Profil penulis
Lia
433 karya publik ditemukan.
Asuhan Kebidanan Kasus Kompleks Maternal & Neonatal
Konsep Kebidanan Memahami Dasar-Dasar Konsep Kebidanan
Peran Kepuasan Mutu Layanan Farmasi Dalam Peningkatan Loyalitas Pasien Umum dan Asuransi di Apotek Kimia Farma 340 Cikarang Utara
Latar Belakang : Seiring dengan perkembangan industri farmasi yang pesat, mutu layanan apotek menjadi faktor penting yang sangat menentukan kepuasan dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kepuasan mutu pelayanan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan di Apotek Kimia Farma 340. Subyek dan Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang datang ke Apotek Kimia Farma 340 untuk membeli obat dan menebus resep umum. Sampel yang digunakan berjumlah 273 responden, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap data yang diperoleh. Pada kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini, dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan dapat menghasilkan data yang akurat dan konsisten. Teknik analisis data yang diterapkan meliputi analisis univariat, yaitu Customer Satisfaction Index (CSI) dan Net Promoter Score (NPS), serta analisis bivariat menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil: yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada analisis Customer Satisfaction Index (CSI), sebagian besar responden sangat puas dengan berbagai aspek pelayanan di Apotek Kimia Farma 0340 Cikarang Utara. Parameter "Tangible" mencatat tingkat kepuasan tertinggi dengan persentase 83,53%, diikuti oleh "Assurance" sebesar 82,44%, "Empathy" 82,20%, "Reliability" 82,20%, dan "Responsiveness" 79,82%. Sementara itu, analisis Net Promoter Score (NPS) menunjukkan bahwa rata-rata NPS dari seluruh parameter adalah 5,64, yang termasuk dalam kategori loyal. Kesimpulan: Uji hipotesis menunjukkan bahwa kepuasan mutu pelayanan memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien di Apotek Kimia Farma 0340 Cikarang Utara.
Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja di SMAN 7 Tambun Selatan Tahun 2024
Latar belakang: Remaja merupakan pengguna media sosial tertinggi. Media sosial yang sering digunakan remaja yaitu Whatsapp, Instagram dan Tiktok. Pada tahap perkembangan ini remaja ingin mencoba hal baru. Penggunaan medsos menjadi insomnia merupakan gangguan kondisi tidur yang tidak berkualitas sehingga tidur menjadi tidak lelap. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia pada remaja SMA di Tambun Selatam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian ini yaitu deskriptif korelatif melalui penggunaan metode cross sectional. Populasi remaja tengah yang berusia (16-17 tahun). Sebanyak 108 remaja menjadi responden dengan teknik sampling total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Hasil: Uji statistik Pearson Chi Square dengan tingkat kemaknaan a = 0,05 atau 95%.uji statistik didapatkan nilai p = 0,000 < a = 0,05. Kesimpulan: Dari penelitian ini yaitu ada hubungan durasi penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia pada remaja SMA di Tambun Selatan. Saran mengurangi waktu penggunaan media sosial dan mampu untuk memenejemen waktu tidur .
Analisis Implementasi Clinical Pathway Tuberkulosis Paru Berdasarkan Rekam Medis di RSUD Kabupaten Bekasi
Latar Belakang: Rumah sakit hendaknya harus dilengkapi dengan alat untuk mengelola kualitas mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien sehingga pelayanan kesehatan di mana diberi atas tenaga kesehatan bisa terpadu dan mengurangi resiko dalam proses layanan klinis. Salah satu alat untuk mengelola kualitas layanan adalah clinical pathway. clinical pathway ataupun juga alur klinis yaitu proses multidisiplin yang dirancang untuk menyediakan perawatan kepada penderita dengan tepat waktu melalui sebuah pendekatan kolaboratif dan juga interdisipliner. Tujuan: Dalam dilaksanakannya penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengkaji implementasi yang dimiliki clinical pathway tuberkulosis paru pasien rawat inap pada RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Adanya sebuah penelitian ini yaitu berupa penelitian kuantitatif melalui penarikan data dengan retrospektif menggunakan sebuah data yang berupa rekam medis menderita dari tuberkulosis paru rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi selama periode Januari-Desember 2023. Populasi penelitian adalah 88 responden, dengan sampel sebanyak 72 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan batas kesalahan 0,5%. Instrumen pengumpulan data menggunakan formulir clinical pathway yang berpedoman pada KARS 2012. Hasil: Didapatkan jika penderita TB paru mayoritasnya