ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilaip-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS)
Cikarang, Maret 2023
Muhammad Nahrul Ilmi
HUBUNGAN LAMANYA DIABETES MELLITUS DENGAN STAGE GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023
ABSTRAK
Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi kronik baik mikro dan macroangiophaty, dengan konsekuensi kegagalan organ internal. Salah satu komplikasi kronik Diabetes mellitus adalah nefropati diabetik dan ptogresif cronically, yang jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik akan menjadi tahap akhir gangguan ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lamanya diabetes melitus dengan stage gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus 5-10 tahun dan 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus > 10 tahun dengan analisa uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,030 menunjukan bahwa ada hubungan lamanya diabetes mellitus dengan stage gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol kadar glukosa darah dan rutin meminum obat diabetes mellitus agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi ginjal akibat glukosa darah yang tidak terkontrol.
Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Stage Gagal Ginjal Kronik
Daftar Bacaan: 20 Kepustakaan (2015-2022)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia produktif. Tujuan penelitian untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta tahun 2023. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184. Tehnik pengambilan sampel yaitu non random sampling dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 65 responden, menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar ureum kreatinin didalam darah sebagai akibat ketidakmampuan ginjal memfiltrasi hasil metabolisme tubuh yang bersifat irreversible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest postest design without control group terhadap 31 sampel dari 212 populasi pasien hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023 menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan uji normalitas kolmogrov smirnov menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05) dan hasil uji parametrik paired T-Test menunjukkan nilai P value 0,000 (< 0,05) artinya ada pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Kesimpulan tingkat rasa haus sebelum mengunyah permen karet xylitol adalah haus sedang, tingkat rasa haus setelah mengunyah permen karet xylitol adalah haus ringan, dan ada pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Saran dalam penelitian ini diharapkan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dapat mengadakan seminar awam mengenai manfaat permen karet xylitol untuk mengatasi rasa haus pada pasien yang melakukan cuci darah dengan harapan meningkatnya kedisiplinan dalam membatasi asupan cairan dan angka kesakitan serta kematian dapat terhindarkan akibat kelebihan volume cairan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan
gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman
berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia
produktif. Tujuan penelitian : untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Dengan jumlah populasi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184 responden, dan jumlah sample sebanyak 65 responden. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi kronik baik mikro dan macroangiophaty, dengan konsekuensi kegagalan organ internal. Salah satu komplikasi kronik Diabetes mellitus adalah nefropati diabetik dan progresif cronically, yang jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik akan menjadi tahap akhir gangguan ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lamanya diabetes melitus dengan stage gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus 5-10 tahun dan 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus > 10 tahun dengan analisa uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,030 menunjukan bahwa ada hubungan lamanya diabetes mellitus dengan stage gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol kadar glukosa darah dan rutin meminum obat diabetes mellitus agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi ginjal akibat glukosa darah yang tidak terkontrol.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang berupa transplantasi ginjal atau dialysis. Penyakit ini digolongkan dalam penyakit terminal yaitu penyakit yang sulit disembuhkan dan beresiko meninggal dunia, akibat kelainan metabolik dapat terjadi dengan cepat. Hemodialisis dipilih untuk mengatasi atau mencegah hiperkalemia yang mengancam jiwa (Setiati, dkk, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lama waktu Tindakan Hemodialisa Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit EMC Cikarang 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “One Groups Pretest - Posttest Design“.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Gagal Ginjal Kronik yang melakukan tindakan hemodialisa. Seluruh pasien gagal ginjal kronik 56 pasien yang menjalani terapi selama 5 jam. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna antara lama waktu tindakan hemodialisa terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik di ruangan hemodialisa rumah sakit EMC Cikarang 2021. Dari hasil uji statistik di dapat nilai Z sebesar 3.742 dan p value sebesar 0.000 kurang dari 0,005 (p≤ 0,005) sehingga adanya pengaruh lama waktu tindakan hemodialisa terhadap tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit EMC Cikarang.
Dengan adanya perbedaan yang bermakna antara lamanya waktu tindakan hemodialisa terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik.
