Abstrak
Keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan merupakan suatu prinsip yang fundamental. World Health Organization (WHO) membuat terobosan atau inisiatif untuk keselamatan bedah yang disebut dengan surgical safety checklist (SSC) di kamar bedah yang digunakan melalui 3 tahapan yaitu Sign In, Time Out dan Sign Out. Uji coba cheklist telah dilakukan oleh Haynes pada tahun 2007-2008 menunjukkan hasil penggunaan Surgical Safety Checklist di ruang operasi pada delapan rumah sakit yang berbeda berdampak positif pada penurunan angka komplikasi dari 11% menjadi 7% dan penurunan angka kematian pasca tindakan bedah dari 1,5% menjadi 0,8%. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan surgical safety checklist dikamar operasi, diantaranya adalah faktor pendidikan dan sikap perawat kamar operasi itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel yang diambil dengan metode Total Sampling dengan jumlah responden 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,044) dan adanya hubungan sikap perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,024). Penelitian ini diharapkan menjadi motivasi bagi perawat kamar bedah dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan memperbaiki sikap dalam melaksanakan surgical safety checklist di kamar operasi.