Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: Gagal ginjal kronik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMBINASI ANKLE PUMPINGEXERCISE DAN ELEVASI KAKI TERHADAP PENURUNAN EDEMA KAKI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG HEMODIALISA RS SENTRA MEDIKA CIBINONG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilaip-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan lamanya Diabetes Melitus dengan Stage Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS) Cikarang, Maret 2023 Muhammad Nahrul Ilmi HUBUNGAN LAMANYA DIABETES MELLITUS DENGAN STAGE GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi kronik baik mikro dan macroangiophaty, dengan konsekuensi kegagalan organ internal. Salah satu komplikasi kronik Diabetes mellitus adalah nefropati diabetik dan ptogresif cronically, yang jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik akan menjadi tahap akhir gangguan ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lamanya diabetes melitus dengan stage gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus 5-10 tahun dan 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus > 10 tahun dengan analisa uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,030 menunjukan bahwa ada hubungan lamanya diabetes mellitus dengan stage gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol kadar glukosa darah dan rutin meminum obat diabetes mellitus agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi ginjal akibat glukosa darah yang tidak terkontrol. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Stage Gagal Ginjal Kronik Daftar Bacaan: 20 Kepustakaan (2015-2022)

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor faktor yang berhubungan gaya hidup dengan bertambahnya kasus gagal ginjal di usia prodiktif

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia produktif. Tujuan penelitian untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta tahun 2023. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184. Tehnik pengambilan sampel yaitu non random sampling dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 65 responden, menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Mengunyah Permen Karet Xylitol Terhadap Penurunan Rasa Haus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Melakukan Cuci Darah di Ruang Hemodialisa Rumah Sakti Sentra Medika Cibinong

2023•Koleksi Perpustakaan

Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar ureum kreatinin didalam darah sebagai akibat ketidakmampuan ginjal memfiltrasi hasil metabolisme tubuh yang bersifat irreversible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest postest design without control group terhadap 31 sampel dari 212 populasi pasien hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023 menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan uji normalitas kolmogrov smirnov menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05) dan hasil uji parametrik paired T-Test menunjukkan nilai P value 0,000 (< 0,05) artinya ada pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Kesimpulan tingkat rasa haus sebelum mengunyah permen karet xylitol adalah haus sedang, tingkat rasa haus setelah mengunyah permen karet xylitol adalah haus ringan, dan ada pengaruh mengunyah permen karet xylitol terhadap penurunan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan cuci darah. Saran dalam penelitian ini diharapkan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dapat mengadakan seminar awam mengenai manfaat permen karet xylitol untuk mengatasi rasa haus pada pasien yang melakukan cuci darah dengan harapan meningkatnya kedisiplinan dalam membatasi asupan cairan dan angka kesakitan serta kematian dapat terhindarkan akibat kelebihan volume cairan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Staidum Gagal Ginjal Pada Pasien Hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Peningkatan jumlah kejadian gagal ginjal kronik terjadi setiap tahunnya. Pasien baru yang melakukan hemodialisa di Indonesia mengalami peningkatan pada katagori usia produktif. Banyak faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronik antara lain DM, hipertensi, glomerulonephritis, dan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, kesibukan yang membuat stess, konsumsi kopi yang terlalu banyak, minum minuman berenergi, dan kurang minum air putih menjadi penyebab meningkatnya penderita penyakit gagal ginjal kronik pada usia produktif. Tujuan penelitian : untuk menganalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gaya Hidup Dengan Stadium Gagal Ginjal Pada Pasien hemodialisa di Usia Produktif di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian yang di gunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Dengan jumlah populasi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Harapan Bunda usia 15-64 tahun sebanyak 184 responden, dan jumlah sample sebanyak 65 responden. Hasil penelitian usia mayoritas 55-64 tahun (41,5 %), dan sebagian besar jenis kelamin laki-laki (60 %), di tinjau dari aspek gaya hidup, hubungan aktivitas fisik dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,000. Hubungan pola makan dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Hubungan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik diperoleh p value 0,001. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada pengaruh gaya hidup dengan kejadian gagal ginjal kronik di RS Harapan Bunda. Di tinjau dari aspek gaya hidup pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan merokok dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penderita gagal ginjal kronik maupun yang tidak menderita gagal ginjal kronik diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang sehat.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kombinasi Ankle Pumping Exercise dan Elevasi Kaki Terhadap Penurunan Edema Kaki Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di Ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong

