2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hipertensi adalah salah satu masalah Kesehatan yang kerap
terjadi pada lansia, yang bisa meningkatkan masalah tekanan darah tinggi
kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Selain farmakologis, upaya
penanganan secara non farmakologis direkomendasikan untuk menurunkan
tekanan darah, karena hemat biaya dan dapat dilakukan di rumah. Tujuan : tujuan
dari kajian ini yakni untuk mengetahui pengaruh kombinasi green colour therapy
dan slow deep breathing terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di
Desa Sukarapih tahun 2025. Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini
ialah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, one group pretest-posttest dan
pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 22 lansia hipertensi yang dipilih
melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilaksanakan melalui objek
pemandangan yang berwarna hijau serta menarik napas dalam secara lambat
sebanyak 5 kali selama 10 sampai dengan 15 menit dan dilakukan 2 siklus setiap
hari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilaksanakan sebelum serta setelah
intervensi dengan tensimeter digital. Hasil Penelitian : hasilnya yakni terdapat
adanya penurunan signifikan pada tekanan darah setelah intervensi. Uji Wilcoxon
Signed Rank Test memperlihatkan skor p = 0,000 dimana p < 0,05 artinya terdapat pengaruh signifikan dari kombinasi green colour therapy dan slow deep breathing
terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Pada kajian ini
yakni menunjukan gabungan green colour therapy dan slow deep breathing efektif
dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Disarankan untuk
penelitian berikutnya yakni bida dijadikan referensi serta bisa dikombinasikan
dengan terapi yang lain sebagai upaya menunjukkan perubahan dalam manajemen
untuk hasil yang lebih efektif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : penggunaan smartphone yang semakin meningkat pada remaja
berpotensi menimbulkan ketergantungan yang berdampak pada aspek akademik,
sosial, dan kesehatan mental. Remaja merupakan kelompok yang rentan karena
masih berada dalam tahap perkembangan psikologis dan kontrol diri yang belum
matang. Tujuan Penelitian : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor
yang berhubungan dengan ketergantungan smartphone pada remaja di SMP 3 Cibitung. Metode : penelitian ini mengunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 92 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Smartphone Addiction Scalle-Short Version (SAS-SV), kuesioner
Kontrol Diri, Parental Authority Questionnaire (PAQ), dan kuesioner Prokrastinasi Akademik. Dan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia (p-value = 0,035 dan OR = 2,838), kontrol diri (pvalue= 0,024 dan OR= 0,341), dan prokrastinasi akademik (p-value = 0,002 dan OR = 4,457) dengan ketergantungan smartphone pada remaja. Dan menunjukkan tidak adanya hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,541 dengan OR = 1,424) dan pola asuh orang tua
(p-value = 0,052 dan OR = 2,533) dengan ketergantungan smartphone
pada remaja. Kontrol diri yan rendah dan tingkat prokrastinasi
akademik yang tingggi menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan
risiko ketergantungan smartphone. Kesimpulan : ketergantungan smartphone
pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Upaya pencegahan
perlu melibatkan peran sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam
meningkatkan kontrol diri serta penggunaan smartphone yang sehat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Penyelenggaraan makanan lauk hewani di rumah sakit berisiko tinggi kontaminasi, sehingga memerlukan sistem preventif seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan meninjau kelayakan penerapan prinsip HACCP pada alur penyelenggaraan makanan lauk hewani di Instalasi Gizi RS Sentra Medika Cibinong. Metode : Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, populasi meliputi proses dan personel instalasi gizi, dengan sampel purposive informan kunci seperti kepala instalasi dan petugas pengolahan. Instrumen mencakup pedoman observasi, wawancara semi-terstruktur, dan checklist dokumen; analisis data tematik dengan triangulasi dan NVivo. Hasil : Hasil menunjukkan kelayakan tinggi HACCP di setiap tahap (penerimaan, penyimpanan, pengolahan, penyajian, distribusi) didukung SOP, fasilitas pendingin, dan pengawasan higiene, meski ada kendala pelatihan personel. Kesimpulan : Kesimpulan menyatakan RS Sentra Medika siap implementasi HACCP untuk tingkatkan keamanan pangan pasien rentan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Luka perineum merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas setelah persalinan pervaginam. Luka ini terjadi akibat adanya robekan jaringan perineum atau tindakan episiotomi, yang dapat menimbulkan nyeri, perdarahan, hingga risiko infeksi bila penyembuhannya tidak optimal. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), hampir 90% persalinan normal mengalami robekan perineum, dengan insiden global sebanyak 2,7 juta kasus pada tahun 2020 dan diperkirakan meningkat menjadi 6,3 juta kasus pada tahun 2050. Di Indonesia, sekitar 75% ibu nifas mengalami luka perineum pascapersalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian putih telur ayam terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi menggunakan skor REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) untuk menilai kondisi luka perineum. