· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering ditemukan, dengan prevalensi global mencapai 619 juta kasus pada tahun 2020 dan diproyeksikan meningkat menjadi 843 juta kasus pada 2050. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi gangguan muskuloskeletal nasional sebesar 7,30%. Penatalaksanaan konvensional menggunakan OAINS bersifat simtomatik dan kurang efektif mengatasi penyebab mendasar nyeri pinggang kronis, sehingga dibutuhkan alternatif terapi komplementer seperti Tuina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23 (Shenshu), BL 25 (Dachangshu), dan BL 40 (Weizhong) terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pretest-posttest, dengan sampel sebanyak 30 responden di Klinik Velda, Tanjung Priok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pretestposttest dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 30 responden di Klinik Velda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi Tuina teknik Rou Fa diberikan sebanyak 8 kali pertemuan (2 kali/minggu selama 4 minggu). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) pada saat pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas dan uji Paired T-Test untuk uji hipotesis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor NRS menurun dari 4,83 (SD = 1,949) sebelum intervensi menjadi 1,03 (SD = 1,273) setelah intervensi, dengan besaran penurunan rata-rata 3,800 poin (SD = 1,064) atau setara dengan penurunan sekitar 78,7% dari skor nyeri awal. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = -19,571; df = 29; p = 0,000). Kesimpulan: Terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 berpengaruh signifikan secara statistik terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa di Klinik Velda.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Tingginya jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 menimbulkan beban biaya yang begitu besar. Berdasarkan data laporan tahunan, diabetes melitus tipe 2 masuk ke dalam 10 besar penyakit terbanyak. Tujuan: Menganalisis efektivitas biaya dan terapi pasien diabetes tipe 2 di rumah sakit marzoeki mahdi pada periode Juli-Desember 2022. Metode: Menghitung nilai ACER dan ICER berdasarkan kelompok terapi obat antidiabetik oral yaitu kelompok A terapi tunggal, kelompok B terapi kombinasi 2 obat, kelompok C terapi kombinasi 3 obat. Hasil: Nilai ACER atau nilai biaya terendah pada kelompok A sebesar Rp 15.115 terapi obat glimepiride, kelompok B sebesar Rp 28.561 terapi kombinasi obat metformin dan glimepiride, kelompok C sebesar Rp 9.233 terapi kombinasi obat metformin, glimepird, dan piglitazon. Nilai ICER atau biaya yang dibutuhkan untuk mengganti terapi obat yang lebih baik pada kelompok A sebesar Rp 4.173 terapi obat gliquidon, kelompok B sebesar Rp 27.488 terapi kombinasi obat metformin dan pioglitazone, kelompok C sebesar Rp 16.662 terapi kombinasi obat metformin, gliquidon, dan pioglitazone. Kesimpulan: Nilai ACER terendah yaitu pada kelompok C sebesar Rp 9.233 dengan kombinasi obat metformin, glimepird, dan pioglitazone. Nilai ICER terendah pada kelompok A dengan terapi obat gliquidon.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN ( UMS ) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN SKRIPSI, MEI 2023 NAMA : IRWAN FIRMANSYAH NIM : 221070008 PERBANDINGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2023 Xii+77 Halaman+6 Tabel+6 Lampiran ABSTRAK Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dengan beban ekonomi yang tinggi. Pada tahun 2018 terdapat 91 % pasien yang dibiayai oleh JKN baik PBI maupun non PBI. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Angka kejadian gagal ginjal kronis di Indonesia berdasarkan data dari Riskesdas, (2018) yaitu sebesar 0,38% dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 713.783 jiwa yang menderita gagal ginjal kronis di Indonesia (Riskesdas, 2018). Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 0,2%. Prevalansi di Provinsi Jawa Barat menempati urutan kedelapan sebesar 3,8% (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi di RS Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini bersifat observasional-analitik dengan design penelitian cross section. Analisa hasil penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat , lokasi penelitian secara umum dilakukan diruang hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 5 – 25 maret tahun 2023. Jumlah populasi ada 64 pasien hemodialysis. Analisis perbandingan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialysis menggunakan metode uji analisis Independent T-Test. Kesimpulan dari penelitian ini comorbid diabetes mellitus memiliki kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien hemodialisis dengan hipertensi Saran agar responden selalu mendapatkan dukungan dari keluarga untuk selalu menjalani hemodialisis dan terus menjaga kualitas hidupnya. Bahan Bacaan : 2018 – 2023 Kata Kunci : Comorbid Diabetes Melitus, Hipertensi, Kualitas Hidup