Penulis berharap para peneliti dapat meneruskan penelitian ini, sehingga dapat menambah wawasan yang lebih luas.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pada penderita penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat dipastikan mengalami tekanan psikologis yang mengakibatkan gangguan mental emosional pasien, selain itu terapi hemodialisis membawa dampak pada kondisi psikologis pasien berupa perasaan cemas, dan sewaktu-waktu dapat mengalami depresi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan frekuensi lamanya menjalani hemodialisa dengan gangguan mental emosional pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 100 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa dan sampel sebanyak 36 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner baku SRQ. Hasil penelitian yang menggunakan uji Spearman-Rho didapatkan hasil nilai p-value 0,037 < 0,05 dengan hasil nilai koefisien korelasi 1.000 pada frekuensi hemodialisa dan (+) 0,349 pada Gangguan Mental Emosional sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup signifikan di antara kedua variabel tersebut.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Chronic Kidney Disease (CKD) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan kelainan dari struktur atau fungsi ginjal. Keadaan ini muncul selama lebih dari 3 bulan dan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Penyakit CKD akan mempengaruhi penurunan LFG dan fungsi ginjal memburuk lebih lanjut, retensi natrium dan air bisa terjadi. Hal ini dapat menyebabkan resiko edema dan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Untuk mengidenifikasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahua Pasien CKD ( Chronic Kidney Disease) Dalam Pembatasan Cairan Sebelum Dilakukan Hemodialisa Di Ruang HD Rs. Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan survey analitik cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang dan sampel peneltian 50 responden dengan cara non-random sampling (purposive sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariate. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan berhubungan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,012, faktor umur berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,016, faktor pendidikan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa nilai dengan p- value = 0,000, faktor informasi berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,000, faktor lingkungan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,011. Kesimpulan : faktor pengetahuan, umur, pendidikan, informasi, lingkungan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa di ruang hemodialisa Rs.Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui bahwa pentingnya dalam membatasi asupan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dan memantau ketat intake dan output cairan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu membawa atau melakukan fungsi normal dari produk sisa metabolisme tubuh,
karena gangguan ekskresi ginjal, serta gangguan fungsi endokrin, metabolisme dan cairan. Tujuan penelitian ini untuk
mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang
komprehensif pada pasien dengan gagal ginjal kronik. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan
seorang pasien yang mengalami gagal ginjal kronik. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien gagal
ginjal kronik diantarannya sesak nafas, adanya edema perifer, penambahan berat badan jangka pendek, penurunan kadar
Hb/Ht, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama masalah keperawatan cairan : Hipervolemia akibat penyakit gagal ginjal
kronik. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini menghitung balance cairan, menimbang berat badan dalam waktu yang
sama, membatasi cairan dan tindakan mandiri dengan posisi semi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang
dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi
akhir masalah keperawatan hipervolemia teratasi dengan edema pada kaki pasien sudah tidak ada, Balance cairan 250 ml ,
tidak sesak lagi, TTV dalam batas normal TD : 145/80 mmHg, S: 36,2C, N : 88 x/menit, RR : 22 x/menit
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan merupakan suatu prinsip yang fundamental. World Health Organization (WHO) membuat terobosan atau inisiatif untuk keselamatan bedah yang disebut dengan surgical safety checklist (SSC) di kamar bedah yang digunakan melalui 3 tahapan yaitu Sign In, Time Out dan Sign Out. Uji coba cheklist telah dilakukan oleh Haynes pada tahun 2007-2008 menunjukkan hasil penggunaan Surgical Safety Checklist di ruang operasi pada delapan rumah sakit yang berbeda berdampak positif pada penurunan angka komplikasi dari 11% menjadi 7% dan penurunan angka kematian pasca tindakan bedah dari 1,5% menjadi 0,8%. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan surgical safety checklist dikamar operasi, diantaranya adalah faktor pendidikan dan sikap perawat kamar operasi itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel yang diambil dengan metode Total Sampling dengan jumlah responden 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,044) dan adanya hubungan sikap perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,024). Penelitian ini diharapkan menjadi motivasi bagi perawat kamar bedah dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan memperbaiki sikap dalam melaksanakan surgical safety checklist di kamar operasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Proses perjalanan penyakit dari gagal ginjal kronik menjadi ESRD disebabkan oleh beberapa etiologi yang secara progresif menurunkan fungsi ginjal dan lama-kelamaan ginjal akan mengalami kehilangan fungsinya. Terapi hemodialisis (HD) jangka panjang dilakukan pada pasien yang mengalami penyakit ginjal stadium akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD). Hipertensi intradialitik merupakan komplikasi peringkat ke-1 di Indonesia yaitu sebanyak 38% atau 92.171 kejadian pada tahun 2018. hipertensi intradialitik proses terjadinya peningkatan tekanan darah saat dialisis lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing exercise terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi intradialitik di ruang Hemodialisa. Rancangan penelitian ini mengguanakan pre experimental design dengan pendekatan the one grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 170 responden dan sampel dalam penelitian terdiri dari 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan batas kemaknaan (nilai alfa 5%). Hasil penelitian menunjukan hasil akhir yakni nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, karena nilai p-value sebesar 0,000 atau kurang 0.05. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil p-value < 0,05, artinya ada perbedaan antara hasil tekanan darah pre-test dan post test pemberian slow deep breathing exercise. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Ada pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah pasien hipertensi intradialitik di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong tahun 2022.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Gagal ginjal kronik adalah suatu sindrom klinis disebabkan
penurunan fungsi ginjal irreversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling
sering digunakan adalah hemodialisa. Hemodialisa yaitu untuk menurunkan kadar
ureum, kreatinin dan toksik yang lainnya di dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar ureum dan kreatinin darah
yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa. Berdasarkan hasil studi
pendahuluan pada bulan januari didapatkan data 40% pasien mengalami gagal
ginjal kronik dan menjalani hemodialisa dan sedangkan tahun 2018 sebesar
1.1206 penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Sedangkan
pasien yang menjalani hemodialisa sejumlah 135 pasien, yang didapatkan 18
responden.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Hemodialisa
Terhadap Kadar Ureum Dan Kreatinin Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik
Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi
tahun 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperiment paired
T-test dengan rancangan Pretest dan posttest, dimana pada rancangan penelitian
dilakukan dengan cara memberikan (Pengamatan awal) terlebih dahulu sebelum
diberikan intervensi dan (Pengamatan akhir) setelah dilakukan intervensi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani hemodialisis
di ruang Hemodialisa RSUD Dr.Chasbullah Abdulmadjid Bekasi Kota yang
berjumlah 135. Sampel yang didapatkan 18 responden dengan menggunakan
teknik Accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data
adalah Lembar Observasi dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah
analisa univariat, bivariat dan normalitas berupa uji T-Test. T-Test merupakan uji
beda mean dependen (Uji T dependen) dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara
hemodialisa terhadap kadar ureum dan kreatinin darah pada pasien gagal ginjal
kronik. Variabel yang mempengaruhi adalah hemodialisa terhadap kadar ureum
dan kreatinin darah pre dan post (P value = 0,000). Dari hasil penelitian
didapatkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan hemodialisa
terhadap kadar ureum dan kreatinin darah.
Kesimpulan : Ada hemodialisa terhadap kadar ureum dan kreatinin darah yakni
adanya perubahan kadar ureum dan kreatinin darah setelah hemodialisa akan
tetapi tidak kembali ke kadar nilai normal.
Saran : Bagi Petugas Kesehatan utamanya pada perawat hemodialisis lebih
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam memantau adanya
kelainan-kelainan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan mengenai diit
pada pasien yang menjalani hemodialisa agar tidak terjadi peningkatan ureum
dan kreatinin dengan cara.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah gangguan fungsi ginjal yang
progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara
metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat
pada peningkatan ureum. Hemodialisa masih sebagai terapi utama dalam penanganan
gangguan ginjal kronik, namun memiliki dampak bervariasi, diantaranya komplikasi
intradialisis, efek hemodialisis kronik berupa fatigue. Data dari studi pendahuluan di
RS Sentra Medika Cikarang yaitu terdapat pasien sebanyak 120 pasien pada bulan
desember, 147 pasien pada bulan januari, 275 pasien pada bulan februari dengan 150
pasien yang berusia 26-45 tahun. Adapun faktor yang mempengaruhi fatigue yaitu usia,
jenis kelamin, tingkat pendidikan, kadar hemoglobin, dan pekerjaan.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa di RS Sentra
Medika Cikarang Tahun 2018.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif
dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien
gagal ginjal kronik setelah di hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang dengan
populasi yang berjumlah 150. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden dengan
menggunakan rumus accidental sampling. Instrument yang digunakan dalam
pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa
univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat
pengaruh secara bermakna dengan fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah
menjalani hemodialisa. Variabel yang mempengaruhi adalah pendidikan (P value =
0,018 dan OR = 4,028), latihan fisik (P value = 0,031 dan OR = 3,590) Dan pekerjaan
(P value = 0,023 dan OR = 3,857). Dari hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh
pendidikan, latihan fisik, dan pekerjaan.
Kesimpulan : Ada pengaruh antara pekerjaan, pendidikan dan latihan fisik dengan
fatique pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa
Saran : Diharapkan perawat hemodialisa dapat melakukan latihan fisik ke pasien pada
saat dihemodialisa dan memberikan edukasi tentang gagal ginjal kronik dan fatigue
agar pasien dapat memelihara kesehatannya dengan baik, pasien dapat melakukan
latihan fisik selama 2-3 kali dalam seminggu dengan durasi 30-45 menit agar dapat
mengurangi rasa fatigue yang berat serta peneliti selanjutnya dapat melakukan
penelitian eksperimen.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Menurut hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010, penyakit gagal
ginjal kronik merupakan penyebab kematian peringkat ke-27 di dunia tahun 1990
dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Sementara itu di Indonesia
penyakit gagal ginjal menempati urutan ke-10 dalam penyakit tidak menular.
