2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik dan kronis ditandai dengan hiperglikemia. Di puskesmas danau indah Di Lihat dari tiga bulan terkahir pasien diabetes melitus berjumlah 120 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu adanya hubungan pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 Metode: jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik yang dengan rancangan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah 30 orang dan sampelnya mengunakan teknik total sampling dimana besar sampel sama dengan populasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar obeservasi pengukuran GDS. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square.Hasil Penelitian: Hasil pengolahan data menggunakan chi-square menunjukan bahwa nilai p= 0.023 α 0,005. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2, dengan nilai OR 9.750 dan (95% CI = 1-592 – 59.695). Kesimpulan: Sebagai pasien di Puskesmas Danau Indah memiliki pola makan kurang baik. Di harapkan dapat melakukan pencegahan secara teratur dan menerapkan Gaya hidup yang sehat dengan Cara menjaga pola makan dan rutin mengecek gula darah agar tetap normal.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia adalah penyakit komplikasi yang memiliki trias gejala, yaitu hipertensi, proteinuri dan edema. Salah satu yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia adalah pertambahan berat badan pada ibu hamil yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan ibu hamil dengan kejadian preeklamsi.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan observational analitik dengan desain pendekatan waktu cross sectional, Dengan populasi pasien hamil sebanyak 35 orang. Sampel dalam penelitian ini dihitung berdasarkan rumus Slovin, yaitu sebesar 32 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian ini diperoleh p-value sebesar 0,001.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kunjungan ibu ke posyandu penting bagi kesehatan masyarakat. Pembangunan kesehatan untuk
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya memerlukan peran masyarakat. Menurut
Dinkes (2019), Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat UKBM berperan serta aktif dalam
penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dalam bentuk Posyandu yang berperan sebagai pemberi
pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan tumbuh kembang anak, penyakit
dan mengurangi angka kematian bayi. Dengan 5 program prioritasnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam kunjungan balita ke Posyandu S.24 di Desa
Karangraharja. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross
Sectional. Jumlah sample 72 responden dengan tehnik nonprobability sampling. Hasil analisa statistik
dengan Chi-square test. Dengan hasil bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu dengan nilai p value =
0,002(<0,05), pekerjaan ibu dengan nilai p value = 0,019(<0,05), pengetahuan ibu dengan nilai p value =
0,002(<0,05), sikap ibu dengan nilai p value = 0,000(<0,05), dan peran kader dengan nilai p value =
0,000(<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah walaupun kepatuhan ibu dalam kunjungan balita ke
posyandu sudah baik, namun peran kader dalam penyuluhan dan sikap ibu dalam kepatuhan kunjungan balita
ke posyandu mempunyai andil yang besar dalam meningkatkan kepatuhan kunjungan balita ke posyandu
setiap bulan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah anemia. Prevalensi anemia pada anak adalah 57,6%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada
anak. Penelitian ini bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan
kriteria bayi berusia 1-6 bulan yang dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis Rs.x
kabupaten bekasi. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil prevalensi anemia pada anak
adalah 60%. Faktor-faktor yang berhubungan denagan anemia pada anak adalah jenis
kelamin,berat badan,status gizi,usia ibu,pekerjaan ibu dengan p value < 0,05. Sedangkan
pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kesimpulan penelitian ini
menunjukan bahwa faktor anemia pada anak adalah jenis kelamin,berat badan,status gizi,usia
ibu,pekerjaan ibu
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus merupakan masalah penting karena merupakan penyakit tidak menular dan terus meningkat setiap tahun dan menjadi ancaman kesehatan dunia saat ini. Penderita diabetes mellitus kebanyakan mengalami luka, pasien sering mengalami stress. Salah satu faktor diantaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian yaitu semua pasien yang mengalami luka diabetes melitus dan melakukan perawatan luka di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sampel menggunakan keseluruhan populasi sebanyak 30 pasien. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan < 0,05.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat stress pada pasien dengan luka diabetes melitus di Ruang Bougenvile RSUD Bayu Asih Purwakarta karena nilai = 0,034 (p value <0,05). Maka dapat disimpulkan, pengetahuan mengenai penyembuhan luka diabetes mellitus sangat penting di berikan kepada pasien dan keluarga untuk mencegah terjadinya stress akan penyakit yang di deritanya.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan merupakan tanggung jawab perawat dan merupakan aspek legal. Pendokumentaasian asuhan keperawatan harus diisi lengkap agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja dan pengetahuan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan Diabetes Mellitus di RS X Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 17 (47,5%) responden berusia 26-35 tahun, 39 (97.5%) responden berjenis kelamin perempuam, 28 (70%) responden tingkat pendidikannya D3 Keperawatan, 26 (65%) responden masa kerjanya 0-5 tahun, 23 (57.5%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara usia dengan kelengkapan askep DM p value = 0.90, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pendokumentasian askep DM p value = 1,ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan askep DM p value = 0.003,ada hubungan antara masa kerja denagan kelengkapan pendokumentasian askep DM p value = 0.000,ada hubungan antara pengetahuan dengan kelengkapan askep DM p value = 0.000. Kesimpulan bahwa kelengkapan pendokumentasian penting untuk menilai sejauh mana keberhasilan asuhan keperawatan yang kita lakukan maka dari itu asuhan keperawatan yang kita berikan kepada pasien harus di dokumentasikan secara tepat dan lengkap.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Lanjut Usia (lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas.Hospitalisasi atau masuk rumah
sakit merupakan keadaan yang mengharuskan seseorang untuk dirawat dirumah sakit karena mengalami kondisi krisis
dan kesakitan secara fisik maupun psikologis. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa terdapat kurang
lebih 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena
dimensia. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan lansia
yang menjalani hospitalisasi di RS X Kabupaten. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan metode pendekatan
Cross Sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko. Analisis data
yang digunakan Uji Chi Square. Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, jenis kelamin, tingkat
pendidikan, dan dukungan petugas kesehatan. Penelitian ini menggunakan data primer, aplikasi yang digunakan
adalah kuesioner, dan SPSS 23
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Neuropati merupakan suatu keadaan yang berkesinambungan dengan gangguan fungsi dan struktur saraf tepi. Dalam penatalaksanaan pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Koncara menunjukkan sebagian besar mengalami gangguan neuropati sensori dan belum mengetahui bagaimana melakukan senam kaki diabetes. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi untuk mengetahui hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Koncara sebanyak 38 pasien. Teknik sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah 38 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kepada pasien meliputi variabel pengalaman senam kaki dan variabel gejala neuropati perifer sensori. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian gambaran variabel pengalaman senam sebagian besar responden kurang pengalaman dalam melakukan senam kaki diabetik. Gambaran variabel gejala neuropati sebagian besar responden mengalami neuropati berat. Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square bahwa nilai p value = 0,002 (p < 0,05), maka disimpulkan terdapat hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara, dengan kekutan nilai RR = 0,544. Disarankan manajemen pelayanan kesehatan menetapkan ketentuan, prosedur dan standar dalam penatalaksanaan pasien diabetes melitus serta penerapan pelaksanaan senam kaki diabetik yang terjadwal secara periodik.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Karakteristik menurut Boeree, 2010 merupakan segala sesuatu ciri khas seseorang dalam berkeyakinan, bertindak,
seta merasakan. Setiap ruangan memiliki karakteristik perawat yang berbeda sesuai dengan kondisi pasien yang
dilayani seperti di ruangan poliklinik selama pandemi covid-19 perawat merasa cemas bahkan stress karena perawat
poliklinik tidak dilengkapi alat pelindung diri. Peneltian ini bertujuan untuk mengindentifikasi adanya hubungan
karakteristik perawat terhadap stress dalam memberikan asuhan keperawatan di masa pandemic covid-19 di
Poliklinik RS X. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross
sectional.Sampel yang di gunakan sebanyak 67 perawat dengan tekhnik pengambilan Total Sampling. Analisis data
yang digunakan Uji Chi Square.Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, masa kerja, dan tingkat
pendidikan. Penelitian ini menggunakan data primer. Hasil penelitan nya yaitu ada hubungan masa kerja perawat
terhadap stress dalam memberikan asuhan keperawatan di masa pandemic covid -19.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diet diabetes melitus merupakan salah satu dari lima PILAR DM yaitu untuk mengontrol kadar gula darah pasien,
memberikan energi yang cukup dan menghindari komplikasi dari penyakit baik akut maupun kronis. Pada lansia sangat
rentan terkena diabetes melitus karena seiring bertambahnya usia fungsi organ semakin menurun dan terjadi perubahanperubahan
fisologis terutama pada sistem endokrin. Perubahan fisiologis pada usia lanjut normal terjadi namun
tergantung pada kesehatan, gaya hidup, stres, dan kondisi lingkungan yang ada jadi pada setiap orang berbeda-beda.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diet Diabetes
Melitus Pada Lansia Di Poli Spesialis RS X Cikarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah non eksperiemen dengan
metode kuantitatif. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu 41 responden dengan menggunakan total sampling.
Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer
dengan instrument kuesioner pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan dan kepatuhan diet DM. Uji statistic
menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan
kepatuhan diet DM dengan hasil P Value 0,001. Terdapat hubungan antara sikap dengan kepatuhan diet DM dengan
hasil P Value 0,000. Terdapat hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan diet DM dengan P
Value 0,001. Penderita diabetes melitus pada lansia di poli spesialis RS X Cikarang sudah memiliki pengetahuan yang
baik tentang diet diabetes melitus dan dapat melakukan diet dengan baik, maka dari itu diet diabetes melitus perlu
dipertahankan dan mendapat dukungan dari petugas kesahatan maupun orang disekitarnya.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acut Respiratory
Syndrome Coronavirus-2. Komobid merupakan penyakit atau kondisi yang muncul bersamaa pada individu, atau
disebut juga penyakit penyerta. Tujuan penelitian Mengetahui hubungan komorbid diabetes melitus, hipertensi dan
penyakit jantung terhadap perburukan klinis pada pasien Covid-19
Metode dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Sampel
dari penelitian ini adalah seluruh pasien terdiagnosa Covid-19 dengan satu komorbid (diabetes melitus, hipertensi dan
penyakit jantung )yang dirawat di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta pada periode Oktober 2020 hingga Januari
2021 dengan menggunakan teknik pengmbilan sampling Total Sampling yang berjumlah 48 orang.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 48 pasien yang memiliki komorbid terinfeksi Covid-19 di ruang
ICU, 30 pasien mengalami perburukan klinis, 58,3% yang memiliki penyakit komorbid Diabetus Melitus (p=0,016, OR
5,500), 29,2% yang memiliki penyakit komorbid Hipertensi (p=0,140, OR 0,313) dan 12,5% memiliki penyakit
komorbid Jantung (p=0,179, OR 0,250). Kesimpulan bahwa diabetes melitus merupakan salah satu penyakit komorbid
yang dapat memperburuk kondisi klinis pada pasien covid-19.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki.Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik.Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik.Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya motivasi melakukan senam kaki. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.Sampel dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes (p-Value= 0.001) pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, hasil uji statistik. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 26. yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 26 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Penting dilakukan edukasi untuk meningkatkan motivasi pasien DM melakukan senam kaki.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pasien diabetes mellitus umumnya mengalami komplikasi seiring meningkatnya prevalensi diabetes mellitus. Komplikasi yang sering muncul pada diabetes mellitus tipe II adalah hipoglekimia. Beberapa masalah yang dapat timbul pada pasien dapat dikendalikan dengan menerapkan kepatuhan pengobatan, dan juga pendekatan oleh keluarga karena dukungan keluarga akan mempengaruhi kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri terutama mencegah komplikasi seperti hipoglikemia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian semua pasien diabetes melitus tipe II dan menjalani terapi di RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan sampel sebanyak 30 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa uji chi-square dan nilai odds ratio (OR). Hasil penelitian dukungan keluarga nilai p value sebesar 0,058 dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 0,164, kepatuhan pengobatan nilai p value sebesar 0,072 dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 0,185, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Burnout (kejenuhan kerja) sebagai proses perubahan perilaku negatif yang terjadi sebagai respon dari stress dan tekanan pekerjaan dalam jangka waktu lama dengan gejala kelelahan fisik dan emosi, perubahan kepribadian dan menurunnya produktivitas kerja. Tujuan penelitian mengetahui hubungan faktor internal dan faktor ekternal dengan Burnout (kejenuhan kerja) saat pandemi Covid 19 pada perawat di rumah sakit “X” Kab Bekasi. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 91 perawat. Jumlah sampel sebanyak 48 responden, dengan teknik Cluster Sampling. Instrumen pengumpulan data dengan kuesioner, yang akan di analisis dengan uji statistik Chi Square.
Hasil analisa statistik didapatkan tidak ada hubungan usia dengan Burnout pada perawat P Value=0,409 (>0,05), tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan Burnout pada perawat P Value=0,235 (>0,05) dan ada hubungan masa kerja dengan Burnout pada perawat P Value=0,002 (<0,05). Adanya hubungan dukungan rekan kerja dengan Burnout dengan p Value=0,000 (<0,05). Adanya hubungan dukungan atasan dengan Burnout dengan p Value=0,000 (<0,05).
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu mempertahankan dan meningkatkan dukungan sosial rekan kerja dan atasan untuk para perawat agar meminimalisir Burnout, misalkan mengadakan kegiatan positif yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi yang berkaitan dengan dukungan emosional, memberikan reward atas prestasi yang diraih, memberikan solusi atau nasehat ketika perawat membutuhkan masukan akan kinerja.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Penyakit diabetes melistus adalah suatu penyakit dimana penderitanya tidak bisa mengontrol kadar gula di dalam tubuhnya. Penderita diabetes melistus rentang mengalami komplikasi yang ditimbulkan dengan peningkatan kadar gula darah, peningkatan kadar gula darah dapat dicegah dengan dengan melakukan perawatan diri yang baik yang terdiri dari pengaturan pola makan, olah raga, terapi obat, perawatan kaki dan pemantauan kadar gula darah. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan diri (self care) pada pasien diabetes melistus di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 bulan januari tahun 2021 di poli penyakit dalam dan ruang rawat inap RSUD Bayu Asih Purwakarta yaitu sebanyak 73 orang dan sampel sebanyak 42 orang dengan menggunakan metode consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner modifikasi Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA), dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan Usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status ekonomi dengan perawatan diri, nilai p-Value secara berturut-turut 0,04, 0,014, 0,020, dan 0,012. Sementara itu terdapat nilai )R pada variabel jenis kelamin sebesar 0,198 dan nilai OR pada variabel status ekonomi sebesar 0,190. Kesimpulan: Perawatan diri merupakan kunci utama bagi keberhasilan pengobatan penyakit siabetes melistus. Untuk itu promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan bagi berbagai lapisan masyarakat sangat diperlukan.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Peningkatan jumlah anak yang dirawat di rumah sakit, beresiko terjadi peningkatan populasi orang tua yang mengalami kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua dalam menghadapi hospitalisasi anak usia para sekolah di RS X Kabupaten Bekasi. Desain yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua anak prasekolah yang dirawat diruangan anak berjumlah 64 responden dengan metode purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scales). Hasil penelitian menunjukkan dari beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan yang menunjukkan hasil yang berhubungan ada tiga : hubungan usia orangtua p value=0,018 < 0,05 , hubungan lama rawat p value=0,000 < 0,05 , hubungan diagnose medis p value=0,002 < 0,05 dengan tingkat kecemasan orang tua dalam menghadapi hospitalisasi anak usia pra sekolah. Kesimpulan hasil penelitian ini terdapat faktor yang berhubungan yaitu usia orangtua, lama rawat dan diagnose medis dengan tingkat kecemasan orangtua dalam menghadapi hospitalisasi. Maka dari itu tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan pendiikan kesehatan dan informasi perawatan penyakit yang sedang diderita untuk mengurangi keemasan orang tua kepada orang tua yang anaknya sedang menjalani hospitalisasi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Diabetes Mellitus termasuk penyakit seumur hidup yang belum memiliki obat untuk kesembuhannnya. Seseorang yang mengidap Diabetes Mellitus harus meminum obat sepanjang sisa hidupnya untuk mengontrol gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Melihat hal ini selain kedisiplinan dalam menjalankan pengobatan, dukungan keluarga juga sangat penting agar terapi dapat berjalan maksimal. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus di tiga bulan terakhir pada tahun 2020 yang berada di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sebanyak 67 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode concecutive sampling. Dukungan keluarga pada penelitian ini diukur menggunakan instrumen kuesioner dukungan keluarga Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta (p= 0,001). Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR= 6,443, artinya responden dengan dukungan keluarga kurang mempunyai peluang 6,443 kali untuk tidak patuh kontrol rutin dibanding responden dengan dukungan keluarga baik. Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan responden dengan sampel yang lebih banyak dan menggunakan alat ukur yang lebih baik
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional, dengan menggunakan anlisa statistic menggunakan uji chi square pada Analisa bivariat dan Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi
Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah paritas (p value=0,049). Kunjungan ANC (p value = 0.000), Riwayat Kesehatan (p value = 0.000).Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia (p value=0,965) tingkat pendidikan (p value=0,511), status pekerjaan (p value =0,888). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya dengan memperhatikan tekanan darah jika memiliki Riwayat Kesehatan hipertensi, serta rutin melakukan kunjungan ANC.