dialami oleh laki-laki (63,9%), dengan mayoritas usia >50 tahun (41,7%), pendidikan SMA (59,7%), dan pekerjaan wiraswasta (56,9%). Tatalaksana pengobatan pada tahap intensif dilakukan pada 91,7% pasien, dan tahap lanjut pada 8,3% pasien, dengan tingkat kesesuaian pengobatan mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian, outcome klinis kategori sembuh tercatat sebanyak 36,1%, sedangkan pasien yang melanjutkan pengobatan jalan sebanyak 63,9%. Kesimpulan: Implementasi clinical pathway tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi belum terimplemplementasi dengan baik dikarenakan ada beberapa aktivitas yang belum terlaksanakan. Penerapan clinical pathway sangat penting dalam meningkatkan outcome klinis pasiennya. Disebabkan but, bisa direkomendasikan kepada sebuah instansi yang melayani kesehatan terutama pada manajemen rumah sakit untuk menerapkan clinical pathway dalam meningkatkan outcome klinis pasien
Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Gizi Buruk Pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Utara Tahun 2024
Latar Belakang: Jika gizi buruk terjadi pada masa pertumbuhan yang kritis, otak anak yang sehat bisa tidak berkembang dengan baik, dan kondisi ini bisa sulit disembuhkan atau bahkan tidak dapat pulih. Kader posyandu bertanggung jawab untuk mendorong masyarakat untuk mencegah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perilaku kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, berkontribusi pada pencegahan gizi buruk. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di posyandu di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Jumlah sampel yang diambil sesuai dengan populasi, yang terdiri dari 113 posyandu yang bekerja di wilayah Puskesmas Mekarmukti, berdasarkan metode sampel total. Variabel dependen yaitu perilaku kader posyandu, sedangkan variabel independen yakni faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku pencegahan gizi buruk. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan teknik univariat dan bivariat. Hasil: berdasarkan perhitungan analisis chi-square pada variable pendidikan dengan perilaku kader posyandu membuktikan nilai p = 0,040 (p < 0,05) mengindikasikan bahwa ada hubungan antara pendidikan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Pada variable pengetahuan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pengetahuan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Lalu variable keaktifan dengan perilaku kader posyandu juga menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) menandakan terdapatnya hubungan antara keaktifan dan perilaku kader posyandu. Kemudian variable pelatihan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,037 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pelatihan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Kesimpulan: Sebagian besar kader posyandu di Desa Mekarmukti mempunyai perilaku baik, didukung oleh pengetahuan yang tinggi dan latar belakang pendidikan yang memadai. Kader yang aktif saat pelaksanaan posyandu dan kader yang pernah mengikuti pelatihan cenderung menunjukkan kinerja optimal dalam peran kader.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2024
Latar Belakang: Kepuasan pasien tergantung pada evaluasi pelanggan terhadap aspek layanan kesehatan. Kualitas layanan bergantung pada pemahaman pasien, bukan hanya penyediaan layanan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepuasan pasien BPJS Kesehatan dengan kualitas pelayanan kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang. Subyek dan Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini melibatkan pasien BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang, Untuk mengumpulkan sampel dari 96 responden tersebut peneliti menggunakan rumus Lemeshow. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel. Kepuasan pasien adalah variabel dependen dari penelitian, dan variabel independennya dimensi (tangibles, reliability, response, assurance, emphaty). Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Variabel yang dievaluasi meliputi kegemaran pasien, bukti nyata, keberlanjutan, kereaktifan, kepastian, dan simpati, dengan signifikansi p < 0,05. Penelitian ini menyatakan bahwa mayoritas pasien memandang layanan RS. Cikarang Medika tidak bagus. Dari 96 responden, 32 (33,0%) mengungkapkan ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan, sementara 64 (66,7%) merasa puas dengan layanan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang sangat terkait dengan kualitas dan kualitas. Pasien dapat memilih untuk datang kembali dan memberikan informasi tentang layanan kesehatan dan pengobatan kepada orang lain.