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Kurang patuhnya pasien terhadap diet diabetes mellitus, kurang paham waktu untuk seharusnya kontrol, dan pemeriksaan gula darah, gaya hidup dan dukungan keluarga masih sangat kurang. Setelah dilakukan observasi pada pasien rawat jalan dengan Diabetes Melitus didapatkan pengetahuan pasien yang tahu 20% dan yang tidak tahu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mayoritas usia mayoritas 56th – 65th 28 responden (35,9%), jenis kelamin perempuan 45 responden (57,7%), pendidikan SMA 60 responden (76,9%), suku jawa 31 responden (39,7%). Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P Value 0,04 0,05. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit serta Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kalium merupakan salah satu kation yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Kalium banyak ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur. Kentang merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Terdapat beberapa jenis kentang berdasarkan warna yaitu kentang merah, kentang kuning dan kentang putih. Kentang yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kentang kuning dan kentang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kadar kalium yang terkandung dalam kentang kuning dan kentang merah. Metode penelitian yang dilakukan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah kentang kuning dan kentang merah. Analisis kualitatif menggunakan larutan asam pikrat dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri serapan atom pada panjang gelombang 766,5 nm. Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode One-Way Anova. Hasil penelitian diperoleh kadar kalium pada kentang kuning sebesar 97,8161 ± 0,0656 mg/100g dan kadar kalium kentang merah sebesar 95,6601 ± 0,0342 mg/100g. Hasil uji statistik beda rata-rata kandungan kalium menggunakan uji distribusi t didapatkan hasil 1893,8529. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar kalium pada kentang kuning dan kentang merah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kandungan kentang kuning lebih tinggi dibandingkan kentang merah.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat terjadi pada semua orang termasuk pada lanjut usia, karena sistem metabolisme pada lanjut usia sudah mengalami penurunan, kurang menjaga pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik. Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik. Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya pengetahuan dan self-efficacy pasien maupun motivasi melakukan senam kaki diabetes. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. sample dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan Populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, uji statistic diperoleh nilai (p=0.020). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 7.249 yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 7,24 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan penegetahuan yang cukup.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di RS Sentra Medika Cisalak dari 1 bulan terakhir pasien diabetes melitus berjumlah 200 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan gula darah setelah diberikan relaksasi pada penderita Diabetes Melitus.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dimana sample diambil secara acak dengan populasi 42 responden. Intrumen yang digunakan adalah alat glucometer. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji wilcoxon.
Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa p value 0.000 <0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik terhadap penurunan kadar gula darah yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi. Diharapkan relaksasi dilakukan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam menurunkan kadar glukosa darah serta dapat menjadi edukasi terhadap pasien agar kemudian tindakan relaksasi bisa dilakukan dirumah.