2023•Koleksi Perpustakaan

Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Lamanya Diabetes Melitus Dengan Stage Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi kronik baik mikro dan macroangiophaty, dengan konsekuensi kegagalan organ internal. Salah satu komplikasi kronik Diabetes mellitus adalah nefropati diabetik dan progresif cronically, yang jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik akan menjadi tahap akhir gangguan ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lamanya diabetes melitus dengan stage gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus 5-10 tahun dan 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus > 10 tahun dengan analisa uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,030 menunjukan bahwa ada hubungan lamanya diabetes mellitus dengan stage gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol kadar glukosa darah dan rutin meminum obat diabetes mellitus agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi ginjal akibat glukosa darah yang tidak terkontrol.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Lama Waktu Tindakan Hemodialisa Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit EMC Cikarang Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang berupa transplantasi ginjal atau dialysis. Penyakit ini digolongkan dalam penyakit terminal yaitu penyakit yang sulit disembuhkan dan beresiko meninggal dunia, akibat kelainan metabolik dapat terjadi dengan cepat. Hemodialisis dipilih untuk mengatasi atau mencegah hiperkalemia yang mengancam jiwa (Setiati, dkk, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lama waktu Tindakan Hemodialisa Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit EMC Cikarang 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “One Groups Pretest - Posttest Design“.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Gagal Ginjal Kronik yang melakukan tindakan hemodialisa. Seluruh pasien gagal ginjal kronik 56 pasien yang menjalani terapi selama 5 jam. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna antara lama waktu tindakan hemodialisa terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik di ruangan hemodialisa rumah sakit EMC Cikarang 2021. Dari hasil uji statistik di dapat nilai Z sebesar 3.742 dan p value sebesar 0.000 kurang dari 0,005 (p≤ 0,005) sehingga adanya pengaruh lama waktu tindakan hemodialisa terhadap tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit EMC Cikarang. Dengan adanya perbedaan yang bermakna antara lamanya waktu tindakan hemodialisa terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik. Penulis berharap para peneliti dapat meneruskan penelitian ini, sehingga dapat menambah wawasan yang lebih luas.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Frekuensi Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Gangguan Mental Emosional Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2023•Koleksi Perpustakaan