Keamanan Makanan Ditinjau Dari Aspek Penggunaan Pengawet Berbahaya, Pewarna Sintetik dan Praktik
Hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 9.262 sampel yang diuji dari 3.749 pedagang makanan dan minuman di 1.057 titik pengawasan menunjukkan bahwa 102 sampel, atau 1,1% dari total sampel, mengandung bahan tambahan pangan berbahaya seperti borkas (0,28%), formalin (0,53%), rhodamin B (0,30%), dan methanyl yellow (0,01%). Formalin merupakan zat berbahaya bagi tubuh manusia. Dampak dari pemaparan ini formalin terakumulasi pada lapisan lendir saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Rhodamin B adalah pewarna sintetis dari kelompok pewarna xanthenes yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Zat warna rhodamin B dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan karena efek berbahaya yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin dan rhodamin B yang beredar di kantin sekolah Kabupaten Bekasi. Desain penelitian ini yaitu ekperimental. Untuk mengetahui persentase kandungan formalin dan rhodamin B, pengolahan data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif dan univariat. Sampel dalam penelitian dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan test kit formalin dan rhodamin B terhadap kandungan formalin dan rhodamin B menujukkan bahwa diperoleh sebanyak 7 sampel makanan yang mengandung zat formalin dan diperoleh sebanyak 5 sampel makanan yang mengandung zat rhodamin B.
Evaluasi Hygiene dan Sanitasi, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen di Rumah Makan Lestari H. Shomad
Rumah makan saat ini tidak hanya berhadapan dengan persaingan tetapi berhadapan juga dengan konsumen yang keinginan dan kebutuhannya terpenuhi. Dalam usaha rumah makan kebersihan serta kualitas pelayanan termasuk faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini dilakukan di Rumah Makan Lestari H.Shomad. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berkunjung ke Rumah Makan Lestari H. Shomad. Instrumen penelitian ini dilakukan dengan sampel 100 responden yang diberikan kuesioner berisi 15 pertanyaan dari indikator kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen, sedangkan Hygiene Sanitasi dilakukan dengan wawancara menggunakan lembar observasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional dan cara pengambilan sampel dengan metode sampling incidental/ Accidental sampling. Berdasarkan hasil observasi hygiene sanitasi didapatkan jumlah skor 733 yang berarti mutu C (Cukup). Sedangkan dari hasil dan pembahasan terkait kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen maka dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan terhadap Rumah Makan H. Shomad dengan 100 responden adanya hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen dengan hasil p-value uji chi square 0.000.
Hubungan Pola Makan Dengan Faktor Resiko Prediabetes Pada Remaja di SMK Bintang Harapan
Prediabetes sebagai pencetus awal dalam dialaminya “diabetes melitus tipe 2” ataupun dikenal juga DMT2 ditandai melalui tingkat glukosa darah puasanya sejumlah 100 sampai ke 125 mg/dl ataupun tingkatan glukosa darahnya dalam 2 jam posprandial yaitu sejumlah 140 sampai ke 199 mg/dl. Tujuannya agar dapat mengetahui mengenai kaitan pola makan melalui sebuah faktor resiko prediabetes kepada remaja di SMK kelas XI di Cibarusah. Metode cross-sectional digunakan dalam mempelajari hubungan yang dimiliki diantara variabel independen melalui dependenn lewat observasi atau pengukuran pada periode yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK kelas XI di Cibarusah yaitu 254 individu serta sampelnya sejumlah 152 individu melalui pemakaian metode purposive sampling. Hasil: Hubungan Pola Makan dengan Riwayat Keluarga dengan DM sebanyak 122 responden (80,3%) menggunakan uji chi-square menunjukan bahwa nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian prediabetes di SMK kelas XI Cibarusah dengan nilai p-value yang sejumlah 0,000 (p < 0,05). Diharapkan untuk para pembaca disarankan untuk menghindari makan-makanan yang dapat menyebabkan prediabetes contoh nya seperti : Nasi, Mie Instan, Gula pasir, Tepung, Soft Drink dan junk food
Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Video Animasi Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pencegahan Anemia Pada Siswi di SMAN 1 Kedung Waringin
Latar Belakang : Media video animasi merupakan alat yang sangat cocok untuk menyampaikan edukasi gizi karena kemampuannya dalam memudahkan penyampaian informasi terkait gizi secara visual dan menarik tujuan untuk Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui video animasi terhadap pengetahuan,sikap serta perilaku konsumsi makan anemia pada siswi di SMAN 1 Kedung Waringin. Subyek dan Metode: Preeksperimental dengan rancangan one grup pretest - posttest, SMAN 1 Kedung Waringin, populasi 30, teknik purposive sampling, variabel independent : Media video animasi dan variabel Dependent : Pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi makan, instrumen pengukuran variabel menggunakan uji shapirowilk, serta metode analisis data uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil: terdapat pengaruh edukasi gizi melalui media video animasi terhadap pengetahuan (0,000),sikap (0,008) dan perilaku konsumsi makan (0,000) sisiwi di SMAN 1 Kedungwaringin Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi gizi pencegahan anemia terhadap pengetahuan siswi di SMAN 1 Kedung Waringin. Dengan nilai P-Value 0,000 maka terdapat pengaruh edukasi gizi pencegahan anemia terhadap pengetahuan pada siswi.