Bahan baca : : 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022)
Kata kunci : Diabetes, Relaksasi, Gula Darah
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic kidney failure is a kidney function disorder characterized by increased levels of toxic (urea creatinine) in the blood as a result of the inability of the kidneys to filter the body's metabolic products which are irreversible. The aim of this study was to determine the influence of chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis, This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental design using a one group pretest posttest design without control group to 31 samples from 212 patients populations undergoing hemodialysis in sentra medika cibinong hospital in 2023 using the technique purposive sampling. Based on the normality test kolmogrov smirnov show the data is normally distributed (p 0.05), and the parametric paired t-test gets a p value of 0.000 (0.05) meaning there is the influence of chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The conclusion is thirst level before chewing xylitolgum is moderate thirst, thirst level after chewing xylitol gum is mild thirst, and there is a influence chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Suggestions for research this is expected Suggestions in this study are that Sentra Medika Cibinong Hospital can hold lay seminars on the benefits of xylitolgum to overcome thirst in patients undergoing hemodialysis with the hope of increasing discipline in limiting fluid intake and morbidity and mortality can be avoided due to excess fluid volume. Keywords : Coronary Kidney Desease, xylitolBubble Gum, Thirsty.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Keamanan pangan adalah upaya mencegah makanan dari
cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi
masalah global dengan angka kasus tinggi, termasuk di Indonesia. Berbagai kasus
keracunan makanan menunjukkan masih adanya risiko pada jajanan yang kurang
higienis. Banyak pedagang mengabaikan higiene makanan karena keterbatasan
informasi, modal, dan bimbingan, padahal pengetahuan dan sikap sangat berperan
dalam menjaga personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan
pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pada pedagang
jajanan di Desa Pasir Gombong sebagai dasar upaya edukasi untuk meningkatkan
kualitas jajanan yang aman bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian
ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian
ini dilakukan di Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian
ini menggunakan kuesioner. Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji
normalitas, dan uji Chi - Square untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Hasil uji
statistik didapatkan nilai pvalue = 0. 880 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak
ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan dengan personal
hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0. 151 (˂0.05). Hal tersebut
menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan pangan dengan
personal hygiene. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan
dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Remaja putri mengalami proses pubertas yang ditandai adanya menstruasi. Proses menstruasi adalah perdarahan periodic dari rahim dengan terlepasnya endometrium dengan panjang normal siklus 21-35 hari. Pada saat siklus menstruasi hormone androgen keluar bersaaman hoemon estrogen dan progesterone. Apabila hormon Adrogen lebih dominan menyebabkan gangguan sekresi pada kelenjar sebasea pada kulit sehingga kulit rentan terhadap timbulnya jerawat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampling probability simple random sampling. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 74 % dan mengalami jerawat sebanyak 77.6%. Terdapat hubungan siklus menstruasi terhadap kejadian jerawat diwajah yaitu dengan menggunakan uji chisquare (X2) dengan tingkat kemaknaan (α) adalah ≤ 0,05 didapatkan nilai Probabilitas (p) 0,000. Nilai odds ratio = 2,926 (95% CI1,422-15,064) menunjukkan bahwa siklus menstruasi 2x memiliki potensi dalam kejadian jerawat di wajah. Sehingga dapat diambil kesimpulan Ha diterima atau adanya hubungan yang signifikan hubungan siklus menstruasi terhadap kejadian jerawat di wajah. Bahan Bacaan : 37 Kepustakaan (Tahun 2013-2023) Kata kunci :Siklus Menstruasi, Jerawat Di Wajah .
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA SINDANGSARI TAHUN 2025 Rosmala Rahma Aulia Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] ABSTRAK Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia 30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
SKRIPSI, MEI 2023
Muhammad Arif
NIM: 221070003
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong
xv+ 46 halaman + 5 lampiran+ 13 tabel + 3 Gambar
ABSTRAK
Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme (karbohidrat, lipid, dan protein) kronis yang disebabkan berbagai etiologi dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin secara menahun. Salah satu komplikasi yang umum dari Diabetes Melitus adalah Hipoglikemia yang disebabkan glukosa darah tiba-tiba menjadi terlalu rendah dikarenakan oleh berbagai alasan.
Tujuan penelitian mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah Populasi sebanyak 40 orang, dengan jumlah sampel juga sebanyak 40 responden menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square.