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Uji ini dipilih karena data bersifat berpasangan (skor REEDA sebelum dan sesudah intervensi pada responden yang sama), diukur pada skala ordinal, dan uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal (p < 0,05). Oleh karena itu, uji nonparametrik Wilcoxon dianggap sebagai analisis statistik yang paling tepat untuk penelitian ini.Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor REEDA sebelum dan sesudah pemberian putih telur ayam, dengan nilai Z = -5,396 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 96,7% responden mengalami penyembuhan luka perineum secara normal (≤ 7 hari). Kesimpulan : Pemberian putih telur ayam secara rutin berpengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Putih telur dapat menjadi alternatif intervensi nutrisi yang aman dan efektif dalam perawatan pasca persalinan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Ibu bekerja menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh anak, yang sering kali menghadapi kendala dalam mempertahankan produksi ASI secara optimal. Tantangan seperti stres kerja, kurangnya waktu menyusui, dan minimnya fasilitas laktasi dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang mulai dimanfaatkan untuk mengatasi hal tersebut adalah konsumsi sari kacang hijau, karena kandungan nutrisinya yang dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap produksi ASI pada ibu bekerja di TPMB Wawang Putri tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 ibu bekerja dengan bayi usia 0–6 bulan, yang dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian 250 ml sari kacang hijau dua kali sehari selama tujuh hari. Volume ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan gelas ukur, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI yang signifikan secara statistik (p < 0,05) setelah intervensi konsumsi sari kacang hijau selama tujuh hari. Kesimpulan: Sari kacang hijau efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu bekerja, serta memiliki potensi sebagai intervensi gizi berbasis pangan lokal yang murah dan mudah diakses untuk mendukung keberhasilan laktasi eksklusif.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Morning sickness merupakan gejala umum yang dialami ibu hamil trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah, dan dapat mengganggu aktivitas serta asupan nutrisi. Salah satu bentuk penanganan non-farmakologis yang umum digunakan adalah pemberian jahe hangat dan aromaterapi peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pemberian jahe hangat dengan aromaterapi peppermint terhadap frekuensi morning sickness pada ibu hamil trimester I di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest one group. Sampel berjumlah 32 ibu hamil trimester I yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi SOP intervensi dan lembar observasi PUQE-24. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan jahe hangat, sebagian besar responden mengalami morning sickness kategori sedang (90,6%) dan berat (9,4%), sedangkan setelah intervensi menjadi ringan (68,8%) dan sedang (31,3%). Pada kelompok aromaterapi peppermint, sebelum intervensi sebagian besar mengalami kategori sedang (84,4%) dan berat (15,6%), setelah intervensi masih didominasi kategori sedang (96,9%) dan hanya 3,1% yang ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 pada kedua intervensi, dengan hasil Mann-Whitney menunjukkan jahe hangat lebih efektif dalam menurunkan frekuensi morning sickness. Simpulan: Jahe hangat terbukti lebih efektif dibandingkan aromaterapi peppermint dalam mengurangi frekuensi morning sickness.
Saran: Jahe hangat dapat direkomendasikan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis bagi ibu hamil trimester I.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas harian maupun psikososial. Data WHO (2021) menunjukkan bahwa 75% perempuan di dunia pernah mengalami keputihan, dengan 45% di antaranya lebih dari dua kali. Di Indonesia, prevalensi mencapai sekitar 90%, di mana 60% kasus terjadi pada kelompok usia remaja. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2021 mencatat prevalensi keputihan pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 31,8%. Hasil survei awal di SMP Qur’an ElTahfidh mengungkapkan bahwa 21,5% siswi mengalami keputihan, namun mayoritas belum memahami perbedaan antara keputihan fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Hal ini mengindikasikan masih terbatasnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian keputihan pada remaja putri kelas VIII dan IX di SMP Qur’an ElTahfidh tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 93 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta Odds Ratio (OR). Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000; OR=7,875), usia (p=0,001; OR=0,257), personal hygiene (p=0,000; OR=7,286), serta sumber informasi (p=0,007; OR=0,295) dengan kejadian keputihan. Diperlukan program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih intensif dan berkelanjutan, baik melalui sekolah, keluarga, maupun tenaga kesehatan, agar remaja mampu memahami perbedaan keputihan normal dan patologis, meningkatkan kebersihan diri, serta menerapkan perilaku pencegahan sejak dini. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi strategi promosi kesehatan remaja secara lebih terarah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Tingkat cakupan imunisasi TT di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dan kurangnya informasi yang akurat serta masih adanya mitos mengenai efek samping vaksinasi menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, salah satunya melalui media buku saku yang bersifat praktis, informatif, dan mudah dipahami. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi tetanus toksoid di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 70 ibu hamil trimester 1 dan 2 yang menjalani pemeriksaan kehamilan di Klinik Rumah Sehat Keluarga selama bulan April–Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dimana semua ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden. pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi media buku saku. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,3%) memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, 35,7% dalam kategori kurang, dan hanya 10% dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi
menggunakan media buku saku, terjadi peningkatan yang signifikan: 85,7% responden menunjukkan pengetahuan baik, 14,3% cukup, dan tidak ada responden yang berada dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 61,64 sebelum intervensi menjadi 82,93 setelah intervensi,
dengan nilai p = 0,000 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku sangat efektif guna meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT. Buku saku dapat dijadikan media edukatif yang praktis dan efisien untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil terhadap imunisasi TT, Upaya peningkatan dukasi buku saku ini juga perlu dukungan keluarga, dan peran aktif dari tenaga kesehatan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan yang sering dilakukan dalam proses persalinan, namun memiliki dampak berupa nyeri pascaoperasi. Penanganan nyeri yang efektif sangat penting untuk mendukung pemulihan pasien. Teknik relaksasi napas dalam merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dinilai aman dan efektif untuk menurunkan nyeri. Tujuan penelitian: tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka Tahun 2025. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden post sectio caesarea yang dipilih secara total sampling. Teknik relaksasi napas dalam diberikan selama dua hari, dengan pengukuran nyeri menggunakan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat penurunan yang signifikan pada intensitas nyeri setelah diberikan intervensi (p < 0,001), dari nyeri berat menjadi sedang dan ringan. Kesimpulan: Teknik relaksasi napas dalam berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea, dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam asuhan kebidanan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja akibat kurangnya pengetahuan dan perilaku berisiko. Di Indonesia tahun 2022 tercatat 20.783 kasus IMS, menunjukkan masih tingginya prevalensi. Minimnya pengetahuan remaja menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya angka tersebut. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendidikan kesehatan dengan media cetak, seperti leaflet, yang dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov test, sedangkan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil univariat dan bivariat penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang infeksi menular seksual sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan rendah. Setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan remaja. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan kesehatan dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Oleh karena itu, disarankan bagi petugas kesehatan agar dapat menggunakan media leaflet dalam melakukan pendidikan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu, termasuk salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada bulan Januari sampai bulan Desember 2024 angka kejadian kelahiran prematur di RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 100 kasus yang di akibatkan ketuban pecah dini (KPD), Preeklamsi/Eklamsi, usia lebih dari 40 tahun, paritas, kurangnya pengetahuan tentang komplikasi dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 318 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik sampling random sampling. Instrumen penelitian berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p=0,036), pendidikan (p= 0,003), usia (p=0,037), KPD (p=0,014), preeklamsi/eklamsi (p=0,041). Kesimpulan: Faktor paritas, pendidikan, usia, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi memiliki hubungan signifikan terhadap persalinan prematur. Upaya untuk meningkatan wawasan tentang faktor yang mempengaruhi persalinan prematur khususnya faktor dari ibu, meningkatan edukasi pemeriksaan hamil rutin, dukungan keluarga dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah persalinan prematur.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Produksi ASI pada ibu menyusui tidak selalu berjalan optimal, dan salah satu permasalahan
yang kerap muncul adalah jumlah ASI yang tidak mencukupi. Kondisi ini menjadi hambatan dalam
pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, padahal program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting (Juniar & Akhyar, 2023). Pijat Oketani merupakan bentuk intervensi non-farmakologis yang bertujuan untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pijt oketani pada ibu menyusui di Posyandu Merpati 8 Wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kebupaten Bekasi Tahun 2025. Metode penelitian metode ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test Lokasi penelitian di Posyandu Merpati 8 Desa karang Asih Cikarang Utara. Populasinya adalah ibu menyusui 0-6 bulan yang berkunjung ke posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi.