Sebanyak 499.800 penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal18. Salah
satu unsur penatalaksanaan gagal ginjal kronik yaitu mengatur asupan makan (diit).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan
Dengan Perilaku Diit Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani
Hemodialisis Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun
2018. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif, rancangan cross sectional,
jumlah sampel 59 pasien. Analisa data meliputi univariat dan bivariat. Analisa
univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel.
Analisa bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian Ada hubungan antara
pendidikan pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv=
0,005. Ada hubungan antara pekerjaan pasien dengan perilaku diit pasien gagal
ginjal kronik dengan pv= 0,049. Ada hubungan antara pengetahuan pasien dengan
perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv= 0,002. Ada hubungan antara
dukungan keluarga pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan
pv= 0,005. Ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan pasien dengan
perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv=0,002. Kesimpulan dari
penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan,
dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku diit pada
pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Ruang Hemodialisa
Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan
fungsi ginjal yang ireversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling sering
digunakan adalah hemodialisa. Salah satu komplikasi hemodialisa yang sering terjadi
adalah penurunan kadar glukosa darah dan dapat menyebabkan hipoglikemia. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa
darah yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa.
Rancangan penelitian ini mengguanakan quasi experiment design terhadap 108
responden di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Medika Cibinong pada bulan Februari
2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisa ini
menggunakan uji t dependen dengan derajat kemaknaan (α)=5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan kadar glukosa darah prehemodialisa
didapatkat rata-rata 138,91 mg/dl sedangkan pada pemeriksaan kadar
glukosa drah post-hemodialisa didapatkat rerata 109,90 mg/dl. Sehingga terdapat
perbedaan bermakna (p=0,00) antara kadar glukosa darah pre-hemodialisa dan posthemodialisa
dengan
rerata
penurunan
kadar
glukosa
darah
29.01
mg/dl.
Dari
kesimpulan
pada
penelitian
ini
bahwa
terdapat
pengaruh
bermakna
tindakan
hemodialisa
terhadap
penurunan
kadar
glukosa
darah
di
ruang
Hemodialisa
Rumah
Sakit
Sentra
Medika
Cibinong
tahun
2017.
Saran
untuk
tenaga
keperawatan
diharapkan
selalu
melakukan
observasi tanda- tanda hipoglikemia terutama pada pasien yang keadaan
umumnya buruk dan untuk Rumah Sakit diharapkan melakukan pengecekan glukosa
darah sebelum dan sesudah hemodialisa.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga
untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok
ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling).
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39
klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah
(SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%)
berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal
kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh
terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya
meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal merupakan salah satu untuk mempertahankan kelangsungan hidup penyakit gagal ginjal kronik adalah dengan menjalani hemodialisa. Hemodialisa yaitu untuk menurunkan kadar ureum, kreatinin dan zat toksik yang lainnya di dalam darah. Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Di Indonesia Prevalensi GGK diperkirakan mencapai 400 jiwa per 1 juta penduduk dan prevalensi klien GGK yang menjalani hemodialisa mencapai 15.424 kasus Hasil penelitian yang dilakukan Musa, dkk (2015) mengenai kecemasan klien gagal ginjal kronik didapatkan hasil 34,2% responden mengalami kecemasan berat, 29,4% mengalami kecemasan sedang, sedangkan 18,2% responden mengalami kecemasan ringan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik dengan karakteristik klien di RSUD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan desain penelitian analitik kualitatif dan metode cross sectional (potong lintang). Penelitian ini menggunakan dengan 53 populasi, 10 responden dijadikan sebagai sampel pada studi pendahuluan dan 43 responden dijadikan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner SARS (Zung Self - Rating Anxiety Scale) sebanyak 15 soal menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan ɑ < 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap kecemasan klien gagal ginjal kronik. Variabel yang berhubungan adalah umur (P value = 0,018 dan OR 8,591), tingkat pendidikan (P value 0,024 dan OR 5,262), tingkat pengetahuan (P value = 0,011 dan OR 6,686), jenis kelamin (P value = 0,016 dan OR 6,222), dukungan psikososial keluarga (P value = 0,022 dan OR 5,333), dan pengalaman (P value = 0,004 OR 8,821).
Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jenis kelamin, dukungan psikososial keluarga, dan pengalaman dengan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018.