Berdasarkan hasil penelitian didapati hasil Ada hubungan yang signifikan antara usia (p- value = 0,033 dan OR 5,6), insulin (p- value = 0,00 dan OR 62,5), nutrisi (p- value = 0,006 dan OR 11,3) dan sepsis (p- value = 0,005 dan OR 9,9) dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus tipe II. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengenali tanda dan gejala hipoglikemia. Sehingga pasien dan keluarga mampu untuk meminimalisir terjadi hipoglikemia
Kata Kunci: Hipoglikemia, Diabetes Melitus tipe II
Daftar Pustaka (2013-2022)
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa remaja merupakan masa peralihan dimana remaja mulai mencari jati diri dengan berbagai hal yang baru salah satunya merokok. Prevalensi remaja perokok yaitu 78,2% remaja berusia 15-19 tahun. Yaitu dapat diartikan remaja merokok yaitu lingkungan keluarga dengan perilaku orang tua yang merokok. Tujuan: penelitian ini adalah hubungan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan Purposive sampling sebanyak 55 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Uji Chi Square. Analisa Chi Square menunjukkan bahwa nilai p=0,005 sehingga lebih besar dari nilai p0,05 Hasil: Ada hubungan Signifikan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Saran: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan remaja yang merokok dapat mengurangi kebiasaan merokok, dan lebih berhati- hati dalam pergaulan serta tidak mudah terpengaruh di lingkungan yang merokok, untuk remaja yang tidak merokok untuk tetap menjauhi rokok dan mengajak orang yang ada di sekitarnya untuk menjauhi rokok
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Maga Tantrananggara NIM : 221070023 HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 VII (16 halaman) + 41 halaman + 4 tabel + 10 lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes melitus dengan kejadian penurunan kognitif pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Adapun besar sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampel yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah responden dengan Diabetes Melitus sebanyak 48 responden. Hasil penelitian : Hasil distribusi frekuensi lama menderita diabetes melitus > 5tahun 28 responden (58,3%) , penurunan fungsi kognitif tidak normal 25 responden (52,1%). Disimpulkan ada hubungan lamanya menderita DM dengan kejadian gangguan kognitif pada pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 dengan nilai P Value 0,02 (P Value 0,05) dengan nilai OR = 4,926. Kesimpulan dan Saran : Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes melitus yang sudah > 5 tahun, penting untuk menjaga pola hidup sehat, makan, olahraga dan sering periksa kesehatan, serta disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda. Bahan Bacaan : 28 Kepustakaan (Tahun 2017-2023) Kata kunci : Diabetes Melitus, Gangguan Kognitif. Jumlah Kata (250 kata)
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 26 Maret 2023 Nama : Moh Trikusuma Atmaja NIM : 221070043 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RS SENTRA MEDIKA CISALAK DEPOK ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit degeneratif yang timbul dari gaya hidup atau pola hidup yang tidak sehat seseorang yang mengakibatkan adanya peningkatan kadar glukosa darah karena kekurangan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap manajemen penatalaksanaan diabetes melitus di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien rawat inap kelas I, II, III dan VIP dan dengan 92 sampel agar tidak terjadi resiko tidak sensitif. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini dengan metode purposive sampling. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengetahuan penatalakasaan manajemen diabetes melitus sebagian besar kurang baik pada pasien rawat inap di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor bermakna yaitu faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan lama menderita penyakit diabetes melitus. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus berkenaan langsung dengan gaya hidup, kondisi fisik, aktifitas sehari-hari dan tingkat daya tangakap informasi kesehatan serta pengalaman penanganan penyakit diabetes melitus. Kata Kunci: Pengetahuan, diabetes melitus, manajemen penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, rumah sakit
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Appendisitis adalah kondisi dimana apendiks mengalami inflamasi yang menyebabkan terjadinya nyeri pada abdomen khususnya kuadran kanan bawah. Appendisitis memerlukan penanganan operatif karena keadaannya gawat darurat. Berdasarkan tahapan prosesnya, appendisitis diklasifikasikan menjadi tiga yaitu appendisitis sederhana, gangrenus dan perforatif. Diagnosis dan intervensi pembedahan yang cepat sangat diperlukan demi mencegah pecahan appendiks yang akan menyebabkan terjadinya peritonitis dan perforasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan gangguan nyeri akut pada pasien appendisitis secara komperehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada subjek satu orang pasien atau individu yang mengalami appendisitis akut. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu nyeri akut dengan intervensi teknik relaksasi genggam jari. Hasil didapatkan bahwa gelisah yang dirasakan klien berkurang namun tidak dengan nyerinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nyeri yang dirasakan klien disebabkan oleh infeksi pada appendiks dan harus dilakukan bedah appendiktomi untuk dapat bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan intensitas nyeri pada klien.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilaip-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui derajat kesehatan suatu negara. Angka kematian Ibu (AKI) menurut WHO adalah kematian selama kehamilan atau periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penangannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cidera.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.