengan penggunaan media sosial berisiko memiliki peluang tiga kali lebih tinggi mengalami gangguan mental dibanding yang tidak berisiko. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan gangguan kesehatan mental pada remaja putri MTsN 3 Karawang tahun 2025. Remaja dalam kategori berisiko memiliki peluang tiga kali lebih besar mengalami gangguan mental.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kejadian AKI di Indonesia menurut data Kemenkes tahun 2022 yaitu sebesar 189
per 100.000 kelahiran hidup, dan berdasarkan Data dari Data dari RSIA Nurul Anisa
menunjukkan bahwa selama periode 2023–2024 terdapat 70 kasus partus lama dari total
389 persalinan. Dengan prevalensi presentase partus lama masih tinggi yaitu sekitar 18%,
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya faktor-faktor yang berkaitan dengan
kejadian partus lama kala II pada ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa pada tahun 2025.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu$ be$rsalin di
RSIA Nu$ru$l Anisa de$ngan ju$mlah 389 pasie$n ibu$ be$rsalin secara partus pervaginam
maupun operasi sectio caesarea (SC) se$lama 2 tahu$n te$rakhir pada tahu$n 2023 - 2024.
sedangkan besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total
sampling. untuk analisis data yang digunakan adalah analisis proporsi (persentasi) untuk
analisis univariat. Uji hipotesis menggunakan analisis bivariat dengan statistik Chi-
Square dan analisis risiko Odd Ratio.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan variabel Usia ibu dengan
partus lama pada kala II dengan P value 0,003 , kemudian terdapat hubungan variabel
paritas dengan partus lama pada kala II dengan nilai P = 0,017, selanjutnya terdapat
hubungan variabel taksiran berat janin dengan partus lama pada kala II dengan nilai P =
0,004, dan terdapat hubungan variabel his dengan partus lama pada kala II dengan nilai P
= 0,005.
Kesimpulan terdapat hubungan semua variabel yaitu usia ibu, paritas, taksiran
berat janin, dan his dengan partus lama pada kala II. Saran dalam penelitian ini, pada ibu
hamil sebagai upaya pencegahan partus lama antara lain adalah dengan rutin mengikuti
senam hamil, melakukan latihan pernapasan, serta menjaga kebugaran fisik melalui
aktivitas ringan yang sesuai dengan usia kehamilan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial di
Indonesia, terutama pada remaja putri yang belum siap secara fisik, mental, dan sosial.
Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang
memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual dengan
pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap minat pernikahan dini
pada remaja putri di Desa Mulyajaya tahun 2025. Subjek dan Metode: Penelitian ini
menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group.
Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri usia 15–18 tahun di Desa Mulyajaya
(n=44), dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan purposive
sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan
sesudah intervensi media audiovisual berbasis KIE. Analisis data menggunakan uji Paired
T Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 13–15 tahun (58,1%) dan berpendidikan SMA
(67,7%). Rata-rata skor minat pernikahan dini menurun dari 136,1 sebelum intervensi
menjadi 89,5 sesudah intervensi. Paired T Test menunjukkan hasil signifikan (Z = -4,876;
p < 0,001). Kesimpulan: Media audiovisual berbasis KIE efektif menurunkan minat
pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p < 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia <30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan diperoleh melalui proses kognitif dan berperan penting dalam membentuk perilaku terkait kebersihan diri, termasuk saat menstruasi. Remaja putri perlu memahaminya sejak dini sebagai langkah persiapan. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran kemih dan keputihan. Edukasi menggunakan media yang menarik seperti video dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kebersihan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi personal hygiene menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Muaragembong, Kabupaten Bekasi, tahun 2025. Jenis penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 76 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah edukasi personal hygiene menggunakan media video, sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan kebersihan menstruasi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Sebelum intervensi edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (75%). Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat ke kategori “baik” (84,2%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi personal hygiene menggunakan video terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan menstruasi. Kesimpulan: Edukasi personal hygiene melalui media video secara signifikan meningkatkan pengetahuan kebersihan menstruasi pada remaja putri. Media video dapat digunakan sebagai metode alternatif edukasi kesehatan reproduksi di sekolah, idealnya sebelum remaja mengalami menarce. Sekolah diharapkan rutin memberikan edukasi kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan menstruasi, melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, atau kerja sama dengan tenaga kesehatan. Remaja putri juga didorong untuk lebih proaktif mencari informasi serta menerapkan kebersihan menstruasi sejak sebelum menarke guna mencegah infeksi.
Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak sekolah, menambahkan kelompok kontrol, serta menilai aspek pengetahuan, sikap, perilaku, dan retensi jangka panjang.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur
(WUS). Kurangnya pengetahuan dalam membedakan keputihan normal dan abnormal
dapat meningkatkan risiko infeksi. Di Kabupaten Bekasi, prevalensi keputihan pada WUS
mencapai 29,48% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
media audio visual terhadap pengetahuan wanita uisa subur tentang keputihan di TPMB Ira
Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan
desain one group pretest-posttest pada 57 responden yang ditentukan melalui teknik total
sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan
pengetahuan responden setelah intervensi (p = 0,000), dengan mayoritas responden
sebelum intervensi berada pada kategori cukup (61,4%) dan kurang (36,8%), sedangkan
setelah intervensi seluruh responden (100%) masuk kategori baik. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa media audio visual efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia
subur mengenai keputihan dan dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi kesehatan
reproduksi.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan salah satu upaya efektif untuk menekan angka kelahiran, namun masih rendahnya pengetahuan akseptor KB menyebabkan pemilihan MKJP belum optimal. Media video sebagai salah satu media edukasi diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan akseptor KB mengenai MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video terhadap pengetahuan akseptor KB tentang MKJP di Kampung Teluk Ambulu Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 79 responden yang dipilih dengan Teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan MKJP yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan melalui media video. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Pengetahuan akseptor KB sebelum intervensi sebagian besar berada pada kategori kurang dengan rata-rata nilai 22,95%. Setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media video, pengetahuan responden meningkat menjadi 83,42%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan melalui media video berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan akseptor KB tentang metode kontrasepsi jangka panjang. media video dapat dijadikan salah satu alternatif metode penyuluhan yang efektif dan menarik untuk meningkatkan pengetahuan serta mendukung program keluarga berencana.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Menarche merupakan tanda awal kedewasaan reproduksi pada perempuan yang seringkali menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan dalam menghadapi kesiapan menarche pada remaja putri. Subyek dan Metode : Sampel penelitian ini seluruh siswi kelas IV dan V di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sebanyak 83 orang dengan teknik Purposive. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest Instrumen ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang menarche dengan media audio visual. Hasil :Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum diberikan intervensi yaitu sebanyak 28,9% siswi memiliki pengetahuan kurang, 66,3% siswi pengetahuan cukup, dan 4,8% siswi pengetahuan baik. Setelah diberikan intervensi, 95,2% siswi memiliki pengetahuan baik dan 4,8% meiliki pengetahuan cukup. Analisis data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test, yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual (p = 0,000). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi kesiapan menarche. Disarankan pihak sekolah agar dapat menfasilitasi pembelajaran dengan pendidikan kesehatan dengan media audio visual tentang kesehatan reproduksi mengenai menarche secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan khususnya pada remaja putri melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur yaitu infertile, endometriosis, dan gangguan psikologis. Infertile dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur sehingga mengakibatkan ovulasi terganggu dan dapat terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang punya pengaruh besar terhadap ovulasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Muara Gembong. Metode : Penelitian ini mengadopsi metode analitik kuantitatif dengan Rancangan penelitian ini adalah crossectional, Populasi penelitian ini sebanyak 76, sampel penelitian sebanyak 76 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi yang di dapatkan nilai untuk faktor usia : p-value = 0,001, tingkat stress : p-value = 0,003, aktivitas fisik : p-value = 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan dari ketiga faktor tersebut, Kesimpulan : Faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik termasuk dalam faktor-faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi, yang Dimana para remaja putri di harapakan untuk menjaga stabilitas dari segi tingkat stress dan aktivitas fisik agar mengurangi potensi mengalami gangguan siklus menstruasi.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu gangguan yang umum dialami oleh remaja putri saat menstruasi dan dapat berdampak pada aktivitas, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore umumnya dilakukan dengan obat pereda nyeri, namun penggunaan metode non-farmakologis seperti kompres air hangat menjadi alternatif yang aman, murah, dan minim efek samping. Kompres hangat memberikan kehangatan untuk kenyamanan dan mengurangi rasa sakit atau kram otot. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri haid (dismenore) pada remaja putri kelas 10 & 11 di SMAIT Nurul Fajri. Metode: Menerapkan metode kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian kompres air hangat pada perut bawah dilakukan selama 15–20 menit. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata usia responden adalah 15,90 tahun dengan rentang usia 15–17 tahun. Skor nyeri sebelum perlakuan memiliki nilai rata-rata 4,87 (kategori nyeri sedang), dan setelah perlakuan turun menjadi 2,20 (kategori nyeri ringan). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompres air hangat terhadap penurunan nyeri haid. Kesimpulan: Kompres air hangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Metode ini dapat dijadikan alternatif penanganan non-farmakologis yang aman dan praktis untuk mengurangi dismenore.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6–12 bulan. MPASI harus diberikan sesuai waktu, jenis, tekstur, dan porsi yang dianjurkan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal. Namun, kenyataannya masih banyak ibu yang memiliki pengetahuan kurang mengenai praktik pemberian MPASI, sehingga berisiko menimbulkan masalah gizi maupun hambatan tumbuh kembang anak. Upaya edukasi melalui konseling kesehatan di posyandu diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian MPASI yang benar. Tujuan: Menganalisis pengaruh konseling MPASI terhadap pengetahuan ibu dalam memberikan MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Karang Sari 9, Cikarang Timur, pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berjumlah 20 item. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebelum diberikan konseling, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (46,6%) dan kurang (36,7%). Setelah konseling, terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 66,7% responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,684 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konseling MPASI terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Kesimpulan: Konseling MPASI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukasi dalam program posyandu untuk mendukung praktik pemberian MPASI yang tepat.