Analisis Implementasi Clinical Pathway Tuberkulosis Paru Berdasarkan Rekam Medis di RS Kartika Husada Setu
Latar Belakang: Tingginya kasus tuberkulosis paru berdampak pada morbiditas dan mortalitas pasien, dalam penatalaksanaan tuberkulosis paru di fasilitas kesehatan sudah diimplementasikan berdasarkan pedoman nasional dengan tujuan kesesuaian pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan pedoman klinis terkait tuberkulosis paru melalui clinical pathway untuk meningkatkan layanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui keefektivitasan implementasi clinical pathway dan outcome klinis pasien tuberkulosis paru Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan data secara retrospektif, diambil dari data rekam medis pasien sebanyak 34 data pasien rawat inap di RS Kartika Husada Setu periode Januari-Desember tahun 2023 data dikumpul menggunakan form clinical pathway. Hasil: Terdapat 34 pasien dengan jenis kelamin laki-laki 18 pasien (52,9%), berusia >55 tahun 12 pasien (35,3%) yang pendidikan terakhir SD dan SMA 12 pasien (35,3%) dan memiliki pekerjaan sebanyak 17 pasien (50%) serta pasien dengan penyakit penyerta diabetes melitus (DM) sebanyak 7 pasien (20,6%). Implementasi clinical pathway di RS Kartika Husada Setu, dari 38 indikator ada sebanyak 22 indikator (57,9%) sudah efektif dan 16 indikator (42,1%) lainnya belum efektif. Outcome klinis pasien tuberkulosis paru menunjukkan dari 34 pasien (100%) dinyatakan belum sembuh dengan kategori dipindah ke Fasyankes 1 sebanyak 23 pasien dan lanjut terapi sebanyak 11 pasien. Terdapat hubungan implementasi clinical pathway terhadap keefektivitasan clinical pathway dan outcome klinis pasien dengan uji Chi-Square menunjukkan nilai p value sebesar 0,002 <0,05 dan 0,000 <0,05. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara implementasi clinical pathway dengan efektivitas clinical pathway dan outcome klinis pasien.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Wanita Premenopuse Terhadap Perubahan Fisik dan Priskologis di Desa Karang Rahayu Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2024
Latar Belakang : Wanita premenopause sering tidak memiliki kesadaran lengkap mengenai peristiwa menopause yang akan datang, yang menyebabkan peningkatan prevalensi gejala menopause. Penyelidikan dilakukan pada tahun 2024 di Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan tingkat kecemasan wanita premenopause terhadap transformasi fisik dan psikologis. Subyek dan Metode: Penelitian ini memanfaatkan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Desa Karang Rahayu terletak di Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, lokasi penelitian berlangsung. Penelitian ini melibatkan 110 responden wanita yang berusia antara 40 dan 49 tahun, dan teknik pengambilan sampel total digunakan untuk mengumpulkan data. Para responden akan diwawancarai secara pribadi melalui kuesioner terstruktur. Variabel independent pada penelitian ini ialah usia, sikap, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, serta dukungan suami, sedangkan variabel dependent ialah tingkat kecemasan pada wanita premenopause. Instrumen yang dimanfaatkan pada studi ini ialah kuesioner. Data yang dikumpulkan menjalani berbagai proses termasuk pengeditan, pengkodean, penilaian, tabulasi, pembersihan, dan penyebaran informasi. Analisis data pada penelitian ini mencakup dua fase utama: Analisis Univariat dan Bivariat. Hasil: Dari hasil peneltian diperoleh dari 110 responden, menggunakan uji chi-square diperoleh hasil Tingkat kecemasan dengan usia memiliki nilai (OR=0,320; 95% CI= 0,108 hingga 0,948; p-value=0,034), Tingkat kecemasan dengan pendidikan memiliki nilai (OR= 2.434; 95% CI= 1.126 hingga 5.261; p-value = 0,023), Tingkat kecemasan dengan pekerjaan memiliki nilai (OR= 4.957; 95% CI= 1.282 hingga 19.171; p-value= 0,012), Tingkat kecemasan dengan pengetahuan memiliki nilai (OR= 2.711; 95% CI= 1.244 hingga 5.905; p-value= 0,011), Tingkat kecemasan dengan sikap memiliki nilai (OR= 6.346; 95% CI= 2.013 hingga 20.010; p-value= 0,001), Tingkat kecemasan dengan dukungan suami memiliki nilai (OR= 3.750; 95% CI= 1.679 hingga 8.375; p-value= 0,001). Kesimpulan: Dari hasil tersebut bisa ditarik kesimpulan ada hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, serta dukungan suami dengan tngkat kecemasan wanita premenopause.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di TPMB Bidan A Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi 2024