Pada penderita penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dapat dipastikan mengalami tekanan psikologis yang mengakibatkan gangguan mental emosional pasien, selain itu terapi hemodialisis membawa dampak pada kondisi psikologis pasien berupa perasaan cemas, dan sewaktu-waktu dapat mengalami depresi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan frekuensi lamanya menjalani hemodialisa dengan gangguan mental emosional pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 100 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa dan sampel sebanyak 36 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner baku SRQ. Hasil penelitian yang menggunakan uji Spearman-Rho didapatkan hasil nilai p-value 0,037 < 0,05 dengan hasil nilai koefisien korelasi 1.000 pada frekuensi hemodialisa dan (+) 0,349 pada Gangguan Mental Emosional sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup signifikan di antara kedua variabel tersebut.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Pasien CKD (Chronic Kidney Disease) Dalam Pembatasan Cairan Sebelum Dilakukan Hemodialisa di Ruang HD RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Chronic Kidney Disease (CKD) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan kelainan dari struktur atau fungsi ginjal. Keadaan ini muncul selama lebih dari 3 bulan dan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Penyakit CKD akan mempengaruhi penurunan LFG dan fungsi ginjal memburuk lebih lanjut, retensi natrium dan air bisa terjadi. Hal ini dapat menyebabkan resiko edema dan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Untuk mengidenifikasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahua Pasien CKD ( Chronic Kidney Disease) Dalam Pembatasan Cairan Sebelum Dilakukan Hemodialisa Di Ruang HD Rs. Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan survey analitik cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang dan sampel peneltian 50 responden dengan cara non-random sampling (purposive sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariate. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan berhubungan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,012, faktor umur berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,016, faktor pendidikan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa nilai dengan p- value = 0,000, faktor informasi berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,000, faktor lingkungan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,011. Kesimpulan : faktor pengetahuan, umur, pendidikan, informasi, lingkungan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa di ruang hemodialisa Rs.Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui bahwa pentingnya dalam membatasi asupan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dan memantau ketat intake dan output cairan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Tn. R Dengan Masalah Keperawatan Cairan: Hipervolemia Akibat Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu membawa atau melakukan fungsi normal dari produk sisa metabolisme tubuh, karena gangguan ekskresi ginjal, serta gangguan fungsi endokrin, metabolisme dan cairan. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan gagal ginjal kronik. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien yang mengalami gagal ginjal kronik. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien gagal ginjal kronik diantarannya sesak nafas, adanya edema perifer, penambahan berat badan jangka pendek, penurunan kadar Hb/Ht, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama masalah keperawatan cairan : Hipervolemia akibat penyakit gagal ginjal kronik. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini menghitung balance cairan, menimbang berat badan dalam waktu yang sama, membatasi cairan dan tindakan mandiri dengan posisi semi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan hipervolemia teratasi dengan edema pada kaki pasien sudah tidak ada, Balance cairan 250 ml , tidak sesak lagi, TTV dalam batas normal TD : 145/80 mmHg, S: 36,2C, N : 88 x/menit, RR : 22 x/menit

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Perawat Terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist di Instalasi Kamar Operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2022•Koleksi Perpustakaan

Keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan merupakan suatu prinsip yang fundamental. World Health Organization (WHO) membuat terobosan atau inisiatif untuk keselamatan bedah yang disebut dengan surgical safety checklist (SSC) di kamar bedah yang digunakan melalui 3 tahapan yaitu Sign In, Time Out dan Sign Out. Uji coba cheklist telah dilakukan oleh Haynes pada tahun 2007-2008 menunjukkan hasil penggunaan Surgical Safety Checklist di ruang operasi pada delapan rumah sakit yang berbeda berdampak positif pada penurunan angka komplikasi dari 11% menjadi 7% dan penurunan angka kematian pasca tindakan bedah dari 1,5% menjadi 0,8%. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan surgical safety checklist dikamar operasi, diantaranya adalah faktor pendidikan dan sikap perawat kamar operasi itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel yang diambil dengan metode Total Sampling dengan jumlah responden 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,044) dan adanya hubungan sikap perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,024). Penelitian ini diharapkan menjadi motivasi bagi perawat kamar bedah dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan memperbaiki sikap dalam melaksanakan surgical safety checklist di kamar operasi.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Slow Deep Breathing Exercise Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Intradialitik di Ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong Kabupaten Bekasi