Sampel pada penelitian ini Ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan sebanyak 15 responden. Teknik
pengambilan sample menggunakan Total Sampling. Dengan sampel jumlah minimal. Variabel
independent dalam penelitian ini adalah pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI, dan sebagai
variabel dependen Produksi ASI pada ibu menyusui. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025. Hasil uji Wilcoxon P-value 0,001 < α=0,05. Kesimpulan adanya pengaruh pijat oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Saran peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut memberikan edukasi dan informasi tentang cara untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui di posyandu Mawar 8 wilayah Puskesmas Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2025
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Baby blues merupakan gangguan emosional yang dialami ibu pasca persalinan dan sering kali diabaikan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang baby blues dapat meningkatkan risiko kejadian tersebut. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar umur ibu hamil tidak berisiko (20-35 tahun) yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan tinggi (≥SMA) sebanyak 24 orang (80%), dan tidak bekerja sebanyak 21 orang (70%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 responden (70%). Setelah intervensi, Sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 29 responden (96,7%) dengan kategori baik. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,011 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi Tahun 2025. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan leaflet sebagai media edukasi rutin dalam pelayanan antenatal care.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kekerasan dalam pacaran (KDP) merupakan salah satu bentuk kekerasan yang kerap tidak disadari oleh remaja putri, akibat minimnya pengetahuan serta normalisasi terhadap perilaku agresif dalam hubungan. Penggunaan media leaflet sebagai sarana edukasi dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai isu ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang kekerasan dalam pacaran pada remaja putri di SMP Negeri Satu Atap 01 Jonggol Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini sebanyak 305, sampel penelitian sebanyak 75 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan remaja putri tentang kekerasan dalam pacaran setelah diberikan edukasi menggunakan media leaflet. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,176 dan p-value 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara nilai pretest dan posttest. Kesimpulan: Media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kekerasan dalam pacaran. Edukasi melalui media cetak sederhana ini dapat menjadi strategi pencegahan kekerasan yang tepat pada remaja.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p < 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia <30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pada tahun 2022, kanker serviks mengalami kasus baru diseluruh dunia sekitar 660.000 kasus, kanker menjadi urutan keempat yang paling umum terjadi diantara wanita. Pada negara dengan pendapatan rendah – menengah terjadi kematian sekitar 94% dari 350.000 akibat dari kanker serviks. Rencana Aksi Nasional untuk Eliminasi Kanker Serviks, yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, menyerukan agar 90% remaja berusia 15 tahun mendapatkan vaksin HPV pada tahun 2027 dan 90% anak laki-laki melakukannya antara tahun 2028 dan 2030. Mengetahui bagaimana pengetahuan siswa tentang pentingnya vaksinasi HPV di SMAN 1 Sukatani dipengaruhi oleh edukasi kesehatan melalui media booklet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Pretest-Post Test Only One Group Design adalah desain pre-eksperimental. Sampel terdiri dari 40 remaja putri yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed Rank Test dikarenakan data tidak berdistribusi norma. Adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi Kesehatan melalui media booklet nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Dari 40 remaja putri mengalami peningkatan dan tidak ada dalam pengetahuan kurang. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah menerima edukasi melalui media booklet.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami remaja dan
berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, serta prestasi akademik. Tujuan
Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat
insomnia pada remaja kelas X SMAN 1 Cikarang Timur. Metode Penelitian menggunakan
desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 49
siswa yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria mengalami insomnia.
Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Skala Baku Pengukuran Insomnia Remaja
(KSBPJ-IRS). Intervensi berupa pemberian aromaterapi lavender spray pada bantal atau
selimut responden setiap malam selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data dilakukan
dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum
intervensi sebagian besar responden mengalami insomnia ringan (75,5%) dan insomnia
berat (24,5%). Setelah intervensi, 81,6% responden tidak lagi mengalami insomnia,
sedangkan 18,4% mengalami insomnia ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000
(<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor insomnia sebelum dan
sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aromaterapi lavender
spray berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat insomnia pada remaja, sehingga
dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan efektif untuk
meningkatkan kualitas tidur.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dampak dari siklus menstruasi yang tidak teratur yaitu infertile, endometriosis, dan gangguan psikologis. Infertile dapat terjadi jika siklus menstruasi tidak teratur sehingga mengakibatkan ovulasi terganggu dan dapat terjadinya ketidakseimbangan hormonal yang punya pengaruh besar terhadap ovulasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Muara Gembong. Metode : Penelitian ini mengadopsi metode analitik kuantitatif dengan Rancangan penelitian ini adalah crossectional, Populasi penelitian ini sebanyak 76, sampel penelitian sebanyak 76 responden remaja putri tingkat VIII dan IX, yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data Univariat dan Bivariat dilakukan menggunakan uji chi square, Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik terhadap gangguan siklus menstruasi yang di dapatkan nilai untuk faktor usia : p-value = 0,001, tingkat stress : p-value = 0,003, aktivitas fisik : p-value = 0,005 yang berarti ada hubungan yang signifikan dari ketiga faktor tersebut, Kesimpulan : Faktor usia, tingkat stress dan aktivitas fisik termasuk dalam faktor-faktor yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi, yang Dimana para remaja putri di harapakan untuk menjaga stabilitas dari segi tingkat stress dan aktivitas fisik agar mengurangi potensi mengalami gangguan siklus menstruasi.