2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga menyebabkan tinggi badan lebih rendah disandingkan dengan umurnya. WHO (2022) menyatakan 148,1 juta (22,3%) balita mengalami stunting. Prevalensi stunting tahun 2022 pada balita di Indonesia 21,6%, di Jawa Barat 20,2%, dan tahun 2024 di Posyandu Wilayah Puskemas Cikarang 3,6%. Pengetahuan seorang ibu mengenai stunting memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku yang mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dengan perilaku pencegahannya di anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 99 ibu dengan anak usia 0-5 tahun, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Analisis data dilaksanakan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya, bernilai p = 0,018 (p≤0,05) dan Odds Ratio 2,935. Temuan ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu berpengaruh terhadap perilaku pencegahan stunting anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Merokok merupakan kebiasaan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker dan gangguan kardiovaskular. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap perilaku merokok akibat pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran akan dampaknya. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi motivasi berhenti merokok pada remaja Pesisir Pantai Sederhana, Kabupaten Bekasi. Metodologi penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 remaja laki-laki perokok yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,334) dan persepsi (p=1,000) dengan motivasi berhenti merokok (p>0,05). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara orang terdekat (keluarga) (p=0,001) dan lingkungan teman sebaya (p=0,000) dengan motivasi berhenti merokok (p<0,05). Saran: Dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial dari orang-orang terdekat, terutama keluarga dan teman sebaya, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi remaja untuk berhenti merokok. Oleh karena itu, intervensi berbasis dukungan sosial dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan dan penghentian merokok dikalangan remaja Pesisir Pantai Sederhana.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Para lansia memiliki mekanisme tidur yang terjadi lebih lama disebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, aktivitas fisik, lingkungan dan kecemasan. Hasil Penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang. Saran bagi lansia untuk meningkatkan aktivitas fisik agar tetap sehat dan mendapatkan kualitas tidur yang baik, lansia dianjurkan untuk menjaga lingkungan sekitar
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Periode pemulihan setelah operasi dikenal sebagai waktu dengan resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi di recovery room. Hipotermi adalah komplikasi pasca anestesi yang sering ditemukan di ruang recovery room, baik general anestesi maupun spinal anestesi. Hipotermi pasca operasi memiliki dampak signifikan pada hemodinamik, terutama terkait perubahan tekanan darah dan respons kardiovaskular pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan kejadian hipotermi dengan nadi dan tekanan darah pasca operasi di recovery room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif non exsperimental dengan metode korelasi dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 50 responden. Data dianalisis menggunakan spearman rank. Instrument penelitian berupa pendekatan studi observational analytic dengan pendekatan (cross sectional). Hasil: Berdasarkan klasifikasi ASA kategori ASA II 38 orang (76%), berdasarkan lama operasi sebagian besar responden menjalankan operasi dengan durasi sedang 1-3 jam sebanyak 44 orang (88%), berdasarkan suhu ruangan kamar operasi sebagian besar responden menjalani operasi dengan suhu ruangan normal 18-24 18-24°C yaitu 36 orang (72%), berdasarkan jenis anestesi sebagian besar responden menjalani pembedahan dengan General anestesi yaitu dilakukan sebanyak 33orang (66%), berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 32 orang (64%), brdasarkan sebagian besar usia responden dewasa awal sebanyak 12 orang (24%). Pada uji statistic spearman rank diperoleh nilai Signifikansi 0.000. Kesimpulan: Ada hubungan kejadian hipotermi dengan nadi dan tekanan darah di recovery room pasca operasi RSUD Kabupaten Bekasi.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Keadaan seseorang yang mengalami kecemasan pre operasi dapat diartikan sebagai perasaan takut atau gelisah yang ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, pernapasan cepat, sesak dada, serta ketegangan otot. Kecemasan pre operasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan hemodinamik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot yang tegang secara sistematis, sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasy eksperiment dengan desain pre and post test without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 33 responden dengan kriteria inklusi dan eklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar berusia 26 – 35 (33,3%) dengan jumlah 11 responden, jenis kelamin dengan jumlah 22 responden (66,7%) sebagian besar adalah perempuan, pengalaman pembedahan menunjukkan karakteristik responden sebagian besar belum pernah operasi sebanyak 20 responden (60,6%), dan berdasarkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi otot progresif lebih banyak responden mengalami cemas sedang (48,5%) dengan jumlah 16 responden, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif didapatkan hasil tingkat kecemasan responden sebagian besar menurun menjadi cemas ringan dengan jumlah 24 responden (72.7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum di RS Amanda Cikarang Selatan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying. ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that is increasingly receiving attention, especially the verbal, physical and psychological impacts experienced by victims. Bullying is divided into 2, namely, verbal bullying and physical bullying. This research aims to explore the experiences of students who experience bullying at SMPN 5 Cikarang Utara. Using a qualitative approach with a phenomenological design, the researcher conducted in-depth interviews. This research was carried out at North Cikarang 5 State Junior High School. The sampling technique used purposive sampling with a total of 8 respondents. There are 5 themes resulting from this research, namely: 1) Forms of bullying experienced by students who experience bullying 2) Verbal, physical and psychological impacts on students who experience bullying 3) Effects of bullying on students who experience bullying 4) The importance of social support for students who experience bullying 5) Coping mechanisms used by students against bullying. In addition, they expect social support from friends to help them overcome the experience. These findings reveal the importance of attention and support from the social environment in reducing the negative impact of bullying.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Sepsis merupakan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh melalui aliran darah dimana kondisi host mengalami infeksi yang sangat berat sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi organ-organ tubuh berujung pada kematian. 60% sampai dengan 70% sepsis di sebabkan invasi bakteri gram negatif. Pada saat bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, tubuh akan merangsang sistem pertahanan tubuh yaitu dengan melepaskan pirogen yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Peningkatan suhu tubuh diatas 38OC memerlukan penanganan yang tepat karena peningkatan suhu tubuh dapat memberikan dampak negative seperti gangguan rasa nyaman nyeri (nyeri kepala, nyeri sendi) sampai dengan kerusakan system saraf pusat yaitu kegagalan pada pusat pengatur suhu otak tengah dan pengeluaran keringat berhenti sehingga mengakibatkan disorientasi, kehilangan kesadaran bahkan kematian (Nety Taribuka, 2020). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik Surface cooling terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien sepsis di ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode: pada penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan two group pre test dan post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien sepsis yang mengalami peningkatan suhu tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong yang bejumlah 36 orang dengan menggunakan metode purposive sampling terdiri dari 18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Hasil: uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan 0.05 menunjukan P value 0,000 (P value 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik surface cooling Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Pasien Sepsis Di Ruang ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Saran: Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengatasi pasien/keluarga yang mengalami peningkatan suhu tubuh dengan menggunakan teknik surface cooling Kata kunci: Sepsis, Surface cooling, Suhu tubuh
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal ginjal menimbulkan tanda dan gejala pada tubuh penderitanya seperti sesak nafas, pusing, lemas, mual dan muntah, gelisah, sering haus, sulit buang air kecil, dan edema anasarka (Nurbadriyah, 2021). Menurut Ryski dan Guyton dalam Isroin (2016), edema pada jaringan mempengaruhi kekuatan otot. Hal ini karena hingga setengah jumlah cairan bebas menembus ke dalam interstitium, meningkatkan jarak difusi nutrisi dan oksigen dari kapiler ke jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 18 (72%) orang yang mengalami penurunan derajat edema dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol derajat edema selama periode interdialitik.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkah-langkah sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18 pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring. Kata Kunci: Luka Decubitus, Virgin coconut oil, Penyembuhan Luka, Pasien Tirah Baring.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga menyebabkan tinggi badan lebih rendah disandingkan dengan umurnya. WHO (2022) menyatakan 148,1 juta (22,3%) balita mengalami stunting. Prevalensi stunting tahun 2022 pada balita di Indonesia 21,6%, di Jawa Barat 20,2%, dan tahun 2024 di Posyandu Wilayah Puskemas Cikarang 3,6%. Pengetahuan seorang ibu mengenai stunting memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku yang mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dengan perilaku pencegahannya di anak usia 0-5 tahun di Posyandu Wilayah Puskesmas Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 99 ibu dengan anak usia 0-5 tahun, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Analisis data dilaksanakan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya, bernilai p = 0,018 (p≤0,05) dan Odds Ratio 2,935. Temuan ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu berpengaruh terhadap perilaku pencegahan stunting anak usia 0-5 tahun di Posyandu Wilayah Puskesmas Cikarang. Kata kunci : Anak, Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Stunting
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan