Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Efa Yusfi Asrifa

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Pengaruh Terapi Akupunktur Nei Guan Kombinasi Herbal Wedang Pala untuk Pasien Insomnia Berbagai Sindrom

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Insomnia adalah gangguan tidur tersering dalam praktik klinis yang menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Obat sedatif-hipnotik konvensional memiliki efek samping seperti ketergantungan dan gangguan kognitif, sehingga diperlukan terapi alternatif yang aman. Akupunktur titik PC 6 (Nei Guan) dan herbal wedang pala berpotensi memberikan efek sinergis untuk mengatasi insomnia. Tujuan: Menganalisis pengaruh akupunktur PC 6 kombinasi wedang pala terhadap peningkatan kualitas tidur pasien insomnia. Metode: Penelitian pretest-posttest control group design dengan pendekatan kuantitatif ini melibatkan 30 pasien insomnia di Klinik Velda, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, yang dibagi menjadi dua kelompok: akupunktur PC 6 + wedang pala (n=15) dan akupunktur PC 6 saja (n=15). Intervensi dilakukan 8 kali (2 kali/minggu). Kualitas tidur diukur dengan Insomnia Severity Index (ISI) saat pre-test dan post-test. Analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk (normalitas) dan Paired T-Test (hipotesis). Hasil: Seluruh data berdistribusi normal (p > 0,05). Kelompok kombinasi menunjukkan penurunan skor ISI yang sangat signifikan dari 15,20 ± 4,98 menjadi 7,00 ± 2,72 (t(14) = -17,85; p < 0,001). Kelompok akupunktur saja menurun dari 16,20 ± 4,24 menjadi 8,73 ± 2,60 (t(14) = -18,63; p < 0,001). Kedua kelompok mengalami perbaikan yang sangat signifikan secara statistik (p < 0,001). Kesimpulan: Akupunktur PC 6, baik tunggal maupun kombinasi dengan wedang pala, efektif menurunkan skor ISI (meningkatkan kualitas tidur) pada pasien insomnia moderat. Kombinasi menunjukkan kecenderungan efek lebih besar, mengindikasikan efek sinergis antara kedua terapi.

Pengaruh Terapi Tuina Teknik Rou Fa Titik Akupunktur Bl 23, Bl 25, Dan Bl 40 Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pinggang pada Pasien Dewasa

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering ditemukan, dengan prevalensi global mencapai 619 juta kasus pada 2020. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi gangguan muskuloskeletal sebesar 7,30%. Penatalaksanaan konvensional menggunakan OAINS bersifat simtomatik dan kurang efektif mengatasi penyebab mendasar nyeri pinggang kronis, sehingga dibutuhkan alternatif terapi komplementer seperti Tuina. Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretestposttest kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 30 responden di Klinik Velda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi Tuina teknik Rou Fa diberikan sebanyak 8 kali pertemuan (2 kali per minggu selama 4 minggu). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) saat pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan Shapiro-Wilk dan pairedsamples t-test. Hasil: Rata-rata skor NRS menurun signifikan dari 4,83 (SD = 1,949) sebelum intervensi menjadi 1,03 (SD = 1,273) setelah intervensi. Penurunan rata-rata sebesar 3,800 poin (SD = 1,064) atau setara dengan 78,7% dari skor awal. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = -19,571; df = 29; p < 0,001). Kesimpulan: Terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa di Klinik Velda.