Latar Belakang : WHO Merekomendasikan bahwa memberikan air susu ibu (ASI) secara ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan bagian dari pelaksanaan standar emas pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). Cakupan pemberian ASI Dinkes Kabupaten Bekasi tahun 2021 sebesar 72,59%, pemberian ASI Eksklusif mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 65,53%. Studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Juli - Agustus terhadap ibu nifas yang berada di TPMB Bidan. A terdapat 50% yang mengeluh ASI nya tidak keluar lancar dan keluarpun dengan jumlah ASI yang sedikit, atas dasar tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifal di TPMB Bidan.A Kabupaten Bekasi. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest pottest desilgn. Populalsil peneliltilaln yalknil ilbu post palrtum halril ke 1 salmpalil 42 hari pada bulan Juli dil TPMB Bildaln.A sebanyak 35 responden. teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 35 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon Range List Hasil : Hasiil Uji Wilcoxone Range List diperoleh nilai p= 0.001 <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Bidan.A Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2024 Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Bidan.A. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam memberikan KIE kepada pasien tentang perawatan payudara dan pijat oksitosin sehingga dapat meningkatkan cakupan pemberian ASI ekslusif.
Pengaruh Metode Ular Tangga Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Bahaya Kekerasan Seksual di SMA Negeri 1 Cikarang Pusat Tahun 2024
Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada remaja, dalam bentuk diskriminasi secara fisik maupun fisiologis bisa mengakibatkan rasa trauma pada anak hingga dapat mengancam jiwanya. Metode permainan ular tangga ini merupakan pemberian informasi yang menarik sehingga informasinya mudah untuk di terima oleh respoden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek metode permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang bahaya kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test pada kelompok kontrol, melibatkan 120 responden yang terdiri dari 60 peserta dalam kelompok eksperimen dan 60 dalam kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan Uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan responden tentang kekerasan seksual, sebanyak 81,7% remaja putri memiliki pengetahuan yang kurang sementara sebelum intervensi pada kelompok kontrol, persentase remaja putri dengan pengetahuan kurang mencapai 96,7%. Setelah intervensi, 41,6% remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup, dan 45% memiliki pengetahuan yang baik. Hasil analisis statistik menggunakan Chi-Square menunjukkan nilai P = 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05, sehingga Ha diterima. Ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test, jadi permainan ular tangga memiliki efek positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri di kelompok intervensi mengenai bahaya kekerasan seksual. Permainan ini membantu meningkatkan pemahaman remaja tentang cara menghadapi kekerasan seksual, serta metode edukasi ini bisa dijadikan media yang efektif dan menarik untuk menyampaikan informasi kepada remaja putri.
Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Bina Nasional Informatika Cikarang Utara Tahun 2024
Latar Belakang: Deteksi dini telah diakui sebagai strategi yang efektif dalam mengurangi angka kejadian kanker payudara. Data Sistem Informasi Sehat IndonesiaKu menyimpulkan cakupan deteksi dini kanker payudara di Indonesia sebesar 14,52%. Peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara dapat memberikan kontribusi kesadaran remaja putri untuk mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempengaruhi pengetahuan dan sikap tentang SADARI oleh remaja putri. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan rancangan One Group Pre-test Post-test. Lokasi penelitian di SMK Bina Nasional Informatika Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Banyaknya populasi 163 responden dan jumlah sampel 68 responden. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu Probability Sampling. Dengan pengambilan sampel secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini angket, dan lembar observasi. Analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat, dengan Wilcoxon. Hasil yang diperoleh metode demonstrasi terhadap pengetahuan dengan nilai p value (0,00) dan metode demonstrasi terhadap sikap dengan nilai p value (0,00) Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI. Harapannya, remaja putri memahami dan memiliki pengetahuan serta sikap yang baik dalam melakukan SADARI dan untuk institut pendidikan menjadikan dan menambah wawasan terkait pentingnya SADARI.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan di Doremi Mom & Baby Spa Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024
Pendahuluan: Menurut Data tahun 2022 di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Namun lebih dari 72% orang tua menganggap gangguan tidur pada bayi bukan suatu masalah atau hanya masalah kecil. Bayi yang mengalami gangguan tidur akan mengalami gangguan pada masa pertumbuhannya, sehingga tidak pertumbuhannya optimal. Selain peningkatan berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur pertumbuhan bayi.(Nurseha & Lintang, 2022). Pijat bayi dapat menurunkan angka morbiditas, pemijatan pada bayi bermanfaat untuk meningkatkan berat badan bayi, meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan produksi ASI, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan serta meningatkan kualitas tidur. Pijat bayi juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkermbangan bayi.(Nurseha Lintang, 2022). Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom & Baby SPA Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dengan pendekatan One Group Pretest dan Post Test Design. Populasi: Dalam penelitian ini seluruh bayi usia 3-6 bulan yang dalam kondisi sehat di Doremi Mom & Baby SPA pada bulan Juli-Agustus 2024 dengan jumlah populasi 30 bayi. Sampel: Dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen: Yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar Kuesioner. Analisis Data: Data analisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk dan dilakukan Uji Statistic Non Parametric yaitu Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa Ada Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan dengan Asymp. Sig mempunyai nilai <0,001 P<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Dalam penelitian ini bahwa Ada Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan mengenai Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan.
Pengaruh Jus Kurma Kelapa Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di TPMB Yanti Susanti, S.Keb Desa Karang Rahayu Kecamatan Karang Bahagia Tahun 2024
Latar Belakang : Kekurangan zat besi ialah penyakit yang dapat menyebabkan anemia selama kehamilan. Hal ini diketahui sebagai risiko yang mungkin terjadi pada ibu dan anak, sehingga semua pihak yang terlibat dalam pemberian layanan kesehatan harus mempertimbangkannya dengan saksama. Penelitian di TPMB Yanti Susanti, S.Keb, ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana sari kurma kelapa memengaruhi kenaikan takaran hemoglobin pada ibu yang hamil. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini memakai pendekatan Quasy Experiment. Tempat penelitian ini di PMB Yanti Susanti, S.Keb Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Instrument yang digunakan ialah formulir identitas responden, lembar informed concent, alat pengukuran kadar hemoglobin yakni family Dr, timbangan untuk mengukur berat kurma, dan lembar observasi hasil pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus kurma kelapa. Sampel berjumlah 35 orang ibu hamil trimester 1, 2, dan 3 dengan memakai teknik Non Probability Sampling. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwasanya terdapat pengaruh jus kurma kelapa terhadap kadar Hb ibu hamil, dengan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05) yang artinya jus kurma kelapa dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Kesimpulan : Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwasanya terdapat pengaruh penyuguhan jus kurma kelapa terhadap peningkatan takaran hemoglobin pada ibu yang hamil.
Pengaruh Pemberian Minuman Kombinasi Jahe dan Lemon Untuk Mengurangi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di TPMB Bidan Khaeni Nurkhaeni, A.M.Keb Kabupaten Bogor Tahun 2024
Latar Belakang : Emesis gravidarum menjadi gejala yang dialani Sebagian besar pada ibu hamil, pada 80% pramida dan 60% multigravida. Menurut data Word Health Organisation di peroleh angka kejadian emesis gravidarum 14% dari seluruh Wanita hamil di dunia. di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 67.9%. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon pada ibu hamil trimester I di TPMB Bidan khaeni Nurkhaeni, A.M.Keb. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, Desain yang di gunakan Quasi Experiment dengan Pendekatan One Grup. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester 1 yang mengalami Emesis Gravidarum, Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 Orang, teknik pengambilan data penelitian yaitu Totral sampling, Instrumen yang digunakan penelitian ini kuesioner. Hasil : Ada pengaruh pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon untuk mengurangi Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I dengan mempunyai nilai p 0,000 ( p<0,05). Kesimpulan : dalam penelitian ini adalah Adanya Pengaruh untuk mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 dan Terdapat Perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan Pemberian Minuman kombinasi jahe dan lemon Pada ibu hamil Trimester 1. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan mengenai manfaat serta dapat mengaplikasikan Minuman Kombinasi jahe dan lemon bila terjadi emesis gravidarum dan menjadi salah satu inovasi dalam bidang kebidanan.