2022•Koleksi Perpustakaan

Proses perjalanan penyakit dari gagal ginjal kronik menjadi ESRD disebabkan oleh beberapa etiologi yang secara progresif menurunkan fungsi ginjal dan lama-kelamaan ginjal akan mengalami kehilangan fungsinya. Terapi hemodialisis (HD) jangka panjang dilakukan pada pasien yang mengalami penyakit ginjal stadium akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD). Hipertensi intradialitik merupakan komplikasi peringkat ke-1 di Indonesia yaitu sebanyak 38% atau 92.171 kejadian pada tahun 2018. hipertensi intradialitik proses terjadinya peningkatan tekanan darah saat dialisis lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing exercise terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi intradialitik di ruang Hemodialisa. Rancangan penelitian ini mengguanakan pre experimental design dengan pendekatan the one grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 170 responden dan sampel dalam penelitian terdiri dari 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan batas kemaknaan (nilai alfa 5%). Hasil penelitian menunjukan hasil akhir yakni nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, karena nilai p-value sebesar 0,000 atau kurang 0.05. maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil p-value < 0,05, artinya ada perbedaan antara hasil tekanan darah pre-test dan post test pemberian slow deep breathing exercise. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Ada pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah pasien hipertensi intradialitik di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong tahun 2022.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Hemodialisa Terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Gagal ginjal kronik adalah suatu sindrom klinis disebabkan penurunan fungsi ginjal irreversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling sering digunakan adalah hemodialisa. Hemodialisa yaitu untuk menurunkan kadar ureum, kreatinin dan toksik yang lainnya di dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar ureum dan kreatinin darah yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada bulan januari didapatkan data 40% pasien mengalami gagal ginjal kronik dan menjalani hemodialisa dan sedangkan tahun 2018 sebesar 1.1206 penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Sedangkan pasien yang menjalani hemodialisa sejumlah 135 pasien, yang didapatkan 18 responden. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Hemodialisa Terhadap Kadar Ureum Dan Kreatinin Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperiment paired T-test dengan rancangan Pretest dan posttest, dimana pada rancangan penelitian dilakukan dengan cara memberikan (Pengamatan awal) terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi dan (Pengamatan akhir) setelah dilakukan intervensi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RSUD Dr.Chasbullah Abdulmadjid Bekasi Kota yang berjumlah 135. Sampel yang didapatkan 18 responden dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah Lembar Observasi dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat dan normalitas berupa uji T-Test. T-Test merupakan uji beda mean dependen (Uji T dependen) dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara hemodialisa terhadap kadar ureum dan kreatinin darah pada pasien gagal ginjal kronik. Variabel yang mempengaruhi adalah hemodialisa terhadap kadar ureum dan kreatinin darah pre dan post (P value = 0,000). Dari hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan hemodialisa terhadap kadar ureum dan kreatinin darah. Kesimpulan : Ada hemodialisa terhadap kadar ureum dan kreatinin darah yakni adanya perubahan kadar ureum dan kreatinin darah setelah hemodialisa akan tetapi tidak kembali ke kadar nilai normal. Saran : Bagi Petugas Kesehatan utamanya pada perawat hemodialisis lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam memantau adanya kelainan-kelainan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan mengenai diit pada pasien yang menjalani hemodialisa agar tidak terjadi peningkatan ureum dan kreatinin dengan cara.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Setelah Menjalani Hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang

2019•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Hemodialisa masih sebagai terapi utama dalam penanganan gangguan ginjal kronik, namun memiliki dampak bervariasi, diantaranya komplikasi intradialisis, efek hemodialisis kronik berupa fatigue. Data dari studi pendahuluan di RS Sentra Medika Cikarang yaitu terdapat pasien sebanyak 120 pasien pada bulan desember, 147 pasien pada bulan januari, 275 pasien pada bulan februari dengan 150 pasien yang berusia 26-45 tahun. Adapun faktor yang mempengaruhi fatigue yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kadar hemoglobin, dan pekerjaan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien gagal ginjal kronik setelah di hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang dengan populasi yang berjumlah 150. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden dengan menggunakan rumus accidental sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa. Variabel yang mempengaruhi adalah pendidikan (P value = 0,018 dan OR = 4,028), latihan fisik (P value = 0,031 dan OR = 3,590) Dan pekerjaan (P value = 0,023 dan OR = 3,857). Dari hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh pendidikan, latihan fisik, dan pekerjaan. Kesimpulan : Ada pengaruh antara pekerjaan, pendidikan dan latihan fisik dengan fatique pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa Saran : Diharapkan perawat hemodialisa dapat melakukan latihan fisik ke pasien pada saat dihemodialisa dan memberikan edukasi tentang gagal ginjal kronik dan fatigue agar pasien dapat memelihara kesehatannya dengan baik, pasien dapat melakukan latihan fisik selama 2-3 kali dalam seminggu dengan durasi 30-45 menit agar dapat mengurangi rasa fatigue yang berat serta peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian eksperimen.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubugan Dengan Perilaku DIIT Pada Pasein Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di Ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong

2019•Koleksi Perpustakaan

Menurut hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010, penyakit gagal ginjal kronik merupakan penyebab kematian peringkat ke-27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Sementara itu di Indonesia penyakit gagal ginjal menempati urutan ke-10 dalam penyakit tidak menular. Sebanyak 499.800 penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal18. Salah satu unsur penatalaksanaan gagal ginjal kronik yaitu mengatur asupan makan (diit). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Diit Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif, rancangan cross sectional, jumlah sampel 59 pasien. Analisa data meliputi univariat dan bivariat. Analisa univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel. Analisa bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian Ada hubungan antara pendidikan pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv= 0,005. Ada hubungan antara pekerjaan pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv= 0,049. Ada hubungan antara pengetahuan pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv= 0,002. Ada hubungan antara dukungan keluarga pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv= 0,005. Ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv=0,002. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku diit pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Hemodialisa Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

2019•Koleksi Perpustakaan

Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling sering digunakan adalah hemodialisa. Salah satu komplikasi hemodialisa yang sering terjadi adalah penurunan kadar glukosa darah dan dapat menyebabkan hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa darah yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa. Rancangan penelitian ini mengguanakan quasi experiment design terhadap 108 responden di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Medika Cibinong pada bulan Februari 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisa ini menggunakan uji t dependen dengan derajat kemaknaan (α)=5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan kadar glukosa darah prehemodialisa didapatkat rata-rata 138,91 mg/dl sedangkan pada pemeriksaan kadar glukosa drah post-hemodialisa didapatkat rerata 109,90 mg/dl. Sehingga terdapat perbedaan bermakna (p=0,00) antara kadar glukosa darah pre-hemodialisa dan posthemodialisa dengan rerata penurunan kadar glukosa darah 29.01 mg/dl. Dari kesimpulan pada penelitian ini bahwa terdapat pengaruh bermakna tindakan hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa darah di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2017. Saran untuk tenaga keperawatan diharapkan selalu melakukan observasi tanda- tanda hipoglikemia terutama pada pasien yang keadaan umumnya buruk dan untuk Rumah Sakit diharapkan melakukan pengecekan glukosa darah sebelum dan sesudah hemodialisa.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Kepatuuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39 klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah (SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%) berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Kecemasan Klien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Berdasarkan Karakteristik Klien di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Gagal ginjal merupakan salah satu untuk mempertahankan kelangsungan hidup penyakit gagal ginjal kronik adalah dengan menjalani hemodialisa. Hemodialisa yaitu untuk menurunkan kadar ureum, kreatinin dan zat toksik yang lainnya di dalam darah. Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Di Indonesia Prevalensi GGK diperkirakan mencapai 400 jiwa per 1 juta penduduk dan prevalensi klien GGK yang menjalani hemodialisa mencapai 15.424 kasus Hasil penelitian yang dilakukan Musa, dkk (2015) mengenai kecemasan klien gagal ginjal kronik didapatkan hasil 34,2% responden mengalami kecemasan berat, 29,4% mengalami kecemasan sedang, sedangkan 18,2% responden mengalami kecemasan ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik dengan karakteristik klien di RSUD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan desain penelitian analitik kualitatif dan metode cross sectional (potong lintang). Penelitian ini menggunakan dengan 53 populasi, 10 responden dijadikan sebagai sampel pada studi pendahuluan dan 43 responden dijadikan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner SARS (Zung Self - Rating Anxiety Scale) sebanyak 15 soal menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan ɑ < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap kecemasan klien gagal ginjal kronik. Variabel yang berhubungan adalah umur (P value = 0,018 dan OR 8,591), tingkat pendidikan (P value 0,024 dan OR 5,262), tingkat pengetahuan (P value = 0,011 dan OR 6,686), jenis kelamin (P value = 0,016 dan OR 6,222), dukungan psikososial keluarga (P value = 0,022 dan OR 5,333), dan pengalaman (P value = 0,004 OR 8,821). Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jenis kelamin, dukungan psikososial keluarga, dan pengalaman dengan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail