Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Insomnia
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Teknik Tuina pada Titik Shenmen dan Titik Baihui Terhadap Kualitas Tidur Pasien Insomnia Kronis di Griya Sehat Rauhiyyah

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Insomnia kronis merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur, atau bangun terlalu dini yang berlangsung minimal tiga kali dalam seminggu selama lebih dari tiga bulan. Prevalensi insomnia kronis terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia, dan berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, serta kesehatan fisik dan mental. Pengobatan farmakologis sering menimbulkan efek samping dan ketergantungan, sehingga diperlukan terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Teknik Tuina dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok pada titik Shenmen (HT7) dan Baihui (GV20) dipercaya dapat menenangkan Shen, melancarkan sirkulasi Qi dan darah, serta meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui efektivitas teknik Tuina pada titik Shenmen (HT7) dan Baihui (GV20) terhadap peningkatan kualitas tidur pasien insomnia kronis di Griya Sehat Rauhiyyah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi berupa teknik Tuina pada titik Shenmen (HT7) dan Baihui (GV20) yang diberikan sebanyak 8 sesi selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test setelah data dinyatakan berdistribusi normal melalui uji Shapiro-Wilk. Hasil: Rata-rata skor PSQI sebelum intervensi adalah 9,17 ± 2,08 dan setelah intervensi menurun menjadi 7,50 ± 1,58. Seluruh 30 responden mengalami penurunan skor PSQI dengan rata-rata penurunan sebesar 1,67 poin. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai t = 11,378 dengan derajat kebebasan (df) = 29 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor PSQI sebelum dan sesudah terapi Tuina. Kesimpulan: Teknik Tuina pada titik Shenmen (HT7) dan Baihui (GV20) efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pasien insomnia kronis di Griya Sehat Rauhiyyah. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan berbasis bukti dalam penatalaksanaan insomnia kronis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Akupunktur Nei Guan Kombinasi Herbal Wedang Pala untuk Pasien Insomnia Berbagai Sindrom

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Insomnia adalah gangguan tidur tersering dalam praktik klinis yang menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Obat sedatif-hipnotik konvensional memiliki efek samping seperti ketergantungan dan gangguan kognitif, sehingga diperlukan terapi alternatif yang aman. Akupunktur titik PC 6 (Nei Guan) dan herbal wedang pala berpotensi memberikan efek sinergis untuk mengatasi insomnia. Tujuan: Menganalisis pengaruh akupunktur PC 6 kombinasi wedang pala terhadap peningkatan kualitas tidur pasien insomnia. Metode: Penelitian pretest-posttest control group design dengan pendekatan kuantitatif ini melibatkan 30 pasien insomnia di Klinik Velda, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, yang dibagi menjadi dua kelompok: akupunktur PC 6 + wedang pala (n=15) dan akupunktur PC 6 saja (n=15). Intervensi dilakukan 8 kali (2 kali/minggu). Kualitas tidur diukur dengan Insomnia Severity Index (ISI) saat pre-test dan post-test. Analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk (normalitas) dan Paired T-Test (hipotesis). Hasil: Seluruh data berdistribusi normal (p > 0,05). Kelompok kombinasi menunjukkan penurunan skor ISI yang sangat signifikan dari 15,20 ± 4,98 menjadi 7,00 ± 2,72 (t(14) = -17,85; p < 0,001). Kelompok akupunktur saja menurun dari 16,20 ± 4,24 menjadi 8,73 ± 2,60 (t(14) = -18,63; p < 0,001). Kedua kelompok mengalami perbaikan yang sangat signifikan secara statistik (p < 0,001). Kesimpulan: Akupunktur PC 6, baik tunggal maupun kombinasi dengan wedang pala, efektif menurunkan skor ISI (meningkatkan kualitas tidur) pada pasien insomnia moderat. Kombinasi menunjukkan kecenderungan efek lebih besar, mengindikasikan efek sinergis antara kedua terapi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Akupunktur Nei Guan Kombinasi Herbal Wedang Pala untuk Pasien Insomnia Berbagai Sindrom

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Insomnia adalah gangguan tidur tersering dalam praktik klinis yang menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Obat sedatif-hipnotik konvensional memiliki efek samping seperti ketergantungan dan gangguan kognitif, sehingga diperlukan terapi alternatif yang aman. Akupunktur titik PC 6 (Nei Guan) dan herbal wedang pala berpotensi memberikan efek sinergis untuk mengatasi insomnia. Tujuan: Menganalisis pengaruh akupunktur PC 6 kombinasi wedang pala terhadap peningkatan kualitas tidur pasien insomnia. Metode: Penelitian pretest-posttest control group design dengan pendekatan kuantitatif ini melibatkan 30 pasien insomnia di Klinik Velda, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, yang dibagi menjadi dua kelompok: akupunktur PC 6 + wedang pala (n=15) dan akupunktur PC 6 saja (n=15). Intervensi dilakukan 8 kali (2 kali/minggu). Kualitas tidur diukur dengan Insomnia Severity Index (ISI) saat pre-test dan post-test. Analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk (normalitas) dan Paired T-Test (hipotesis). Hasil: Seluruh data berdistribusi normal (p > 0,05). Kelompok kombinasi menunjukkan penurunan skor ISI yang sangat signifikan dari 15,20 ± 4,98 menjadi 7,00 ± 2,72 (t(14) = -17,85; p 0,001). Kelompok akupunktur saja menurun dari 16,20 ± 4,24 menjadi 8,73 ± 2,60 (t(14) = -18,63; p 0,001). Kedua kelompok mengalami perbaikan yang sangat signifikan secara statistik (p 0,001). Kesimpulan: Akupunktur PC 6, baik tunggal maupun kombinasi dengan wedang pala, efektif menurunkan skor ISI (meningkatkan kualitas tidur) pada pasien insomnia moderat. Kombinasi menunjukkan kecenderungan efek lebih besar, mengindikasikan efek sinergis antara kedua terapi.

62 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Insomnia Pada Remaja di SMAN 1 Cikarang Timur Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami remaja dan berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, serta prestasi akademik. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat insomnia pada remaja kelas X SMAN 1 Cikarang Timur. Metode Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 49 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria mengalami insomnia. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Skala Baku Pengukuran Insomnia Remaja (KSBPJ-IRS). Intervensi berupa pemberian aromaterapi lavender spray pada bantal atau selimut responden setiap malam selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami insomnia ringan (75,5%) dan insomnia berat (24,5%). Setelah intervensi, 81,6% responden tidak lagi mengalami insomnia, sedangkan 18,4% mengalami insomnia ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor insomnia sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aromaterapi lavender spray berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat insomnia pada remaja, sehingga dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja di SMAN 7 Tambun Selatan Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Remaja merupakan pengguna media sosial tertinggi. Media sosial yang sering digunakan remaja yaitu Whatsapp, Instagram dan Tiktok. Pada tahap perkembangan ini remaja ingin mencoba hal baru. Penggunaan medsos menjadi insomnia merupakan gangguan kondisi tidur yang tidak berkualitas sehingga tidur menjadi tidak lelap. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia pada remaja SMA di Tambun Selatam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian ini yaitu deskriptif korelatif melalui penggunaan metode cross sectional. Populasi remaja tengah yang berusia (16-17 tahun). Sebanyak 108 remaja menjadi responden dengan teknik sampling total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Hasil: Uji statistik Pearson Chi Square dengan tingkat kemaknaan a = 0,05 atau 95%.uji statistik didapatkan nilai p = 0,000 < a = 0,05. Kesimpulan: Dari penelitian ini yaitu ada hubungan durasi penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia pada remaja SMA di Tambun Selatan. Saran mengurangi waktu penggunaan media sosial dan mampu untuk memenejemen waktu tidur .

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Akupunktur Pada Penderita Susah Tidur Sindrom Api Liver Mengganggu Jantung di Pluit Karang

2024•Koleksi Perpustakaan

Susah Tidur yang dikenal masyarakat sebagai Insomnia adalah gangguan tidur dimana seseorang sulit memulai tidur atau tidak bisa tidur dengan lelap, mudah terbangun dan tidak bisa tidur kembali. Prevalensi insomnia di Indonesia cukup tinggi sementara masyarakat tidak menyadari insomnia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengakibatkan penampilan terganggu, dalam jangka panjang memberikan efek ke seluruh tubuh. Tujuan penelitian untuk peneliti sendiri adalah untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur pada penderita susah tidur, sedangkan untuk pengembangan ilmu, harapan peneliti adalah dapat dijadikan acuan pengembangan ilmu akupunktur. Metode Penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pra eksperimental One group pretest-posttest design. Dalam penelitian ini sampel penelitian sebesar 24 responden dengan sumber data primer. Penelitian dilakukan dengan wawancara, observasi dan skala pengukuran tingkat insomnia. Hasil penelitian didapat dari 24 responden yang memenuhi kriteria penelitin. Sebelum terapi akupunktur tingkat insomnia sangat berat sebesar 29%, insomnia berat sebesar 63%, insomnia ringan 8%. Dan setelah terapi akupunktur tidak terdapat insomnia sangat berat dan insomnia berat, sementara insomnia ringan sebesar 62,5%, yang tidak merasakan insomnia lagi sebesar 37,5%. Kesimpulan dari penelitian, berdasarkan uji Wilcoxon didapat p-value < 0,05 yang berarti terapi akupunktur memberi pengaruh pada penderita susah tidur sindrom Api Liver mengganggu Jantung. Saran dengan berbagai keterbatasan dari peneliti, semoga penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk pengembangan ilmu akupunktur lebih lanjut

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail